UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Pelampiasan Dimas


__ADS_3

"Tiaarraaaa!!!!!!"


Sementara itu pelaku utamanya saat ini sedang tersenyum puas.


Tiara menjahili Dimas dengan menaruh bekas kunyahan permen karet pada sepatu Dimas.


" Yeak, Awas kau Tiaaraaaa!!!"


*********


Sementara itu Tiara saat ini sudah berada di rumah Reno. Tiara disambut oleh asisten rumah tangga dan di persilahkan masuk menuju ke kamar Rendra.


Tiara melangkahkan kakinya menuju kamar Rendra. Sementara Reno saat ini sedang berada di kamar Rendra, mereka tidur bersama semalam.


"Daddy, today is my first day at school right?"


"Yes my boy, are you happy?"


"Yes Daddy, if I go to school I'll have a lot of friends right?"


"Off course, and now take a bath first"


"Daddy I take a bath by my self, I'am a big boy now"


Rendra segera memasuki kamar mandi, dan tak lama muncullah Tiara, memasuki kamar Rendra.


"Se-selamat pagi Tuan" ucap Tiara gugup, memperhatikan penampilan Reno yang terlihat Acak-acakan karena baru bangun tidur. Apalagi Reno hanya mengenakan baju kaos dan celana pendek. Tapi meskipun begitu ia terlihat tampan.


"Selamat pagi Tiara, oh ya tolong kau siapkan baju seragam Rendra. Semua perlengkapannya ada di dalam lemari. Saya ingin bersiap-siap pergi ke kantor."


"Baik Tuan."


Tiara menyiapkan semua perlengkapan sekolah Rendra, setelah Rendra selesai mengenakan seragamnya. Ia menuruni anak tangga bersama Tiara untuk menuju meja makan. Ketika sampai di lantai satu Reno berpapasan dengan Tiara.


Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Reno.


"Ayo boy, kita sarapan dulu" Reno melepaskan gandengan tangan Tiara, lalu meraih Rendra dan menggendongnya. Tiara sempat terkejut dengan sentuhan tangan Reno.


"Daddy, turunkan aku. Aku sudah besar sekarang jadi jangan mempermalukanku." Rendra meronta-ronta minta diturunkan dari gendongan Reno.

__ADS_1


"Oh kau malu sekarang?" Reno menurunkan Rendra dari gendongannya.


"I am a big boy, Daddy dan mulai sekarang Rendra putuskan untuk menjadikan kakak cantik calon istriku.


"Apa calon istri?" Reno menertawakan ucapan Rendra. Sementara Tiara hanya tersenyum memperhatikan interaksi dua orang yang berbeda generasi itu. Ia menganggap pembicaraan mereka hanya sebuah lelucon saja.


Cup, Reno mencium pipi Rendra gemas lalu mengacak-acak rambut Rendra.


"Daddy, apa yang kau lakukan. Kau mempermalukanku di depan calon istriku."


"Kau yakin ia mau denganmu, bagaimana kalau Daddy saja yang menikahinya"


"Kakak cantik tidak akan mau dengan Daddy, Daddy sudah tua." ejek Rendra, membuat Tiara menahan tawanya.


"Hai boy, siapa yang bilang Daddy sudah Tua" Reno melototi anaknya.


"Bukankah Daddy sendiri yang bilang, pada saat aku meminta menjadikan kakak cantik ibuku. Daddy bilang perbedaan usia kalian sangat jauh jadi bagaimana mungkin kakak cantik mau dengan Daddy yang memiliki buntut" ucap Rendra mengejek ayahnya.


"Hai, Daddy hanya mengatakan usia Daddy yang berbeda jauh. Bukan Daddy yang sudah tua" protes Rendra.


"Sama saja Daddy, dan karena Daddy nggak bisa bikin Kakak cantik jadi Ibuku. Jadi aku memutuskan akan menikahinya nanti. Mulai sekarang Daddy nggak boleh deket-deket ama Kakak cantik, karena Ia milikku sekarang" Ucap Rendra yakin.


"Daddy....!!!"


Tiara cukup terkejut mendengar percakapan kedua orang beda generasi itu, Tapi ia kemudian mengabaikannya. Karena waktu terus bergulir dan khawatir Rendra terlambat akhirnya Tiara menyela pembicaraan mereka.


"Ayo sayang sarapan dulu, nanti kau terlambat" ucap Tiara menyela pembicaraan. Dan menggandeng Rendra menuju meja makan.


"Daddy dengar itu, kakak cantik memanggilku sayang. Dan lihat ia menggandeng tanganku, Daddy tau apa artinya itu" Rendra mengejek Ayahnya. Sementara Tiara mengabaikan perdebatan kedua orang itu.


Akhirnya Reno dan Rendra sudah sampai di meja makan. Reno dan Rendra juga meminta Tiara untuk sarapan bersama. Mereka sarapan sandwich dan segelas susu yang sudah tersaji di meja makan. Mereka makin dengan hening, tidak ada lagi perdebatan diantara mereka.


**********


Tak terasa seminggu sudah berlalu, dan semenjak permintaan Dimas pada Tiara waktu itu, hubungan mereka sedikit merenggang. Dimas yang selalu di sibukkan dengan urusan kantornya, dan Tiara juga dengan pekerjaannya. membuat mereka jarang berinteraksi karena sudah lelah dengan pekerjaan masing-masing.


Apalagi Tiara dan Dimas yang terkesan saling menghindari. Tiara selalu bangun lebih awal dari Dimas dan menyelesaikan pekerjaannya di apartemen Dimas. Bahkan sebelum Dimas bangun tidur, ia sudah pergi ke rumah Reno terlebih dahulu. Dan Dimas selalu pulang larut malam.


Selama ini Dimas tidak mengetahui kalau Tiara mengasuh anak seorang duda. Yang ia tau hanyalah Tiara yang bekerja sebagai pengasuh anak di keluarga yang kaya raya. Karena kawasan rumah Reno merupakan lingkungan elit dan para pejabat.

__ADS_1


Tiara memberitahu Dimas alamat tempat ia bekerja, dan apa pekerjaannya, tapi ia tak mengatakan status bosnya. Karena Tiara tau, jika Dimas tidak akan mengijinkannya. Bahkan awalnya waktu Tiara mengatakan ia bekerja sebagai pengasuh anak, Dimas menentangnya. Tapi karena keras kepala Tiara, membuat Dimas menyetujuinya. Tapi itu berimbas dengan hubungan mereka yang semakin merenggang.


Saat ini Tiara, berada di kamarnya menatap langit-langit kamar.


"Tidak terasa aku sudah bekerja seminggu lebih, tapi aku sama sekali tidak tau berapa bayaranku. Bagaimana jika aku tidak bisa mengumpulkan uang sesuai permintaan Tuan Dimas." gumam Tiara


"Bagaimana jika aku meminta bayaran per satu Minggu, agar aku tau berapa uang yang akan aku dapatkan nanti. Tapi bagaimana mengatakannya, aku malu" ucap Tiara lirih mengacak-acak rambutnya.


"Aaaaah...., Kali ini kau harus menenggelamkan rasa malumu Tiara, demi masa depanmu" ucap Tiara lagi memotivasi dirinya.


"Baiklah, besok aku akan mengatakannya, semangat Tiara" Tiara berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Sementara itu Dimas yang sebenarnya sudah pulang jam kantor, tapi tak pulang ke rumah. Sudah hampir seminggu ini ia selalu pulang larut malam.


Ia yang dulu biasanya selalu ingin cepat pulang dan menemui Tiara, tapi sekarang tidak lagi. Semenjak keinginannya di tolak oleh Tiara, ia selalu menghabiskan waktunya di apartemen Leo ataupun pergi ke Bar. Seperti saat ini Leo sedang menemani Dimas di Bar.


Dimas memutar-mutar gelas yang berisi minuman beralkohol, di sebelahnya terdapat wanita cantik yang mencoba merayu Dimas. Sedangkan wanita yang mencoba mendekati Leo ditolak oleh Leo. Leo memberikannya sejumlah uang dan menyuruhnya pergi.


"Sebaiknya, kau segera pulang saja, kasihan Tiara menunggumu di rumah" Leo menasehati Dimas.


"Aku bukannya tidak ingin pulang, tapi aku takut menyakitinya jika terlalu dekat dengannya"


"Takut menyakitinya? Aku malah berpikir kau yang sebenarnya takut tersakiti"


"Apa maksudmu?"


"Tidur satu ranjang dengan seorang wanita, tapi kau sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Aku kagum sekali dengan Tiara. Karena membuat seorang Playboy sepertimu harus menahan hasratmu." Leo terkekeh melihat ekspresi Dimas, yang menatapnya geram.


Sementara wanita penghibur yang tadinya berada di sebelah Dimas, sudah mulai duduk di pangkuan Dimas. Ia memanjakan tubuh Dimas dengan belaiannya. Dimas diam saja dengan perlakuan wanita penghibur itu.


Melihat reaksi Dimas yang diam dan terlihat menikmati belaiannya membuat wanita itu lebih berani. Ia mendudukkan tubuhnya di pangkuan Dimas dan menjamah tubuh Dimas lebih jauh lagi. Sementara Leo yang menyaksikan interaksi dua orang di depannya hanya menggelengkan kepalanya.


"Sebaiknya kau pergi ke hotelmu sana, jangan melakukannya disini dan jangan lupa gunakan pengaman" ucap Leo meninggalkan Dimas dengan wanita penghibur. walau bagaimanapun Leo adalah dokter pribadi Dimas. Ia tidak ingin pasiennya terkena penyakit karena hubungan bebas.


Leo meninggalkan tempat itu dengan menggelengkan kepalanya, biasanya Dimas tidak pernah mau di temani sembarangan wanita penghibur. Ia tidak mau jika wanita itu sudah bekas orang lain, ia biasanya selalu mencari wanita penghibur yang masih baru atau polos sekalipun ia harus membayar sangat mahal untuk itu. Itupun harus melalui tahap pengecekan kesehatan terlebih dahulu.


Tapi hari ini Leo cukup terkejut karena Dimas mau disentuh dengan wanita penghibur, yang entah sudah menemani berapa banyak pria. Karena ia terlihat begitu pengalaman memanjakan tubuh Dimas.


TBC

__ADS_1


__ADS_2