
"Sebaiknya jaga tingkah laku dan ucapanmu itu jika tidak, aku tidak akan segan padamu" Katsuro ikut jongkok di depan Nara. Ia mencengkram wajah mungil gadis itu, dan berbicara padanya dengan nada yang terdengar tajam. Puas dengan omelannya Katsuro menghempaskan wajah itu. Ia keluar dari ruangan itu dengan wajah yang masih menahan marah. Ia tidak ingin amarahnya nanti berakibat fatal buat putri semata wayangnya.
Nara tidak bisa lagi menahan rasa takut dan kesedihannya. Ia menangis masih dalam posisi jongkok hingga akhirnya pandangannya menatap tubuh Aiko yang terbujur kaku dilantai. Wanita cantik yang terlihat berantakan itu pingsan setelah tak kuat menahan rasa sakit akibat penganiayaan suaminya.
Nara menatap Aiko iba, dengan sekuat tenaga ia membaringkan tubuh Aiko di kasur. Merapikan rambut Aiko yang berantakan lalu membersihkan darah yang mengalir di kening Aiko dengan tangan yang bergetar hebat.
Nara ketakutan melihat kening Aiko yang tak juga berhenti mengeluarkan darah, akhirnya ia memanggil salah satu anak buah Ayahnya yang memang berpengalaman di bidang medis, ia adalah Dokter pribadi sekaligus berperan sebagai salah satu bodyguard ayahnya.
"Paman tolong dia lukanya tak mau berhenti" Nara terlihat pucat melihat darah yang terus saja mengalir.
"Jangan khawatir dia akan baik-baik saja. Aku akan menghentikan pendarahannya dan menjahit lukanya. Kau bisa tunggu diluar jika tak sanggup melihatnya" ucap Dokter itu. Ia paham betul jika Nara takut melihat darah dalam jumlah banyak.
"Tolong rawat dia dengan baik Paman." ucap Nara lemah.
"Bukankah kau membencinya? Kenapa sekarang kau perduli dengannya? Bukankah melihatnya mati lebih baik daripada kau terus di buat kesal olehnya?" tanya Dokter itu dengan mata dan tangan yang masih fokus dengan pasiennya.
"Dia mungkin orang jahat. Tapi jika aku membalas kejahatannya dengan kejahatan lalu apa bedanya aku dengannya. Kejadian hari ini mungkin juga bagian dari balasan kejahatannya" Ucap Nara kemudian berlalu pergi dari situ.
Andai saja Ibumu masih hidup kau mungkin tidak perlu berurusan dengan manusia hina seperti kami, ucap Dokter itu dalam hati.
Ya Ibu dan Ayah Nara sudah bercerai lama. Mereka hanya menjalani pernikahan selama Tiga tahun saja. Diusia Nara 1,5 tahun mereka bercerai. Ibu Nara mendapatkan hak asuh anaknya. Sayang baru 6 bulan berlalu Ibunya meninggal karena kecelakaan. Setelah itu Ayah Katsuro mengambil alih hak asuhnya.
__ADS_1
Katsuro dikenal ramah di dunia bisnis, ia selalu memperlakukan partner kerjanya dengan baik. Berbeda sekali dengan perilakunya di rumah yang hobi menyiksa istri dan juga anak buahnya di saat ia marah. Hal inilah yang menyebabkan pria tua itu gonta-ganti istri karena tak ada yang tahan dengannya. Aiko merupakan istri yang kedelapan setelah ia mengalami 7x perceraian.
************
Di negera belahan yang berbeda. Tiara baru saja selesai dengan riasannya.
"Anda benar-benar cantik Nona. Tak heran Pangeran kami lebih memilih anda di bandingkan dengan tunangan yang sudah disiapkan raja" perias itu menatap kagum hasil karyanya yang terpatri di wajah cantik Tiara. Ia juga menyiapkan gaun istimewa Tiara untuk bertemu dengan keluarga Pangeran.
Ehemm, Alex berdehem menginformasikan kehadirannya disana. Tiara dan perias itu menoleh bersamaan. Alex kagum dan terpesona dengan aura kecantikan yang terpancar dari wajah Tiara. Tapi Alex sadar diri Kalau Tiara sudah memiliki suami. Ia memilih menganggap Tiara sebagai adik yang harus ia jaga sampai suaminya datang menjemputnya.
"Tedi!" tanpa sadar Tiara memanggil Alex dengan nama Tedi.
"Siapa Tedi?" tanya perias itu heran.
"Kau sudah siap Naura" tanya Alex pada Tiara. Tiara menganggukkan kepalanya. Ia masih merasa asing dengan nama barunya.
Tiara menyambut tangan Alex mereka harus mulai berakting sekarang. Tampil mesra layaknya pasangan ideal di depan semua orang.
"Tak perlu takut, aku ada disini untuk melindungimu. Jika mereka bertanya sesuatu yang tak bisa kau jawab. Kau cukup diam saja, biarkan aku yang akan menanganinya untukmu. Stress tidak baik untuk wanita hamil" Alex menenangkan Tiara. Ia dapat merasakan jari-jari Tiara yang terasa dingin.
Tiara mengangguk-angguk kepalanya tanpa menoleh ke arah Alex. Ia benar-benar gugup saat ini bahkan ia merasa tak sanggup untuk menatap lawan bicaranya.
__ADS_1
Kedatangan Alex dan Naura terlambat 10 menit dari jadwal yang mereka tetapkan. Ruang tengah yang merupakan ruang pertemuan anggota kerajaan tingkat atas dan pejabat-pejabat penting sudah terisi penuh. Mereka penasaran dengan calon pilihan pangeran di Negaranya.
Kasak-kusuk terdengar saat Alex dan Naura (Tiara) memasuki ruangan itu. Tangan Naura menjadi semakin dingin. ia mengeratkan pegangan tangannya. Alex mengelus tangan itu mencoba untuk memberi kekuatan dan ketenangan untuk Naura.
"Pangeran Alex, kau bisa memperkenalkan pasanganmu pada mereka sekarang. Kami sudah menunggu kehadiranmu dari tadi" perintah raja.
"Wanita yang ada di sebelah saya adalah Putri Naura istri saya. Ia berasal dari kalangan biasa. Tapi kebaikan dan kemarahannya membuatku jatuh cinta padanya. Saya harap kalian merestui hubungan kami karena ia yang akan menjadi permaisuri saya di masa depan nanti" ucap Alex dengan menekan ucapannya di points terakhir. Ia tak ingin raja sampai menjodohkannya dengan wanita lain yang hanya memanfaatkan statusnya dengan alasan kekuasaan atau hal-hal lain.
"Tunggu dulu, saya juga memiliki sesuatu yang penting yang harus saya sampaikan" raja menyela ucapan pangeran Alex.
"Seperti yang kalian ketahui, Alex merupakan penerus sahku karena terlahir dari rahim permaisuri sebelumnya. Seorang penerus kerajaan, harus memiliki istri yang mampu mendukungnya dari segi kekuatan, kekayaan maupun kekuasaan. Aku menerima Naura sebagai istri putraku tapi tidak untuk menjabat sebagai permaisuri. Jadi kesempatanan untuk jadi permaisuri masih terbuka lebar untuk kalian yang memiliki kekuatan, kekayaan dan juga kekuasaan.
Seketika ruang pertemuan itu menjadi riuh terutama mereka yang berharap putrinya bisa menduduki posisi itu.
Alex yang mendengar titah ayahnya terlihat geram. Ia berusaha terlihat tenang dengan menekan ekspresi marahnya. Tampilan wajah dinginnya terlihat tenang di permukaaan padahal hatinya sedang berkecamuk hebat. Ia mempersiapkan diri untuk membantah titah raja.
Tiara yang tidak mengetahui apa-apa tentang politik kerajaan hanya bisa diam di sebelah Alex. Sesekali ia menatap ke depan, tapi ia kemudian memalingkan wajahnya ke samping ketika tatapan tajam mengarah padanya. Alex sudah berpesan agar ia tak menundukkan pandangannya. Menunduk hanya akan membuatnya terlihat lemah yang akan berakibat mudahnya ia untuk ditindas nanti.
"Maaf aku tidak sependapat dengan raja, Permaisuriku yang akan datang adalah wanita yang ada disebelahku saat ini. Walaupun ia wanita dari kalangan biasa tapi ia telah mengandung putraku. Aku ingin menjadikan anak di dalam kandungannya penerusku Ini adalah keputusanku" Alex mengabaikan ucapan Raja. Walaupun terlihat marah dan tak setuju tapi Raja tetap terlihat tenang.
"Baiklah, sepertinya aku tidak bisa membuat pangeran berubah pikiran. Aku setuju pangeran menjadikannya permaisuri dengan satu syarat. Anak yang dilahirkan Putri Naura haruslah seorang anak laki-laki yang sehat dan tanpa cacat. Jika Putri Naura melahirkan bayi perempuan ataupun bayi laki-laki yang tak memenuhi syarat sebagai penerus maka pangeran harus bersedia menikah dengan wanita pilihanku yang nantinya akan bergelar langsung sebagai Permaisuri. Bagaimana? Apa pangeran bisa menerima syarat dariku?"
__ADS_1
TBC.
Mudah-mudahan kalian nggak bingung ya ada dua nama yang hampir sama tapi dengan tokoh berbeda yaitu Nara and Naura (Tiara) terimakasih sudah dukung karya receh ini, love you all 😘