UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Keegoisan Dimas


__ADS_3

Dimas menatap Tiara tajam. Sangat terlihat jelas raut wajah Dimas yang berusaha menahan amarahnya.


"Ma-maaf Tuan, maaf...," Tiara benar-benar takut kali ini. Ia tidak pernah melihat Dimas marah padanya seperti ini.


Dimas semakin mendekat ke arah Tiara, Tiara yang ketakutan dengan amarah Dimas ingin segera lari darinya. Tapi langkah kaki Tiara kalah cepat dengan Dimas. Dimas menarik Tiara yang ingin melarikan diri darinya, Ia membopong Tiara seperti karung beras. Melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamarnya. Sepertinya kali ini Tiara akan benar-benar habis dan merasakan bagaimana amarah Dimas.


"Lepaskan saya Tuan, lepaskan" Tiara memukul-mukul punggung Dimas. Berharap Dimas akan melepaskannya.


"Diamlah!! atau aku akan melemparmu dari balkon ke bawah" ancam Dimas.


Tiara yang kaget dengan ucapan Dimas seketika terdiam, ia menahan air matanya agar tak terjatuh. Kali ini ia benar-benar takut.


Dimas memasuki kamarnya, Ia melemparkan Tiara ke kasur begitu saja. Tiara cukup terkejut dengan perlakuan Dimas.


"Aaw..., Tu-tuan tolong maafkan aku, aku janji tidak akan mengatakan hal yang tidak tuan sukai." Tiara berusaha bangun dari posisinya saat ini.


"Apa hanya itu kesalahanmu" Dimas mendekat ke arah Tiara, Ia kemudian mengungkung Tiara. Saat ini posisi Dimas berada di atas Tiara.


"Tu-tuan ini tidak benar, jadi tolong menjauhlah sedikit" Tiara memiringkan kepalanya, saat dirasa posisinya sangat tidak nyaman saat ini.


"Jadi apa perbuatanmu hari ini sudah benar?" Dimas semakin merapatkan tubuhnya ke Tiara.


Awalnya Dimas hanya ingin menakuti Tiara saja. Ia tidak menyukai jika ada orang yang membantah perintahnya, maklum saja Ia adalah seorang Bos besar yang setiap ucapan dan perintahnya selalu di turuti bawahannya. Jadi Ia sedikit kesal jika ada yang membantahnya.


Dimas memperhatikan bibir Tiara, bibir itu benar-benar menggodanya sekarang. Tanpa ia sadari ia mendekatkan bibirnya pada Tiara.


Awalnya ia hanya ingin meng*cupnya saja tapi entah mengapa bibir itu benar-benar menggodanya membuatnya enggan melepaskan k*cup**nya. K*cup*n yang awalnya biasa saja berubah menjadi lum*t*n. Dimas bahkan menggigit bibir bawah Tiara agar ia bisa mengakses lebih.

__ADS_1


Tiara terus memberontak, Ia memukul-mukul dada Dimas. Tapi Dimas mengabaikan pemberontakan Tiara. Yang saat ini ia inginkan adalah menikmati bibir Tiara lebih dalam.


Pergerakan Tiara yang terus-menerus membuat sesuatu yang berada di bawah sana terbangun. Ini membuatnya menginginkan lebih.


Setelah hampir kehabisan Nafas, Ia melepaskan cium**nya. Tiara menghirup udara dalam-dalam. Nafasnya terengah-engah karena perbuatan Dimas.


Pandangan Dimas kali ini beralih pada dada Tiara, yang tidak sengaja kancing bajunya terlepas karena pergerakannya tadi. hingga terlihat pemandangan indah disana.


Pemandangan yang kali ini membuatnya menginginkan lebih.


Tanpa menunggu lama cium*ny* sudah berpindah tempat. Tangannya yang tadinya menahan tangan Tiara ke atas sudah dilepaskannya. Tangannya mulai menelusup ke dalam baju Tiara.


Lepaskan saya Tuan, lepaskan" Tiara memukul-mukul Dimas. Ia terus meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. Bahkan kali ini air matanya mulai mengalir. Ia menangis sekeras mungkin.


Dimas yang tiba-tiba mendengar tangisan Tiara menghentikan aktifitasnya. Ia menghirup oksigen dalam-dalam. Menenangkan nafsunya yang membuncah.


Saat ini Tiara masih berada dalam Kungkungan Dimas.Dimas melonggarkan posisi mereka. menyatukan dahinya dengan Tiara.


"Maaf..., maafkan aku." ucap Dimas menyesali perbuatannya. Ia kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping.


Tiara yang benar-benar kecewa dengan Dimas, Ia memiringkan tubuhnya ke samping membelakangi Dimas. Saat ini ia masih menangis dalam diam, tidak seperti tadi ia menangis keras seperti anak kecil.


Dimas yang mengetahui kekecewaan Tiara, kemudian ia memeluknya dari belakang. Tiara menyikut Dimas menolak pelukannya.


"Tolong biarkan seperti ini sebentar saja" Ucap Dimas lembut, Dimas yang tidak merasakan penolakan dari Tiara lagi mengeratkan pelukannya. Ia memejamkan matanya. menyembunyikan wajahnya di sela-sela leher Tiara.


Tiara merasakan ada desiran aneh di dadanya. Dekat dengan pria satu ini dengan posisi seperti ini harus membuatnya menahan nafasnya. Menenangkan debaran tak beraturan pada jantungnya.

__ADS_1


Jangan pernah jatuh cinta padanya Tiara, jangan pernah, batin Tiara.


Dimas adalah pria satu-satunya yang mencuri ciuman pertamanya. Bahkan pria yang sudah pernah melihatnya dalam kondisi yang begitu riskan untuknya. Pria yang begitu dekat dengannya saat ini tapi terasa begitu jauh untuk di gapai.


Tiara tidak akan mungkin menolak Dimas, dan pasti akan memberikan segalanya pada pria itu. Seandainya saja Dimas mau menikahinya. walaupun itu hanya pernikahan siri saja. Itu sama sekali tak masalah untuk Tiara.


Tapi permasalahannya Dimas sama sekali tidak ingin menikahi Tiara. Ia hanya menginginkan Tiara menjadi Ibu dari anaknya. Menjadi wanita simpanan yang diam disampingnya, menuruti semua keinginannya. Benar-benar pria yang egois, tapi sialnya Tiara mulai menyukai pelukan pria ini. Seperti saat ini, terdengar gila memang tapi Tiara benar-benar menyukainya.


Walau bagaimanapun Tiara tetap akan berusaha menghindari persatuannya dengan Dimas sebelum adanya pernikahan. Ia hanya ingin memberikan keperawanannya kepada suaminya nanti. Karena hanya itu yang ia miliki sekarang. Ia juga akan berusaha membuat pria yang saat ini memeluknya mencintainya walaupun terdengar mustahil.


Ia tidak ingin terus- terusan berada di samping pria ini tanpa status. Karena ia yakin akan sulit lepas dari pria ini jadi jalan satu-satunya adalah membuat Dimas mencintainya dan mau menikahinya. Sehingga Tiara tidak akan was-was lagi berada satu kamar dengan Dimas, seperti saat ini.


Tak terasa satu jam berlalu, Dimas maupun Tiara sama sekali tidak tidur. Walaupun Dimas memejamkan matanya, Tapi pikirannya melayang kemana-mana. Begitu pula dengan Tiara.


Tiara yang mulai lelah dengan posisinya, berusaha bangun. Dengan hati-hati ia melepaskan pelukan Dimas.


"Mau kemana?" Ucap Dimas begitu merasakan pergerakan Tiara.


"Mau masak makan malam" ucap Tiara tanpa memandang Dimas.


"Tidak perlu aku akan memesan online, pergilah mandi. Aku akan mandi di ruang kerjaku" Ruang kerja Dimas juga dilengkapi dengan kamar mandi. Bahkan terdapat bar kecil di dalamnya. Dimas sangat menyukai ruang kerjanya. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ia bekerja tapi juga melepas penatnya.


Apartemen Dimas memiliki Dua kamar, satu kamar ia pergunakan sebagai ruang kerja dan satunya lagi ia pergunakan sebagai kamar tidur yang ia tempati berdua Tiara.


Dimas mengambil handphone nya yang tergeletak di meja kamar untuk memesan makanan. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar begitu Tiara memasuki kamar mandi.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2