UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Bertemu Rendra Dan Mona.


__ADS_3

Tiara menatap perih seorang bayi laki-laki yang berada di atas ranjang pasien. Bayi sekecil itu harus merasakan sakitnya jarum suntik yang menancap di pergelangan kakinya.


"Kenapa dia?" tanya Dimas iba, bahkan Tiara meneteskan air matanya.


"Dehidrasi, sudah beberapa hari ini ia selalu memuntahkan susunya. Ia terbiasa dengan ASI ibunya. Jadi waktu aku mengganti susu bayiku dengan susu formula ia menolaknya dan memuntahkannya. Ini untung dia sudah tidak rewel, semalaman ia tak berhenti menangis" ucap Anton terlihat sedih.


"Dimana Ibunya?" tanya Dimas penasaran, ia sengaja tidak menyebutkan nama Manda khawatir akan mempengaruhi emosi Tiara.


"Wanita tak berhati itu meninggalkan anaknya tiga hari yang lalu. Entahlah mungkin ia sudah mendapatkan pria kaya hingga melupakan kami. Padahal aku sudah berusaha membahagiakannya dengan menuruti semua keinginannya."


"Apa kau sudah mencoba mencari keberadaannya? siapa tau bukan seperti itu yang terjadi" tanya Tiara mencoba untuk berfikir positif.


"Lihatlah ini" Anton mengambil sebuah amplop di tas kerjanya yang ia taruh di atas sofa, lalu menyerahkannya pada Dimas.


Dimas membuka amplop putih itu yang berisi foto Manda sedang bersama pria tua yang lebih cocok menjadi ayahnya. Dalam foto itu terlihat Manda menikmati kebersamaannya, mulai dari shoping dan makan di sebuah restoran. Tampak Manda bergelayut manja pada pria tua itu.


"Aku tidak menyangka Manda setega itu, sampai meninggalkan anaknya untuk kesenangannya" ucap Tiara, ia tidak mengerti dengan pikiran Manda. Keegoisannya tidak hanya menghancurkan rumah tangganya tapi juga putranya.


"Bahkan luka operasi sesar nya belum kering ia sudah main gila dengan pria lain" Anton terlihat kecewa.


"Apa kau perlu bantuanku untuk membawanya pulang. Aku mengenal pria ini, ia adalah salah satu kolega Bisnisku. Ia pemilik pabrik tekstil terbesar di negara ini. Perusahaan saat ini sedang ada kontrak kerja pembangunan hotel miliknya."


"Tidak perlu, wanita seperti dia tidak pantas untuk di perjuangkan" ucap Anton terlihat kesal.


"Tapi anakmu membutuhkan Ibu nya" ucap Tiara tak tega melihat bayi mungil tergeletak tak berdaya.

__ADS_1


"Jika aku mau, aku bisa mencarikan 10 wanita yang lebih baik darinya untuk menjadi Ibu dari anakku. Tapi tidak, aku tidak akan melakukan itu. Aku sendiri yang akan merawat putraku, jika ia menginginkan seorang ibu nantinya. Biar ia yang memilihnya sendiri."


Anton sudah lelah dengan tingkah laku Manda. Ia tak ingin melakukan kesalahan dengan mencari ibu pengganti untuk putranya. Biarlah waktu yang akan menentukan masa depan seperti apa yang akan ia hadapi bersama putranya nanti.


"Kalau memang seperti itu kemauanmu, aku akan mendukungmu. Aku akan minta rumah sakit untuk mencarikan dokter terbaik untuk putramu. Dan kau sepertinya juga memerlukan baby sister untuk merawat putramu" ujar Dimas sembari menepuk pundak Anton pelan.


"Tolong kau atur semua itu untukku, pikiranku buntu melihat kondisi anakku seperti ini. Baby sister sebelumnya juga tiba-tiba minta berhenti karena orang tuanya sakit, dan ia harus segera pulang kampung" ucap Anton.


"Baiklah, aku akan atur semua untukmu, dan paling lambat pagi ini aku akan kirim baby sister kemari" ucap Dimas.


"Terimakasih" ucap Anton.


Setelah merasa cukup lama bercengkrama Dimas dan Tiara undur diri. Ia segera meluncur ke rumah Mona karena Reno terus menghubungi Tiara melalui pesan singkat. Reno menanyakan kapan Tiara akan datang ke rumah Mona. Karena sudah satu jam lebih Reno berada di rumah Mona bersama dengan Rendra.


Reno dan Mona saat ini berada di ruang tengah, mereka duduk berdampingan di sebuah sofa panjang di temani secangkir kopi, kue kering dan pisang goreng kesukaan Reno.


"Jangan salah paham, ini hanya urusan bisnis, sebentar lagi kamu juga tahu. Ini akan jadi kejutan yang menyenangkan untukmu" ucap Reno. Ia tak ingin Mona cemburu buta yang akan mengakibatkan rusaknya hubungan mereka.


"Benarkah?" tanya Mona terlihat senang. Ia selalu menantikan kejutan-kejutan kecil dari calon suaminya itu. Maklum saja menurut pandangan Mina, calon suaminya itu jauh dari kesan romantis.


Sementara Rendra saat ini memilih bermain di samping rumah bersama Andre kakaknya Mona. Andre sedang memberi makan ikan peliharaannya di kolam samping rumahnya.


"Om Andre tolong tangkapkan ikan kecil itu untukku" pinta Rendra ketika melihat banyaknya ikan kecil yang berkumpul saat mereka memberi makan ikan. Kolam ikan milik Andre terpisah dari ukuran kecil, sedang hingga besar.


"Kenapa harus yang kecil, om akan tangkapkan yang besar untukmu. Kau bisa membawa pulang dan menggorengnya dirumah" ujar Andre. Andre memilih beternak ikan gurami di sela-sela kesibukannya. Ia melakukannya untuk hobi dan mengisi waktu luang.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin ikan kecil itu. Ikan besar hanya akan menggigitku nanti" ujar Rendra, ia terlihat tidak menyukai ikan-ikan besar.


Tiara dan Dimas yang baru saja tiba di parkiran. Ia mendengar kehebohan suara Rendra dan juga Andre dari samping rumah Mona. Tiara yang penasaran langsung menuju ke asal suara.


"Astaga Rendra" Tiara terkejut melihat Rendra yang basah kuyup. Ia masuk ke dalam kolam ikan yang tingginya sepinggang orang dewasa. Ada jaring kecil ditangannya, sambil tertawa heboh ia mencoba menangkap ikan yang ada di sekitarnya. Sayangnya kehebohan Rendra malah membuat ikan-ikan itu menjauhinya karena takut dengan teriakkannya.


" Kak Tiara" Rendra membuang jaring yang ada ditangannya. Ia keluar dari kolam menuju Tiara dan ingin memeluknya.


"Eit, berhenti" ucap Dimas menghalangi Rendra.


"Om Dimas!! Rendra kan cuma mau peluk Kak Tiara aja" protes Rendra ketika Dimas menghentikan langkahnya.


"Badanmu basah Rendra kasihan nanti aduk bayinya" sahut Andre memberi pengertian Rendra.


"Ya sudah, Rendra mau ganti baju dulu. Baju ganti Rendra ada di mobil, Rendra mau minta kunci mobil sama Daddy dulu" ucap Rendra berlari masuk dalam kondisi basah.


"Jangan lari, nanti kamu terpeleset !!" teriak Tiara khawatir.


"Daddddddyyyyy" teriak Rendra pada saat masih di halaman depan rumah.


"Yaaa!!!" Reno yang khawatir langsung berlari keluar bersama Mona. Tak seperti biasanya putranya berteriak heboh memanggilnya. Biasanya kalau sudah berada di rumah Mona ia selalu di sibukkan dengan ikan peliharaan Andre.


"Ada apa sayang?" teriak Mona menghampiri Rendra.


"Tiarraaa!!!" teriak Mona senang ketika melihat seorang wanita hamil berjalan di belakang Rendra. Sementara Dimas dan Andre menyusul di belakang Tiara.

__ADS_1


"Astaga Tiara aku kangen banget, kamu apa kabarnya? kamu menghilang kemana? Sudah berapa bulan nih udah buncit gini?" berbagai pertanyaan keluar dari bibir Mona. Tiara tersenyum menanggapi kehebohan Mona.


TBC.


__ADS_2