
Suasana terasa canggung di meja makan, yang biasanya ada candaan atau obrolan saat ini sedikitpun tak terdengar. Nara memilih diam semenjak Mike memarahinya, ia tidak ingin membela diri ataupun menunjukkan kebenarannya. Nara sadar diri dia hanyalah menumpang hidup dengan Mike, bahkan Dewi menjulukinya parasit.
"Nara! besok pagi kita akan kembali ke Indonesia, Nanti malam berkemaslah" Mike yang selesai dengan makanannya akhirnya bersuara setelah tak tahan dengan kebisuan ini. Ia memilih segera kembali untuk menghindari konflik antara Dewi dan Nara.
"Kau benar-benar ingin meninggalkanku disini Kak" ucap Dewi sedih.
"Kau bisa menyusul setelah 100 hari kakakmu nanti Dewi" Mike mencoba memberi pengertian pada Dewi.
"Baiklah, tapi aku ingin malam ini menghabiskan waktu denganmu Kak" ucap Dewi karena ia paham keputusan Mike tidak dapat di ganggu gugat.
"Baiklah, kau mau aku melakukan apa" tanya Mike mengikuti keinginan Dewi.
"Aku ingin bertanding game online denganmu" ucap Dewi. Dulu ia biasa melihat Roy dan Mike bertanding. Dewi memilih menjadi penonton menyaksikan keseruan permainan kedua orang itu.
"Nanti malam datanglah ke kamarku, Sore ini masih ada berkas yang harus Kakak selesaikan" ucap Mike, Dewi terlihat tersenyum senang.
Mike mengalihkan pandangannya pada Nara yang hari ini tidak banyak mengeluarkan suara. Ia sedikit menyesal sudah memarahi Nara, tapi Mike juga ingin Nara dan Dewi akur dan saling menghargai layaknya saudara kandung.
"Nara malam ini kau juga bisa bergabung. Main bertiga pasti lebih seru" ucap Mike, senyum Dewi seketika hilang ketika Mike mengajak Nara. Perubahan di wajah Dewi tak luput dari pandangan Nara.
"Maaf sepertinya Nara tidak bisa Kak, Nara kan harus berkemas" Nara tidak ingin lagi menambah kebencian Dewi padanya.
"Kau bisa menyuruh Pelayan untuk membantumu berkemas nanti" Mike memberi solusi.
"Tidak perlu Kak, Terimakasih" Nara memilih undur diri ia tak nyaman dengan tatapan Dewi yang seolah-olah mengimintidasinya.
Dewi terlalu pandai bersandiwara, ia akan berperilaku baik dan lembut di depan Mike tapi di belakang Mike ia memperlakukan Nara layaknya pembantu.
Di dalam kamar Nara segera berkemas, tidak banyak barang yang ia bawa. Semua adalah pemberian Mike, mulai dari baju, sepatu, alat make-up dan lain-lain.
Nara dapat mendengar suara berisik dari kamar Mike yang tepat berada di sebelahnya. Suara tawa Dewi dan Mike terdengar begitu jelas.
Keseruan mereka dalam game sempat membuat rasa penasaran gadis remaja itu. Ia mendekatkan telinganya di dinding yang menjadi penyekat diantara kamar mereka.
__ADS_1
Kamu hanyalah orang ketiga yang datang di tengah-tengah mereka. Jadi kamu harus tahu diri Nara, batin Nara berargumentasi
Akhirnya Nara memilih kembali melanjutkan aktivitasnya. Selesai berkemas Nara memilih menidurkan dirinya di tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar sambil berpikir apa yang akan ia lakukan ke depannya Nanti.
Sepertinya ia perlu mempertimbangkan sekolah sambil bekerja nanti. Ia tidak ingin terus bergantung pada Mike. Ia ingin mandiri dan menghidupi dirinya sendiri.
"Kau kalah lagi Wi" ucap Mike sembari tertawa kecil.
"Sekali lagi Kak, aku pasti menang" ucap Dewi bersemangat.
"Kau sudah kalah 4 kali permainan, Kakak juga harus istirahat. Besok Kakak akan berangkat pagi-pagi sekali" ujar Mike, sembari mematikan laptop nya.
"Baiklah" ucap Dewi ikut mematikan Laptop miliknya.
"Kak, apa tidak sebaiknya Nara tinggal disini bersamaku saja, Jadi Kakak bisa bekerja dengan tenang tanpa harus memikirkan Nara" Dewi tidak rela jika Nara ikut Mike, ada kekhawatiran kalau-kalau Mike semakin dekat dengan Nara dan melupakannya.
"Bukankah kau juga ingin tinggal denganku setelah 100 hari Kakakmu. Jadi biarkan Nara ikut bersamaku. Aku akan mendaftarnya di sekolah yang sama denganmu nanti. Kakak harap kau rukun dengan Nara" ucap Mike sembari menjalankan kursi rodanya dengan tombol otomatis.
"Pergilah tidur sekarang, jika kau ingin mengantar Kakak ke bandara. Kakak akan berangkat pagi-pagi sekali besok" ujar Mike menaruh Laptop miliknya di atas meja.
Mike menjalankan kursi rodanya menuju ke kamar Nara.
Ia mengetuk kamar Nara berkali-kali tapi tak ada jawaban dari dalam. Akhirnya Mike memutuskan untuk membuka pintu kamar itu.
Mike menatap Nara yang rupanya sudah tertidur. Gadis remaja itu tertidur terlentang dengan mulut terbuka dan roknya yang sedikit tersingkap hingga memperlihatkan kulit putih mulus.
"Astaga gadis satu ini gaya tidurnya buruk sekali" Mike dengan wajah memerah mengambil selimut yang ada di pinggiran tempat tidur. Ia merentangkan selimut itu dan dengan sedikit melempar pelan menutupi kaki hingga bagian perut Nara.
Mike tersenyum melihat Nara yang tertidur dengan mulut terbuka. Ia mendekat lalu memegang dagu Nara untuk menutup mulut gadis itu yang menganga.
Mike memperhatikan wajah polos gadis itu, awalnya Nara adalah anak yang ceria, murah senyum dan sangat berisik menurut Mike.
Tapi semenjak kejadian yang menimpa mereka terakhir kali membuat gadis itu tak banyak bicara dan sering menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi.
__ADS_1
"Apa kau marah denganku karena memarahimu tadi" ucap Mike mengingat kejadian di belakang taman.
"Maaf, aku tak bermaksud menyalahkanmu, aku hanya tak bisa membelamu di depan Dewi. Ia akan semakin membencimu jika aku berpihak padamu" Mike meraih tangan Nara dan mengecupnya.
Sebenarnya Mike sudah mendapatkan informasi dari anak buahnya tentang perlakuan Dewi pada Nara. Itulah sebabnya ia bergegas untuk pulang ke rumah. Dan ia juga memilih untuk segera kembali ke Indonesia untuk menghindari konflik antara Dewi dan Nara.
Ia berharap dengan berlalunya waktu Dewi bisa menghilangkan kebenciannya pada Nara. Dan mereka bertiga bisa hidup rukun layaknya sebuah keluarga.
Semakin Mike menatap wajah polos Nara semakin kuat rasa desiran aneh dalam dirinya. Jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya terasa hangat.
"Perasaan apa ini, apa ini karena dia" gumam Mike. ia ingin memastikan perasaannya pada Nara.
Ia memberanikan diri untuk membelai wajah Nara dan diam-diam mengecup bibirnya.
"Manis" ucap Mike setelah selesai mengecup bibir Nara. Ia membelai bibir itu menggunakan jari telunjuknya.
Astaga gadis ini tidur atau pingsan, ia bahkan tak terganggu dengan kecupanku, batin Mike tersenyum manis
Mike merasa ketagihan dengan bibir mungil bewarna merah jambu itu, ia mencoba menciumnya lagi. Kali ini bukan kecupan, ia ******* bibir bawah gadis itu, setelah Mike merasakan ada pergerakan dari Nara, dengan cepat ia melepaskannya.
"Astaga aku pikir ia terbangun," gumam Mike lirih, ternyata dengan mata yang masih terpejam Nara merubah tidurnya menjadi miring menghadap ke arah Mike.
"Sepertinya aku menyukainya" ucap Mike dengan senyum sumringah mengecup kening Nara.
"Selamat tidur Naraku" ucap Mike memutar kursi rodanya menuju keluar. Jika ia terus berada di dekat gadis itu ia takut menjadi khilaf.
Tanpa Mike sadari, Dewi melihat semua apa yang Ia lakukan dan ucapkan pada Nara, Dewi mengepalkan kedua tangannya menahan kemarahannya.
Tadinya ia bermaksud kembali ke kamar Mike karena ingin memberikan sesuatu pada Mike, tapi ia yang tak sengaja melihat Mike membuka pintu Kamar Nara pun akhirnya memutuskan sembunyi di balik dinding dekat pintu untuk melihat apa yang Mike lakukan di kamar Nara.
Dewi bergegas kembali ke kamarnya begitu melihat Mike keluar dari kamar Nara.
Di dalam kamar Dewi langsung mengunci kamarnya ia mengacak-acak tempat tidurnya dan melempar bantal dan gulingnya.
__ADS_1
"Anak pembunuh si*lan setelah mengambil nyawa Kakakku, kau juga ingin mengambil Kak Mike dariku. Tunggu pembalasanku akan kubuat Kak Mike membencimu dan mengusimu dari rumahnya" ucap Dewi sembari mengacak-acak rambutnya.
TBC.