UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Mencoba Bernegosiasi.


__ADS_3

Tiara terkejut dengan ucapan Dimas, seketika tubuhnya bergetar. Tangannya meremas pucuk rok yang ia kenakan.


"Tuan benar saya memang tidak dalam posisi bisa memilih saat ini, tapi bisakah kita bernegosiasi tuan"


"Maksudmu" tanya Dimas.


"Saya bersedia menjadi pembantu anda Tuan sampai semua hutang-hutang saya lunas."


"ha ha ha...., Apa kau tau berapa aku menebusmu. Dan apa kau mau hanya jadi seorang pembantu seumur hidupmu" Dimas meremehkan Tiara.


"Tidak masalah kalau Tuan menginginkannya"


"Tidakkah lebih mudah dan menguntungkan bagimu jika kau menjadi wanitaku. Kau hanya cukup melahirkan seorang anak untukku. Setelah itu aku akan memberikanmu sebuah rumah dan juga uang yang bisa kau gunakan bahkan untuk seumur hidupmu."


"Apakah Tuan sanggup menikahiku, bahkan sekalipun hanya pernikahan siri?"


Dimas terdiam mendengar pertanyaan Tiara.


"Jika Tuan tidak sanggup, tolong jangan meminta itu dari saya. Dan saya mohon tolong kabulkan permintaan saya, maaf ini bukan hanya permintaan tapi juga permohonan. Tolong jangan jatuhkan harga diri saya hingga tertitik terendah, Saya tidak akan pernah sanggup Tuan."


Tiara menatap Dimas lekat, Ia terlihat menahan air matanya yang akan Tumpah. Ia menggigit bibir bawahnya dan meremas kedua tangannya untuk menyembunyikan kesedihan dan kekhawatirannya. Tapi Dimas dapat melihat jelas terpancar kesedihan mendalam di mata Tiara.


Dimas terdiam terus mengamati ekspresi wajah Tiara. Sesungguhnya Dimas juga tidak tega mengatakan hal ini pada Tiara. Tapi tekanan terus menerus yang di berikan Opanya membuat ia tak memiliki pilihan lain.


"Baiklah jika kau bisa mengumpulkan uang sebanyak 20 juta dalam sebulan aku akan mengabulkan permohonanmu. Tapi ingat kau harus melakukan tugasmu dirumah ini, sebelum kau bekerja di luar tempat. Aku akan membayarmu 5 jt perbulan untuk merawat rumah ini dan menyiapkan sarapan serta makan malam untukku."


Melihat kondisi Tiara saat ini Dimas tidak ingin terlalu menekan Tiara. Ia juga ingin melihat sebesar apa tekad Tiara. Dan Dimas berharap Tiara akan memilih diam disisi Dimas sebagai wanitanya. Dengan begitu ia tak perlu di pusingkan lagi dengan ulah Opa yang terus mencampuri kehidupannya hanya karena menginginkan seorang cucu darinya.


"Kau hanya perlu mencari 15 juta lagi untuk menutupi kekurangannya. Kalau kau tidak sanggup menyerahlah dan ikuti perjanjian dari saya."

__ADS_1


"Saya sanggup Tuan" Jawab Tiara mantap. Ia menyanggupi syarat Dimas. Saat ini yang ada dipikirannya hanyalah bagaimana caranya ia melindungi harga dirinya. sedangkan untuk bagaimana mendapatkan uang 15 juta. Ia bisa memikirkannya nanti. Yang terpenting adalah Dimas mau memberikannya kesempatan.


*************


Sementara itu di lain tempat terlihat Bayu, Tuan Aziz , Farih dan seorang Dokter yang sedang berbicara disalah satu ruangan. Sementara Tuan Bagas, Nita dan juga Nyonya Susi sudah pulang sedari tadi.


"Saya tidak ingin tes kali ini ada kesalahan sedikitpun" ucap Farih menatap Dokter yang saat ini berada di hadapannya.


"Tuan muda tidak perlu khawatir, saya mengambil sampel darah langsung dari tubuhnya. Dan juga yang akan memeriksa hasilnya adalah orang yang tidak perlu di ragukan lagi kesetiaannya" ucap Dokter itu penuh keyakinan.


"Berapa lama kita harus menunggu hasil itu keluar?" tanya Tuan Aziz yang terlihat tidak sabaran.


"Saya usahakan secepatnya Tuan, dan begitu hasilnya keluar. saya pastikan anda adalah orang pertama yang akan saya kabari." ucap dokter itu.


"Baiklah, lakukan dengan sebaik mungkin" Ucap Tuan Aziz "


Tuan Aziz tersenyum mengingat tingkah laku istrinya itu. Sekalipun usia mereka sudah tidak muda lagi. Tapi tingkah laku istrinya terkadang masih saja kekanak-kanakan jika itu menyangkut tentang dirinya. Dan hal itu yang membuat Tuan Aziz sangat menyayanginya istrinya. Karena tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


********************


Sementara itu di lain tempat terlihat Tiara yang kebingungan sedari tadi. Ia berguling- guling tidak jelas di atas kasurnya. Sementara Dimas langsung keluar apartemen meninggalkan Tiara. Setelah kesepakatannya dengan Tiara.


"Dimana kau harus mencari uang 15 juta dalam sebulan." gumam Tiara lirih sambil memijat keningnya."


"Baiklah Tiara semangattttt" Tiara menyemangati diri sendiri.


"Sepertinya besok aku harus keluar untuk mencari pekerjaan." gumam Tiara.


"Sementara itu, untuk sekarang ini. Ayo kita berselancar di dunia Maya mencari lowongan pekerjaan. Semangatttt Tiara" ucap Tiara lagi menyemangati dirinya.

__ADS_1


Tiara segera bangun dari tidurnya dan mengambi Handphone miliknya yang ada di atas meja riasnya.


"Semangat Tiara" Tiara kembali menyemangati diri sendiri.


************


Sementara itu Dimas saat ini berada di salah satu ruangan VVIP di sebuah bar. Ia ditemani oleh sahabatnya Leo.


"Kau ini selalu saja merecokiku jika lagi ada masalah. Kali ini ada masalah apa lagi?" tanya Leo memperhatikan kelakuan Dimas.


Dimas tidak menanggapi pertanyaan Leo. Ia meraih botol wine dan menuangkan ke dalam gelas miliknya.


"Ayolah apa kau tak ingin menceritakannya padaku. Kau sudah membuang waktuku, Aku bahkan meninggalkan pasienku untuk menemanimu"


"Sepertinya aku harus memindahkan jabatanmu dari seorang Dokter menjadi cleaning service. Karena posisi itu sepertinya cocok untukmu." ucap Dimas lalu menyesap wine miliknya.


"Sorry Bos, tolong abaikan ucapanku tadi. Kau adalah bos terbaikku. Anda bisa memanggilku kapanpun dan di manapun" Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan terlihat senyum yang di paksakan dari wajahnya.


"Opa memintaku menikah dengan salah satu anak kolega bisnisnya."


"Lalu kenapa tak kau turuti, kolega bisnis Opa begitu banyak. Kau bisa memilih satu anak kolega bisnis Opa yang tercantik" ujar Leo menatap Dimas.


Jangan katakan kau masih saja menunggu wanita itu" ucap Leo lagi menatap Dimas lekat mencari jawaban dari mata Dimas.


"Aku ...."


TBC


Terimakasih sudah membaca dan mohon maaf untuk typo yang bertebaran. Jsngan lupa like vote dan komentarnya ya terimakasih 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2