UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kegalauan Dimas.


__ADS_3

Dimas mengambil handphone miliknya, ia menghubungi Kakek. Ia ingin dekat dengan istrinya dan menjauhkan pria yang selalu ia lihat bersama istrinya itu


"Kakek, jika aku ingin terus bersama istriku, kira-kira aku harus melakukan apa?"


"Kau bisa menyamar menjadi suster, mungkin. itupun kalau kau mau dan tidak keberatan" Kakek tersenyum memikirkan akan jadi apa cucunya itu nanti jika menyamar sebagai wanita.


"Apa tidak ada cara lain? Menyamar jadi pria mungkin bodyguard atau supir?" tanya Dimas. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin seorang Dimas harus menyamar menjadi seorang suster.


"Kalau kau menyamar jadi Bodyguard atau supir kau tidak bisa bertemu istrimu setiap waktu karena kau akan di tempatkan di luar gedung. Tapi jika kau jadi suster atau perawat, aku bisa menempatkanmu dekat dengan istrimu setiap waktu. Dan Tiara juga pasti akan lebih nyaman jika berada di sekitar seorang wanita di bandingkan kau menyamar menjadi seorang pria.


"Tapi Kek, bagaimana mungkin aku harus menyamar jadi wanita. Kakek tega sekali."


"Kau mau tidak, jika kau mau aku akan kirim seorang penata rias untuk mengajarimu berdandan. Agar kau terlihat seperti wanita sesungguhnya. Dan untuk dasar-dasar ilmu keperawatan, bukankah kau sudah mengetahuinya. Jika ada yang ingin kau tanyakan tentang tugas keperawatan kau bisa tanyakan pada Ayahmu."


Ayah Dimas yang memang seorang dokter membuat Dimas mengerti dasar-dasar ilmu medis. Apalagi waktu remaja dulu ia suka membaca buku ilmu kedokteran milik Ayahnya. Ia bercita-cita menjadi seorang Dokter, tapi karena Kakek menginginkan seorang pewaris perusahaan membuat Dimas harus memendam keinginannya itu.


"Baiklah, Suruh penata rias itu ketempatku sekarang juga. Aku tidak ingin menunda-nunda waktu lagi. Dan cucu sahabat Kakek itu, jauhkan dia dari istriku. Dia seperti parasit saja yang selalu menempel pada Tiara" kesal Dimas.


***********"


Sementara saat ini Tiara kedatangan tamu, orang itu adalah orang tua Tiara, Papa dan Mama Tiara.


"Sebaiknya kau ikut kami ya sayang, Mama dan Papa akan tinggal di Jerman selama 3 tahun karena Papa sedang mengembangkan bisnis disana. Mama tidak ingin meninggalkanmu disini. Dan Kakakmu Farih juga belum bisa ke kota ini karena harus menunggu istrinya tamat sekolah dulu."


"Tapi Ma, bagaimana dengan Mas Dimas. Tiara kan nggak mungkin ninggalin Mas Dimas terlalu lama."

__ADS_1


"Pria seperti itu kau tinggalkan saja, apa yang kau harapkan dengan suami yang suka berselingkuh" Mama Tiara terlihat kesal. Ayah Tiara sudah menyelidiki perihal keretakan rumah tangga anaknya yang di sebabkan oleh orang ketiga.


"Ma..., jangan menghasut anakmu untuk membenci suaminya, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" Papa Aziz memperingatkan istrinya agar tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga putrinya. Karena ia tidak yakin jika menantunya itu berani berselingkuh, melihat bagaimana cintanya Dimas pada Tiara.


"Dengar sayang, beri kesempatan suamimu menjelaskan semuanya. Jika ia memang tidak bersalah beri kesempatan padanya untuk membuktikannya. Tapi jika ia mengakui kesalahannya, maka semua terserah padamu ingin memaafkan atau tidak, Papa percaya pada hasil keputusanmu."


"Terimakasih Pa." Tiara memeluk Papanya kemudian ia juga memeluk Mamanya.


"Mama dan Papa, akan berangkat ke Jerman besok pagi jika kau tidak ikut. Tapi jika kau ikut bersama kami, maka Mama akan menundanya 2 hari lagi agar kau bisa bersiap" ujar Mama Tiara.


"Tiara disini aja Ma, lagipula kandungan Tiara masih Muda, jadi akan beresiko jika melakukan perjalanan jauh" ucap Tiara.


"Baiklah, tapi ingat jika pada saat kakakmu kembali ke kota ini dan kau belum baikkan dengan Dimas, maka Mama mohon kau tinggallah dirumah kita dengan Kakakmu ya!" pinta Mama


"Iya Ma."


"Iya Ma, Mama sama Papa juga hati-hati ya, Tiara sayang kalian, jangan lupa kabari Tiara kalau mama sudah sampai" pinta Tiara.


*****************


Di markas tempat anak buah Dimas tinggal, tampak Manda yang sudah tidak lagi di kurung di kamar. Wanita hamil itu sangat bertemperamen tinggi, ia mengancam akan melukai dirinya dan bayinya jika mereka terus mengurungnya.


Akhirnya dengan persetujuan Dimas Manda di lepaskan dari kamar, tapi tetap ia tidak boleh keluar dari pagar pembatas bangunan itu.


Maka jadilah ia tahanan rumah saat ini. Setidaknya kebutuhan Manda semua terpenuhi. Dimas memilih bayi itu lahir terlebih dahulu baru ia akan melakukan tes DNA. Ia tidak mau menyakiti bayi mungil yang bahkan belum hadir ke dunia ini. Bahkan sampai detik ini Dimas belum pernah menemui Manda sekalipun. Ia malas terlibat drama tak berarti dengan wanita itu.

__ADS_1


"Kapan Bosmu akan kemari?" tanya Manda kesal, hampir tiap hari ia mempertanyakan pertanyaan yang sama tapi tetap saja jawabannya selalu membuatnya kesal.


"Maaf, Nona kami tidak tahu kapan Tuan Dimas akan datang kemari" ujar salah satu pengawal yang selalu mengikuti pergerakan Manda.


"Kau kan bisa bertanya padanya. Dasar bodoh kalian semua, menanyakan hal seperti itu saja tidak becus."


"Maaf Nona, kami tidak berani."


"Kalian memang sekumpulan orang tolol, biarkan aku keluar dari sini dan menemuinya, aku bisa tanyakan padanya sendiri" ucap Manda bersemangat.


"Maaf Nona , anda tidak di ijinkan melangkahkan kaki keluar gerbang ini. Sebaiknya anda bekerja sama dengan kami, jika anda tidak ingin celaka."


"Cih, babu sok-sokan mau ngancam!" kesal Manda, akhirnya ia memilih kembali ke kamarnya daripada berdebat dengan anak buah Dimas.


***********


Kakek Dimas dan seorang wanita cantik terlihat memasuki gedung dimana tempat Tiara dan Michael selama ini tinggal. Gadis yang memiliki postur tinggi di atas rata-rata untuk ukuran seorang wanita. Gadis itu sepertinya adalah seorang suster yang akan di pekerjakan di gedung itu.


Semua pandangan pria tertuju pada wanita itu. Wanita dengan kulit putih mulus dan tinggi seperti seorang model luar negeri.


Wanita itu masuk ke ruangan mengikuti langkah Kakek yang ada di depannya.


Pandangan wanita itu fokus pada sosok yang ia rindukan yang ada di dalam ruangan itu, sehingga ia berjalan tanpa melihat ke depan. Akibatnya ia tidak sengaja menabrak Roy yang berdiri tak jauh dari pintu masuk.


"Aaw...," ucap wanita yang baru masuk itu hampir terjatuh menyentuh lantai. Dengan sigap Roy meraih pinggang wanita itu dan menariknya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Roy terpana akan kecantikan suster baru itu, hatinya berdebar tak karuan hingga ia merasa enggan melepaskan pelukannya. Sedangkan Kakek tersenyum simpul menyaksikan adegan itu.


TBC


__ADS_2