UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Gonjang-ganjing Perusahaan.


__ADS_3

Tiara berjalan kembali menuju tempat duduknya, senyum merekah yang sedari tadi ia tampilkan cukup membuat Alex bingung.


"Ada apa denganmu? tadi kau menangis dan sekarang kau tersenyum cerah. Apa ada kejadian penting yang aku lewatkan?" tanya Alex dengan wajah datar.


"Tidak, tidak ada apa-apa. Mood ku sedang baik saja hari ini."


"Baiklah karena mood mu bagus hari ini, aku memiliki kejutan untukmu. Ayo ikut denganku" Alex menarik tangan Tiara dan membawanya ke sebuah toko perhiasan. David dan para pengawalnya mengikuti dari belakang. Dimas melihat adegan ini dari kejauhan.


"Tolong ambilkan pesanan Putra Mahkota" pinta David pada penjaga toko.


"Tunggu sebentar Tuan" Pelayan itu masuk kedalam toko dan tak lama muncul kembali dengan 3 kotak perhiasan ditangannya.


"Semuanya ada 3 set Tuan, silahkan" menyodorkan kotak itu pada David.


"Silahkan dilihat Pangeran" ucap David menyodorkannya 3 set perhiasan pada Alex


"Kemarilah" Alex meminta Tiara untuk mendekat.


"Lihat, apa kau menyukainya" tanya Alex setelah ia membuka 3 set perhiasan lengkap di depan Tiara.


"Cantik dan unik" ucap Tiara memuji model perhiasan itu, Tiara memang tidak berbohong atau mengada-ada perhiasan itu memang terlihat cantik dan unik, selain pembuatannya yang sangat halus model dan tampilannya terlihat begitu elegan dan cantik.


"Kau suka, ini semua kupesan untukmu" ucap Alex terlihat senang karena Tiara memuji perhiasan pesanannya.


"Tidak, aku memang mengagumi perhiasan ini tapi aku tidak menyukai memaki perhiasan yang terlalu mahal. Itu membuatku sangat tidak nyaman" tolak Tiara.


"Ambillah, Kau bisa menggunakannya saat kita ada acara resmi. Sebagai istri putra mahkota kau tidak boleh tampil sederhana, itu akan mempermalukanku" ucap Alex meyakinkan Tiara.

__ADS_1


"Tapi aku kan bukan is...."


"Nauraaa!!!" Alex memperingatkan Tiara yang hampir saja membongkar rahasianya.


"Kau memarahiku, hiks hiks hiks..." tangis Tiara. entah mengapa hari ini ia begitu sensitif, Apalagi penjelasan Dimas membuatnya membenci Alex diam-diam.


"Maaf-maaf aku tidak bermaksud begitu" Alex terlihat menyesali dan juga bingung karena Tiara menangis. Alex yang ingin merayu Tiara mencoba untuk menghapus air mata Tiara namun segera ditepis oleh Tiara.


"David, bungkus dan bawa perhiasan ini" perintah Alex pada asistennya.


"Hapus air matamu, jangan mempermalukanku di depan umum. Ayo!!" Alex tidak ingin citranya sebagai pangeran baik hati berubah menjadi pangeran yang menyiksa istrinya sendiri. Ia menggandeng erat tangan Tiara dan membawanya keluar dari Mall itu.


David meminta pelayan toko ataupun orang yang melihat adegan tadi untuk bungkam. Sementara Dimas yang memperhatikan adegan itu terlihat semakin geram.


Beraninya ia membuat istriku menangis, batin Dimas kesal.


"Jalan-jalannya kita lanjutkan kapan-kapan lagi, sekarang sudah sore kita langsung pulang ke rumah saja" ucap Alex pada Tiara memecahkan keheningan.


Tiara diam saja tidak memperdulikan ucapan Alex. Ia memilih menatap keluar jendela kamar dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Ya Tuhan lindungi suamiku, mudahkan ia dalam urusannya agar kami bisa bersatu kembali, aamiin. Doa Tiara sungguh-sungguh dalam hati.


******************


Sementara itu acara untuk pelelangan saham besok akan dimulai. Alex membayar orang lain untuk membocorkan situasi keuangan perusahaan yang carut-marut. Belum lagi masalah proyek perumahan yang terkena kasus karena wanprestasi.


Kebohongan tentang kwalitas material proyek berimbas pada kwalitas bangunan yang menjadi rendah dan rentan rusak. Tak tanggung-tanggung jumlah bangunan untuk proyek perumahan rakyat ini berjumlah ratusan unit. Masalah bertubi-tubi terus menghantam perusahaan terbesar di negara berbasis kerajaan itu.

__ADS_1


Kerugian terbanyak di derita oleh Osvaldo sebagai pemegang saham terbesar sekaligus pimpinan. Anjloknya harga saham juga mempengaruhi semua pemilik saham tak terkecuali Alex sendiri sebagai pelaku yang membocorkan rahasia perusahaan.


Saat ini Osvaldo, asistennya dan juga kepala divisi perusahaan dari berbagai bidang sedang mengadakan rapat tertutup. Wajah-wajah tegang melingkupi mereka semua. Mereka harus bersiap-siap dengan kemarahan pimpinannya akibat banyaknya kasus kebobrokan perusahaan yang menguak ke publik.


"Bagaimana kalian bisa kecolongan seperti ini. Data-data perusahaan yang telah kita sembunyikan dengan baik selama ini kenapa bisa menyebar ke publik!!" Osvaldo berteriak pada kepala divisi keuangan dan juga pengawas proyek yang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing.


"Selidiki, siapa orang yang telah berani membongkar masalah keuangan dan juga masalah kesalahan proyek perusahaan" Osvaldo melemparkan berkas pada Pillip asistennya.


"Jangan ada yang pulang jika kalian belum berhasil menangkap pengkhianatnya!!" teriak Osvaldo lalu pergi meninggalkan ruang rapat di ikuti Pillip asistennya.


"Situasi perusahaan kita semakin memburuk. Nilai saham jatuh hingga 20% di pasar saham saat ini. Bagaimana prediksimu tentang pelelangan saham besok. Apakah kita harus menundanya?" tanya Osvaldo meminta pertimbangan asistennya.


"Kita tidak bisa menundanya pangeran. Perusahaan kita membutuhkan suntikan dana untuk memulihkan kondisi yang terjadi saat ini. Mudah-mudahan ada pengusaha yang tertarik untuk membeli saham dan berinvestasi agar bisa menstabilkan keuangan perusahaan kita."


"Baiklah, acara pelelangan besok akan tetap kita laksanakan. Kalian siapkan semua yang kita butuhkan untuk besok. Buat juga beberapa proposal proyek kita untuk menarik pengusaha agar mau berinvestasi di perusahaan" perintah Osvaldo pada asistennya.


Konflik memanas antar kedua penerus kerajaan ini dimanfaatkan baik-baik oleh Dimas. Tanpa mempertimbangkan kerugian atau resiko apapun ia membeli saham yang dijual di pasar saham. Pergerakan pelepasan saham mulai di lakukan oleh pemegang saham minimal karena khawatir kerugian yang lebih besar.


Dimas sudah berhasil mengakuisisi setidaknya 11% saham yang berasal dari beberapa pemegang saham minoritas yang melepaskan saham miliknya di pasar saham.


Konflik perebutan kekuasaan yang santer terdengar juga ikut mengakibatkan situasi perusahaan berada pada Zona merah. Orang kepercayaan Raja terpaksa meminta pasar saham untuk segera menutup pergerakan pelepasan saham yang terus terjadi dan berimbas pada perekonomian negara. Di akhir penutupan pasar saham, perusahaan mengalami penurunan nilai saham terkoreksi sebesar 35%. Nilai penurunan yang besar sepanjang sejarah kepemimpinan Raja.


Raja yang selama ini tidak pernah mencampuri urusan perusahaan terpaksa ikut turun tangan. Ia memanggil para pangeran, menteri dan petinggi perusahaan untuk segera memikirkan cara menstabilkan perusahaan. Raja memberi waktu seminggu untuk Osvaldo memikirkan solusi masalah yang terjadi di bawah kepemimpinannya. Jika ia belum juga bisa menemukan solusi maka Pihak kerajaan atau Raja yang bertindak sebagai penguasa akan mengambil alih perusahaan.


Alex tersenyum dalam diam, kelicikannya memang berimbas besar pada perekonomian negara tapi itu juga mempengaruhi kekuasaan saudara tirinya. Menurunnya pendukung dan kepercayaan terhadap kemampuan pangeran Osvaldo sedang dipertanyakan sekarang.


Dimas sebagai penonton yang baik, akan memanfaatkan konflik memanas ini untuk membentuk kekuatan dan kekuasaannya di negara yang ia tempati saat ini.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2