UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kekhawatiran Dimas.


__ADS_3

"Jangan kau sentuh wanita itu, aku sudah berjanji padanya tidak akan mencelakainya dan juga bayinya."


"Wanita itu hamil bos? Ya Tuhan bertambah lagi satu masalah."


"Kenapa memangnya?"


"Wanita hamil sungguh menyebalkan dan merepotkan dengan segala permintaan aneh berkedok satu kalimat NGIDAM."


"Jadi itu sebabnya kau jomblo bahkan di usiamu yang hampir kepala empat!!"


"Salah satunya, karena wanita adalah makhluk yang paling aneh dimuka bumi ini. Sebaiknya jangan berurusan dengan mereka Bos, kalau anda tidak ingin sakit kepala."


"Sepertinya kau memiliki pengalaman buruk dengan wanita."


"Jangan mengalihkan pembicaraan bos, sebaiknya kita pikirkan cara agar wanita ini tidak menjadi bencana buat kita nantinya."


"Biarkan saja dia, jangan mengusiknya."


"Tapi bos dia sudah mengetahui persembunyian kita bagaimana jika ia sampai lapor pada polisi. Atau membocorkannya pada musuh kita."


"Kita tahan dia disini sampai kita selesai dengan urusan kita, setelah itu kita bebaskan dia."


"Tapi bos..."


"Sebaiknya kau kembali menyelidiki perusahaan itu dan cari tahu siapa saja anggota kepolisian yang terlibat. Aku yakin mereka bisa bertahan sampai saat ini karena ada dukungan orang berkuasa di belakang mereka."


"Kabarnya pemilik pabrik itu adalah adik ipar dari Kepala kepolisian wilayah ini Bos. Sepertinya kalau kita ingin menjatuhkan mereka kita harus mengumpulkan bukti yang cukup."


"Kirim beberapa orang kita untuk bekerja disana!"


"Seleksi masuk di perusahaan itu di perketat bos sepertinya mereka tidak mau kecolongan lagi."


"Cari cara untuk bisa mendekati mereka, kita tidak punya banyak waktu, pasti polisi sudah menyebar gambarku. Yang aku khawatirkan adalah tidak lama lagi tempat ini akan ketahuan oleh mereka."

__ADS_1


"Apa yang anda khawatirkan bos, anda memiliki keahlian seribu wajah untuk menyamar. Dan selama ini tidak ada yang pernah tahu wajah asli anda. Bahkan diantara semua anak buah anda hanya saya yang mengetahui rupa asli anda."


"Mungkin aku bisa membohongi polisi dengan wajah palsu dan juga sidik jari palsu, tapi apa kau tahu sekarang jaman sudah canggih. Aku bisa memalsukan semua tapi tidak dengan DNA ku. Jadi aku ingin kita sebar anggota kita untuk cepat menyelesaikan tugas ini."


"Baik Bos, kami akan berusaha mendapatkan bukti-bukti yang anda inginkan."


*****************


Sementara itu saat ini Farih sudah mendatangkan beberapa orang terbaik untuk mencari keberadaan adiknya. Ia juga masih menghubungi Dimas tapi handphone Dimas belum juga aktif.


Akhirnya Farih memutuskan untuk meninggalkan pesan buat Dimas agar menghubunginya segera.


"Aku sudah menyewa penginapan untuk kita istirahat. Kau sebaiknya kesana terlebih dahulu dan istirahatlah, aku akan minta dua orang pengawal untuk mengantarmu kesana" ujar Farih pada Lia.


"Nggak Mas, Lia disini aja sama Mas. Lia nggak mungkin bisa istirahat dengan tenang kalau Tiara belum ditemukan."


"Jangan khawatir sayang, Tiara pasti akan ditemukan kamu sebaiknya istirahat dulu ya. Mas nggak mau kamu kecapean terus sakit. Kamu tahukan ini bukan kota kita. Apalagi ini adalah kota kecil, Rumah sakit dan fasilitas publik sangat jauh jaraknya dari sini. Jadi kita harus pandai-pandai menjaga diri. Mas juga sudah minta dua pelayan wanita untuk menemanimu disana. Tolong nurut sama Mas ya kali ini." jelas Farih mencoba memberi pengertian pada Istrinya.


"Baiklah, tapi Mas harus nyusul Lia ke penginapan ya Mas. Ingat jangan sampai terlalu malam, Lia juga nggak mau Mas sakit. Ya sudah Lia kepenginapan dulu, Assalamualaikum." Lia berpamitan pada suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.


"Aku ingin membagi kalian menjadi empat kelompok. Kita berpencar dan mulai menyelusuri jalan dari tempat hilangnya mereka dari pantauan CCTV terakhir. Aku akan memberikan imbalan yang sangat besar jika kalian mampu menemukan petunjuk keberadaan adikku. Apalagi jika kalian Sampai bisa menemukan keberadaannya. Aku akan jamin seumur hidup kalian akan makmur" ujar Farih.


Ia tidak tahu harus menggunakan cara apa agar menemukan jejak adiknya. Cara yang ia pikirkan adalah memberikan hadiah yang besar bagi mereka yang berhasil.


**********


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya pesawat Dimas mendarat. Aktivitas Dimas yang terlalu padat belakangan ini membuatnya merasa gampang lelah dan mengantuk.


Dimas memasuki hotel yang biasa ia tempati jika berkunjung ke Jepang. Ia lebih suka tinggal di hotel daripada tinggal di rumah milik Kakeknya di Jepang.


Dimas merasa lelah dan sedikit pusing, ia mengistirahatkan tubuhnya diatas kasur. Baru saja ia memejamkan mata tiba-tiba rasa mual melandanya. Dengan segera ia berlari ke toilet memuntahkan isi perutnya. Ia menyenderkan tubuhnya sejenak pada dinding kamar mandi setelah itu ia kembali ke tempat tidur.


Merogoh saku celananya mengambil handphone miliknya.

__ADS_1


"Astaga, aku lupa menghidupkan handphone!" Menghidupkan kembali handphone miliknya. Mimik wajahnya terkejut melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Farih. Ada juga pesan yang ditinggalkan Farih agar ia segera menghubunginya.


Dengan rasa penasaran Dimas menghubungi Farih. Berdoa dalam hati semoga semua baik-baik saja.


"Hallo, Farih, ada apa? semua baik-baik saja kan, apa Tiara tidak mau memakan makanannya lagi?" tebak Dimas. Ia berfikir jika Tiara mulai rewel lagi. Semenjak kehamilannya mood Tiara gampang sekali berubah-ubah. Sebentar manja, sebentar rewel dan terkadang galak dan juga cengeng. Membuat Dimas dan orang di sekitarnya harus ekstra sabar menghadapi mood wanita hamil itu.


"Dimas maaf aku tidak bisa menjaga Tiara dengan baik..."


"Apa maksudmu!!"


"Tiara hilang Dimas, dari pantauan CCTV ia di bawa kabur oleh seorang buronan. Maaf, aku benar-benar teledor kali ini."


"Bagaimana bisa!! apa yang kalian lakukan sampai-sampai seorang buronan bisa membawa istriku kabur. Apa yang sebenarnya terjadi Farih!!!" Dimas mengeraskan suaranya, ia benar-benar khawatir dengan kondisi istrinya saat ini apalagi ada janin di dalam kandungan istrinya.


Farih menjelaskan perkara yang sebenarnya, tanpa ada yang ia tutupi. Dimas memutuskan untuk kembali ke negaranya saat ini juga. Ia menghubungi kakeknya perihal hilangnya Tiara. Kakek berjanji pada Dimas akan mengirimkan anak buahnya untuk mencari Tiara. Dimas juga menghubungi anak buahnya untuk mencari Tiara.


Semua sumber daya manusia yang mereka punya dikerahkan untuk mencari keberadaan Tiara.


"Ya Tuhan lindungilah istri dan anakku, jangan sampai hal buruk terjadi pada mereka" Dimas berlari kecil menuju lobi hotel, ia ingin menginformasikan kepergiannya.


"Ya Tuhan ada apa ini kenapa rasanya kepala dan pinggangku sakit sekali" Dimas berhenti sejenak ia bersender pada salah satu tembok di dekatnya, menahan nyeri pada pinggang dan juga kepalanya. Setelah ia mengumpulkan kekuatan ia kembali melanjutkan perjalanannya.


"Selamat sore Tuan, saya manager disini. Apa anda tidak apa-apa Tuan, wajah Anda terlihat pucat." Manajer itu menghadang perjalanan Dimas, ia adalah salah satu orang kepercayaan Kakek yang tinggal di Jepang.


"Saya tidak apa-apa, tolong jangan halangi jalanku. Aku sedang terburu-buru dan ingin kembali ke negaraku segera."


"Mari saya antar Tuan, ini adalah perintah Kakek anda" manajer hotel ingin mengantarkan Dimas ke bandara, karena sebelumnya Kakek sudah menghubunginya.


Baru saja beberapa langkah Dimas keluar dari hotel tiba-tiba tubuhnya limbung dan jatuh ke lantai dengan keras. Rasa penat ditambah lagi pikiran yang kacau sangat mempengaruhi kondisi fisiknya.


"Tuan!!!"


Manajer hotel yang tidak jauh darinya menghampiri tubuh Dimas. Dengan di bantu beberapa pegawai hotel akhirnya mereka membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


TBC


__ADS_2