
Tiara!!! jangan bermain-main denganku, cepat buka pintunya Tiara...!!!!" Dimas berteriak seperti orang kesetanan.
"Aku hitung sampai tiga jika kau tidak juga membukanya maka aku akan mendobraknya. Dan kau tidak akan merasakan kemarahanku"
"Satu...dua.... Tiga..."
Braaakkk, Dimas mendobrak pintu kamar mandi dengan menendangnya sekuat tenaga.
Pandangannya kini tertuju pada sosok mungil yang menyenderkan tubuhnya pada dinding kamar mandi dalam posisi meringkuk.
"Tiaarraaaa...!!!
Dimas menatap Tiara yang sedang tidak sadarkan diri. Ia meraih tubuh Tiara yang terasa dingin. Baju, yang dikenakan Tiara basah kuyup. Dan terdapat luka dengan darah yang telah mengering di dahinya. Ia menggendong Tiara dan membawanya ke tempat tidur.
"Astaga Tiara, kenapa tubuhmu dingin sekali."
Dimas segera mengambil telponnya yang ada di saku celananya, Ia menelpon Dokter Leo sahabatnya.
"Leo cepat kemari, Tiara pingsan di kamar mandi dan suhu tubuhnya sangat Dingin, bajunya juga basah kuyup."
"Cepat kau ganti bajunya, Cek nafasnya, denyut nadi, dan juga suhu pada tubuhnya."
Dimas melakukan perintah Leo, dengan segera ia melepaskan baju Tiara yang basah. hingga tak ada satu lembar kain pun yang menempel pada tubuh Tiara. Dimas meneguk salivanya menatap ke tubuh polos yang terlihat indah dihadapannya. Dengan cepat Dimas mengambil pakaian hangat ke dalam lemari Tiara. Lalu ia mengenakannya pada Tiara.
Dimas mengecek suhu tubuh Tiara, yang ternyata berada di bawah 35⁰C. Dan denyut nadinya yang terasa lemah.
"Leo suhu tubuhnya kenapa sangat rendah ini bahkan dibawah 35⁰C.", Leo aku bahkan merasakan denyut nadinya ikut melemah. Leo bagaimana ini?
Leo aku akan segera membawanya ke rumah sakit, Kau tung..."
"Dimas tenangkan dirimu, Kau tetaplah disana jaga suhu tubuhnya agar tetap hangat. Sepertinya Tiara mengalami hipotermia.
"Cepatlah Leo, Aku akan membunuhmu jika sampai terjadi sesuatu padanya dan kau belum juga sampai disini."
"Aku saat ini dalam perjalanan menuju apartemenmu. Jangan melakukan pergerakan yang berlebihan, pergerakan yang berlebihan dapat menyebabkan denyut jantungnya berhenti. Selimuti tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal. Atur suhu ruanganmu menjadi hangat. Jangan mengompresnya dengan sesuatu yang panas. karena panas yang berlebih akan membuat detak jantung tidak teratur. Dan jika ia sadar berikan air hangat manis.
Dimas menuruti semua saran Leo, ia benar-benar khawatir saat ini.
__ADS_1
"Tiara cepatlah sadar sayang, apa kau marah padaku karena memarahimu. Sadarlah sayang, aku akan memaafkanmu kali ini" Ucap Dimas lirih sambil merawat Tiara.
Dimas membaluri beberapa bagian tubuh Tiara dengan minyak hangat. Ia juga mengambil selimut tebal lalu membungkus Tiara dengan selimut itu.
"Astaga aku sampai melupakan luka di keningmu. Luka ini bahkan sudah mengering. Berapa jam kau dalam kondisi ini sayang. Mengapa ini bisa terjadi padamu?" ucap Dimas lirih, sambil membersihkan darah yang telah mengering di dahi Tiara. Ia juga mengobati lukanya dengan hati-hati.
Maafkan aku, andai saja aku segera pulang menyusulmu, batin Dimas. Jarak kepulangan Dimas dan Tiara kurang lebih 2 jam. Sebenarnya Dimas ingin cepat pulang, tapi ada rekan bisnis yang menghampirinya hingga ia harus menghabiskan waktu 2 jamnya itu untuk bercengkrama.
Tak lama Leo datang bersama tiga orang perawat dua pria dan satu wanita. Ia memasuki apartemen dan langsung menuju kamar Tiara dan Dimas.
"Bagaimana Kondisinya?" Tanya Leo begitu memasuki ruangan.
"Masih belum sadarkan diri"
"Kau buatkanlah, Teh manis hangat untuknya. Siapa tau ia akan sadar dan membutuhkannya. Aku akan memeriksa kondisinya dulu." Sebenarnya ini hanyalah alasan Leo saja agar ia bisa memeriksa Tiara cepat. Sebab bisa di pastikan jika Dimas berada di sebelah Tiara, Ia pasti akan merecoki Leo karena Keposesifannya.
"Kenapa harus aku" protes Dimas.
"Karena aku dokter disini. Aku ingin memeriksa dan memantau kondisinya." Leo memeriksa pernapasan, denyut nadi dan suhu tubuh Tiara
"Ceekk, baiklah-baiklah" Dimas berdecak kesal.
"Apa yang kalian lakukan" Protes Dimas melihat Tiara yang sudah di angkat keluar.
"Aku akan membawanya ke rumah sakit, Ayo" ajak Leo.
***********
Sesampainya di rumah sakit Tiara langsung ditangani. Para Dokter, perawat dan jajaran rumah sakit di hebohkan atas kedatangan Dimas. Cucu dari pemilik Rumah Sakit yang saat ini ia datangi. Tiara mendapatkan perawatan terbaik saat ini.
Dengan wajah khawatir Dimas menunggu di luar ruang perawatan. Begitu melihat Leo keluar dari ruang rawat Dimas langsung menghampiri Leo.
"Bagaimana Kondisinya?" tanya Dimas.
"Tiara tadi sempat mengalami sesak ketika di pindahkan ke ruangan, jadi kami memberikan oksigen yang telah di lembabkan melalui masker. Kami juga sudah memberikannya cairan infus hangat. Karena belum ada perubahan yang signifikan jadi sepertinya Tiara juga harus menjalani Hemodialisis untuk menghangatkan darahnya."
"Hemodialisis, maksudmu Cuci darah. Apa tidak berbahaya?"
__ADS_1
"Tidak kita hanya melakukannya sekali. Untuk menghangatkan darahnya. Aku perlu ijinmu untuk ini?"
"Baiklah, lakukan apapun yang terbaik untuknya."
Saat ini Tiara sudah berada di ruang HD untuk menjalani proses cuci darah. Dimas masih setia mendampingi Tiara saat ini. Tiara sempat sadar tadi, tapi ia kembali tertidur untuk menghindari Dimas.
"Dim..." Sapa Leo menghampiri Dimas.
"Bisa keruanganku, aku ingin bicara sebentar."
"Tapi Tiara..."
"Jangan khawatir ada suster yang menemaninya, lagi pula perawatan ini akan memakan waktu berjam-jam."
"Baiklah" Dimas mengecup kening Tiara sekilas.
"Cepat Sembuh ya sayang" Dimas keluar dari ruangan itu mengikuti Leo.
Saat ini Dimas dan Leo sudah berada di sebuah ruangan kerja Leo.
"Bisa kau ceritakan, apa yang terjadi?"
"Aku tidak tau apa-apa, ketika aku pulang aku sudah menemukannya tergeletak bersender di dinding kamar mandi. Dengan luka memar di kepalanya dan darah yang sudah mengering."
"Kau yakin, tidak menyembunyikan sesuatu"
"Apa maksudmu, kau menanyaiku seolah-olah aku adalah seorang penjahat. Apa kau lupa statusmu? Aku adalah bosmu, apa perlu aku memecatmu agar kau ingat statusmu" ujar Dimas kesal.
"Maaf aku disini bertindak sebagai dokter dari Tiara. Aku perlu mengetahui kondisi mental pasienku. Apalagi Tiara memiliki kondisi kejiwaan yang khusus. Kau tidak melupakan trauma yang pernah ia alami bukan."
"Jangan mencampuri urusanku" ucap Dimas kesal.
"Aku bukan hanya Dokter dari Tiara tapi aku juga sahabatmu. Aku tau kau terkadang tidak bisa mengontrol emosimu. Tapi tolong bersikap lembutlah padanya. Tahan Emosi dan sifat egoisme itu, jangan sampai kau menyesal jika nanti Tiara akan meninggalkanmu karena sifatmu itu.
"Apa kau mencoba untuk mengguruiku? Kita adalah dua orang yang sama. Kita sama-sama bajingan. Jadi jangan sok mengguruiku. Satu lagi tugasmu adalah mengobati orang sakit bukan mencampuri urusan orang lain. Jadi fokuskan dirimu untuk menyembuhkan pasienmu. Jangan melewati batasanmu."
Dimas keluar dari ruangan Leo dengan perasaan kesal, sementara itu Leo hanya bisa menatapnya pasrah. Ia sedikit tertohok dengan ucapan Dimas. Karena yang di ucapkan Dimas memang ada benarnya. Mereka berdua adalah dua orang yang sama, menyakiti wanita karena keegoisannya.
__ADS_1
TBC.