
Orang kepercayaan Dimas telah berhasil memasukkan dua orang anak buah Tedi ke pabrik senjata itu. Mereka di tempatkan di bagian gudang.
Sementara untuk Dimas belum berhasil memasuki wilayah mereka, mengingat untuk masuk ke dunia mereka agak sulit apalagi jika berhubungan dengan kalangan atas. Mereka terlalu berhati-hati untuk melibatkan orang baru.
"Bagaimana?" tanya Dimas lagi.
"Hanya bisnis kasino dan prostitusi yang bisa kita masuki untuk sementara ini. Bos nggak mungkin masuk ke dunia itu kan? Bahkan bos tidak pernah sekalipun menang dalam hal berjudi" anak buah Dimas menghela nafasnya.
"Hai, aku memang tidak pernah bermain judi sekalipun, lalu Bagaimana aku bisa memenangkannya" ucap Dimas kesal.
Ya, Dimas memang tidak memiliki keahlian dalam judi karena ia memang belum pernah sekalipun berjudi. Hal yang paling dihindari oleh keluarga mereka, karena menganggap judi adalah hal yang sia-sia dan membuang waktu saja.
Dimas dan anak buahnya tampak berfikir mereka menghela nafas bersamaan.
"Saya sudah coba menawarkan investasi dalam jumlah yang besar ke berbagai bisnis yang mereka miliki tapi semua ditolak. Sepertinya mereka memang terlalu berhati-hati menghadapi investor baru" ucap Dimas lagi.
"Baiklah, kenapa tidak kita coba masuk ke dunia hiburan malam saja."
"Kita? maksud bos saya juga. Tapi bagaimana caranya bos. Lagipula tempat hiburan malam adalah satu-satunya tempat yang paling mengerikan. Dan mau bekerja sebagai apa kita disana bos."
"Kita bisa melamar sebagai pelayan disana. Bukankah club malam selalu kekurangan pelayan. Hanya ini satu-satunya agar kita bisa masuk ke dunia mereka dengan cepat dan mudah."
"Tapi bos anda yakin ingin menyamar sebagai pelayan disana?" tanya anak buah Dimas ragu. Pasalnya Dimas yang notabene seorang anak konglomerat dari lahir, pastinya tidak pernah bekerja sebagai pelayan.
"Cari tahu Night club atau Kasino yang biasa di datangi oleh petinggi Yakuza. Dan pastinya Katsuro Dasuki juga masuk diantara mereka." ujar Dimas mengabaikan pertanyaaan anak buahnya.
"Baik Bos, aku akan segera mencari tahu. Aku pastikan sore ini informasinya sampai ke tangan anda."
Anak buah Dimas pergi dari tempat itu untuk mencari informasi. Sementara Dimas menghela nafasnya, ia memijat pinggangnya yang kembali terasa sakit.
"Aku harus segera menyelesaikan ini semua, karena Tiara pasti menungguku" memijat pinggangnya sendiri menggunakan salah satu tangannya.
**************
Sementara itu Farih dan Lia kembali ke desa tempat Farih di tempatkan sementara. Tinggal lagi dua bulan ia tugas di desa itu, setelah itu maka ia akan kembali ke kota asalnya.
__ADS_1
"Mas, apa benar Tiara baik-baik saja?" tanya Lia ragu. Saat ini mereka sedang berada di dapur di rumah mereka. Lia sedang mengupas buah sementara Farih mengambil minum di lemari es.
"Iya kemarin Dimas menelpon Mas dan mengatakan kalau Tiara baik-baik saja. Ia sedang membawa Tiara liburan sekarang. Lihat, ini adalah video Tiara yang dikirimkan Dimas untukku."
Farih memperlihatkan Video Tiara yang sedang menonton drama Korea, dan Dimas menyuapi Tiara aneka buah-buahan yang telah ia potong dalam piring. Wajah Tiara terlihat bahagia, ia sesekali tertawa karena lucu. Ia menonton drama genre komedi.
Ya Dimas meminta ijin untuk merekam Tiara, agar ia bisa memberikannya pada Farih. Ia tidak ingin Farih terlalu bertanya atau curiga dengan kondisi Tiara saat ini. Ia ingin menjalankan misinya dengan Tenang agar bisa kembali dengan cepat.
"Tiara kelihatan bahagia banget ya Mas, apalagi Dimas kelihatan sayang banget sama Tiara. Ah, jadi iri aku."
"Apa kamu tidak bahagia denganku" Farih memeluk istrinya dari belakang. mengambil sepotong buah yang baru saja di potong Lia dan menyuapkannya pada Lia.
"Apa kau juga mau tiap hari aku suapin seperti ini" mencium tengkuk leher Lia tanpa melepaskan pelukannya.
"Mas, jangan gini geli."
"Katakan, apa kau bahagia tidak menjadi istriku?" tanyanya lagi sembari menciumi istrinya."
" Mas lepasin, geli."
"I-iya Mas aku bahagia, sekarang lepaskan A-aku" menggigit bibir bawahnya mencoba menahan ******* saat tangan suaminya sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
"Jangan ditahan sayang aku ingin mendengarkan ******* mu."
"Ja-jangan disini Mas" protes Lia saat tangan suaminya sudah mulai melepaskan bajunya.
"Kita belum pernah bercinta disini sayang, dan aku menginginkannya sekarang."
Menggendong Lia menuju meja makan dan mendudukkannya disana.
"Mas jangan disini" protes Lia, tak di indahkan suaminya. Ia melucuti pakaian istrinya dan juga pakaian yang melekat pada tubuhnya. Melakukan hal-hal yang ia sukai untuk memuaskan dirinya dan juga Istrinya.
**************
Anak buah Dimas yang diperintahkan Dimas telah mendapatkan semua informasi yang ia butuhkan.
__ADS_1
Sebuah Gedung mewah untuk kalangan elit kelas atas menjadi target mereka. Gedung itu bukan hanya sebagai tempat perjudian saja, tapi juga porstitusi, gym, karaoke, dan berbagai hiburan lainnya untuk memuaskan kaum Adam.
Dengan menggunakan pakaian Sexy Dimas memasuki ruangan itu. Tubuhnya yang tinggi besar tidak menghalangi kecantikannya. Ia tampak menonjol di bandingkan wanita lain karena terlihat berotot.
Tokyo red light district Kabukicho disinilah Dimas berada sekarang. sebuah kota dengan tempat hiburan malam terbesar. Dimana Yakuza dan pihak kepolisian bekerjasama mengamankan tempat ini agar tak ada keributan.
Bukan tanpa pertimbangan Dimas memilih tempat ini. Tapi Di daerah ini kegiatan s*ksual di larang. Anda bisa melihat dan menyentuh wanita penghibur saat mereka bertelanjang bulat dan melakukan pole dance atau pinks salons (kegiatan oral ****) tapi tidak ada kegiatan hubungan badan, karena hubungan **** baik pada pria maupun wanita tuna susila adalah ilegel. Mereka hanya sekedar menghibur dan melayani saja. Jika anda melanggar dan tetap melakukannya, maka jeruji besi menanti anda.
Itu sebabnya para lelaki hidung belang yang menginginkan berhubungan lebih, maka para mucikari akan mensiasati dengan melakukan kencan buta untuk mereka.
Dimas memilih sebagai pelayan pengantar minuman di bandingkan menemani para tamu hidung belang. Ia ingin mengamati terlebih dahulu siapa tamu penting dan penguasa di club hiburan malam tempat ia bekerja saat ini. Walaupun wilayah ini lebih di dominasi anggota Yakuza di bandingkan pengunjung biasa.
Dimas mengantarkan minuman di lantai 2 sebuah ruangan kelas satu. Sepertinya tamu diruangan itu merupakan anggota Yakuza kelas menengah. Dilihat dari tampilan dan minuman yang mereka pesan.
Salah seorang pria mengajak Dimas untuk menemani mereka sebentar. Awalnya Dimas menolak, tapi mendengar percakapan mereka tentang akan datangnya seorang investor baru dari luar negeri besok membuat Dimas tertarik.
"Setelah melakukan rapat besok, Bos Katsuro Dasuki akan membawa mitra bisnisnya kemari. Apakah kalian sudah memesan tempat yang paling mewah dan juga wanita terbaik" tanyanya pada salah satu temannya.
"Tenang saja, kami sudah menyiapkan semuanya. Kami pastikan tamu bos besar kita akan puas."
"Kau mengapa duduk jauh disitu, kemarilah kau tuangkan minuman ini untukku." seorang pria besar berperut buncit meminta Dimas duduk disebelahnya. Dimas melayani pria itu dan mengisi gelas minumnya.
Tangan pria gendut itu tidak mau diam. Ia menggerayangi tubuh Dimas.
"Maaf Tuan saya adalah seorang interseks (gender biner/gender ketiga) apa anda tidak keberatan jika saya melayani anda" ucap Dimas karena tangan tamunya ini sudah tidak bisa di kondisikan lagi. Ia bahkan meremas payudara Dimas untuk mastikan perkataan Dimas.
"Sial, kau seorang lelaki!!"
"Bukan Tuan, saya gender biner" ucap Dimas dengan suara lembut membuat pria itu bergidik ngeri.
"Pergi kau! aku tidak menyukai mahkluk jadi-jadian sepertimu. Kasih tahu Bosmu untuk menambah lagi dua wanita cantik keruanganku.
Dimas meninggalkan tempat itu dengan tersenyum puas. Ia tidak perduli dengan statusnya disana, karena ia hanya bertugas sebagai pengantar minuman.
Besok Dimas akan mencaritahu dimana ruangan yang akan di gunakan oleh Katsuro Dasuki untuk menyambut tamunya.
__ADS_1
TBC.