
"Saya ingin berhenti Tuan". ucap Tiara tiba-tiba mengejutkan Reno.
"Apa pertanyaanku tadi membuatmu tak nyaman. Maafkan aku jika terlalu mencampuri urusanmu, tapi aku mohon jangan berhenti Rendra sudah terlanjur menyayangimu."
"Bu-bukan begitu Tuan, tapi saya benar-benar harus berhenti."
"Tapi kenapa Tiara, ada apa? Aku berjanji tidak akan mencampuri urusanmu atau bertanya apapun lagi."
"Bu-bukan begitu Tuan, tapi..." Tiara bingung ingin mengatakan apa. Ia tidak tahu harus membuat alasan yang bagaimana.
"Apa kau tidak betah di sini atau kau tidak menyukai kehadiranku?" Kalau kau memang tidak menyukai kehadiranku. Kau bisa datang setelah aku berangkat kerja dan pulang sebelum aku kembali dari kantor."
"Benar-bener bukan karena itu Tuan, maaf saya tidak bisa mengatakan alasannya. Tapi yang jelas saya hanya bisa di sini selama 3 hari saja. Setelah itu saya akan berhenti Tuan."
"Lalu bagaimana dengan Rendra Tiara, apa yang harus aku katakan padanya. Kau tahu sendiri bukan, kau menghilang sebentar saja dia sudah memusuhiku Bagaimana jika dia tahu kau berhenti."
"Begini Tuan, jika Tuan tidak keberatan sebelum saya berhenti. Saya ingin mendekatkan Rendra dengan Mona, agar dia tidak begitu kehilangan ketika saya tidak ada di dekatnya. Dan bolehkah saya mengajak Rendra keluar. Saya ingin mengunjungi tempat-tempat hiburan bersama Rendra dan juga Mona."
"Boleh dan Saya yang akan mengantar kalian kemanapun kalian inginkan. Tapi Tiara apakah keputusanmu benar-benar tidak bisa dirubah lagi. Tidakkah ada pertimbangan yang lainnya yang membuatmu bisa tetap tinggal di sini."
"Maaf, benar-benar tidak bisa." Tiara terlihat menahan air matanya.
"Terserah padamu Tiara, maaf bisa kau tinggalkan aku sendiri" Reno terlihat kecewa dengan keputusan Tiara, Bahkan mata Reno terlihat Memerah.
Tiara keluar dari ruangan Reno, kini air matanya benar-benar tumpah, ia tak bisa menahannya lagi. Ia segera lari menuju ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Ia tidak ingin sampai Rendra melihat air matanya.
Sementara Reno di dalam ruangan itu mencoba menenangkan diri. Entahlah..., ia benar-benar merasa sesak dan marah. Ia benar-benar kecewa dengan keputusan Tiara. Tapi ia juga harus sadar diri, karena ia tidak memiliki hak atas Tiara.
Setelah Ia bisa mengontrol emosinya dia pergi keluar menemui Tiara. Reno ingin mengajak Tiara dan Rendra ke taman bermain sesuai dengan permintaan Tiara. Ia juga mengajak Mona bersamanya.
Sesampainya di Taman bermain, Tiara tidak mau menemani Rendra bermain. Ia beralasan tidak enak badan sehingga Mona yang menemani Rendra bermain kemanapun Rendra mau. Sedangkan Tiara dan Reno duduk santai di salah satu kursi taman. Ia duduk berdampingan dengan Reno.
"Pergi ke taman bermain ini sebenarnya hanya alasanmu saja bukan, ini adalah caramu untuk mendekatkan Mona dengan Rendra."
"Tebakan Anda benar Tuan."
__ADS_1
"aku masih berharap kamu mau mempertimbangkan keputusanmu."
"Maafkan saya Tuan. Saya tau ini egois, tapi aku benar-benar tidak memiliki pilihan yang lain Tuan."
"Terkadang saya berpikir seandainya saja ketika saya pertama kali datang ke kota ini, orang yang pertama saya temui adalah anda. Mungkin hidup saya tidak akan rumit seperti ini." Ucap Tiara tanpa sadar melepaskan uneg-unegnya.
"Tiara..., apa yang sebenarnya terjadi padamu. Aku bersedia membantumu. Tolong bicarakan masalahmu denganku." Reno tanpa sadar meraih tangan Tiara dan menggenggam tangannya.
"Saya tidak ada masalah apapun Tuan, Saya hanya bercanda dan asal bicara saja anda tidak perlu khawatir" Tiara tertawa menutupi masalahnya kemudian menarik tangannya dari genggaman Reno
Tak jauh dari tempat mereka duduk tampak seseorang yang sembunyi-sembunyi memotret aktivitas mereka berdua. Ia tersenyum menyeringai menatap kedekatan mereka berdua.
"Benarkah, tapi aku merasa kamu berbohong padaku. Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya saat ini tidak masalah. Tapi jika seandainya kau ingin membicarakan masalahmu padaku, kau bisa datang kapanpun kamu mau. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu" ucap Reno. Begitu pula dengan pintu hatiku Tiara yang siap menerimamu kapan saja, batin Reno.
Hari sudah hampir menjelang sore, sudah dua jam lebih mereka berada di taman bermain. Reno mengajak Rendra untuk pulang. Walaupun awalnya Rendra menolak tapi akhirnya Rendra menyetujuinya juga. Ketika Reno mengatakan bahwa Tiara tidak enak badan dan membutuhkan istirahat jadi.mereka memutuskan untuk pulang.
Di mobil Tiara duduk di depan dengan Reno, sementara Rendra duduk di belakang dengan Mona.
Di dalam mobil Rendra terlihat tampak senang, ia bahkan menyanyi di dalam mobil. Tiara yang sedari tadi tidak mendengar suara Mona menoleh ke belakang.
"Astaga Mona tertidur ternyata" ucap Tiara lirih.
Rendra menatap Mona yang tertidur, ia tersenyum melihat Mona yang tertidur dengan mulut menganga
"Kak Rara Apakah kakak sakit tadi karena kelelahan mengurusku. Maaf, karena Rendra kak Rara jadi kecapean dan sakit."
"Itu tidak benar, Kakak tidak enak badan karena kakak kurang tidur semalam."
"Benarkah, tapi tadi kata Daddy kakak sakit karena kakak kecapean mengurus Rendra. Jadi sama Daddy, Rendra disuruh bermain saja dengan kak Mona" protes Rendra. Tiara bingung ingin menjawab apa, akhirnya ia mengalihkan perhatian Rendra dengan membicarakan hal lainnya.
"Oh ya, Rendra mau makan apa, nanti biar kakak masakkan."
"Rendra mau di buatin Ayam kecap sama Bakso bakar. Daddy mau makan apa?" tanya Rendra antusias.
"Daddy mau makan di luar aja. Daddy masih ada urusan."
__ADS_1
"Untuk sayurnya Rendra mau sayur apa?"
" Rendra nggak suka sayur, Rendra mau makan ayam sama bakso bakar aja."
"Tidak, Rendra harus belajar makan sayur biar sehat dan cepat besar. kakak masakin sayur cap cay aja ya."
"Oke" jawab Rendra.
Reno mengantarkan mereka sampai gerbang pintu utama. Setelah itu Ia melajukan kendaraannya keluar rumah. Ia masih memiliki urusan yang harus ia selesaikan.
*****
Setelah selesai memasak dan menyajikan masakkannya di atas meja, Tiara pamit pulang undur diri dulu.
"Kakak pulang dulu ya sayang, makanan pesanan Rendra udah kakak masakin. Nanti Rendra minta tolong kak Mona aja kalau mau makan."
"Kenapa harus pulang sih Kak, Tidur sini saja ya temani Rendra. Rendra juga pingin makan ditemani kak Rara." ucap Rendra memelas.
" Maaf ya sayang ini udah mau Maghrib, lihat tuh langit di luar sudah mau gelap. Kakak pulang dulu ya, besok kakak janji bakal kesini dan ajak main Rendra sepuasnya."
"Janji ya kak"
"Janji" ucap Tiara.
Tiara kemudian pulang kembali ke Apartemen menggunakan ojek online. Sesampainya di depan gedung apartemen Tiara melangkahkan kakinya masuk. Ia memencet paspor untuk memasuki apartemen ini.
Tapi Tiara sedikit terkejut, karena mendengar seperti suara orang memasak di dapur. Tiara mengambil sapu lalu menuju ke dapur dengan langkah kaki perlahan.
Sesampainya di dapur, ia melihat dari belakang sosok seorang wanita yang sedang memindahkan masakannya ke dalam piring.
"Siapa kau, apa yang kau lakukan disini" tanya Tiara mengacungkan sapunya ke wanita itu.
Wanita itu membalikkan badannya, menatap Tiara tersenyum.
"Hai..., Saya Andini" sapa wanita itu lembut, menatap Tiara.
__ADS_1
Cantiknya, apa dia kekasih Tuan Dimas, batin Tiara.
TBC.