
Mobil melaju ke sebuah kompleks perumahan mewah yang di beli oleh Mike, mereka di sambut oleh para maid yang sudah di pekerjakan oleh Mike.
"Selamat sore Tuan" sapa mereka.
"Oh ya Perkenalkan ini Dewi dan Nara, kalian tolong tunjukkan kamar buat mereka. Dan sekalian barang-barang yang di dalam mobil bawa ke kamar mereka" perintah Mike pada dua orang wanita paruh baya yang menjadi asisten rumah tangganya.
"Pak Karno, tolong bantu bahwa barang-barang ke atas Pak" perintah Mike melihat banyaknya barang yang ia bawa.
Nara dan Dewi banyak mendapat hadiah baju, sepatu, tas dan juga asesoris dari Tiara. Padahal Mike sudah melarang Tiara untuk memberi macam-macam barang, mengingat perusahaan Mike bergerak di bidang fashion jadi mudah untuk mendapatkan itu semua.
"Mike memilih lantai dua untuk kamar dan ruang kerjanya. Ada juga ruang sport dan cinema yang ia buat khusus.
"Dewi, Nara kamar kalian ada di lantai satu. Oh ya Dewi untuk kamarmu barang-barangnya belum lengkap karena Kak Mike nggak tau seleramu. Kau bisa mengajak Nara dan Pak Karno untuk membeli yang kau inginkan" ucap Mike.
"Baik Kak Dewi mau lihat kamar Dewi dulu" ujar Dewi melihat-lihat kamar di lantai satu.
"Tunggu Wi, ini kartu ATM untukmu kau bisa beli yang kau inginkan dengan kartu ini. Ingat bijak dalam menggunakan, kalau tidak akan kakak blokir seperti kartumu sebelumnya" ucap Mike pada Dewi.
"Oke, Kak" ujar Dewi terlihat senang, ia segera memasukkan Kartu debit itu ke dalam dompetnya.
Mike memilih langsung naik ke lantai dua. Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya. Pekerjaannya banyak yang terbengkalai semenjak ia tinggal ke Desa tertinggal hampir dua Minggu lamanya. Belum lagi saat ia tinggal bersama kakek, sebagian waktunya ia habiskan berkumpul bersama keluarga.
"Yang mana kamarmu?" tanya Dewi sembari menghampiri Nara.
"Yang ini, dekat dengan ruang keluarga" jawab Nara sembari menunjuk kamarnya.
"Lalu kamarku yang mana?" tanya Dewi lagi
__ADS_1
"Yang ini, Nara menunjuk kamar sebelahnya.
"Bibik..., Pak Karno bisa tinggalkan saya dengan Nara sebentar" pinta Dewi.
"Tapi Non, ini barang-barangnya belum bibi rapikan" ucap asisten rumah tangga menunjuk beberapa tas yang masih tergeletak di lantai.
"Bibi nanti sini aja lagi, sekarang tolong tinggalin saya sama Nara dulu ya" ucap Dewi sopan. Sepeninggalnya para Maid Dewi menatap tajam ke arah Nara.
"Kamu bercanda ya!! Kenapa kamarmu lebih bagus dariku. Kamarmu bahkan sudah di desain rapi, sedangkan kamarku kenapa polos begini" ucap Dewi tak terima. Padahal sebelumnya Mike sudah menjelaskan padanya, tapi melihat kamar Nara yang sudah tertata cantik membuatnya iri.
"Kamar ini aku desain sendiri Wi, sedangkan kamarmu dibiarkan polos karena kami nggak tau tema kamar yang kamu suka. Jadi Kak Mike ingin kamu mendesain sendiri kamarmu sesuai keinginanmu. Jika kau tidak mau repot kau bisa bilang ingin model seperti apa nanti biar Pak Karno Carikan tukang" jelas Nara.
"Kamarmu ini biar untukku saja, kamu cari saja kamar yang lain" ucap Dewi cuek.
"Baiklah aku akan menempati kamarmu kalau gitu" ucap Nara mengalah.
Ia lalu melangkah masuk ke kamar Nara dan mengeluarkan barang-barang Nara yang baru saja di bawa masuk para Maid.
"Tapi Wi, hanya ada dua kamar utama yang luas sedang satu lagu yang dekat tangga itu tidak seluas dua kamar ini. Kenapa tidak kamar yang dekat tangga itu kau buat gudang koleksimu" protes Nara.
Dewi selalu saja bertindak semaunya jika tidak ada orang lain bersama mereka. Sedangkan di depan orang lain Dewi selalu berpura-pura bijaksana dan murah hati.
"Kenapa harus aku yang mengalah padamu, Kau saja yang tempati kamar di dekat tangga itu. Ingat jangan protes dan jangan sok ngadu-ngadu sama Kak Mike, dia itu bukan keluargamu. Kamu itu cuma orang lain yang numpang disini jadi jangan sok kegatelan" ucap Dewi meninggalkan Nara yang terdiam di depan pintu kamarnya.
"Tapi Wi, kamar dekat tangga itu kosong nggak ada barang satupun. Terus aku tidur dimana nanti, lalu baju-bajuku dan yang lainnya aku taruh mana" ucap Nara begitu tersadar, ia terlihat bingung dan sedih.
"Kau boleh ambil kasur, lemari dan meja yang ada di kamarku. Suruh aja Pak Karno sama Maid buat bantuin kamu. Jangan sok masang tampang muka sedih seperti itu, untung saja aku tidak menyuruhmu pindah ke kamar pembantu" ujar Dewi memperhatikan wajah Nara yang hampir menangis.
__ADS_1
"Dasar cengeng baru di suruh pindah kamar aja tampangnya udah mewek seperti itu" gumam Dewi lirih Ia lalu menutup pintu kamarnya yang sebelumnya adalah milik Nara, Ia meninggalkan Nara yang terbengong di depan pintu dengan barang-barangnya yang baru saja di keluarkan oleh Dewi.
"Huft" Nara menghembuskan nafasnya, mencoba menahan air matanya agar tak jatuh
"Kuat Nara kuat, kamu harus kuat. Bahkan Kak Tiara saja bisa melewati cobaan hidup yang berat, jadi aku juga harus bisa" ucap Nara menguatkan dirinya.
"Lho Non kok bengong di depan pintu, dan ini barang-barangnya kenapa di keluarkan lagi. Ayo bibi bantu merapikannya di dalam" ucap wanita paruh baya yang tak sengaja melewati kamar Nara. Ia lalu menyentuh gagang pintu dan ingin membukanya.
"Jangan Bik" Nara menghentikan bibinyang ingin membuka pintu.
"Kenapa Non?" tanya bibi heran melepaskan tangannya.
"Itu Bi, saya tukaran kamar sama Dewi. Jadi ini sekarang kamar Dewi" jelas Nara.
"Ya sudah kalau gitu bibi bawa ke kamar satunya" ucap bibi mengangkat tas Nara.
"Tapi saya juga nggak mau pindah ke kamar itu Bi" ucap Nara beralasan, ia tidak bilang jika Dewi melarangnya menempati kamar itu.
"Lho terus Non mau tinggal di kamar yang mana?" tanya Bibi heran
"Yang Deket tangga aja bi" ucap Nara.
"Kenapa Non, bagusan juga kamar yang satunya. Lagipula disana masih kosong nggak ada tempat tidurnya. Non mau tidur dimana nanti?" ucap bibi masih saja bingung.
"Sepertinya kamar dekat tangga lebih asik bi, lebih adem disana. Tolong minta Pak Karno buat bantuin mindahin lemari, meja dan kasurnya ke kamar itu" pinta Nara dengan sopan.
"Kelakuan orang kaya memang aneh, ada kamar luas ber- AC malah milih kamar kecil nggak ada AC nya lagi. Terus adem darimananya?" gumam Bibi itu lirih sembari menggeleng-gelengkan kepalanya bingung tak mengerti dengan pilihan Nara.
__ADS_1
TBC.