UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Rencana Dimas


__ADS_3

Aryo menghubungi nomor telepon yang tertera disana. Tapi informasi yang ia dapatkan membuatnya sedikit tercengang.


"Ada apa?" tanya Dado.


"Mereka mengatakan, tidak membutuhkan informasi tentang kalung ini lagi. Maupun anak yang hilang."


"Hanya ada dua kemungkinan, jika mereka mengatakan semua itu. Yang pertama mereka sudah menemukan mereka yang inginkan. Yang kedua informasi itu sudah tidak berharga lagi untuk mereka."


"Sebaiknya untuk sementara kita abaikan dulu masalah ini. Aku lebih penasaran dengan tes DNA Tiara dengan keluarga Atwijaya."


"Oh ya aku lupa memberitahumu ada yang aneh dari keluarga itu. Dua belas tahun yang lalu sempat terjadi kehebohan di keluarga mereka. Istri dari Tuan Aziz Atwijaya sempat mengalami Depresi mental. Bukan hanya itu saja, bahkan saham perusahaan mereka sempat terjun ke level terendah. Walaupun akhirnya mereka berhasil menyelamatkan perusahaan mereka, tapi semenjak itu keberadaan keluarga mereka tidak di ketahui. Mereka seolah menghilang di telan bumi. Mereka baru muncul kembali 3 bulan ini, dan kembali menguasai dunia bisnis." Jelas Dado.


"Aku juga pernah mendengar hilangnya keluarga mereka dari dunia bisnis. Dan mereka menyerahkan perusahaan kepada orang kepercayaannya Tuan Bayu. Sekalipun orang ini tidak sehebat Tuan Aziz ataupun putranya tapi setidaknya ia bisa menahan pergerakan saham perusahaan mereka dalam kondisi stabil" Aryo mencoba menganalisa yang terjadi pada keluarga Atwijaya.


******************


"Bagaimana?"


"Mereka mencari tahu tentang keluarga Atwijaya tuan. Peristiwa penculikan dan kecelakaan 12-13 tahun yang lalu."


"Kau perhatikan terus pergerakan kedua orang itu. Siapa tau informasi yang kita dapatkan akan berguna untukku nantinya."


"Baik Tuan."


"Hati-hati dan tetap waspada. Mereka bukanlah orang biasa. Kalau sampai Aryo mengetahui kalian menyelidiki mereka. Maka tamatlah riwayatmu."


"Baik Tuan."


"Pergilah!"

__ADS_1


Pria itu kemudian keluar dari ruangan itu. Setelah ia melaporkan hasil dari pengintaiannya. Sementara Aryo dan sobat karibnya terus mencari tahu kebenarannya.


********


Tak terasa waktu terus berlalu. Tiga hari sudah terlewati dari waktu yang ditentukan Farih. Dan 4 hari lagi Dimas akan menyandang status sebagai seorang suami. Dimas mengajukan syarat pada Farih. Ia ingin pernikahannya dengan Anita tidak di sebarluaskan dan dilakukan secara rahasia. Dan ia juga tidak mau di pusingkan untuk masalah persiapan pernikahan dan lainnya. Jadi semua masalah yang berhubungan dengan pernikahan Farih menghandle semuanya. Dimas hanya perlu datang pada saat akad nikah saja.


Farih menyetujui semua persyaratan Dimas tapi Farih juga mengajukan syarat lainnya. Selama 4 tahun pernikahan Dimas tidak boleh mengajukan perceraian sama sekali. Hanya dari pihak Anita yang boleh mengajukan perceraian. Farih tidak ingin jika Dimas tiba-tiba menggugat cerai adiknya. Setidaknya 4 tahun adalah waktu yang cukup buat Anita menaklukkan Dimas, pikir Farih.


"Tidak ada pesta dan tidak ada resepsi. Apa maksud Kakak."


"Itu adalah persyaratan yang diajukan Dimas."


"Tidak bagaimana mungkin pernikahan dari putri seorang pengusaha kaya. Hanya akad nikah biasa saja. Bahkan aku tidak bisa mengundang sahabat-sahabatku. Tidak, ini tidak bisa terjadi. Aku ingin pesta dan pernikahan yang megah. Aku adalah Putri satu-satunya di keluarga ini. Bagaimana mungkin Kakak bisa setuju dengan persyaratannya."


Anita berteriak-teriak seperti orang kesetanan. Ia tidak terima jika pernikahan yang ia nantikan hanyalah menjadi pernikahan yang biasa saja. Memang benar ia menginginkan akad nikah secepatnya diadakan agar Dimas tidak berubah pikiran. Tapi ia berharap setelah akad nikah ia ingin keluarganya menyiapkan pernikahan yang megah untuknya. Tidak masalah jika pesta diadakan setelah beberapa bulan kedepan yang terpenting mereka sudah sah sebagai suami istri.


Sial, kalau saja kau bukan keturunan dari Adi Nugroho aku juga tidak ingin menikah dengannya. Untung Tampan setidaknya aku tidak akan rugi, batin Anita.


"Baiklah, aku setuju persyaratannya."


"Orangtua kita akan datang 2 hari sebelum pernikahanmu. Mereka cukup terkejut dengan keputusanmu menikah tiba-tiba. Tapi aku sudah meyakinkan mereka bahwa calon suamimu adalah orang yang baik. Jadi kau tidak perlu khawatir. Pernikahanmu akan berjalan lancar selama kau menyetujui persyaratannya."


Farih pergi meninggalkan Anita, masih banyak hal yang harus ia lakukan. Sekalipun pernikahan ini sederhana tapi masih banyak yang harus ia persiapkan. Terutama pada segi keamanan, jangan sampai rencana pernikahan terungkap ke publik sebelum ada akad nikah. Kalau tidak Dimas akan membatalkan secara sepihak dan tentu saja ini akan membuat malu keluarga mereka.


***********


Dimas saat ini berada di kantornya. Ia selalu menyibukkan dirinya dengan urusan kantor. Bahkan setelah tiga hari yang lalu ia bertemu Tiara. Ia tidak pernah menampakkan batang hidungnya di depan Tiara. Ia saat ini berusaha menghindari Tiara sementara waktu. Menata hati dan pikirannya yang kacau. Ia memilih tidur di apartemennya yang dekat dengan kantornya. Ia takut suasana hatinya yang buruk akan mempengaruhi Tiara.


Dimas melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya. Ia ada janji dengan Reno saat ini, Ia tidak tau apa langkah yang diambil benar atau salah. Tapi untuk sementara waktu ia ingin mengamankan Tiara.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya Dimas sampai di depan kantor Reno. Sekretaris Reno datang menyambut Dimas dan langsung mengantarnya ke ruangan Reno.


Sesampainya di dalam ruangan itu Dimas menceritakan semua. Tentang bagaimana ia bisa menyetujui permintaan Farih hingga akhirnya ia terjebak ke dalam pernikahan.


"Aku tidak menyangka kalau ternyata seorang Dimas Adi Nugroho yang begitu jeli di dunia bisnis. Ternyata bisa terjebak juga" Reno tidak habis pikir bagaimana mungkin seseorang begitu mudah memanfaatkan kelemahan Dimas."


"Saat itu aku tidak berpikir sama sekali, jika ia akan meminta hal yang seperti ini. Aku berpikir ia akan meminta saham perusahaanku. Atau sesuatu yang lain berhubungan dengan materi. Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini. Saat itu yang ada di pikiranku hanyalah keselamatan Tiara."


"Baiklah, katakan kau punya rencana apa. Aku akan membantumu."


"Aku ingin kau bawa Tiara keluar dari negara ini sehari sebelum pernikahanku."


"Apa kau yakin ia akan mau. Dan apa kau tidak takut jika aku mengambil kesempatan ini untuk menjauhkanmu dari Tiara."


"Kau bisa menggunakan Rendra agar Tiara mau ikut denganmu. Ajak juga Mona dan Andini bersamamu. Dan aku percaya padamu jadi aku harap kau menjaga kepercayaanku. Aku akan membiayai semua pengeluaran kalian."


"Cih, apa kau pikir aku semiskin itu. Terus setelah ini apa yang kau lakukan tidak mungkinkan kau terus menyembunyikan semua dari Tiara."


"Setelah pernikahanku aku akan mencarikan Universitas di luar negeri untuk Tiara. Setidaknya setelah 4 tahun aku bisa bercerai dari Anita dan kembali pada Tiara. Dan pada saat kelulusan Tiara baru aku akan membawanya kembali ke negara ini dan menikahinya."


"Ternyata kau sudah memikirkan semua. Baiklah aku akan mengikuti rencanamu. Tapi bukankah lebih baik kau jujur pada Tiara tentang apa yang terjadi. Bagaimanapun kau melakukan semua ini karena Tiara."


"Tidak, aku tidak ingin membebaninya dengan rasa bersalah. Kau jalankan saja rencanaku, aku akan sangat berterima kasih karena bantuanmu."


"Baiklah."


Setelah membicarakan masalahnya akhirnya Dimas dan Reno membicarakan masalah bisnis mereka. Hubungan mereka berdua tampak sangat baik di banding sebelumnya. Setidaknya tidak ada lagi rasa curiga. Reno bahkan sudah benar-benar menyerah tentang Tiara. Baginya Tiara saat ini adalah seorang sahabat atau adik perempuan untuknya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2