UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Meninggalkan Markas.


__ADS_3

"Apa Tuan menyukai Suster Dina? Maaf-maaf bukan maksudku meragukan kejantanan anda. Hanya saja sikap anda padanya terlihat sedikit berlebihan" Roy mengecilkan suaranya pada akhir kalimatnya.


"Jangan berpikir berlebihan Aku bersikap seperti itu karena ia Kakakku. Lagipula aku dan dia melakukan semua itu karena ada alasannya."


"Apa maksud Tuan. Bukannya Kakak anda adalah Tuan Dimas? Jangan bilang kalau wanita jadi-jadian itu tuan Dimas!" Roy terlihat syok dengan tembakkannya. Michael menganggukkan kepalanya.


"Astaga! bagaimana bisa Tuan Dimas memiliki sisi seperti itu. Aku tidak menyangka sama sekali" berdecak heran sambari menggelengkan kepalanya.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kakakku itu pria normal, jika tidak bagaimana mungkin Tiara bisa hamil anaknya. Ia menyamar sepeti itu hanya agar bisa dekat dengan Tiara. Karena sat itu Tiara kecewa padanya dan tidak ingin berhubungan dengannya. Jika bukan karena hal itu, apa kau pikir Kakakku mau jadi wanita jadi-jadian" kesal Michael menebak pikiran Aryo.


"Maaf Tuan karena telah salah paham. Aku jadi salut dengan Tuan Dimas. Tapi mengapa sekarang Tuan Dimas masih saja berdandan seperti itu?" tanya Roy lagi.


"Aku akan menjelaskan padamu nanti. Sekarang kau tolong selidiki perusahaan pembuatan senjata milik Tuan Katsuro Datsuki. Cari tahu kegiatan ilegal apa saja yang mereka lakukan terkait dengan itu. Ingat jangan sampai mereka tahu kalau kita sedang menyelidiki mereka."


"Baik Tuan saya laksanakan."


**********


Sementara itu dilain tempat, Tiara sedang berada di balkon kamarnya. Ia menatap jauh ke depan pemandangan hutan yang terlihat sunyi dan menyekam.


"Masku kapan kamu datang menjemputku. Aku kangen, anak kita juga" mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat menonjol.


"Sabar ya sayang sebentar lagi pasti Papa datang menjemput kita" mencoba menghibur dirinya sendiri. Padahal ia sama sekali tidak tahu pasti, kapan dan bagaimana kondisi suaminya saat ini. Karena memang Dimas tidak diijinkan berhubungan dengan Tiara atau siapapun yang berada di markas Villa tersembunyi itu. Semua dilakukan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan keberadaan mereka.


Tiara menatap heran beberapa orang penjaga yang terlihat tergesa-gesa keluar masuk Villa. Dan Tiara juga baru menyadari ada yang berbeda hari ini. Biasanya penjaga Villa akan berjaga dengan santai sambil bercanda atau bermain catur. Tidak seperti hari ini mereka terlihat sibuk dengan raut wajah yang terlihat tegang.


"Ada apa dengan mereka? apa terjadi sesuatu?" Tiara mencoba menduga-duga.


"Bagaimana jika ini berhubungan dengan Masku. Aku harus mencaritahu" Kembali ke kamarnya dan berlari kecil keluar mencari keberadaan Tedi.


"Anda mau kemana Nona!" cegah salah seorang penjaga ketika melihat Tiara menuju lantai bawah.

__ADS_1


"Dimana Bos kalian?" tanya Tiara.


"Maksud anda Tuan Tedi?"


"Memangnya masih ada bos lagi disini selain dia?" Tiara terlihat kesal karena penjaga itu tak menjawab pertanyaannya.


"Maaf Nona, Tuan Tedi sedang membahas hal penting dengan beberapa pengawal anda tidak di ijinkan untuk menemuinya. Kembalilah ke kamar anda, nanti akan saya sampaikan ke Bos kalau anda mencarinya" mencoba mencegah Tiara yang ingin menuju ke ruang kerja Tedi.


"Aku ingin menemuinya sekarang juga. Minggir!!!" teriak Tiara kesal karena penjaga itu menghalangi jalannya.


"Tolong jangan mempersulit saya Nona!"


"Aku bilang minggir ya minggir!! Kamu nggak dengar ya" mencoba mendorong penjaga itu, tapi sesentipun penjaga itu tak bergerak. Tubuhnya yang kekar dan berotot berbanding jauh dengan tubuh mungil Tiara.


"Ada apa ini?" tanya Daniel menatap kedua orang itu tajam.


"Nona ini memaksa ingin bertemu dengan Tuan Tedi, Bos" lapor penjaga itu pada Daniel. Daniel merupakan pimpinan tertinggi di bawah Tedi. Ia dipercaya untuk melatih dan mengendalikan pasukan mereka.


"Ada apa? kenapa kau ingin bertemu dengan bos?"


"Aku hanya ingin menanyakan kabar suamiku, dan kenapa pengawal disini terlihat sibuk tidak seperti biasanya. Apa terjadi sesuatu?"


"Suamimu baik-baik saja dan tidak terjadi apapun. Sekarang kembalilah ke kamarmu, jangan keluar sembarangan."


"Tidak, aku tetap ingin bicara dengan Tedi."


"Tedi sibuk sebaiknya kembali ke kamarmu!"


"Tidak, aku harus bicara dengan Tedi, aku tak percaya padamu. Kau selalu saja membohongiku! Bagaimana mungkin tidak terjadi sesuatu jika semua orang disini wajahnya terlihat tegang begitu!"


Baru saja Daniel ingin menjawab ucapan Tiara, tiba-tiba datang seorang pengawal menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinganya.

__ADS_1


Daniel terlihat sedang berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya yang terlihat cukup terkejut.


"Kau kembali ke kamarmu segera, kemasi beberapa baju dan keperluanmu untuk beberapa hari kedepan, kita akan segera meninggalkan Villa ini. Ingat bawa beberapa baju saja dan keperluan penting yang lain." perintah Daniel pada Tiara


"Memangnya kita mau kemana? Dan ada apa sebenarnya?" tanya Tiara heran.


"Cepat laksanakan! kita tidak punya banyak waktu, aku akan menjemputmu ke kamarmu setengah jam lagi." Daniel menatap Tiara tajam dengan wajah yang terlihat tegang.


Kali ini tanpa banyak bicara lagi Tiara langsung melesat menuju kamarnya.


"Hai jangan lari! apa kau lupa, kau sedang mengandung" teriak Daniel pada Tiara. Tiara yang menyadari keteledorannya menghentikan larinya dan berjalan kembali menuju kamarnya.


Daniel saat ini sudah berada di ruangan Tedi. Terlihat Tedi memberikan intruksi pada beberapa pimpinan bodyguard.


"Pengawal akan kita bagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin Daniel akan meninggalkan tempat ini dan mengawalku keluar dari pulau ini. Kelompok kedua kalian bertahan sementara disini siapkan jebakan untuk tamu kita. Setelah mereka masuk jebakan kita, kalian segeralah menyusul ke pelabuhan dan menyamar sebagai pedagang."


"Ini adalah peta rute yang harus kalian lewati ketika keluar dari hutan ini. Dan juga kami telah menyiapkan pakaian ganti dan barang dagangan kalian agar tidak ada yang mencurigai kalian nanti. Ingat pancing mereka semua untuk bergerak masuk Villa. Setelah itu ledakkan Villanya. Berhati-hatilah! kalian semua harus kembali padaku dalam keadaan hidup." perintah Tedi.


"Sekarang cepat susul Tiara, kita harus segera meninggalkan tempat ini. Mereka sudah berhasil memasuki hutan. Pasti sebentar lagi mereka akan menemukan persembunyian kita"


Daniel Masuk.ke kamar Tiara. Tiara saat ini masih belum selesai berkemas, tiba-tiba Daniel menarik koper Tiara dan menutupnya.


"Ayo!!" Daniel menarik tangan Tiara dan membawanya keluar.


"Hai aku belum selesai berkemas! Kenapa kau tutup koperku?"


"Tidak perlu bawa banyak, kau hanya butuh beberapa lembar pakaian saja untuk ganti selama di kapal. Cepat kita harus segera keluar dari sini kalau kau tidak ingin celaka!!" Daniel berbicara keras pada Tiara. Ia benci Tiara yang selalu membangkang padanya. Padahal semua anak buahnya tidak ada satupun yang berani menyela perintahnya apalagi mengabaikannya.


"Kalau kita pergi dari sini, lalu bagaimana dengan suamiku?"


"Jangan khawatir akan ada orang nanti yang memberi kabar padanya. Sekarang ikuti perintahku atau kau boleh diam disini dan jadi makanan binatang buas" kesal Daniel.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2