UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Mencari Dimas.


__ADS_3

Malam ini Tiara tampil cantik dengan balutan gaun malam. Sedari tadi ia mondar-mandir karena handphone Dimas tak dapat di hubungi.


"Mas kamu dimana, kenapa tidak bisa di hubungi" gumam Tiara. Setelah tidak berhasil menghubungi Dimas akhirnya Tiara menghubungi Erick asisten Dimas.


"Rick, apa suamiku bersamamu?"


"Tidak Bu, seharian ini saya di proyek Bu."


"Apa kau tau dimana suamiku saat ini? Aku tidak bisa menghubunginya. Terakhir kali aku dapat info dari sekretarisnya ia pergi rapat bersama Manda. Tapi seharusnya rapat itu sudah selesai sore tadi. Kenapa sampai jam segini dia belum pulang juga?"


"Ibu tenang saja dulu, saya akan berusaha mencari bapak. Mungkin bapak kejebak macet Bu."


"Iya Rick, terimakasih."


Setelah berbicara dengan Erick, Tiara mengajak Mona untuk berangkat bersama ke pesta malam itu.


"Kemana suamimu, kenapa kau tidak berangkat dengannya."


"Entahlah, ia belum pulang. Bahkan telponnya pun sulit di hubungi. Kata sekretarisnya sih keluar bersama Manda, ada pertemuan dengan investor baru."


"Kau harus berhati-hati dengan Manda, sepertinya ia tertarik dengan suamimu."


"Apa? Lalu kenapa kau membiarkannya bekerja dengan suamimu."


"Aku sebenarnya juga sebal, tapi kau tenang saja suamiku tidak tertarik dengannya."


"Astaga Tiara, Suamimu mungkin bisa di percaya. Tapi Manda, dia ular Tiara. Dan kapan saja ia bisa membelit suamimu. Kamu mau suamimu terjerat kelicikannya."


"Iya Mona, aku tau itu. Tapi kamu jsngsn khawatir Mas Dimas akan memindahkannya seminggu lagi ke kantor cabang."


"Mudah-mudahan belum terlambat" gumam Tiara.


"Apa kau bilang?"


"Tidak ada, ayo kita sudah sampai."


Mona dan Tiara memasuki ruang pesta. Banyak mata pria memandang kecantikan dua wanita yang baru saja datang itu.

__ADS_1


Tiara dan Mona menghampiri Tuan rumah untuk mengucapkan selamat. Mereka berbaur dengan para tamu lainnya. Tiara dan Mona mulai merasa tidak nyaman ketika banyak kaum hawa yang mendekat.


Andre yang baru datang menghampiri mereka, ia berdiri di sisi Mona dan Tiara. Melindungi mereka dari tatapan lapar kaum hawa.


"Ayo aku akan mengenalkannya ke beberapa orang penting, kau harus pintar-pintar berkomunikasi dengan mereka. Ini bisa menguntungkan masa depan perusahaanmu nanti" Ujar Andre pada Tiara.


"Kak Mona capek, Mona duduk dulu disana ya" Mona menunjuk ke sebuah sofa yang tak jauh dari mereka.


"Ingat jangan kemana-mana" pesan Andre.


Andre mengenalkan satu persatu Tiara ke kolega bisnis yang ia kenal. Pimpinan perusahaan yang hadir disana tampak sangat segan dan menghormati Andre. Membuat Tiara bertanya-tanya, sebesar dan sekuat apa Posisi Andre di dunia bisnis.


Sementara itu di lain tempat Erick menyebar beberapa anak buah untuk melacak keberadaan Dimas. Setelah mengetahui keberadaan Dimas dengan cepat Erick mengajak beberapa bodyguard untuk menuju kesana.


Hotel yang ditempati Dimas kali ini bukan hotel miliknya. Jadi Erick menemui manajer hotel untuk bisa mendapatkan akses masuk ke kamar itu. Manajer hotel yang awalnya menolak tidak dapat berkutik ketika Erick mengetahui Erick adalah orang kepercayaan dari Adi Nugraha Company.


Tanpa aba-aba Erick langsung masuk ke ruangan itu. Ia mendapati Manda dan Dimas yang tidur dalam satu ranjang. Erick yang terkejut meminta anak buahnya untuk keluar terlebih dahulu. Baju Dimas dan Manda terlihat berserakan di lantai kamar itu. Erick menghampiri Manda yang terkejut mendapatinya berada di kamar.


"Apa yang kau lakukan disini, keluar kau" teriak Manda, menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


"Aku tidak melakukan apa-apa, tapi bosmu yang sudah menodaiku" tangis Manda.


"Bosku tidak mungkin menyentuhmu jika kau tidak melakukan sesuatu padanya" Kekeh Erick.


"awas kau" ancam Erick lagi. Erick memerintahkan Manda untuk memakai bajunya di kamar mandi. Setelah itu ia memanggil anak buahnya untuk masuk.


"Kau jaga wanita itu, jangan sampai kabur. Tahan ia dan biarkan ia berada di kamar ini sampai Bos Dimas menemuinya besok" perintah Erick.


Erick membangunkan Dimas dengan menepuk pipi bosnya. Kondisi Dimas saat ini polos tertutup selimut.


"Bos bangunlah, bos cepat bangun"


"Rick, apa yang kau lakukan di kamarku" Dimas terbangun dengan kepalanya yang terasa sakit luar biasa.


"Kita di hotel sekarang Bos" jawab Erick menyadarkan bosnya.


"Apa yang terjadi padaku Erick, mengapa aku disini dan tubuhku. Kemana pakaianku Erick?"

__ADS_1


"Ini bos pakailah pakaianmu terlebih dahulu. Saya akan jelaskan Nanti, kita harus segera pergi dari sini. Kalau kejadian hari ini sampai tercium media akan menjadi hal yang besar Bos. Ini bukan hotel milik perusahaan kita, kita tidak bisa mengendalikan informasi yang keluar dari sini."


"Bantu aku bangun Rick" pinta Dimas setelah menyadari ada hal yang tak beres, apalagi Dimas mengingat ia terakhir kali bersama Manda.


Dimas, Erick dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan ruangan itu. Kondisi Dimas yang belum pulih benar terpaksa di papak oleh kedua anak buahnya. Mereka meninggalkan Dua bodyguard untuk mengamankan Manda.


"Dimas kau mau kemana?" Manda yang baru keluar dari kamar mandi mengejar Dimas yang sudah melangkah ke kamar.


"Apa yang kulakukan beraninya menyentuhku, minggir kalian. Dimas akan mematahkan tangan kalian jika berani menyentuhku" teriak Manda.


"Maaf Nona, Anda tidak bisa meninggalkan tempat ini sebelum Tuan Dimas memberi perintah.


"Kalian berengsek beraninya kalian menghalangiku, minggir kalian!!"


"Maaf Nona, kami hanya menjalankan perintah. Anda sebaiknya diam tenang berada di ruangan ini" Mereka lalu keluar ruangan dan mengunci Manda dari luar. Terdengar suara teriakan Manda memaki-maki mereka. Berbagai sumpah serapah ia keluarkan, meluapkan kekesalannya.


Sementara itu Erick mengirim Dimas ke apartemen yang sebelumnya ia tempati bersama Tiara. Tidak lupa ia juga memberi informasi Tiara jika Dimas berada di apartemennya. Berharap Tiara akan segera datang dan bisa menenangkan Dimas. Dimas pasti akan shock jika Erick menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"Apa yang terjadi padaku sebenarnya Erick."


"Saya mendapati anda berpelukan dan satu tempat tidur dengan Nona Manda dalam keadaan polos Tuan" ucap Erick hati-hati.


"Apa? apa yang kau katakan Erick? Aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku tidak akan pernah menghianati Tiara, lebih-lebih berselingkuh dengan Manda. Memikirkan hal itu saja sudah membuatku jijik."


"Saya tidak tau apa yang sudah terjadi di kamar itu sebelum saya datang Tuan, saya pikir ini adalah jebakan yang disiapkan Manda untuk anda Tuan."


"Wanita siaaaalasaann!!! Singkirkan dia Erick!!! Kirim dia ke perusahaan cabang yang ada di Sumatra. Jangan biarkan ia kembali ke kota ini."


"Baik Tuan," ucap Erick bergetar melihat aura kemarahan di wajah Dimas.


Dimas meluapkan kemarahannya dengan menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya.


"Hentikan Tuan, Nyonya akan curiga jika anda menghancurkan tempat ini. ia sekarang sedang perjalanan menuju kemari" Erick menunjukkan chat Tiara dari handphone miliknya.


"Cepat bersihkan tempat ini, dan ingin rahasiakan ini dari Tiara. Kalau tidak aku tidak segan melenyapkan kalian" ancam Dimas pada anak buahnya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2