UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Akhir Pertempuran.


__ADS_3

Dimas yang berjanji pada Mike akan menyusulnya segera melesat menuju lokasi yang di beritahukan Mike sebelumnya.


Ia sempat heran ketika melihat rombongan polisi tak sengaja berpapasan dengannya. Dimas membunyikan klakson ketika melihat mobil yang biasa di kendarai Roy asisten Mike. Ia meminta Roy untuk menepikan kendaraannya. Roy mengkode mobil anak buahnya yang berada di belakangnya untuk ikut berhenti.


Dimas dan Roy beserta rombongan anak buahnya menepikan kendaraannya. Sementara mobil iringan polisi meneruskan perjalanannya ke kantor polisi.


Roy dan Dimas keluar bersamaan dan saling menghampiri.


"Apa misi kalian berhasil?" tanya Dimas pada Roy.


"Kami berhasil melumpuhkan anak buahnya, tapi kami tidak menemukan keberadaan Katsuro maupun Istrinya Aiko" ucap Roy.


"Lalu dimana Bosmu?" tanya Dimas penasaran.


Bukankah penggerebekan ini di pimpin oleh Mike, lalu kemana pria itu. Kenapa ia tak terlihat sama sekali? Dimas bertanya-tanya dalam hati. Ia sedikit merasakan firasat buruk ketika tak melihat keberadaan Mike diantara Roy dan juga anak buahnya.


"Bos Mike, masih di lokasi. Ia meminta saya dan juga pihak kepolisian untuk pergi duluan" jelas Roy.


"Lalu dengan siapa dia disana? Kau tak meninggalkannya sendirian kan?" tanya Dimas lagi ketika melihat banyaknya anak buah Roy yang mengikutinya.


"Aku meninggalkannya sendiri disana berdua dengan Nara. Karena Bos Mike yang menyuruh kami semua pergi" ucap Roy menjelaskan.


"Dan kau dengan bodohnya menuruti keinginannya. Katsuro masih berkeliaran disana, Apa kau tak berpikir keselamatannya? Cepat kembali kesana semua!!!" teriak Dimas segera masuk kembali ke dalam mobil.


Roy yang menyadari kebodohannya mengikuti Dimas berbalik arah, ia juga meminta semua anak buahnya untuk mengikutinya.


"Astaga mengapa aku menjadi bodoh begini, mengapa aku biarkan ia sendiri" gumam Roy menyadari kebodohannya.


Sementara Dimas mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Ia menancap gas dan melarikan mobilnya dengan kencang.


Ya Tuhan, jangan biarkan terjadi sesuatu pada adikku. Lindungi dia Tuhan, dia Dimas dalam hati.


Tidak hanya mobil Dimas yang berlari kencang tapi debaran jantung yang ia rasakan pun berdetak dengan kencang. Ia tak ingin kehilangan saudara satu-satunya. Mereka baru saj dipertemukan, Dimas tak ingin terjadi sesuatu pada Mike. Ia tak akan bisa memaafkan dirinya jika Mike sampai celaka.


*************

__ADS_1


Sementara itu di sebuah gedung kosong dimana Katsuro dan Mike berada situasinya makin menegangkan saja.


Dengan tangan gemetar Nara menerima pisau yang di sodorkan padanya. Ia takut konsekuensi apa yang akan mereka terima nanti jika sampai ia kembali membuat Katsuro marah.


"Cepat lakukan sesuai perintahku" ucap Katsuro ayahnya.


Baru beberapa langkah Nara berhenti dan berbalik, ia bersujud pada Ayahnya.


"Pa-Pa A-aku mohon tolong lepaskan dia Pa, dia bukan orang jahat. Nara mo-hon lepaskan dia" ucap Nara takut, ia bersujud memohon di depan Ayahnya bahkan Air matanya ikut berlinang.


Mike menyaksikan semua itu tak bergeming ia sedang mengamati orang-orang di sekitarnya mencoba mencari celah apa akan ada kesempatan untuknya kabur dari sana.


Situasinya terlalu rumit, Mike tidak mungkin bisa kabur dari sana di bawah todongan senjata dari segala sisi.


Plakk!!!


Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Nara, menyisakan bekas kemerahan di pipinya. Tamparan ini cukup Mengagetkan Mike yang sedang dalam lamunannya. Ia tadinya tidak begitu memperdulikan drama Ayah dan anak tersebut karena ia tidak mengetahui apakah Nara berkhianat padanya atau tidak.


"Jadi kau berpikir aku yang penjahat disini!!" bentak Katsuro.


Dor!!!


Nara terkejut dan langsung berbalik menatap ke arah Mike. Sebuah Timah panah yang diarahkan Katsuro langsung melesat ke Kaki Mike.


"Aaaakhhhhh" teriak Mike terjatuh memegangi Kakinya.


"Kakak" Nara mencoba berlari ke arah Mike, tapi Katsuro menahan anaknya itu dengan menarik rambutnya.


"Kau lihat pria kesayanganmu itu, ini akibat kau tak menuruti perintahku. Sekali lagi kau membangkang padaku, maka timah panas ini akan menembus kepalanya" Katsuro mencengkram rambut dan rahang Nara ia menghadapkan Nara ke arah Mike yang menahan sakit.


"Peluru itu adalah hadiah awal dariku untukmu Mike, masih ada banyak waktu untuk kita bersenang-senang" Ucap Katsuro pada Mike, ia terlihat mengejek ketidakberdayaan Mike.


"Nara!! Cepat, kau potong kedua pergelangan kakinya. Aku tak sabar menyingkirkan pria busuk ini!!" teriak Katsuro dan lagi-lagi membuat Nara terkejut.


"Ha ha ha, apa anda berpikir Anda menang hanya karena mengalahkan seorang yang bahkan tak bersenjata. Aku hanya seorang diri dan anda mengepungku dengan puluhan orang bersenjata tajam. Anda terlalu menyanjung tinggi diriku Tuan. Aku tidak menyangka seorang Katsuro begitu pengecut ia bahkan tak segan menggunakan tangan wanita lemah untuk melukaiku. Jika anda berani, datanglah padaku tanpa senjata, aku bahkan ingin melihatmu mati di kakiku" teriak Mike terlihat kesal.

__ADS_1


Ia sudah tidak perduli apa yang akan terjadi pada dirinya, tapi satu hal yang pasti ia benci orang lain meremehkannya. Nara menatap Mike sembari menggelengkan kepalanya ia tak ingin terjadi pertempuran diantara keduanya.


Dor!!!


"Aaaakhhhhh" lagi-lagi terdengar suara rintihan Mike.


"Pa...!!!!" teriak Nara terkejut. Ia tak menyangka kalau ayahnya akan kembali menembak Mike


Satu tembakan lagi mengenai kaki Michael menghentikan ucapan Mike.


"Apa kau pikir aku bodoh dan akan terpancing ocehanmu itu. Nikmatilah siksaan dariku, ha ha ha ha...." tawa menggelegar terdengar di gedung yang sudah lama kosong itu.


Belum juga tawa itu berhenti tiba-tiba lampu dalam gedung itu mati, sehingga menimbulkan kepanikan pada Katsuro yang awalnya tertawa.


"Cepat hidupkan lampunya!!" teriaknya panik. Sementara Nara yang ketakutan tak bergeming dari tempatnya. Terdengar suara gaduh di sekitaran mereka yang menambah panik Katsuro.


Tak lama lampu itu kembali menyala, tapi yang mengejutkan adalah semua anak buahnya sudah di buat terkapar, menyisakan dirinya yang berada di tengah-tengah ruangan itu bersama Mike dan juga Nara. Todongan senjata semua mengarah pada Katsuro.


"Serahkan dirimu sekarang juga!" teriak Dimas berjalan mendekat sambil menodongkan senjata ke arah Katsuro.


"Ha ha ha ha...." tawa Katsuro kembali menggelegar.


Roy segera berlari menghampiri Mike yang terluka sedangkan Katsuro tak berkutik karena todongan senjata mengarah padanya.


"Jika aku mati, maka aku harus mati bersamanya" Katsuro mengarahkan senjatanya ke arah targetnya.


Katsuro yang tak mau menyerah, kembali memuntahkan timah panas, kali ini sasarannya adalah kepala Mike. Dimas dan Roy berlari sekuat tenaga ke arah Mike sebelum peluru itu menyasar ke kepala Mike. Mike memejamkan matanya pasrah.


Dor!!!!


Dorr!!!


Bersamaan dengan melesatnya peluru mengenai sasarannya, dua buah tubuh jatuh terkapar bersimbah darah. Peluru tidak hanya menyasar ke satu arah. Dimas yang menyadari Kelicikan Katsuro ikut membidik tepat ke arah jantung pria tua itu, sayangnya peluru Katsuro sudah lebih dulu melesat mengenai sasarannya.


"Tidaaaaaakkkkkk!!!" suara teriakan bercampur tangisan menggema di gedung tua itu. Bersamaan dengan Darah yang mengalir deras membasahi lantai gedung tua itu.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2