
"Kenapa seperti itu sayang?" protes Dimas.
"Itu hukuman buat Mas karena nggak jujur dari awal sama Tiara."
"Tapi Sayang..."
"Sudahlah Dimas, kau ini seperti anak kecil saja." tegur Papa Teo.
Sial, tidur sendirian lagi deh. Sabar ya adik kecilku, gumam Dimas menatap miliknya.
Malam sudah larut Mereka menuju ke rumah Tuan Aziz. Hanya Papa Teo yang tidak ikut dengan mereka. Karena besok pagi ia harus berangkat cepat, ada operasi yang harus ia tangani.
*****************
"Ada apa denganmu, Kenapa jalanmu seperti itu."
"Berhenti mengejekku, ini semua karena ulahmu."
"Itu kesalahanmu terus memanggilku Tuan, Aku suamimu bukan majikanmu. Panggil aku dengan panggilan yang enak di dengar."
"Kak Aryo."
"Jelek ganti lagi, dan jangan panggil Aryo tapi Key."
"Bang Key"
"Ganti."
"Mas Key"
"Terlalu biasa"
"Uda Key"
"Kurang cocok."
"Astaga terus panggil apa dong?" Yesi mulai terlihat kesal.
"Pikirkan panggilan yang Romantis."
"Sayang, ah tidak-tidak aku tidak mau memanggilmu seperti itu."
"Kenapa bukankah bagus."
Bagus apanya? aku kan malu jika harus memanggilnya seperti itu, batin Yesi.
"Tidak-tidak, bagaimana dengan hubby saja."
"Bagus aku suka panggil aku dengan itu saja."
Setelah mengisi perut, mereka langsung bergerak menuju rumah sakit.
__ADS_1
Dirumah sakit tampak para nelayan yang tersenyum ketika berpapasan dengan Key. Key terlihat cuek, sementara Yesi menyapa mereka.
"Ayah" Yesi mengusap lembut pipi ayahnya yang saat ini tertidur.
"Kalian datang" Ucap Pak Kupit dengan suara pelan. Key menghampiri mertuanya dan menggenggam erat tangan pria tua itu.
"Cepat sehat Ayah, aku akan memberi cucu yang banyak untukmu" ujar Key. Yesi yang terkejut refleks menginjak kaki Key.
"Aaawww"
"Kenapa Nak Key?" tanya Pak Kupit.
"Tidak apa-apa Ayah, sepertinya ada semut yang mulai berani menggigitku" Key melotot pada Yesi, dengan cepat Yesi mengalihkan pandangannya.
"Ayah senang melihat kalian berdua bersama. Tolong jangan pernah tinggalkan putri bapak ya Nak."
"Ayah jangan khawatir mulai hari ini, ia adalah bagian dari hidupku. Separuh dari nafasku aku akan mulai belajar mencintainya dan memberikan kebahagiaan untuknya."
Yesi terharu mendengar ucapan Key. Ia tau jika mereka berdua belum saling mencintai. Tapi seiring waktu pasti mereka bisa. Ia berharap Key adalah pria satu-satunya dalam hidupnya.
Key dan Yesi meminta Ayahnya untuk kembali tidur dan beristirahat. Mereka ingin agar Pak Kupit segera sembuh.
Key mengajak Yesi untuk duduk di kursi taman. Ada banyak hal yang ingin ia ketahui tentang wanita itu. Mulai saat ini ia bertekad untuk membuka hatinya untuk istrinya. Membentuk keluarga bahagia seperti impiannya yang belum pernah ia rasakan.
"Berapa usiamu?"
"20 tahun. Kalau hubby?
"Semester 5."
"Aku akan kembali ke kota, Besok. Aku akan menyiapkan rumah untuk kita tempati nanti. Aku juga akan memindahkan Ayah ke rumah sakit dikota, disana fasilitas dan Dokternya lebih baik."
"Tapi Mas biaya rumah sakit dikota besar. Sepertinya tabunganku tidak mencukupi. Biaya rumah sakit disini juga aku belum membayarnya. Mungkin aku akan mengajukan pinjaman ke kantor nanti. Aaawww... sakit hubby" Key menyentil jidat Istrinya.
"Apa yang kau pikirkan, aku adalah suamimu. Biar aku yang menanggung semua biayanya."
"Terimakasih hubby" tanpa sadar Yesi memeluk suaminya. Key tersenyum kecil mendapatkan pelukan itu.
"Aku ingin nanti jika kita sudah pindah ke kota. Kau berhenti bekerja. Aku ingin kau fokus pada kuliahmu dan mengurusku. Aku tidak ingin kau terlalu banyak menghabiskan waktu di luar. Selesai kuliah baru kau boleh meniti karirmu lagi."
"Tapi Mas, Bapak masih punya hutang sama rentenir karjo. Aku selama ini bekerja untuk melunasi hutang itu."
"Apa yang kalian bayar sudah melebihi jumlah hutang kalian aku juga sudah membakar markasnya dan mengusirnya dari kampung. Kau tidak perlu khawatir. Sekalipun kau tidak bekerja aku akan tetap memberimu uang bulanan dan nilainya lebih besar dari gajimu. Jadi kau tak perlu khawatir."
"Tapi Mas, bagaimana nanti jika rentenir Karjo membalas dendam. Dia memiliki anak buah yang banyak. Takutnya..."
"Sudah jangan kau pikirkan, Biar itu menjadi urusanku. Ini pegang ATM ini dulu. Sebenarnya aku membuat ini atas nama Ayahmu tapi kau bisa menggunakannya dulu. Aku akan membuatkan atas namamu nanti. Di dalam ada uang senilai 350 juta dan PIN nya tanggal dan tahun lahir Ayahmu."
"Ini terlalu banyak Hubby, aku tidak bisa menerima ini."
"Ambillah, kau akan membutuhkannya nanti."
__ADS_1
"Besok saat kembali aku akan mengatakan pada bosmu kalau kau berhenti bekerja. Malam ini kita pulang ke rumah. Aku akan meminta juragan ikan untuk menginap dirumah sakit sekali lagi."
"Tapi by..."
"Tidak ada tapi-tapian. Kau harus menyenangkan suamimu sebelum pergi meninggalkanmu."
"Hubby kan pergi cuma sebentar. Nanti juga balik lagi. Kelakuan hubby seperti mau tinggalin Yesi lama saja."
"Aku pasti kembali, kau Sepertinya akan rindu berat padaku nanti."
"Tidak, kenapa harus merindukan hubby. Hubby selalu menyiksaku. Lihat hari ini jalanku menjadi aneh karena hubby."
Key tertawa terkekeh melihat ekspresi wajah kesal Yesi. Yesi yang baru kali ini melihat tawa lepas suaminya mendadak terdiam menatap intens suaminya.
Sangat tampan, batin Yesi.
"Kenapa melihatku seperti itu, kau sudah jatuh cinta pada ya" ejek Key.
"Tidak." Dengan wajah memerah Yesi mengalihkan pandangannya.
"Kau kembalilah keruangan Ayah, ada hal yang ingin aku lakukan sebelumnya. Nanti malam aku akan datang menjemputmu."
Key mengecup kening istrinya dan memandang punggung belakang istrinya yang berlalu darinya
TBC
Pengumuman Penting
Kisah Key(Aryo) perlahan akan saya hilangkan. Karena saya sudah membuat novelnya tersendiri. judulnya "My lovely Husband" Besok mulai up Novelnya. Jangan lupa di baca dan favorit kan ya.
Kerangka cerita kurang lebih seperti ini:
Yesi Amalia Putri gadis sederhana kampung nelayan. Ia mengikuti kemauan Ayahnya yang sakit menikah dengan pria pilihan Ayahnya, yang ternyata merupakan sahabat baik dari Bosnya.
Keusilan Warga nelayan yang memasukan ramuan penambah gairah membuat mereka melewati malam yang panas. Sialnya setelah beberapa hari pernikahannya suaminya tiba-tiba menghilang sebelum mengetahui kehamilan Yesi.
Setelah suaminya menghilang Ayahnya meninggal dunia. Rumah beserta isinya diambil paksa dan diusir dari kampung oleh rentenir Karjo yang merupakan musuh suaminya.
Berjuang sendirian dalam keadaan hamil hingga ia berhasil melahirkan seorang putra yang tampan. Dan lima tahun kemudian ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan terkemuka dan diterima.
Ia terkejut melihat wajah Bosnya yang mirip suaminya. Tapi pria itu sama sekali tidak mengenalinya. Pria itu juga memiliki nama yang berbeda bukan Aryo maupun Key.
Yesi yang meyakini jika pria itu adalah suaminya berjuang mendapatkan kembali cinta suaminya. Ia juga menyelidiki diam-diam apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.
**********
Untuk di beberapa episode awal mungkin ceritanya ada beberapa yang sama. Di novel ini Ayah kandung Aryo nanti juga muncul ya.
Untuk cerita Dimas dan Tiara belum tamat Ya. Masih ada masa lalu Dimas yang bakalan muncul dan juga adik kandung Dimas.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan like, vote dan komentarnya, love you all.🙏😘