UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kekecewaan Tuan Aziz.


__ADS_3

Leo cukup terkejut melihat Dimas yang mau disentuh oleh seorang wanita penghibur. Wanita yang entah sudah menemani berapa banyak pria. Karena wanita itu terlihat begitu pengalaman memanjakan setiap inchi bagian tubuh Dimas.


"Cinta memang membuat orang menjadi bodoh, semoga kamu segera menyadarinya" gumam Leo berlalu pergi menuju ke tempat mobilnya di parkiran.


Sementara itu, wanita penghibur yang masih berada di pangkuan Dimas, berusaha untuk menyenangkannya. Jujur saja sentuhan wanita itu membuatnya benar-benar terlena. walau bagaimanapun ia juga seorang pria.


Wanita itu mencoba mencium Dimas, baru saja bibirnya bersentuhan sekilas Dimas mendorong wanita itu dengan keras. Membuat wanita itu tersungkur jatuh ke lantai.


"*****, berani sekali bibirmu yang kotor itu menyentuh bibirku!!!" Maki Dimas menatap wanita itu tajam.


Wanita itu ketakutan, melihat tatapan Dimas yang mengerikan untuknya. Tubuhnya bergetar merasakan aura dingin yang mencekam di sekitarnya.


"Ma-maafkan saya Tuan" ucap wanita itu tergagap, ia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Dimas. Bahkan untuk bangun dari jatuhnya ia merasa tak sanggup, karena tubuhnya yang bergetar hebat membuat ia merasa lemah pada tulangnya.


"Pergi kau dari sini jangan sekali-kali menampakkan wajahmu lagi di hadapanku. Atau aku tidak akan segan-segan melenyapkanmu" Dimas meraih dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan. Ia kemudian melemparkan uang itu pada wanita yang ada di hadapannya yang masih terduduk lemas di lantai.


Wanita itu berusaha bangkit dari lantai, bahkan beberapa kali ia sempat terjatuh. Tapi ia terus berusaha bangun dan segera meninggalkan tempat itu.


"Dasar ******, berani sekali ia melewati batasannya."


***************


Sementara itu di sebuah rumah mewah, tampak seorang wanita muda dengan jalan sempoyongan memasuki rumah mewah. Jam saat ini menunjukkan pukul 2 pagi. Wanita itu masuk menggunakan kunci serep, dan dengan mengendap-endap ia memasuki rumahnya yang terlihat gelap.


Baru 5 langkah, ia memasuki ruangan. Tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara seseorang.

__ADS_1


"Darimana saja kau Nita!!! tegur Tuan Aziz dengan suara menggelegar, ia juga menghidupkan lampu di ruangan itu.


Nita menghentikan langkahnya, ia terkejut mendengar suara Tuan Aziz yang berbeda dari biasanya. Tuan Aziz selalu berbicara lembut pada Nita, bahkan ia sama sekali tidak pernah membentak Nita. Ia selalu menghadapi kenakalan Nita dengan kesabaran yang luar biasa. Jadi teguran Tuan Aziz kali ini membuatnya takut. Apalagi sudah tidak ada lagi Susi yang berpura-pura menjadi Ibu angkatnya yang selalu membelanya.


Tuan Aziz, benar-benar menjalankan rencananya. Ia membelikan Susi sebuah rumah mewah dan juga memberikan uang yang cukup banyak. Dengan syarat Susi harus menyerahkan Nita pada asuhan keluarganya sekarang. Dan ia dilarang ikut campur apapun itu yang berkaitan dengan Nita.


Susi yang memang aslinya gila harta tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sekalipun Nita memohon padanya, ia sama sekali tak bergeming. Karena apa yang di tawarkan Tuan Aziz, nilainya lebih besar dibandingkan dengan bayaran yang ia dapat dari Bagas Kakaknya.


"Kenapa kau tidak menjawab, Apa pertanyaanku tidak sampai ke telingamu" ucap Tuan Aziz dingin, menatap Nita dengan pandangan yang menusuk.


"A-aku dari pesta ulang tahun sahabatku Pa" ucap Nita gugup.


"Apa pesta ulang tahun sahabatmu itu tiap hari, dan lihat dandanan serta pakaianmu. Kau seperti wanita yang tak memiliki norma agama." Tuan Aziz mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengawasi Nita. Karena selama 5 hari ia berada di luar negeri bersama istrinya membuat Nita selalu pulang larut malam dalam keadaan mabuk.


"A-aku hanya ingin merayakan kebahagiaan sahabatku saja Pa. Karena hari ini adalah ulang tahunnya."


"Ma-maaf Pa" Nita menundukkan kepalanya, ia sama sekali tidak menyangka kalau Tuan Aziz mengetahui kebohongannya.


"Pakaian kurang bahan, dandanan menor tak sesuai usia, pulang larut malam dalam keadaan mabuk, bergaul bebas tanpa menjaga batasan. apakah Nasihat Papa selama ini tidak kau anggap sama sekali. Kau benar-benar mengecewakan Papa."


Nita terus menundukkan kepalanya, bahkan saat ini pun ia merasa kesulitan untuk berdiri tegak. Karena efek mabuknya.


"Pergilah masuk ke kamarmu dan ingat selama sebulan ini kau di hukum tidak boleh keluar malam. Dan untuk kuliahmu Papa akan meminta supir mengantar jemputmu."


"Ta-tapi Ayah...,"

__ADS_1


"Tidak ada penolakan lagi, jika kau sampai berani melanggar ucapan Papa, maka Papa tidak akan segan lagi untuk menarik semua fasilitas yang Papa berikan padamu, mengerti."


"Me-mengerti Pa" Nita tertunduk lesu.


"Kembalilah ke kamarmu, kita bicarakan lagi besok" ucapan Tuan Aziz melembut menatap Nita.


Nita pergi meninggalkan ruangan itu dengan langkah sempoyongan. Tuan Aziz menatap Nita hingga bayangannya menghilang dari balik pintu. Ia mengelus dadanya mencoba bersabar menghadapi ulah Nita.


Tuan Aziz memasuki kamarnya, pergerakan Tuan Aziz yang membuka pintu kamarnya mengusik tidur istrinya.


"Papa..., ucap istri tuan Aziz.


"Mama belum tidur" Ucap Tuan Aziz lembut mendekati istrinya, lalu mengecup keningnya pelan.


"Apa Nita sudah pulang, apa ia baik-baik saja?"


"Tenanglah Ma, anakmu sudah pulang dan baik-baik saja. Tidurlah kita bicarakan masalah ini besok saja" Tuan Aziz mengusap rambut istrinya lembut. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Ia memasukkan tubuhnya ke dalam selimut hingga menutupi dadanya. Ia merengkuh istrinya ke dalam pelukannya.


************


Sementara di lain tempat, Dimas yang baru saja pulang dari club malam memasuki apartemennya. Kondisinya tidak jauh dari Nita. Ia sedikit mabuk dan berjalan sempoyongan.


Ia memasuki kamarnya dan menatap Tiara yang sudah terlelap tidur. Ia tersenyum melihat Tiara tertidur, ia melempar tas kerjanya ke sembarang tempat. Ia merangkak perlahan ke tempat tidur mendekati Tiara.


"Tidak perduli apapun yang terjadi, aku akan pastikan kau akan jadi milikku sepenuhnya. Aku akan membuatmu tidak akan bisa lepas dariku" ucap Dimas lirih menatap Tiara.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2