UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kekesalan Rendra


__ADS_3

"Jangan mencampuri urusanku" ucap Dimas kesal.


"Aku bukan hanya Dokter dari Tiara tapi aku juga sahabatmu. Aku tau kau terkadang tidak bisa mengontrol emosimu. Tapi tolong bersikap lembutlah padanya. Tahan Emosi dan sifat egoisme itu, jangan sampai kau menyesal jika nanti Tiara akan meninggalkanmu karena sifatmu itu.


Apa kau mencoba untuk mengguruiku? Kita adalah dua orang yang sama. Kita sama-sama bajingan. Jadi jangan sok mengguruiku. Satu lagi tugasmu adalah mengobati orang sakit bukan mencampuri urusan orang lain. Jadi fokuskan dirimu untuk menyembuhkan pasienmu. Jangan melewati batasanmu."


Dimas keluar dari ruangan Leo dengan perasaan kesal, sementara itu Leo hanya bisa menatapnya pasrah. Ia sedikit tertohok dengan ucapan Dimas. Karena yang di ucapkan Dimas memang ada benarnya. Mereka berdua adalah dua orang yang sama, menyakiti wanita karena keegoisannya.


**************


Kondisi Tiara saat ini sudah mulai membaik, ia ditempatkan di ruangan rawat khusus yang biasa keluarga Dimas tempati jika sakit. Dimas bahkan mengganti ranjangnya dengan ukuran yang lebih besar agar ia bisa tidur bersama Tiara.


Dimas saat ini tertidur di sebelah Tiara. wajahnya terlihat sayu dengan kantung mata yang menghitam karena semalaman tidak tidur. Ia terus memantau kondisi Tiara hingga dokter menyatakan Kondisi Tiara sudah baik-baik saja. Ia baru bisa memejamkan matanya, tidur di sebelah Tiara dengan menggenggam satu tangan Tiara yang tak terdapat jarum infus.


Tiara membuka matanya, memperhatikan pria yang tertidur lelap di sebelahnya. Tiara melepaskan genggaman tangan Dimas. Melihat wajah lelah Dimas yang tergambar jelas di wajahnya. Membuat Tiara secara tak sengaja mengelus wajah Dimas.


Dimas yang merasakan sentuhan Tiara, menangkap tangan Tiara dan menggenggamnya. Dimas membuka matanya, ia tersenyum menatap Tiara.


"Ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya Dimas dengan suara serak khas bangun tidur.


"Maaf"


"Untuk?"


"Karena tidak pulang tepat waktu"


"Lalu?"


"Pergi menemani bosku"


"Maksudmu?"


"Tuan Reno, adalah Bosku. Aku mengasuh anaknya"


"Telepon dia sekarang, katakan kau berhenti dari pekerjaanmu."

__ADS_1


"Tidak, bagaimana dengan perjanjian kita?"


"Aku yang akan membayarmu sesuai dengan seberapa besar ia membayarmu?"


"Sekarang telpon dia" Dimas menyodorkan telponnya.


"Tapi aku tidak memiliki nomornya"


"Aku sudah menyimpan namanya di ponsel, kau cari saja namanya"


Dengan berat hati ia menuruti Dimas, ia takut kalau Dimas kembali murka dengannya. Ia memencet nomor telpon yang tertera nama Reno. Ia terus mencoba menghubunginya, tapi sudah beberapa kali ia hubungi tak juga mendapatkan jawaban.


"Tidak di angkat" Tiara kembali menyodorkan kembali Hp Dimas.


"Bukankah kau masih harus menjelaskan padaku?"


"Apa?" Tiara mengerjapkan matanya bingung.


"Kenapa kamu bisa pingsan di kamar mandi dalam kondisi basah kuyup."


"Aku sangat takut kau akan marah padaku, pikiranku sangat kalut saat itu. Sampai aku lupa melepas bajuku saat mandi. ketika aku bermaksud ingin mengambil handuk dan melepaskan bajuku tiba-tiba aku jatuh terpeleset. kepalaku mengenai tembok kamar mandi dan aku jadi tidak sadarkan diri."


"Tidak, aku berkata benar?"


"Jangan ulangi lagi, kau tidak tahu betapa bahayanya kondisimu saat itu. Kau basah kuyup dan berada di tempat yang dingin begitu lama hingga membuatmu mengalami hipotermia. Kau tau betapa aku sangat mengkhawatirkanmu. Jadi jangan ulangi lagi, atau aku akan benar-benar menghukummu."


"Baiklah, tapi mengenai pekerjaanku, tolong ijinkan aku tetap bekerja di sana?"


"Tidak ada tawar menawar lagi Tiara. Kau harus berhenti dari sana. Kau tau Reno adalah seorang Duda, aku tak ingin kau terlalu dekat dengannya."


"Baiklah, tapi setidaknya ijinkan aku untuk bertemu Rendra lebih dulu, aku tidak ingin mengecewakannya. Ia sudah terlanjur dekat denganku. Dan untuk resign dari pekerjaan itu aku juga ingin membicarakan langsung dengan bosku aku tidak ingin berbicara lewat telepon.


"Baiklah setelah kau benar-benar sembuh, kau bisa menemuinya. Jaga batasanmu, jangan terlalu dekat dengannya."


Tiara menundukkan kepalanya, ia memejamkan matanya. Entah alasan apa nanti yang harus ia gunakan untuk berhenti dari pekerjaannya. Reno dan Rendra selama ini sangat baik padanya, padahal ia baru saja mengenal mereka.

__ADS_1


Aahhhh..., ia pasti nanti akan merindukan mereka.


"Tidurlah" Dimas mengecup pucuk kepala Tiara. Ia lalu ikut tertidur di sebelahnya. Dimas benar-benar lelah saat ini. Hingga ia melupakan amarahnya pada Tiara.


*************


Saat ini di rumah Reno, Rendra telah membuat kehebohan, Karena sudah dua hari ini Tiara tak muncul di kediamannya.


"Daddy, apa yang sebenarnya kau lakukan pada kakak cantik, kenapa setelah pergi denganmu dia tidak datang kemari sampai saat ini.


"Daddy tidak melakukan apapun, mungkin kakak cantik sakit"


"Daddy cepat telepon kakak cantik, aku merindukannya"


"Iya sayang, Daddy sudah coba menelpon dari tadi tapi Handphone kakak cantik nggak aktif."


"Kenapa Daddy tidak mendatangi rumahnya."


"Daddy tidak tau dimana rumahnya sayang."


"Daddy memang payah.Ini samua salah Daddy, aku tidak akan mengijinkan lagi Daddy pergi berdua saja dengan kakak cantik." Rendra menatap sebal ke arah ayahnya.


Reno hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan anaknya itu. Reno memang tau dimana Tiara tinggal tapi ia tidak tau persis dilantai berapa. Apalagi saat itu Tiara melarangnya datang ke kediamannya. Hal itu membuat Reno harus menghargai privasi Tiara.


Sebenarnya ia juga bertanya-tanya apa yang terjadi pada Tiara hingga ia tak datang ke kediamannya. walaupun ia merasa ada yang aneh dimalam terakhir pertemuan mereka, tapi Reno tidak berani mencampuri urusan Tiara terlalu dalam. Karena ia memang tidak berhak melakukannya.


"Kak Monaaa...., ayo temani aku ke rumah Oma" Rendra mengajak Mona ke rumah Omanya karena saat ini ia merasa kesal dengan Daddy nya ia beranggapan ketidakhadiran Tiara kali ini adalah kesalahan Daddy nya.


Dengan diantar sopir dan ditemani Mona, Rendra akhirnya berangkat ke rumah Omanya. meninggalkan Reno sendiri di temani para Maid.


Hari ini adalah hari Minggu padahal Reno sudah berencana ingin mengajak Rendra dan Tiara keluar menghabiskan waktunya bertiga. Tapi apa mau dikata rencana tinggallah rencana tak sesuai Realita.


Sementara itu saat ini orang yang sedang mereka ributkan juga dalam kondisi yang galau. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena kehidupan yang ia miliki sepenuhnya berada di bawah kontrol Dimas.


Semenjak Tiara sakit ia tidak pernah meninggalkan Tiara, ia selalu berada di samping Tiara. Dimas tidak akan membiarkan orang lain seenaknya menyentuh yang sudah ia klaim miliknya. Entah harus merasa senang atau sedih. Sekalipun pria itu saat ini memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Tapi tetap saja Tiara merasa masih sulit untuk menggapai pria itu.

__ADS_1


TBC.


Terimakasih banyak atas dukungannya, jangan lupa like, vote dan komentarnya. Love U All 🤗😘


__ADS_2