UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Canggung.


__ADS_3

Suasana di dalam mobil terasa canggung bagi Nara. Entah apa yang terjadi dengan Dewi dan juga Mike sebelumnya. Dewi yang biasanya bergelayut manja dan tersenyum pada Mike tampak Diam hari ini.


Pikiran Dewi seperti kosong dan berkelana entah kemana. Nara memperhatikan Dewi yang memilih duduk di belakang dan bukannya di sebelah Mike seperti biasanya.


Hanya memerlukan waktu 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan. Sebuah gedung mewah yang di jaga ketat oleh beberapa satpam.


Suasana tampak lenggang di gedung depan sekolah karena jam masuk sekolah sudah dimulai.


Mereka langsung dibawa menemui kepala sekolah begitu mereka tau tujuannya ke tepat itu.


"Tuan Mike Darius Pratama, anda ingin mendaftarkan dua orang siswi atas Nama Nara dan Dewi, benar!" tebaknya, padahal Mike belum juga berkata apa-apa, ia baru saja mengenalkan namanya.


"Bagaimana Anda tau Pak Kepala Sekolah?" tanya Mike heran.


"Maaf registrasi atas nama dua siswi yang ingin bapak daftarkan sudah masuk dan terdaftar di sekolah kami. Jadi mereka sudah bisa masuk mulai besok" ucap kepala sekolah itu membuat Mike bertambah bingung.


"Bagaimana bisa Pak, kami kan baru daftar hari ini. Terus untuk masalah biaya bagaimana? berapa yang harus saya bayar?" tanya Mike lagi.


"Dua siswi ini sudah di daftarkan langsung oleh pemilik sekolah ini, begitu juga dengan biaya yang harus di keluarkan. Jadi dua siswi ini tidak perlu mendaftar atau membayar biaya apapun sampai mereka lulus nanti" jelas kepala sekolah itu membuat Mike makin bingung.


Apa ada orang yang diam-diam mendaftarkan Nara dan Dewi, batin Mike


"Maaf kalau saya boleh tahu siapa nama pemilik sekolah ini yang sudah mendaftarkan Nara dan juga Dewi?" tanya Mike lagi.


"Tuan Besar Adi Nugraha" ucap kepala sekolah itu. Jawaban kepala sekolah sudah dapat menghilangkan rasa penasaran Mike. Ternyata Kakek dari Kakaknya itu memang benar-benar pengusaha besar.


Tidak hanya memiliki Hotel dan Rumah sakit tapi juga perusahaan Properti, percetakan, Mal, sekolah, Pom bensin, swalayan dan lain-lain. Pantas saja ia masuk ke daftar 10 orang terkaya se-Asia. Walaupun Mike juga bukan orang miskin dan termasuk pengusaha sukses, tapi harta Mike tak sebanding dengan keluarga Nugraha.


"Terimakasih banyak Pak kalau begitu kami mohon pamit undur diri" ucap Mike setelah tak ada lagi yang harus ia lakukan.


"Silahkan Pak, jangan lupa Dewi dan Nara sudah bisa sekolah mulai besok" ucap Kepala sekolah itu.

__ADS_1


Mike, Dewi dan Nara kembali masuk kedalam mobil, tak lama terdengar suara handphone Mike berbunyi.


"Hallo Kak, ada apa?" tanya Mike begitu mengangkat telponnya.


"Kau sedang ada dimana? Apa kau sibuk hari ini?" tanya Dimas.


"Saya masih di depan gedung sekolah Kak, tapi sekarang ingin menuju pulang" jawab Mike.


"Apa Dewi dan Nara ada bersamamu saat ini?" tanya Dimas lagi.


"Ya, Kak" sahut Mike.


"Aku tidak bisa ke rumahmu hari ini, ada dua bayi yang harus istriku jaga. Bisakah kau ajak Nara dan Dewi kemari. Tiara ingin bertemu mereka, katanya sih ia kangen" Jelas Dimas.


"Baik Kak, saya kesana sekarang" ucap Mike mengakhiri pembicaraannya.


"Kak Dimas telpon dan bilang kalau Tiara ingin bertemu kalian. Kalian berdua tidak keberatan kan kalau berkunjung ke rumah Kakek?" tanya Mike pada Dewi dan juga Nara.


"Bisakah salah satu dari kalian duduk di sebelahku. Aku seperti seorang supir karena tidak ada yang mau duduk di sampingku dari tadi" ucap Mike menoleh kebelakang memperhatikan Nara dan Dewi.


Mike tahu Dewi sedang marah padanya, tapi Mike juga tahu itu tidak akan berlangsung lama seperti biasanya. Paling besok juga Dewi sudah lupa dan kembali menyapanya.


"Dewi kau duduklah di sebelah Kak Mike" ucap Nara menoleh pada Dewi yang tak bersuara semenjak berangkat sampai dengan sekarang.


Dewi cuek tidak menanggapi Nara, ia memalingkan wajahnya dan memperhatikan mobil yang berlalu lalang dari balik kaca jendela.


"Baiklah, aku yang akan duduk di depan" ucap Nara akhirnya.


Setelah menempuh waktu 35 menit mereka sampai di rumah Kakek. Sebelum Dewi dan Nara turun dari mobil Mike menitipkan sebuah pesan.


"Kakak titip salam aja buat yang ada dirumah, Kakak nggak bisa ikut kalian karena hari ini ada rapat penting. Tolong kalian baik-baik disana dan yang rukun, nanti pasti aku susul setelah pekerjaanku selesai" jelas Mike pada Dewi dan Nara.

__ADS_1


Atas petunjuk pelayan, Dewi dan Nara langsung menuju ke ruang bermain anak yang ada di lantai satu. Ruangan itu baru saja Dimas sulap dua hari yang lalu saat kepindahan Nara dan Dewi.


Di dalam ruangan itu terdapat dua bayi bertubuh montok, baby sister dan juga Tiara. Sementara Dimas dan Ayahnya bekerja. Sedangkan Kakek ada urusan lain dengan sahabatnya


"Hallo Dedek Aqilla" sapa Nara mendekati Aqilla.


"Baru dua hari nggak ketemu, pipi dedek Aqilla udah kayak bakpao" ucap Nara lagi.


"Apa kabar kalian berdua?" tanya Tiara.


"Baik Kak" sahut Nara sementara Dewi masih saja diam.


"Dewi apa kau sakit, kau terlihat berbeda hari ini" tanya Tiara. Ia dapat merasakan Dewi tidak seperti biasanya, ia terlihat Diam dan tidak fokus.


"Eh tidak kak, saya baik-baik saja. Mungkin karena saya kurang tidur" ucap Dewi akhirnya tersenyum.


"Kalau kau mengantuk kau bisa tidur di kamarmu yang kau tempati dulu. Kamar kalian selalu di bersihkan pelayan setiap hari, jadi kalau kalian sewaktu-waktu kesini dan ingin beristirahat kalian bisa menuju ke kamar kalian masing-masing" jelas Tiara.


"Tidak Kak Dewi ingin disini saja. Siapa anak laki-laki tampan ini" perhatian Dewi teralihkan pada bocah kecil tampan yang berusaha merangkak ke arahnya.


"Dia Angga, sepupu Aqilla. Kedua orangtuanya sedang ada urusan jadi di titipkan disini bersama Baby sister nya" jelas Tiara, ia senang akhirnya Dewi tidak terlihat bengong lagi.


"Kau ingin bermain denganku" Dewi mengambil bocah kecil itu yang sudah sampai di kakinya.


Dewi duduk di dekat Tiara dan memangku Angga, sementara Nara memangku Aqilla. Bocah kecil itu langsung lengket dengan Nara begitu menyadari kedatangan Nara. Tiara tersenyum lega karena semua baik-baik saja. Mike pernah menyampaikan pada Tiara Kekhawatiran tentang Dewi dan Nara yang kadang-kadang tidak rukun.


Syukurlah semua baik-baik saja. Mudah-mudahan selamanya keluarga ini bisa harmonis seperti ini, batin Tiara tersenyum.


"Kak, Angga pup" ucap Dewi ketika melihat ekspresi wajah bocah itu dan juga bau tak sedap.


"Ya ampun den Angga, dipangku Kakak cantik kok langsung di kasih hadiah" ucap Baby sister nya lalu mengambil Angga dari tangan Dewi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2