
Dimas yang terus bergumam dalam hati akhirnya tak sabar. Ia memaksa untuk menembus penjagaan.
"Tiaraaaa!!!" teriak Dimas sekuat tenaga.
Pengawal yang memperingatkan Dimas untuk mundur diabaikan oleh Dimas. Hingga mereka terpaksa melakukan kekerasan dengan mendorong Dimas.
Bersamaan dengan Dimas jatuh, Tiara menoleh kebelakang.
"Ada apa?" tanya Alex ketika Tiara menoleh kebelakang dan terlihat bingung.
"Sepertinya ada yang memanggil namaku. Apa kau mendengarnya?" tanya Tiara.
"Tidak ada siapapun yang memanggil namamu, kau berhalusinasi sepertinya. Ayo!!" Alex menggandeng tangan Tiara dan membawanya ke parkiran khusus yang telah disediakan. Ia akan mengunjungi tempat yang lainnya.
Dimas yang terjatuh menatap sikutnya dan telapak tangannya yang terluka menghantam aspal. Ia membersihkan lengannya dan kembali berdiri menatap kemana arah Tiara melangkah.
Ia bisa melihat Tedi yang menggandeng tangan istrinya menuju kedalam mobil, mereka pergi entah kemana.
"Tedi brengseekkkk" teriak Dimas kesal. Orang-orang disekitarnya menatap Dimas dengan heran. Entah kesambet apa Nona cantik itu hingga berteriak tak jelas.
Dimas yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa memandang kepergian istrinya dari jauh. Ingin sekali ia mengikuti mobil itu tapi sayang tidak ada kendaraan di dekatnya.
"Tunggu kau brengseekkkk, aku akan membuatmu merasakan penderitaanku 10x lipat." Dimas berteriak sehingga menjadi pusat perhatian orang disana.
Dimas berusaha mencari tahu tujuan Tedi selanjutnya. Ia bertanya pada para penjaga disana, tapi mereka semua menggelengkan kepalanya bahkan ada yang sengaja mengacuhkannya.
"Bagaimana caraku menemuimu, dasar sial" Dimas berjalan keluar sambil menggerutu. Hingga langkahnya terhenti tiba-tiba ketika indera pendengarannya menangkap percakapan Ibu-ibu yang berjualan asesoris.
"Istri putra mahkota cantik ya."
"Iya cantik, dan Putra Mahkota juga romantis. Aku dengar tadi ia mengajak Putri Naura untuk ke acara pembukaan Mall. Dan aku juga dengar tadi asistennya bilang perhiasan yang mereka pesan di Mall itu untuk putri sudah selesai, jadi mereka ingin mengambilnya sekalian. Duuuhh romantisnya Putra Mahkota."
"Wah aku jadi iri." pembicaraan ibu-ibu pedagang membuat semangat Dimas bangkit. Ia berjalan mendatangi Ibu-ibu itu.
"Maaf Bu, Putra Mahkota pergi ke Mall yang mana ya?" tanya Dimas tiba-tiba bersemangat.
"Kamu ini siapa? Jangan coba-coba ngerayu putra mahkota kami ya. Dia sudah punya istri dan istrinya juga lagi hamil. Jangan suka kecentilan deh jadi perempuan" Ibu itu menjadi curiga memperhatikan Dimas yang berbalut pakaian seksi.
"Tenang Bu, saya sebenarnya bukan pengagum Putra Mahkota. Tapi saya pengagum rahasia istrinya."
"Kenapa begitu, memangnya apa yang ingin kau lihat dari putri mahkota. Kau ini terlihat mencurigakan!" Ibu itu masih tak percaya dengan penjelasan Dimas.
Ya, ampun sulit banget ya ngebujuk emak-emak, batin Dimas.
"Wah ini semua jualan Ibu ya, wah barangnya cantik dan bagus-bagus banget. Berapa semuanya ini Bu?" Dimas tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. Ia menunjuk Asesoris kalung yang berjejer di dekatnya.
"Kamu mau beli atau cuma mau tanya doang?" Ibu itu masih saja sewot dengan Dimas. Kehadiran Dimas membuat mereka harus berhenti bergosip seputaran kehidupan Putra Mahkota.
"Mau beli dong Bu, semua kalung yang disebelah sini ya Bu, saya borong karena hari ini Ibu cantik banget" puji Dimas membuat ibu itu tersenyum sumringah, Ibu itu senang luar biasa karena kalung asesoris yang ia jual di borong oleh Dimas.
"Wah ternyata Nona orang kaya, saya pikir Nona kesini hanya ingin majang tampang doang. ternyata Nona emang yang terbaik" puji Ibu itu merasa senang karena semua kalung asesoris laris manis di beli oleh Dimas.
"Tapi sayang ya Bu, keinginan saya hari ini belum terkabul. Padahal saya tadinya datang kemari karena ingin melihat kecantikan istri putra mahkota yang tersohor. Eh begitu sampai mereka malah sudah pergi, apeskan bu" Dimas membayar semua harga kalung itu menggunakan kartu debit, ia juga menampakkan wajah memelas seolah-olah keinginannya melihat Istri Putra Mahkota gagal.
"Kenapa nggak bilang dari tadi? kalau mau sekedar lihat saja mah gampang. Rombongan putra mahkota itu pergi ke Mall Baru, mall terbesar yang ada dipusat kota. Tidak jauh dari sini hanya satu kilometer ke arah barat" ucap Ibu itu memberitahu Dimas.
haduuuh perasaan udah tanya dari tadi tapi malah di curigai, batin Dimas mendengus kesal
"Terimakasih ya Bu" Dimas mengambil kartunya setelah selesai proses pembayaran.
"Kalungnya Nona!!!" teriak Ibu itu.
"Bagikan saja ke pengunjung Bu!!" teriak Dimas sambil berlalu pergi. Lagi-lagi ia berlari dengan menyincing sepatunya dan menaikkan sedikit rok span nya.
"Dasar emak-emak dimana-mana sama aja, harus disogok duit dan pujian baru deh urusan lancar" gerutu Dimas. Dengan segera ia menghentikan taksi yang lewat dan memberitahukan arah tujuannya.
Lagi-lagi perjalanan menuju Mall, macet Total.
Siapa lagi pelakunya jika bukan kehadiran sang Putra Mahkota dan rombongannya.
Pembukaan Mall yang dihadiri dengan orang-orang penting cukup menyita publik. Belum lagi hiburan yang mereka tampilkan dengan mengundang Penyanyi nasional dan juga daerah, menarik banyak minat masyarakat untuk mengunjungi Mall hari ini.
Hari ini benar-benar perjuangan yang berat buat Dimas. Ia kembali memilih jalan kaki ke Mall itu karena kemacetan yang padat merayap.
Buliran keringat sudah membasahi baju belakangnya dan juga sekitaran wajahnya. Untung saja ia mengenakan make-up water proof, sehingga tidak mempengaruhi penampilan wajahnya.
Akhirnya Dimas sampai di dalam Mall dengan perjuangan besar, menerobos sekumpulan orang hingga ia harus rela kehilangan salah satu sepatu hak tingginya.
Rupanya acara peresmian Mall sudah selesai dan saatnya Putra Mahkota menikmati pertunjukan musik yang akan ditampilkan.
__ADS_1
Dimas bisa melihat Tiara yang duduk di barisan depan bersama putra mahkota dan beberapa orang penting lainnya.
"Alhamdulilah aku masih punya kesempatan. pikirkan Dimas! pikirkan bagaimana caranya kau bisa menemui istrimu tanpa membuat Tedi curiga!" Dimas menatap Tiara dari jauh sembari memikirkan rencananya.
Setelah mendapatkan sebuah ide Dimas langsung memasuki Mall, ia membeli baju, sepatu dan alat make up untuk memperbaiki penampilannya. Ia melakukannya dengan cepat.
Dimas menyuap beberapa anggota kru dengan segepok uang agar bisa ambil bagian dalam acara. Bahkan Dimas mengikuti tes uji suara sebelum ia diijinkan menyumbangkan sebuah lagu.
Dengan penuh percaya diri, Dimas naik ke atas panggung dengan tampilan seorang wanita yang sangat cantik. Ia diuntungkan karena Tiara sudah mengenali penyamarannya sebagai wanita sebelumnya.
Tiara yang memang saat ini sedang fokus melihat ke panggung terkejut hingga berdiri dari duduknya.
"Ada apa?" tanya Alex ketika melihat Tiara tiba-tiba berdiri.
"Tidak hanya punggungku sedikit gatal" ucap Tiara beralasan. Ia melihat Dimas yang memberi kode untuk diam dengan cara Dimas mengusap bibirnya menggunakan jari telunjuk.
Walaupun Tiara sedikit heran dan bertanya-tanya mengapa Dimas harus muncul dengan cara seperti ini, tapi ia tak mau ambil pusing. Ia tahu suaminya pasti punya alasan dibalik ini semua, Tiara akan mengikuti rencana Dimas.
"Selamat siang, maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya ingin mempersembahkan lagu ini untuk orang yang aku cintai dan rindukan sebuah lagu dari Richard Marx dengan judul Right here waiting for you."
Oceans apart day after day
Dipisahkan lautan hari demi hari
And I slowly go insane
dan perlahan aku hilang dalam kegilaan
I hear your voice on the line
Aku dengar suaramu di satu arah
But it doesn't stop the pain
Tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa sakit
If I see you next to never
Jika aku bisa melihat kemudian kau tiada
How can we say forever
Bagaimana kita bisa berkata bersama
Wherever you go
kemanapun kau pergi
Whatever you do
Apapun yang kau lakukan
Aku akan selalu di sini menunggu mu
Whatever it takes
Apapun yang terjadi
Or how my heart breaks
Atau betapa pun tercabik nya hati ku
Aku akan ada di sini menunggu mu
I took for granted, all the times
Akan aku jalani ini dengan ikhlas, di setiap waktu
That I thought would last somehow
Yang ku rasa mungkin akan bertahan
I hear the laughter, I taste the tears
Aku mendengar tawa, aku merasakan tangis
But I can't get near you now
Tapi aku tidak bisa berada di dekat mu saat ini
__ADS_1
Oh, can't you see it baby
Oh, tidakkah kau melihatnya sayang
You've got me going crazy
Kau telah membuat ku gila
Wherever you go
Kemanapun kau pergi
Whatever you do
Apapun yang kau lakukan
Aku akan selalu di sini menunggu mu
Whatever it takes
Walau apapun yang tejadi
Or how my heart breaks
Atau betapapun tercabiknya hatiku
Aku akan selalu di sini menunggumu
I wonder how we can survive
Aku bertanya bagaimana kita bisa bertahan
This romance
Percintaan ini
But in the end if I'm with you
Tapi jika pada akhirnya aku bersama mu juga
I'll take the chance
Aku akan mengambil kesempatan itu
Wherever you go
Whatever you do
Iwill be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
Waiting for you
Tiara tak bisa melepaskan pandangannya dari Dimas. Ia sangat menikmati lagu yang Dimas bawakan, ia tersenyum ketika Dimas menatapnya. Walaupun lagu yang dibawakan Dimas membuat Tiara mengucurkan air matanya, tapi senyuman di wajah Tiara tak pernah pudar.
Dimas mengakhiri lagunya dengan sebuah pesan.
"Buat kau yang kurindukan, aku selalu menunggumu di tempatmu bersembunyi ketika kau marah padaku, terimakasih" ucap Dimas diakhiri dengan tepukan meriah penonton. Mereka cukup terhibur dengan lagu yang Dimas bawakan walaupun mereka sempat terhanyut dalam kesedihan lirik lagunya.
"Kau kelihatannya sangat menyukai lagunya, kau Bahkan tak berkedip menatap penyanyi itu sedari tadi. Untung dia wanita kalau tidak aku akan curiga, kalau kau jatuh cinta pada penyanyi itu" ucap Alex.
"Tidak, aku hanya terharu karena sedang merindukan seseorang" Tiara menghapus air matanya yang menggenang di pipinya.
"Aku ingin ke toilet" ucap Tiara lirih pada Alex.
"Biarkan pengawal mengantarmu" ucap Alex.
"Tidak, aku bisa sendiri."
"Pergi dengannya atau tidak sama sekali" ujar Alex membuat Tiara kesal.
"Baiklah, terserah kau saja" Tiara memilih mengalah. Ia ingin segera pergi ke toilet untuk menemui seseorang yang ia rindukan.
Tiara menyimak pesan Dimas dan mengerti maksudnya. Dimas mengisyaratkan dirinya yang jika sedang ngambek suka bersembunyi dari Dimas. Tiara suka bersembunyi di kamar mandi jika sedang marah, sehingga membuat Dimas harus keliling mengitari rumah hanya sekadar untuk mencari Tiara.
Dimas saat ini sudah berada di dalam Toilet, ia berdiri didepan cermin menunggu kedatangan Tiara.
__ADS_1
Mudah-mudahan kau mengerti maksudku sayang, Dimas membatin Dalam hati.
TBC.