UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Menemui Mona dan Tiara


__ADS_3

Suasana rumah baru Reno sangat Ramai, undangan di dominasi teman-teman sekolah Rendra, anak-anak panti asuhan dan juga sahabat terdekat Reno dan Mona.


"Mommy Ara, dedek Aqilla imut ya. Rendra jadi gemes" ucap Rendra, ia memanggil Tiara dengan sebutan baru. Rendra memperhatikan Aqilla yang ada di gendongan Tiara, bayi yang baru berusia dua Minggu itu tampak imut.


"Rendra mau adik berapa dari Mommy Mona" tanya Tiara.


"Rendra mau tiga, biar rame. Dedek Aqilla kok tidur terus sih. Kapan Dedek Aqilla bisa main sama Rendra?" tanya Rendra lagi.


"Dedek Aqilla masih baby, jadi senengnya tidur. Mommy mau bawa dedek Aqilla bobok dikamar dulu ya. Rendra main aja dulu sama temen-temen Rendra. Nanti kalau desk bangun baru main sama Rendra lagi" ucap Tiara, sedari tadi Rendra lebih tertarik dekat dengan Aqilla di bandingkan teman sebayanya.


Reno sudah menyediakan kamar untuk Tiara dan Aqilla, karena mereka menginap di rumah Reno sesuai permintaan Rendra. Begitu juga Nara yang ikut menginap sedangkan Kakek hanya ke tempat Rendra sebentar setelah itu ia pergi karena ada hal yang harus ia urus.


Ulang tahun Rendra di adakan di luar ruangan, tepatnya disamping rumah mereka. Ada tempat bermain khusus anak-anak dan juga kolam renang. Anak-anak menikmati acara, ada yang bermain dan ada yang berenang. Nara ikut sibuk membantu melayani anak-anak dan tamu undangan sehingga ia melupakan handphone miliknya.


Tiara sama seperti Nara, membiarkan handphone miliknya di dalam tas dan meninggalkannya di kamar. Hingga mereka tidak tahu jika Mike dan Dimas menghubungi mereka.


Acara berlangsung meriah dan anak-anak juga puas bermain. Rendra, memberi bingkisan hadiah sebagai penutup acara pesta ulang tahunnya.


"Akhirnya setelah beberapa jam acara selesai juga, para pelayan merapikan bekas tempat acara.


Mona mengajak Nara, Rendra dan suaminya Reno untuk masuk ke dalam. Mereka duduk di atas karpet empuk ruang keluarga, meluruskan kaki dan punggung yang terasa pegal.


"Ah, akhirnya selesai juga acaranya. Kaki Rendra pegel banget. Besok kalau Rendra ulangtahun nggak usah di ramein gini Mom' Rendra capek. Mending ulangtahunnya bareng dedek Aqilla aja" protes Rendra.


Ya, acara ulang tahun Rendra memang di gagasi oleh Mona. Ia hanya ingin lebih mengenal teman-teman Rendra.


"Kalau berdua dedek Aqilla namanya bukan ngerayain ulang tahun Rendra. Kalau ngerayain itu ya harus rame-rame gini" sahut Mona tak mau kalah. Mona dan Rendra memang suka berdebat hal yang tak penting. Bukan karena Mona tak mau mengalah tapi ia lebih ingin akrab dan bersahabat dengan anak sambungnya itu.


"Mommy Tiara mana Ren?" tanya Mona pada Rendra.


"Tadi sih katanya ke kamar, soalnya dedek Aqilla bobok terus" jawab Rendra.


"Paling Tiara ikut ketiduran dia Kak. Kasihan ia kecapean kak, semalaman Aqilla rewel terus nggak mau ditidurkan maunya minta gendong terus" sahut Nara.


"Mungkin Aqilla kangen Daddy nya" sahut Reno. Ia sedari tadi menyimak pembicaraan Mona, Rendra dan Nara.


"Mungkin juga ya Kak" sahut Nara lagi.


"Oh ya Gimana kabarnya Dimas dan adiknya itu, siapa namanya?" tanya Reno menatap ke Nara.

__ADS_1


"Kak Mike" sahut Nara singkat.


"Aku melihat di berita online bencana sudah bisa diatasi, jadi kapan kira-kira mereka kembali?" tanya Reno pada Nara.


"Saya juga kurang tahu Kak, kami sama sekali nggak bisa menghubungi mereka. Disana sangat sulit jaringannya. Kami berharap mereka baik-baik saja dan kembali dalam keadaan sehat" ucap Nara penuh harap.


"Aamiin, mudah-mudahan segera tuntas urusannya disana dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga disini" sahut Mona. Ia menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya Tiara.


"Aku mau lihat Kak Tiara dulu ya Kak" ucap Nara bangun dari duduknya.


"Aku ikut Kak" sahut Rendra ikut bangun dan menyusul Nara.


Nara membuka pintu pelan-pelan, ia sengaja tidak mengetuk pintu karena khawatir Aqilla terbangun.


Benar saja tebakan Nara, Tiara tertidur miring di sebelah putrinya. Dan ternyata Aqilla malah sudah terbangun. Bayi kecil itu menatap sekitarnya sembari menggerak-gerakkan kaki dan tangan mungilnya.


Dengan hati-hati Nara mengambil Aqilla, dan membawanya keluar kamar. Nara membawa Aqilla ke kamar Rendra yang tepat di sebelah kamar tamu yang di tempati Tiara.


Nara melakukan semua itu agar Tiara bisa istirahat dengan tenang. Tiara selama ditinggal Dimas, jika malam hari Aqilla rewel selalu ia tangani sendiri. Ia tidak ingin membangunkan Nara maupun pelayan. Ia tidak ingin mengganggu tidur mereka.


Kakek sudah menawarkan untuk mengambil jasa Baby sister tapi Tiara menolaknya mentah-mentah.


Nara menaruh dedek Aqilla di atas tempat tidur Rendra.


************


Sementara itu di kediaman Kakek Dimas. Papa Teo, Dimas dan Mike makan malam bersama. Setelah makan malam ia berencana menjemput Tiara. Sementara Kakek Dimas, ia tidak pulang karena keluar kota. Ia mendapatkan undangan pernikahan cucu sahabatnya.


"Kak, kau mau kemana?" tegur Mike melihat Dimas berjalan keluar.


"Menemui Tiara!" sahut Dimas.


"Aku ikut Kak" Pinta Mike, ia juga merindukan anak asuhnya itu.


Dimas melajukan mobilnya ke kediaman baru Reno. Ia mendapatkan alamatnya dari asistennya Erick.


"Kau terlihat tegang!" ucap Dimas pada Mike.


"Tidak, jawab Mike singkat. Sebenarnya ia sangat merindukan Nara dan berharap memiliki kesempatan berduaan dengan Nara.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Dimas memberi salam.


"Wa'alaikumsalam, masuk Dim" sambut Reno yang kebetulan berada di ruang depan bersama Mona dan Nara. Ia memperhatikan Dimas yang terlihat agak kurus dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar wajahnya yang tampak tak terawat.


Ya, semenjak ia miliki Tiara, ia tidak pernah mencukur jenggot dan kumisnya, karena Tiara melakukan semua itu untuknya.


Nara tersenyum melihat kehadiran Mike, tanpa ia sadari langkah kakinya menuju ke Mike.


"Kak Mike" Nara mendekat dan memeluk Mike. Mike membalas pelukan Nara.


"Eehhemmm" Dimas berdehem membuyarkan pelukan Nara


"Eh Kak Dim, apa kabar" Nara melepaskan pelukannya dengan canggung. Ia menghampiri Dimas dan mencium punggung tangannya.


"Kabar baik, mana istriku?" tanya Dimas. Pandangannya mengitari seluruh ruangan.


"Di kamar lantai dua sebelah kamar Rendra, ia baru saja naik ke atas menidurkan Aqilla" sahut Mona.


"Kalau gitu aku susul Tiara ke atas dulu" ucap Dimas menuju ke atas dan menaiki tangga.


"Sampai di atas ia bisa melihat Tiara yang membelakanginya sepertinya ia sedang memberi susu putrinya. Sementara Rendra tidur di sebelah Aqilla.


Rendra yang mengetahui keberadaan Dimas ingin membangunkan Tiara yang lagi-lagi tertidur. Dimas memberi kode agar Rendra tak melakukannya. Rendra memilih meninggalkan mereka bertiga, dengan hati-hati ia menutup pintu.


Dimas menidurkan tubuhnya di samping Tiara dan memeluknya dari belakang, mencium aroma tubuh Tiara yang sudah lebih Dari seminggu ia rindukan.


Ruang tempat tidur disamping Tiara sebenarnya sangat sempit hingga Dimas harus memposisikan tubuhnya miring sembari memeluk Tiara.


Tiara yang merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya terkejut, hingga membuat gerakan mundur ke belakang.


Dimas yang hanya mendapatkan ruang sempit akhirnya terjatuh.


"Aduuuhh sayang, ucap Dimas mengelus bokongnya yang mendarat sempurna.


Tiara yang merasa mengenali suara di sebelah nya langsung menoleh kebelakang, ia terkejut menatap suaminya yang terjatuh.


"Mas!!" seru Tiara.


TBC

__ADS_1


__ADS_2