UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Berkunjung Ke Makam


__ADS_3

Saat ini Dimas sedang menghubungi kakeknya, ia ingin meminta bantuan Kakeknya agar ia bisa menambah jumlah saham di perusahaan Osvaldo. Uang yang ia gunakan untuk membeli saham sebelumnya sudah cukup menguras tabungannya.


Dimas juga menunggu Osvaldo untuk menepati janjinya. Dimas berjanji akan menambah jumlah investasinya asal Osvaldo memenuhi keinginannya.


"Apa kamu yakin rencanamu akan berhasil?" tanya Kakek ragu.


"Selama Pangeran Osvaldo bisa mendapatkan tanda tangan Raja di berkas itu, maka rencanaku akan berjalan lancar" ucap Dimas.


"Apa dia tidak mencurigaimu? Kakek tidak ingin kau berakhir mengenaskan di negeri orang. Pulanglah, Kakek akan membantumu membebaskan Tiara melalui jalur gelap" ucap Kakek.


Jalur gelap disini yang di maksud Kakek adalah perkumpulan mafia. Kakek yang lama terjun di dunia bisnis memiliki jaringan mafia tersendiri.


"Dia adalah istriku Kek, jadi aku yang harus menyelamatkannya. Lagipula Pangean Osvaldo berpikir aku hanya memiliki 20% saham saja, ia tak tahu jika aku sudah mengakusisi 11% saham perusahaannya di pasar saham. Jadi aku sudah mempunyai 33% saham" jelas Dimas.


"Dan kau bisa memiliki lebih besar lagi, jika kau menambah investasimu" ucap Kakek.


"Tentu Kek, itu yang akan aku lakukan. Aku akan menggelontorkan dana sebesar apapun perusahaan butuhkan, hingga tanpa mereka sadari perusahaan itu akan jadi milikku" ucap Dimas.


"Baiklah aku beri kau waktu sebulan, jika dalam waktu sebulan kau belum juga bisa membawa Tiara dan calon cicitku. Maka kau harus kembali apapun yang terjadi, biar Kakek yang selesaikan dengan cara Kakek" ucap Kakek Dimas terlihat kesal.


"Kakek jangan khawatir aku pasti bisa membawa pulang istriku sebelum waktu yang Kakek tentukan."


"Baiklah Kakek ikuti permainanmu untuk saat ini, Katakan saja kalau kau membutuhkan dana berapapun. Ingat tetap berhati-hati dan jangan terlena atau merasa yang paling hebat karena diatas langit masih ada langit, berhati-hatilah" Nasehat Kakek untuk Dimas.


Dimas menyetujui ucapan Kakeknya, ia menyudahi pembicaraannya di telpon dan kembali menghubungi anak buahnya untuk mengetahui bagaimana kondisi keluarga kerajaan.


Hari yang di tunggu-tunggu Dimas telah tiba. Ia hari ini ada temu janji dengan Osvaldo di hotel Queen, ia penasaran apakah Osvaldo berhasil mendapatkan yang ia minta. Ini akan menjadi kunci sukses rencana Dimas.


"Saya harap Nona tidak menyalahgunakan ini" ucap Osvaldo menyodorkan berkas yang berada di dalam map biru.


"Tenang saja, saya hanya membutuhkan jaminan keamanan berinvestasi di perusahaan Anda. Saya tidak akan ikut campur atas masalah kerajaan" ucap Dimas mengambil berkas itu, ia memeriksanya dan tersenyum karena mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan tambahan sejumlah investasi yang Nona janjikan" tanya Osvaldo, ganti menagih janji Dimas.


"Tunggu sebentar" Dimas segera menghubungi Kakeknya untuk mentransfer sejumlah dana ke perusahaan Osvaldo. Jumlah dana yang di gelontorkan Dimas tidak main-main, nilai uang itu setara dengan harga hotel bintang lima dan rumah sakitnya yang ada di Jepang. Untung saja Kakeknya termasuk dalam daftar orang terkaya di Jepang.


"Baiklah Nona, selamat bergabung di perusahaan kami. Anda adalah pemilik saham terbesar nomor dua setelah saya. Tambahan Investasi yang anda berikan membuat jumlah saham nona yang awalnya 20% naik menjadi 30%. Saham kita hanya berbeda tipis yaitu sebesar 5%. Saya harap nona menepati janji anda untuk tidak menggunakan kekuatan anda untuk mencampuri urusan internal kerajaan, terutama untuk masalah Tahta"


"Tenang saja, anda bisa memegang kata-kata saya" ucap Dimas. Dimas memang berjanji untuk tidak ikut campur masalah tahta, ia hanya ingin istrinya kembali padanya dan memberi pelajaran pada Tedi ( Pangeran Alex ).


Dimas yang menggelontorkan sejumlah dana ke perusahaan Osvaldo menambah jumlah presentasi saham yang ia miliki. Belum lagi saham 11% yang ia beli pada saat sebelum pelelangan saham.


Saham yang Dimas beli di pasar saham itu ia atas namakan istrinya Tiara. Ini ia lakukan agar pihak kerajaan tidak mengetahui kalau Dimas diam-diam sedang memborong saham untuk menyusun kekuasaan di perusahaan itu. Dan tanpa mereka sadari Dimas akan menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


"Bagaimana, apa berhasil" tanya Dimas melalui telpon pada anak buahnya.


"Besok saya akan melakukan meeting dengan mereka Tuan.


"Baiklah, tawarkan harga terbaik agar mereka mau melepaskan sahamnya" ujar Dimas.


Dimas menutup telponnya, ia akan melakukan rencana selanjutnya setelah anak buahnya berhasil membeli saham dari beberapa pemilik saham minoritas.


"Jadwalkan aku untuk berkunjung ke kerajaan dua hari lagi, aku akan memberi kejutan untuk sang Raja" ucap Dimas pada asisten barunya.


****************


Michael dan Nara melakukan perjalanan ke negara dimana Roy dan Ibunya dimakamkan. Nara dan Mike di jemput pengawal Mike yang memang menetap di negara itu. Pengawal itu Mike tugaskan untuk menjaga adik Roy dan juga Makam Ibunya dan juga ibu Roy.


Keluar dari bandara Mike segera meminta pengawal itu membawanya ke toko bunga. Ia membeli bunga Anyelir untuk makam ibunya, bunga Lili putih untuk makam Ibunya Roy, dan bunga Krisan untuk makam Roy.


Setiap bunga yang di beli Mike memiliki arti yang berbeda bunga Anyelir melambangkan tak terlupakan, bunga Lili putih melambangkan kepolosan dan Krisan melambangkan keberanian. Mike membeli bunga-bunga itu sesuai dengan karakter mereka masing-masing.


Sampai di pemakaman Mike dibantu anak buahnya untuk duduk di kursi roda sementara Nara membawa 3 ikat bunga yang berbeda di tangannya.

__ADS_1


Mike menuju ke makam Ibunya pertama kali, ia berdoa disana dan meminta Nara untuk meletakkan bunga Anyelir di makam ibunya. Mike juga mengunjungi makam Ibunya Roy dan yang terakhir adalah makam Roy. Mike berusaha turun dari kursi rodanya, Nara dan anak buahnya yang mendampinginya segera membantunya. Mike mendudukkan tubuhnya di samping makam Roy yang masih berupa tanah kosong.


Lama Mike terdiam di samping makam itu, ia mengusap-usap pusara makam sahabatnya yang bahkan tanah pekuburannya masih terlihat basah. Mike mendoakan Roy dengan suara yang tersekat, ia menahan tangisannya. Tak berselang lama akhirnya tangisan yang tertahan itu keluar, ia mencium pusara sahabatnya itu dan meminta maaf karena tak dapat melindunginya.


"Bisa aku minta kunci mobilnya, aku akan menunggu di dalam mobil saja" ucap Nara berbisik pada pengawal yang mengantar mereka ke pemakaman itu.


Nara merasa bersalah melihat Mike dalam kondisi yang terlihat menyedihkan, ia menahan suara tangisannya dan diam-diam pergi dari sana. Ia tak kuasa lagi menahan tangisannya hatinya seolah ingin menjerit dan meronta tak terima dengan apa yang ia alami.


Nara menangis lepas setelah berada di dalam mobil, ia memukuli dadanya yang terasa sesak. Sepuluh menit kemudian ia melihat Mike dan pengawal berjalan ke arahnya. Ia menghapus air matanya dan mengubah wajahnya menjadi senyuman.


Nara turun dari mobil membantu Mike masuk ke dalam mobil. Mobil melesat menuju kediaman Mike yang ada di negara itu


Suasana canggung meliputi mereka berdua, tidak ada percakapan dari keduanya. Suasana terasa hening karena mereka di sibukkan dengan pikirannya masing-masing.


Begitu sampai di depan pintu utama, seorang gadis muncul berlari ke arah Mike. Usia gadis itu kurang lebih sama dengan Nara.


"Kak Mike" Gadis itu duduk bersimpuh dan memeluk Mike yang baru saja duduk di atas kursi roda.


"Apa yang terjadi dengan Kak Roy, kenapa ia pulang dalam kondisi tak bernyawa" menangis histeris sambil memukul-mukul dada Mike.


"Maafkan aku" Mike, tertunduk dan tak kuasa ikut menangis.


"Hiks hiks hiks..., Kak Roy pergi, Ibu pergi, ayah juga sudah lama tiada. Dewi sendirian Kak Mike, apa yang harus Dewi lakukan tanpa mereka semua, hiks hiks hiks." gadis itu masih saja menagis sambil mengeluarkan uneg-uneg nya.


"Jangan khawatir masih ada aku, aku akan menjagamu. Jangan bersedih Kakakmu akan sedih jika melihatmu seperti ini" ucap Mike mengelus rambut Dewi adik kandung dari Roy.


Nara semakin bersalah melihat adegan di depannya, ia meremas pucuk bajunya dan berusaha menahan tangisannya.


"Maafkan aku karena Ayahku kalian jadi kehilangan orang yang kalian cinta" tiba-tiba Nara berkata begitu saja.


Dewi yang awalnya tak menyadari ada wanita lain yang ikut dengan Mike, menatap Nara dengan tajam. Nara yang merasa bersalah tertunduk takut dengan tatapan mata yang seolah ingin menerkamnya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2