
Iya-iya aku ikut." walaupun dengan wajah ditekuk kesal Tiara tetap mengikuti Daniel menuju ruang bawah tanah.
Tiara menatap kagum ruang bawah tanah yang terlihat luas. Itu terlihat seperti jalan bawah tanah. Tedi, Daniel dan Tiara berada dalam satu mobil sementara anak buahnya terbagi menjadi 4 truk. Truk itu selain dimuati anak buahnya juga terdapat keranjang rempah-rempah yang baru saja dipanen. Semua itu mereka lakukan untuk menutupi kecurigaan musuh maupun aparat, yang saat ini sedang berusaha mencari keberadaan mereka.
Mobil yang membawa Tiara pisah jalan ketika sampai di persimpangan. Daniel membawa mobil itu kesebuah pemukiman kumuh. Pemukiman itu masuk gang sempit sehingga mereka harus berjalan kaki. Sepanjang jalan Mereka harus bersenggolan dengan anak-anak yang berlarian di dalam gang sempit itu. Daniel dan Tedi menggunakan kacamata dan topi yang menutupi sebagian wajahnya. Sementara itu untuk Tiara, Daniel meminta Tiara menutupi wajahnya dengan masker dan juga kacamata.
Penampilan mereka yang terlihat berbeda sempat mengusik orang dewasa yang berada disana. Tapi hanya sesaat, karena mereka juga sibuk dengan urusan perut.
Sampai di depan sebuah rumah susun, Daniel mengeluarkan kunci. Daniel meminta Tiara untuk duduk diruang tamu.
"Diamlah disini dan jangan bergerak walaupun sesentipun" Daniel memperingatkan Tiara yang suka sekali melawan perintahnya.
"Bagaimana mungkin tidak bergerak! kau pikir aku patung!!"bantah Tiara.
"Terserah kau mau bergerak kemana, tapi jangan coba-coba keluar atau meninggalkan ruangan ini. Diam dan patuhlah jangan terlalu banyak bertanya. Semakin banyak kau tahu maka semakin pendek umurmu" Daniel meninggalkan ruangan itu mengikuti Tedi yang sudah terlebih dahulu menuju ruang bawah tanah.
Tiara terdiam mendengar ucapan Daniel. Pria dingin dan menyebalkan itu selalu saja suka mengancamnya dan membuat nyalinya menciut.
Setengah jam kemudian dua orang pria keluar sudah dengan penampilan berbeda.
"Si-siapa kalian" tanya Tiara takut melihat dua pria itu mendekat.
"Apa kau tak mengenalku?"
"Suara anda seperti Tedi, tapi wajahnya..."
__ADS_1
"Kenapa? Apa terlihat lebih tampan?"
"Anda benar Tedi, astaga wajah anda benar-benar berbeda. Bagaimana anda melakukannya? Dan manusia es yang selalu di belakang anda kemana dia?" Tiara cukup kagum dengan penyamaran Tedi. Tapi ia tidak pernah berpikir jika pria yang berdiri di belakang Tedi adalah Daniel, yang dijuluki Tiara sebagai manusia es.
"Siapa manusia es yang kau maksud!! Apa kau senang bisa mengejekku?"
"Tidak, siapa yang mengejekmu. Kau sepertinya salah dengar."
"Daniel, ini bukan saatnya berdebat. Tiara, kita akan keluar dari pulau ini karena tempat ini sudah tidak aman lagi. Kami tidak bisa meninggalkan kau disini, jadi aku akan membawamu ke negaraku. Jangan khawatir, akan ada Dokter yang mendampinginya nanti. Aku pastikan kehamilannya akan aman."
"Tidak, aku tidak ingin ikut kalian, bagaimana dengan suamiku jika aku meninggalkan kota ini? Tolong lepaskan aku. Aku ingin kembali ke keluargaku, aku tidak ingin ikut kenegaramu. Dan aku janji aku tidak akan membongkar identitas maupun rahasia kalian."
"Maaf Tiara, tidak bisa. Aku takut mereka akan menggunakan segala cara untuk membuatmu bicara. Kau lebih aman bersama kami dan untuk suamimu jangan khawatir kami akan mengirimkan informasi keberadaanmu nanti. Tolong kerjasamanya, kita tidak memiliki banyak waktu lagi. Biarkan aku membantumu dalam penyamaran."
Tiara tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia pasrah membiarkan Tedi merias wajahnya hingga tak ada lagi orang yang mengenalinya.
***************
Sementara itu ditempat lain anak buah Michael sudah mendapatkan hasil. Mereka berhasil menemukan gudang tersembunyi tempat Katsuro Dasuki menyembunyikan senjata yang akan mereka kirim keluar secara ilegal.
Michael meminta anak buahnya terus mengawasi gudang senjata itu. Ia masih belum menemukan pabrik pembuatan obat-obatan palsu. Michael belum bisa melaporkan kejahatan Katsuro karena ia belum memiliki bukti kejahatan Katsuro Dasuki di bidang pemalsuan obat. Selama ia belum bisa menemukan itu maka izin rumah sakit milik keluarga Dimas terancam dicabut, belum lagi si pemilik dan pengelola rumah sakit yang terancam tuntutan masuk bui dan juga ganti rugi yang besar dan cukup menguras kantong.
Dimas dan Michael saat ini berada di sebuah pesta yang di gelar oleh perusahaan milik Katsuro. Pesta itu digelar di hotel tempat Michael menginap. Dimas memisahkan diri dari Michael ia ingin mencari tahu lebih banyak tentang bisnis Katsuro dari kolega bisnis yang datang di pesta itu.
Dimas memperhatikan sosok pria bertubuh gempal dengan perut buncit. Pria itu terlihat merayu beberapa wanita cantik. Tidak hanya itu, Pria itu juga sepertinya suka sekali membanggakan kekayaannya.
__ADS_1
Hal itu terlihat bagaimana ia tak segan mengeluarkan bergepok-gepok uang di mejanya untuk dihadiahkan pada wanita yang mau menemaninya. Dimas tersenyum licik melihat pria itu. Pria model seperti ini, biasanya lebih mudah untuk di tanya. Cukup sanjung dan beri perhatian lebih pasti ia akan menjawab semua yang ia tahu.
Ketika Dimas berjalan menuju pria itu, tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita muda.
"Matamu buta ya!!!" hardik wanita itu kasar. Senggolan Dimas membuat gaunnya tertumpah minuman yang ia pegang.
"Aiko!!" karena keterkejutannya tanpa sengaja Dimas memanggilnya. Dimas membekap mulutnya seketika berharap Aiko tak mengenalinya.
"Kau mengenalku? Siapa kau?" tanya Aiko penuh selidik. Semenjak insiden yang menyebabkannya kehilangan satu tangannya ia menjadi lebih berhati-hati terutama dengan orang yang baru ia kenal.
"Maaf Nona Anda memang tidak mengenal saya, tapi saya mengenal anda. Anda Nona Aiko bukan istri dari bos besar Katsuro Dasuki. Tidak heran Tuan Katsuro tergila-gila dengan anda, ternyata anda benar-benar sangat cantik." Dimas memuji Aiko untuk menyembunyikan keterkejutannya.
"Baguslah kalau kau tahu aku cantik. Tapi itu tidak bisa menyelamatkanmu karena telah menyebabkan minumanku menumpahi bajuku."
"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja. Maukah Nona ikut denganku untuk berganti baju. Kebetulan pasanganku menginap di hotel ini, Saya akan memesankan anda baju terbaik sebagai permintaan maaf ku. Jangan khawatir ini tidak akan lama" ujar Dimas mencoba meyakinkan. Ia hanya tidak ingin berkonflik dengan Aiko dengan penyamarannya saat ini. Ia takut nantinya malah akan menyulitkannya untuk menyelidiki pria tua yang bernama Katsuro Dasuki.
"Baiklah, aku beri kau waktu lima belas menit dan aku menginginkan gaun terbaik sebagai gantinya." Aiko mengikuti Dimas menuju kamar hotel. Dimas juga menelpon butik yang cukup terkenal untuk mengantarkan gaun terbaik miliknya ke kamar hotel.
"Siapa namamu?" tanya Aiko pada Dimas.
"Perkenalkan saya Nina. Saya pasangan dari Tuan Michael teman kolega bisnis suami anda." Dimas menyodorkan tangannya.
Aiko mengabaikan sodoran tangan Dimas, hingga akhirnya Dimas menarik tangannya kembali.
"Entah kenapa aku juga merasa tidak asing dengan sosok anda. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Aiko menatap Dimas penuh selidik.
__ADS_1
TBC.