UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Tiara dan Rendra


__ADS_3

Aku akan merindukanmu" ucap Dimas.


Cup, Dimas mengecup kening Tiara. Setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan Apartemennya. Ia berangkat ke bandara bersama Eric dan supir yang dikirim dari kantor.


"Yeeey..... aku bebaaaaaassssss!!!!" teriak Tiara. sangking senangnya Tiara tanpa sadar melompat-lompat kegirangan.


"Rendrraaaa I'm coming"


Tiara segera bersiap untuk menemui Rendra, Ia akan menemuinya langsung di sekolahnya. Tidak masalah bagi Tiara untuk menunggu sampai jam pulang sekolah. Karena biasanya pada sat Tiara menunggu Rendra dulu, ia akan bercengkrama dengan sesama Art yang sedang menunggu anak majikannya.


Tiara melangkahkan kakinya dengan riang. menuju keluar gedung apartemen. Sesampainya di depan gedung sudah ada ojek online yang menunggunya.


Sesampainya di sekolah Tiara disambut oleh satpam penjaga sekolah yang telah mengenalnya.


"Wah neng Tiara lama nggak keliatan, kemana aja neng?"


"Tiara sakit Pak, tapi sekarang udah sembuh makannya langsung kesini. Kangen banget sama Rendra."


"Den Rendra pasti senang banget ketemu sama neng Tiara. Semenjak neng Tiara tidak pernah mengantarnya, den Rendra jadi jarang senyum. Wajahnya selalu di tekuk, ekspresinya nggak enak banget deh neng di lihat, kayak baju kusut yang nggak pernah ketemu Ama setrikaan."


"Bapak ini ada-ada aja deh, masa muka orang di samain sama baju kusut" Tiara tersenyum mendengarkan ucapan Pak Joko. Ya satpam sekolah itu bernama Joko, dia adalah sosok pria paruh baya. Ia selalu bersikap ramah dan tersenyum pada siapa saja yang ia temui.


Melihat pria itu terkadang membuat Tiara mengingat ayahnya. Entah kapan ia bisa kembali lagi ke kampung halamannya dan mengunjungi makam orang tuanya.


Tak terasa waktu berlalu begitu saja, bel berbunyi pertanda sekolah sudah selesai. Tiara menatapi satu persatu anak yang keluar dari kelasnya.


"Tiara...."


Tiba-tiba Tiara mendengar suara dari arah belakangnya. Suara seorang pria yang tidak asing di telinganya. Suara yang sudah selama seminggu ini tidak di dengarnya.


"Mas, eh Tuan Reno. Apa kabar?"


"Alhamdulillah kabar baik. Jangan panggil saya Tuan lagi dong Tiara, baru juga seminggu nggak ketemu panggilanmu udah berubah lagi" Reno menampilkan wajah cemberut menatap Tiara.


"Maaf Tu...."


"Kakak cantik...." Rendra berteriak memanggil Tiara dan berlari menghampirinya. Melihat Tiara dari jarak jauh sedang berbicara pada Daddy nya membuat semangat Rendra bangkit. Tiara yang sedang berbicara dengan Reno pun cukup terkejut mendengar suara cempreng teriakan Rendra.


Hap, Rendra berlari memeluk perut Tiara, karena tinggi mereka yang jauh berbeda jadi Rendra hanya bisa memeluk Tiara sampai sebatas itu saja.


"Kakak cantik kemana saja, Rendra kangen banget" Rendra mendongakkan kepalanya menatap Tiara, tanpa melepaskan pelukannya.


Tiara melepaskan pelukan Rendra, ia mensejajarkan tubuhnya dengan Rendra.


"Duh tambah embul aja nih pipi" Tiara mengelus-elus kedua pipi Rendra dengan gemas.

__ADS_1


"Kakak kemana aja sih, Tega bener ngilang gitu aja tanpa kabar" protes Rendra.


"Sudah-sudah bicaranya di lanjutin di rumah aja. Nggak enak ngobrol di tengah jalan, jadi ganggu orang lewat kan." Reno mengajak Tiara dan juga Rendra untuk masuk ke mobilnya.


"Rendra kok duduknya di belakang sih, nggak ada nih yang mau duduk di depan nemenin Daddy."


"Nggak, Rendra mau dibelakang aja mau ngobrol-ngobrol sama Kakak cantik."


"Tiara kamu pindah ke depan, ya."


"Tapi, Tu..."


"Nggak boleh, Kakak tetep disini aja nemenin Rendra. Biarin aja Daddy di depan sendiri jadi supir." ucap Rendra sewot.


"Sayang nggak boleh kasar gitu ngomong sama orang tua. Rendrakan anak pintar." ucap Tiara menasehati Rendra. Rendra hanya terdiam menundukkan kepalanya.


"Nggak apa Tiara, Rendra masih ngambek sama saya. Karena setelah kamu jalan sama saya, besoknya kamu nggak datang ke rumah. Jadi dia beranggapan saya penyebab kamu menghilang. Dia sampai kabur ke rumah Omanya" Reno menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Ya ampun, maaf tuan saya sama sekali nggak bermaksud menghilang gitu aja. Tapi saya sakit waktu itu dan saya tidak memiliki nomer Tuan, jadi saya tidak bisa menghubungi Tuan."


Reno menghela nafasnya kasar, mendengar Tiara kembali memanggilnya Tuan. Tapi ia tidak berbicara apapun, ia tidak ingin Tiara menjadi tidak nyaman dengannya.


"Kakak Sakit?"


"Iya, tapi sekarang udah sembuh. Jadi bisa main lagi deh sama Rendra."


"Tapi Rendra harus minta maaf dulu sama Daddy nya Rendra. Kak Tiara nggak suka.kalau Rendra kasar sama orang tua." Tiara memanyunkan bibirnya, ia memasang wajah sedih dan kecewa di depan Rendra.


"Maaf Daddy, Rendra janji nggak akan kasar lagi sama Daddy. Rendra sayang sama Daddy." Rendra memeluk Daddy nya dari belakang. Ia mengalungkan lengannya ke leher Daddy nya.


"Iya, Daddy juga sayang Rendra"


Reno mengantarkan Rendra dan Tiara sampai ke depan pintu utama rumahnya.


"Tiara, nanti jangan pulang dulu ya. Tunggu aku pulang, ada yang ingin.aku bicarakan denganmu." ujar Reno ketika.Tiara ingin turun dari mobil.


"Baik Tuan" jawab Tiara.


Setelah Tiara dan Rendra masuk ke dalam rumah. Reno menancapkan gas mobilnya menuju ke kantor.


**********


Tak terasa waktu berlalu begitu saja. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Reno yang ingin berbicara dengan Tiara segera melangkahkan kakinya keluar kantor. Ia ingin segera tiba di rumah.


Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, Reno sampai di rumahnya. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar Rendra, dari lantai satu ia mendengar suara tawa anaknya yang sedang bercanda dengan Tiara. Reno menyunggingkan senyumannya mendengar suara tawa anaknya.

__ADS_1


"Wah kelihatannya seru banget nih, Daddy boleh ikutan nggak."


"Nggak boleh, Daddy belum mandi. Tuh badan Daddy keringatan."


"Oke Daddy mandi dulu kalau gitu. Anak Daddy udah mandi belum."


"Udah dong Daddy. Nih Rendra udah wangi."


"Iya anak Daddy emang yang paling wangi. Oh ya Tiara, tolong suruh Mona antar kopi ke kamarku ya. Selesai mandi aku juga ingin bicara denganmu.


"Baik Tuan." Tiara melangkahkan kakinya menuruni anak tangga bersama dengan Rendra. Anak itu sama sekali tidak ingin jauh dari Tiara. Tingkah laku Rendra membuatnya benar-benar dilema.


"Monaaa...." panggil Tiara begitu melihat Mona.


"Tiara, Den Rendra ada apa? tumben den Rendra ikut ke dapur."


"Iya nih, Rendra dari tadi nempel aja kayak perangko. Kemana-mana ngikut aja udah kayak buntut tikus aja." canda Tiara.


"Kok buntut tikus sih Kak, Rendra deket-deket kan biar kakak nggak ngilang lagi."


"Kakak nggak ngilang sayang, kakak cuma sakit jadi perlu istirahat yang banyak. Oh ya, Mona tadi Tuan pesen minta dibikinin kopi. Kamu disuruh ngantar ke kamarnya."


"Gulanya jangan banyak-banyak ya kak Mona, Daddy nggak suka manis." Rendra menimpali pembicaraan Tiara dan Mona."


"Oke Tuan muda, Titah tuan muda akan segera hamba laksanakan" canda Mona, membungkukkan badannya ke arah Rendra.


Rendra tertawa melihat tingkah Mona.


Tiara yang melihat interaksi antara Mona dan Rendra jadi berfikir ingin mendekatkan Rendra dengan Mona sebelum kepergiannya.


Tok tok tok...


Mona mengetuk pintu kamar Reno berkali-kali, tapi tak juga kunjung ada yang membuka.


"Tuan..., Permisi Tuan saya mau ngantar kopi" Mona terus memanggil Reno tapi tetap tak ada jawaban. Karena penasaran akhirnya Mona mencoba membuka pintu. Ternyata pintunya sama sekali tidak di kunci.


Mona melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Reno. Ini adalah pertama kalinya ia memasuki kamar ini. Karena Reno tidak akan mengijinkan sembarang pelayan memasuki kamarnya.


Ketika Mona ingin menaruh secangkir kopi ke meja, bertepatan dengan Reno yang membuka pintu kamar mandi. Pandangan mata mereka sempat bertemu dan membuat mereka berdua terkejut secara bersamaan.


"Mona...!!" Reno keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang menutupi bagian bawahnya. Terpampang jelas tubuh bagian atasnya yang menampilkan Perut six pack dan dada bidangnya.


"Uwaaaaaa....., maaf Tuan. Saya tidak melihat apapun" Mona kabur dari tempat itu setelah sempat terbengong melihat pemandangan indah di depannya.


"Dasar gadis ceroboh"

__ADS_1


TBC.


__ADS_2