UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Ketegangan Dalam Rapat.


__ADS_3

"Tuan Dimas dan Anton mendapatkan dukungan nilai saham yang sama. Jadi setelah melalui rembukan yang cukup alot, Para petinggi perusahaan dan pemegang saham memutuskan meminta Tuan Anton dan Dimas untuk menunjukkan proposal kerja kalian jika kalian terpilih nanti."


"Siapa diantara kalian yang dianggap paling mampu mendatangkan banyak keuntungan dan bisa mengelola perusahaan dengan baik, maka ia yang akan ditunjuk sebagai pemimpin perusahaan periode berikutnya," jelas Moderator rapat.


"Baiklah untuk kesempatan pertama kita berikan pada Tuan Anton, silahkan Tuan Anton tunjukkan Proposal Kerjanya" perintah pimpinan rapat.


Berkas langsung dibagikan oleh orang kepercayaan Anton. Ia meletakkan proposal kerja itu diatas meja setiap peserta rapat.


Setelah melihat Proposal Kerja milik Anton, Dimas terkejut. Ia membaca proposal itu dengan cepat setiap kata dan baris yang terdapat disana.


Bagaimana mungkin? Kenapa isinya sama dengan proposal milikku. Bahkan letak paragraf, titik dan koma. Ini bukan sekedar mirip tapi benar-benar sama. Siapa yang mengkhianatiku, gumam Dimas sambil membandingkan proposal Anton dengan miliknya.


"Ini luar biasa, jika kita menjalankan proyek ini maka perusahaan akan mengalami keuntungan yang besar. Bahkan modal yang dikeluarkan perusahaan sangat kecil dan dengan presentasi kegagalan yang sangat rendah."


"Karena Dana yang dikeluarkan kecil kita bisa mendanai proyek lainnya. Jadi Dana yang seharusnya untuk satu proyek bisa kita gunakan untuk dua proyek. Ini benar-benar luar biasa" ujar beberapa peserta rapat.


"Proposal kerja ini dijelaskan secara terperinci tentang rencana kerja dan juga sumber dana yang bisa didapatkan perusahaan sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana yang besar tapi bisa mendapatkan keuntungan yang besar."


"Bahkan juga memperhitungkan jika adanya Force Mager atau kejadian luar biasa karena faktor alam seperti gempa bumi dan kebakaran. Sehingga perusahaan tidak perlu menanggung kerugian yang cukup besar jika terjadi sesuatu pada proyek."


"Semua rencana kerja ini benar-benar di perhitungkan dengan matang" mereka menatap kagum proposal itu dan saling mengeluarkan argumen masing-masing.


Kasak-kusuk terdengar semakin riuh saat peserta rapat satu persatu memuji proposal Anton.


Terlihat wajah Dimas memerah menahan marah, bahkan berkas Dimas yang berada di tangannya tanpa sadar sudah menjadi lecek karena remasan tangannya.


Dimas saling lirik dengan Anak buahnya yang juga terkejut dengan proposal Anton. Bagaimana mungkin mereka baru saja menyelesaikannya kemarin malam, tiba-tiba proposal itu sudah ada di tangan Anton saat ini.


"Bos.."

__ADS_1


"Diamlah" Dimas menyela ucapan Erick.


Dimas tidak menyangka jika proposal yang telah ia kerjakan bersama anak buahnya telah jatuh ke tangan Anton. Walaupun ia juga memiliki proposal kerja yang lain tapi itu membutuhkan pembiayaan yang besar. Bisa dipastikan jika dibandingkan dengan proposal kerjanya yang saat ini ada di tangan Anton pasti mereka lebih memilih proposal yang ada di tangan Anton.


Anton menjelaskan tentang proposal kerja dengan terperinci dan yang di ikuti tanya jawab dengan hasil yang memuaskan. Sepertinya Anton sudah mempelajari berkas itu sebelumnya, sehingga tidak ada kesalahan sedikitpun pada saat sesi tanya jawab.


Setelah selesai gilirannya kini saatnya giliran Dimas. Anton tersenyum licik menatap Dimas remeh.


Dimas memerintahkan Erick untuk membagikan proposal Kerja yang ada di map Biru, sedangkan proposal kerja yang ada di Map kuning yang rencananya akan mereka bagikan adalah proposal kerja yang sama dengan Anton miliki saat ini.


Untungnya Dimas sesampainya di rumahnya kembali mengerjakan proposal kerja yang lainnya. Setidaknya itu bisa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang pebisnis. Entah apa jadinya jika ia tidak memiliki cadangan proposal yang lain.


Proposal sudah ada di tangan peserta rapat, mereka membandingkan dengan proposal milik Anton. Sekalipun proposal yang Dimas ajukan tergolong rencana kerja yang luar biasa tapi membutuhkan dana yang sangat besar. Proposal ini tidak bisa dilaksanakan pada saat periode saat ini karena kondisi keuangan perusahaan.


Sebenarnya proposal itu Dimas siapkan setelah pengerjaan proyek proposal yang pertama di selesaikan. Karena jika proposal pertama berhasil maka perusahaan akan cukup memiliki Dana untuk mengerjakan proyek yang ada di proposal kedua miliknya.


"Rencana kerja ini luar biasa sayangnya tidak cocok untuk kita laksanakan saat ini"


"Ya benar, proposal kerja perencanaan proyek Tuan Anton memang tidak sehebat milik Tuan Dimas. Tapi dengan adanya metode pendanaan yang luar biasa dan perencanaan yang nyaris sempurna bahkan dengan tingkat kegagalan yang mendekati 0% membuat proyek ini menjadi luar biasa. Proposal Tuan Anton benar-benar telah memperhitungkan situasi dan kondisi saat mengerjakan proposal ini. Proposal yang sangat sempurna."


Para peserta rapat kembali beragumen dan kasak-kusuk pun terdengar semakin riuh. Berbagai pujian terhadap proposal itu terucap dari setiap peserta rapat.


Dimas menjelaskan secara singkat tentang proyeknya dan disertai tanya jawab juga. Tapi tanggapan peserta rapat tidak seantusias proposal milik Anton.


Akhirnya saatnya pengambilan keputusan. Setiap peserta rapat menuliskan nama calon pimpinan yang menurut mereka mampu. Dan setelah semua selesai saatnya penghitungan suara di mulai.


Sudah hampir separuh kertas suara di bacakan dan hasilnya nama Anton yang lebih mendominasi. Sudah dapat dipastikan jika Anton yang akan terpilih menjadi Pimpinan selanjutnya.


Dimas terlihat semakin kesal, bahkan kekesalannya terlihat jelas dari raut wajahnya. Erick yang melihat raut wajah Bosnya menyentuh punggung belakang Dimas. Membuat Dimas tersadar dan ekspresi wajahnya kembali datar.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu Tuan, memangnya kenapa jika dia yang terpilih. Bahkan presiden yang terpilih pun masih bisa di lengserkan. Apalagi hanya sebuah jabatan pimpinan perusahaan. Kita pasti akan menemukan cara untuk melengserkan mereka nanti" ujar Erick menyemangati bosnya.


Perhitungan telah diselesaikan dengan hasil Anton mendapatkan dukungan 65% suara, Dimas 30% suara dan 5% suara lainnya kertasnya kosong alias golput.


Anton tersenyum puas melihat hasil yang diperoleh kali ini. Tidak sia-sia ia membayar mahal untuk ini.


Saatnya pimpinan rapat untuk mengesahkan Anton sebagai pimpinan yang baru.


Tiba-tiba pintu rapat terbuka tampak Kakek di ikuti dengan orang kepercayaannya memasuki ruangan itu.


"Tunggu" teriak Kakek ketika pimpinan rapat ingin mengesahkan Anton sebagai pimpinan yang baru.


Keriuhan kembali terdengar setelah mereka melihat dengan jelas seseorang yang berada di sebelah Kakek.


"Kau lihat orang yang disebelah Kakek, bukankah dia...."


"Benar, kenapa Kakek mengajaknya kemari. Apa ia juga memiliki kontribusi saham disini."


"Tidak, ia bukan salah satu pemegang saham. Tapi bagaimana mungkin orang hebat Sepertinya berada di perusahaan kita jika statusnya tidak sebagai investor."


"Dia, dia Raj.."


"Iya-iya dia adalah Raja bisnis untuk kawasan Asia. Pemuda tampan jenius yang diusia mudanya sudah menguasai kawasan Asia.


"Diamlah, dengarkan saja penjelasan Tuan besar Adi."


"Kalian lihat wanita cantik di sebelahnya, wanita itu terlihat tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya ya? Apa dia itu istrinya?"


Sementara itu Dimas menatap tajam pada wanita yang ada disebelah pria tampan yang dijuluki Raja bisnis, wanita itu mengalihkan pandangannya ketika mendapati sorot mata tajam Dimas yang seakan ingin menelannya.

__ADS_1


Anak buah Dimas yang mengenal siapa wanita cantik disebelah pria itu menoleh pada Dimas. Tiba-tiba hawa dingin melingkupi disekitar mereka.


TBC.


__ADS_2