UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kesialan Tiara.


__ADS_3

Terdengar suara handphone Aryo berbunyi. Dan terlihat nama Tuan Dimas terpampang di layar depan handphone itu.


Aryo segera melangkahkan kaki mendekati Tiara dan mengambil remote TV dan mematikan TV yang ditonton Tiara.


"Tuan...," teriak Tiara tak terima.


"Sssutt," Aryo meletakkan jari telunjuk di bibirnya menyuruh Tiara diam, lalu mengangkat teleponnya.


Aryo : Hallo Tuan.


Dimas. : Pergi ke rumah utama sekarang.


Aryo. : Baik Tuan.


Dimas. : Pastikan Tuan besar tidak menyusul ke Jepang, aku tidak ingin seseorang menghasutnya dan menggagalkan rencanaku.


Aryo. : Baik Tuan.


Aryo menutup telepon dan menghampiri Tiara.


"Dengar gadis kecil, kemungkinan selama 3 hari ini aku tak bisa datang kemari. Ini kartu namaku, kau bisa menghubungiku kapan saja. ketik nomormu disini agar nanti aku juga bisa menghubungimu." Aryo menyodorkan handphonenya ke arah Tiara.


"Maaf Tuan tapi aku tidak memiliki handphone" tolak Tiara.


"huff" Aryo menghela nafasnya kasar.


"Baiklah, aku akan mengirim seseorang untuk mengantar handphone nanti untukmu. ingatlah untuk menghubungiku. Dan setelah tugasku selesai aku akan kemari lagi dan kau harus siap dengan pilihanmu." Aryo menatap Tiara tajam lalu berbalik meninggalkan ruangan itu.


Sepeninggal Aryo keluar dari ruangan itu Tiara berteriak kegirangan melompat-lompat dan menari-nari tak jelas di atas kasur.


"Yeay bebas" Teriak Tiara kegirangan dan kembali menghidupkan Telivisi.


*********


Tak terasa waktu sudah terlewati selama 3 hari dan besok adalah waktunya Tiara mengambil keputusan.


Tiara saat ini berada di ruangan yang biasa ia tempati bersama Aryo. Ia memainkan ponselnya yang di belikan oleh Aryo. Kemarin asisten Aryo mendatangi Tiara dan memberikan ponsel titipan Aryo pada Tiara.


Tiara yang merasa bosan melangkahkan kakinya menuju bartender. Ditengah perjalanan Tiara tak sengaja bertabrakan dengan sekelompok pria mabuk.


"Hai, cantik" Sapa mereka dan segera menghalangi Tiara yang ketakutan dan ingin melarikan diri.

__ADS_1


"Tu-tuan tolong minggir, sa-saya ingin lewat" ucap Tiara gugup.


"Mau kemana manis ikut saja dengan kami bersenang-senang oke" mereka melangkah mendekati Tiara.


Tiara yang ketakutan refleks mendorong mereka sekuat tenaga dan lari dari sana. Dorongan Tiara yang cukup kuat membuat mereka yang dalam kondisi mabuk jatuh sempoyongan.


"Kejar gadis itu" ucap salah satu dari mereka.


Dengan keadaan yang masih sempoyongan pengaruh dari alkohol mereka bangun dan mengejar Tiara.


Tiara yang terus berlari dan melihat ada salah satu ruangan yang terbuka dan terlihat kosong segera memasuki ruangan itu dan menutup pintu serta mengunci pintu itu.


Sialnya salah satu pria yang mengejar Tiara mengetahui ke arah mana Tiara berlari. Dengan cepat ia memanggil teman-temannya untuk menuju ke ruangan dimana ia melihat Tiara memasuki ruangan itu.


Tiara yang sudah berada di dalam ruangan itu dengan segera mengambil handphone pemberian Aryo dan menghubunginya.


"Tu-tuan tolong saya, ada orang jahat tuan" ucap Tiara dengan suara bergetar ketakutan begitu telepon itu tersambung.


"Dimana kamu sekarang" tanya Aryo dengan nada khawatir.


Brakk!!


"Cepat buka pintunya sekarang atau kami bakar ruangan ini" terdengar suara orang mencoba mendobrak paksa dan juga teriakan dari luar. Tiara yang mendengarnya semakin bergetar ketakutan.


"Tetap diruangan itu, aku segera kesana," Setelah menutup panggilan telepon dari Tiara, Aryo segera menghubungi anak buahnya untuk menuju ke tempat Tiara.


Aryo yang kebetulan berada di restoran yang tidak terlalu jauh dari tempat Tiara, segera berlari menuju parkiran. Ia mengendarai kendaraannya secara membabi buta bahkan lampu merah pun ia terobos hingga membuatnya hampir celaka. untungnya ia adalah pengemudi yang handal.


Sementara itu di tempat Tiara, kumpulan pria mabuk itu masih berusaha mendobrak pintunya. Tapi karena kondisi mereka yang mabuk hingga tenaga mereka tak sekuat biasanya.


"Hai botak, bukankah kau pencuri profesional masa membuka pintu ini saja kau tak bisa" tanya salah seorang dari mereka. Si botak yang merasa dirinya di panggil pun menepuk kepala botaknya.


"Oh iya, ya" si kepala botak pun tersenyum menyeringai dan mengambil alat dari balik saku jaketnya dan membuka pintu itu menggunakan alat tersebut.


Setelah si kepala botak berhasil membuka pintu itu, akhirnya mereka secara bersamaan masuk dengan sempoyongan mirip jombi berjalan. Sedangkan Tiara ia berlari masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Mereka menggeledah tempat itu mencari keberadaan Tiara, karena tak mendapati Tiara berada di ruangan itu, akhirnya mereka menuju ke kamar mandi.


Tiara yang berada di kamar mandi menangis dengan membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergemetar dan air matanya semakin mengalir deras. Tapi apalah daya para pria pemabuk itu menghampiri tempat Tiara bersembunyi.


Beberapa diantara mereka berusaha menendang pintu itu secara bersamaan. Pintu pun seketika terbuka dan tampaklah Tiara meringkuk ketakutan di pojok kamar mandi dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


Segerombolan pria pemabuk itupun menghampiri Tiara dan menarik tangan Tiara paksa.


Mereka menyeret Tiara keluar dari kamar mandi. Dan dengan sekuat tenaga Tiara berteriak meronta-ronta memohon agar mereka melepaskannya.


"Tu-tuan aku mohon le-lepaskan aku" Tiara berteriak memohon sambil terus terisak.


Mereka sama sekali tak mengindahkan permintaan Tiara dengan segera mereka menyeretnya dan menghempaskannya ke tempat tidur di kamar itu.


"Ja-jangan a-aku mohon" Ucap Tiara memohon dengan tangisnya. Tiara berusaha bangun dari posisi tidurnya karena jatuh di hempaskan tadi dan meringkuk di pojokan tempat tidur.


Tapi si kepala botak menarik kaki Tiara, hingga Tiara kembali pada posisi terlentang dengan Rok tersingkap ke atas. Tampaklah kulit paha mulus Tiara dan segitiga bewarna merah.


Gerombolan pria pemabuk itu segera mengelilingi Tiara dan menatapnya lapar, ingin segera menerkam Tiara.


Tiara berteriak menangis dan meronta-ronta, tapi beberapa di antara mereka menahan kaki dan tangan Tiara. Hingga Tiara hanya bisa menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menghindari terkaman si kepala botak yang sudah berada di atasnya.


Si kepala botak menarik baju Tiara hingga terlepas dari tubuhnya. Dan ketika si kepala botak ingin melucuti rok yang di kenakan Tiara seketika Kursi kayu yang seharusnya berada di depan meja rias melayang tepat di atas kepala botak.


Dengan membabi buta Aryo menghajar mereka satu persatu. Aryo memang jago bela diri dan merupakan hal yang mudah baginya menghajar pemabuk itu satu persatu.


Tak lima 5 orang anak buah Aryo berada disana menggantikan Aryo menghadapi gerombolan pemabuk itu. Mereka menghajar semua pemabuk yang ada di ruangan itu hingga terkapar tak berdaya.


Sedangkan Aryo segera berlari melangkahkan kakinya menuju Tiara yang saat ini sedang meringkuk di pojokan tempat tidur dengan tubuh bergetar dan menangis keras. Aryo melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh atas Tiara yang terbuka.


Ketika Aryo ingin mengenakan jasnya ke Tiara, tiba-tiba Tiara berteriak keras memohon.


"Ja-jangan sentuh aku. A-aku mohon ja-jangan dekati aku" Teriak Tiara sambil menelungkupkan kepalanya diantara kedua kakinya dalam posisi meringkuk membelakangi Aryo.


"Tiara, hai..., ini aku Aryo" ucap Aryo lembut sambil berusaha mengenakan jaketnya pada Tiara.


Mendengar suara Aryo dengan segera Tiara berbalik dan memeluk Aryo erat. Tiara menangis keras dalam dekapan Aryo.


Aryo berusaha menenangkan Tiara dengan mengelus punggungnya lembut.


"Apa kau bisa berjalan" Tanya Aryo. Aryo yang tak mendapatkan jawaban dari Tiara tapi merasakan tubuh Tiara yang bergetar hebat dan tangisnya yang tak juga reda dalam pelukan Aryo.


Akhirnya Aryo menggendong Tiara ala bridal style. Tiara sempat terkejut dengan perlakuan Aryo, tapi ia kemudian mengalungkan lengannya di leher Aryo dan menyembunyikan wajahnya di dada Aryo.


"Patahkan semua tangan dan kaki mereka yang sebelah kanan" ucap Aryo memerintahkan kepada anak buahnya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan Tiara yang berada dalam gendongannya.


TBC.

__ADS_1


Mohon maaf 🙏 jika typo masih bertebaran.


Jangan lupa, like vote dan komentarnya ya terimakasih. 🙏😘


__ADS_2