UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Operasi untuk Rendra


__ADS_3

Operasi baru berlangsung sekitar 1 jam 30 menit. Tak lama Mona datang dengan membawa 2 tas pakaian dan satu tas berisi makan malam, camilan dan air mineral untuk Reno dan juga Tiara.


"Tuan-tuan..., Sebaiknya anda mandi dan ganti baju dulu tuan." Mona membuyarkan lamunan Reno. Sementara Tiara masih tertidur bersandar pada bahu Reno.


"Nanti saja" Reno menatap Tiara yang masih tertidur.


"Biar saya menggantikan Tuan, Tuan sebaiknya membersihkan tubuh Anda. Saya juga sudah membawakan makan malam untuk Tuan dan Tiara." Mona menaruh kedua tas itu di kursi.


Mona mengambil alih posisi Reno. Ia menarik tubuh Tiara ke arahnya dengan hati-hati dan menyenderkan kepala Tiara di bahunya.


Rupanya apa yang dilakukan Mona ini sedikit mengusik tidur Tiara, Tiara mengerjapkan matanya.


"Mona, Kapan kau datang" tanya Tiara.


"Baru saja, sebaiknya kau pergi mandi dulu. Aku sudah membawakan perlengkapan mandi, pakaian ganti, dan makan malam untukmu dan Tuan." ujar Mona pada Tiara.


"Mona, bisa kau tunggu disini sebentar aku akan membawa Tiara ke ruangan rawat inap lantai 3 tempat Rendra nantinya. Biar Tiara mandi di ruangan itu." Reno mengambil Tas yang di bawa Mona tadi. Ia membawanya dengan satu tangannya.


"Baik Tuan, saya akan menunggu disini. Saya akan menghubungi anda jika terjadi sesuatu."


"Terimakasih Mona," Reno meraih tangan Tiara dan menuntunnya ke lift menuju lantai 3.


Sesampainya di kamar rawat inap Reno menyuruh Tiara mandi. Tiara sempat terpana menatap ruang rumah sakit yang mewah menurutnya. Ruangan dengan double bed, ruang TV di lengkapi sofa, dan terdapat Pantry dan kulkas besar.


"Mandilah dulu, setelah itu jangan lupa makan makanan yang Mona bawakan untukmu. Aku akan mandi di kamar mandi umum."


"Tuan sebaiknya, anda mandi disini saja biar saya yang ke kamar mandi umum."


"Masuklah dan segera mandi. Jangan membantah perintahku." Reno memberikan salah satu tas yang berisi pakaian pada Tiara. Setelah ia memastikan terdapat baju Tiara di dalamnya.


Tiara melangkah masuk ke kamar mandi, Sementara Reno menuju ke luar dengan tas di tangannya. Sebenarnya Reno tidak mandi di kamar mandi umum. Tapi ia membayar satu lagi ruangan yang berada tepat di sebelah Tiara. Pada saat suster memberikan kunci kamar padanya. Ia sengaja menyentuh tangan suster itu. Ia ingin tau seperti apa reaksi tubuhnya ketika bersentuhan dengan orang yang tidak ia kenal.


Ternyata tubuh Reno masih memiliki reaksi alergi. ia merasakan perasaan yang yg tidak nyaman dan lama-kelamaan terdapat ruam merah pada kulit tangannya. Tapi ada perubahan yang memang Reno sadari. Biasanya setelah bersentuhan ia akan langsung merasakan gatal dan langsung muncul ruam merah pada seluruh tubuhnya. Tapi sekarang ia merasa alerginya itu hanya terdapat pada tangannya saja. dan itupun terdapat jeda sebelum kemunculan ruam-ruam merah itu.


"Mudah-mudahan ini pertanda baik untukku" Reno melihat reaksi kulit pada tubuhnya dan segera meminum obat alerginya yang telah Mona masukkan ke dalam tas pakaian Reno.

__ADS_1


Setelah itu ia langsung memasuki kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Tiara sempat mematung di depan cermin. Ia memikirkan perkataan Rendra yang kecewa padanya, karena ingin meninggalkan dirinya. Air mata Tiara kembali mengalir mengingat bocah kecil itu yang biasanya selalu ceria dan mengekorinya kesana kemari. Tapi sekarang bocah itu tergeletak tak berdaya dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya.


"Maafkan aku...., maaf...." Tiara kembali menangis. Setelah puas dengan tangisnya Tiara melepaskan bajunya. Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Sementara itu Reno yang telah selesai mandi menuju ke ruang dimana Tiara berada. Ia cukup terkejut melihat ruangan yang kosong.


Apa Tiara belum selesai mandi, tapi bagaimana mungkin bukankah ia mandi lebih dulu dibandingkan aku, batin Reno


Reno mendekat ke kamar mandi dan masih terdengar suara air mengalir di dalamnya.


Tok tok tok


"Tiara-Tiara, apa yang kau lakukan. Kenapa kau lama sekali di kamar mandi. Tiara cepat keluarlah nanti kau masuk angin" Reno terus memanggil-manggil Tiara sampai ada sahutan dari dalam.


"I-iya Tuan, ini saya sudah selesai." sahut Tiara setelah lama terdiam karena melamun. Bahkan tubuh Tiara terlihat memucat dan bergetar karena kedinginan.


Setelah memakai bajunya Tiara keluar dengan tas pakainya.


Reno menuntun Tiara menuju sofa, Reno dan Tiara duduk berdampingan. Ia lalu mengambil air mineral dan satu kotak nasi yang sudah di lengkapi berbagai lauk dari dalam Tas. Ia membuka kotak nasi itu dan menyodorkannya pada Tiara.


"Makanlah, kau harus mengisi perutmu agar tak sakit." ucap Reno.


"Saya belum lapar Tuan, Tuan makanlah dulu. Bukankah Anda juga belum makan. Saya ambil ini saja Tuan." Tiara menyodorkan kotak nasi ke Reno, Ia lalu mengambil air mineral dan meneguknya.


Reno mengambil sendok yang ada di kotak nasi itu, Mengisinya dengan berbagai menu yang ada lalu menyodorkannya pada Tiara.


"Aaaa..., Ayo cepat buka mulutnya Aaa..., Kalau kau tidak menurutiku aku akan meminta Mona membawamu pulang. Dan aku tidak akan mengijinkan kau bertemu dengan Rendra lagi" Ancam Reno, setelah sekian kali Mona menolak untuk makan.


Mendengarkan ancaman Reno, akhirnya Tiara membuka mulutnya menerima suapan dari Reno. Sekalipun Tiara cukup kesulitan membuka mulutnya lebar karena Reno mengisi penuh sendok itu. Dan tanpa Tiara sadari air matanya kembali mengalir.


"Sudahlah Tiara, jangan seperti ini. Kau membuatku semakin hancur bila seperti ini." Reno merasakan makin sakit melihat air mata Tiara. Tiara menghapus cepat air matanya.


Satu suap

__ADS_1


Dua suap


Tiga suap, Tiara melahap makanan yang di suapi Reno. Hingga suapan keempat Tiara menghentikan suapan yang akan Reno berikan untuknya.


"Bukankah Tuan juga belum makan, Tuan makanlah juga" Tiara membelokkan sendok itu ke mulut Reno. Akhirnya mereka makan satu kotak nasi berdua. Dengan Reno yang menyuapi Tiara, lalu gantian ia memasukkan makanannya ke dalam mulutnya sendiri.


"Sudah Tuan, ayo kita kembali ke tempat Mona, saya merasa tidak tenang meninggalkan Rendra terlalu lama."


Tiara bangkit dari duduknya di ikuti oleh Reno di belakangnya. Mereka keluar bersamaan dari ruangan itu.


Sesampainya didepan ruang operasi, Mona masih duduk di tempat yang tadi Tiara tempati.


"Mona" panggil Tiara begitu melihat keberadaan Mona.


Mona tersenyum menatap Tiara. Ia lalu menggeser duduknya ke pinggir. Memberi ruang untuk Tiara dan Reno duduk.


"Kau sudah makan Mona?" tanya Tiara.


"Sudah, sebelum kesini tadi aku sempatkan untuk makan sekalipun tidak banyak."


Tak lama lampu operasi mati. pertanda operasi telah selesai. Dan seorang Dokter paruh baya keluar dari ruangan itu.


Dengan cepat Mona, Reno dan Tiara bangkit dari duduknya menghampiri dokter tersebut.


Dokter itu melepaskan masker dan tutup kepalanya. Dengan wajah lesu menghampiri Reno yang juga menghampirinya.


" Bagaimana Dok, dengan kondisi anak saya saat ini."


Huft...., Dokter itu menghela nafasnya kasar.


wajahnya terlihat lesu menatap ke arah mereka bertiga


TBC


Mohon maaf jika ada Typo bertebaran. Jangan lupa like vote dan komentarnya terimakasih 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2