
Roy menatap kedua orang itu aneh. Ia bertanya-tanya apa hubungan Bosnya dengan Suster Dina atau yang saat ini di panggil Nina.
Ya, orang yang sedang berpelukan itu adalah Michael dan Dimas. Awalnya Michael cukup terkejut melihat Dimas ada disana, tapi setelah berpikir lebih ia menyadari kalau mereka memiliki tujuan yang sama.
"Aku tadinya berpikir Anda tidak tertarik dengan satupun wanita disini, ternyata aku salah. Kerja bagus Mayumi" ucap Pria itu yang tak lain adalah Katsuro Dasuki.
"Aku suka pelayanan anda tuan" ucap Michael memuji.
"Mari aku tunjukkan permainan yang lebih seru lagi." Katsuro mengajak mereka ke meja judi dengan masing-masing ditemani wanita pilihan mereka.
Michael yang tak begitu pengalaman dalam permainan judi, beberapa kali mengalami kekalahan.
"Tuan, bolehkah kali ini aku yang bermain untukmu?" tanya Dimas pada Michael setelah sedari tadi ia hanya menjadi seorang pengamat saja.
"Tentu boleh cantik, aku serahkan peruntunganku kali ini padamu" mencubit manja dagu Dimas sambil mengedipkan mata.
Roy yang melihat tingkah aneh bosnya menjadi semakin kesal saja. Tapi ia tetap bertahan disana walaupun dengan ekspresi wajah juteknya.
"Baiklah kita lihat seberapa besar peruntungan anda!" Ucap Datsuki. Dan kembali seorang wanita cantik membagikan kartu untuk mereka.
Dimas yang memang sudah terbiasa dengan trik permainan ini dengan mudah membalikkan kondisi. Michael yang awalnya kalah menjadi menang banyak karena keahlian Dimas.
"Wah ternyata bintang peruntungan wanita anda cukup besar Tuan Michael. Mejaku yang tadinya penuh dengan koin sekarang habis tak tersisa."
"Ambilkan aku koin, dan panggilkan Jack kemari aku ingin tahu, apa benar ini keberuntungan atau memang wanita ini memiliki keahlian dalam berjudi" ucap Katsuro lagi.
Seorang pria tinggi besar dengan banyak tato ditubuhnya menuju ke meja Dimas dan juga Michael. Tuan Datsuki menyambutnya dengan tertawa senang.
__ADS_1
"Kemarilah!! Aku ingin kau bermain mewakiliku dan kalahkan wanita ini" perintah Katsuro pada Pria yang datang menghampiri mereka.
"Tenang tuan, saya akan mengembalikan kekalahan anda menjadi kemenangan" Pria itu menyadari jika bosnya memangilnya pasti dikarenakan bosnya itu mengalami kekalahan.
Katsuro Dasuki terkenal sebagai pria yang pelit dan tidak bisa menerima kekalahan. Ia tidak segan mengerahkan anak buahnya untuk mendapatkan kembali kemenangannya.
Dimas yang menyadari sikap tak biasa dari Katsuro ini, diam-diam memilih kalah untuk beberapa sesi. Ia hanya menang sesekali agar Michael tak rugi banyak. Dimas juga menyadari jika ia sampai membuat kasino ini rugi besar, pasti mereka tidak akan membiarkannya keluar hidup-hidup dari ruang judi ini.
"Ha...ha...ha..., ternyata bintang peruntungan milikmu tak sehebat yang aku bayangkan. Lihat bahkan anak buahku mengalahkannya dengan begitu mudah" ujar Katsuro terlihat senang.
"Anda benar Tuan, bahkan peruntungan wanitaku tak sehebat keahlian anak buah anda" ucap Michael merendah.
"Apa anda ingin mencoba permainan yang lain?" tawar Katsuro.
"Bisakah kita sudahi permainan hari ini sampai disini. Saya ingin bersenang-senang dengan wanitaku. Kita bisa lanjutkan lagi permainan ini di pertemuan berikutnya" saran Michael.
"Anda terlihat tidak sabaran sekali, Baiklah kita lanjutkan lain kali sesuai saran anda."
"Roy, urus semua tagihan yang harus kita bayar. Aku ingin bersenang-senang dengan wanitaku sampai beberapa hari kedepan. Aku ingin dia menjadi satu-satunya wanita yang menemaniku selama aku berada di negara ini."
Michael tidak ingin dicurigai jika membawa Dimas begitu saja. Jadi ia memilih jalan ini agar bisa menempatkan Dimas disisinya. Ia juga ingin mencaritahu rencana Dimas dan mengapa Dimas bisa sampai ada di Negera ini. Karena setahunya Dimas sedang ada di luar daerah mencari keberadaan Tiara
Michael membawa Dimas ke sebuah apartemen mewah miliknya. Tempat dimana ia biasa tinggal selama ia berada di negeri sakura.
"Roy bisa tinggalkan kami berdua? datanglah lagi kemari setelah satu jam" pinta Michael.
"Baik Bos" Roy meninggalkan tempat itu dengan hati penuh tanya. Sementara Dimas dan Michael memilih duduk diruang tamu.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa ada di Negera ini?" tanya Dimas dan Michael bersamaan.
"Kau jelaskan dulu, apa maksud semua ini?" tanya Dimas.
"Kakek meminta tolong padaku, untuk menyelidiki kasus Rumah sakit miliknya di negara ini. Dan menurut anak buahku, kasus ini berhubungan dengan Tuan Katsuro Dasuki. Aku ingin menyelidiki pabrik obat-obatan dan peralatan kesehatan miliknya. Karena dari penyelidikan anak buahku selain ia Memang memproduksi obat-obatan secara legal tapi ia juga memproduksi beberapa obat-obatan terlarang dan palsu. Aku sengaja kerjasama dengannya untuk menjadi investor, agar aku bisa lebih leluasa menyelidiki perusahaan" jelas Michael.
"Bagaimana bisa kau begitu mudah masuk ke perusahaannya untuk berinvestasi. Aku bahkan sudah mencoba mengajukan proposal penawaran untuk investasi di perusahaannya tapi selalu ditolak olehnya. Padahal perbandingan keuntungan yang aku tawarkan lebih menguntungkan pihak mereka" tanya Dima.
"Kau tidak akan bisa masuk ke perusahaan mereka karena datamu tidak ada Background seorang pengusaha sebelumnya. Mereka selalu waspada terhadap pebisnis baru. Mereka tidak ingin kecolongan hanya dengan memikirkan keuntungan semata. Seharusnya kau gunakan data dirimu yang sebenarnya jika ingin masuk kedunia mereka" ujar Michael.
"Aku tidak bisa melakukannya! Karena aku pernah mencelakai istrinya sebelumnya hingga ia kehilangan satu tangannya. Siapa suruh wanita itu berani mencelakai Tiara."
"Lalu mengapa kau ada disini saat ini! Bukannya harusnya kau mencari keberadaan Tiara. Kembalilah dan cari Tiara sampai ketemu. Biar urusan disini aku yang menyelesaikannya. Kau tak perlu khawatir karena aku memiliki anak buah yang diam-diam melindungiku. Aku juga sudah memiliki rencana yang matang untuk menghancurkan perusahaan miliknya."
"Jangan khawatir Tiara baik-baik saja, justru kedatanganku kemari aku lakukan demi Tiara. Saat ini orang yang menyandera Tiara meminta bantuan ku untuk menyelidiki perusahaan senjata milik Katsuro. Ia telah mengirim senjata ilegal ke beberapa negara. Dan mendanai salah seorang keluarga kerajaan untuk menjatuhkan putra makota dan berusaha merebut posisinya. Aku harap kau bisa membantuku juga untuk menyelidiki perusahaan tersebut."
"Jangan khawatir, aku pasti membantumu. Kau istirahatlah dulu. Kamar depan adalah milikmu, kau bisa beristirahat disana dan ganti bajumu itu. Aku akan mengerahkan anak buahku untuk menyelidiki perusahaan pembuatan senjata itu. Kau jangan khawatir, kita pasti berhasil dan bisa membawa Tiara kembali pulang. Istirahatlah, kita akan bicara lagi nanti."
Michael menyuruh Dimas beristirahat didalam kamar, sementara ia memanggil Roy untuk kembali ke apartemen. Banyak hal yang harus mereka bicarakan.
Saat ini Roy dan Michael sedang berada diruang kerja milik Michael yang ada di apartemennya.
"Aku tahu pasti banyak hal yang ingin kau tanyakan. Maaf sebelumnya jika aku sengaja merahasiakan tentang keberadaan suster Dina sebelumnya."
"Apa anda juga tertarik dengannya Tuan? Tapi apa anda tahu sebenarnya Suster Dina i-itu..." Roy terlihat ragu untuk meneruskan ucapannya.
"Seorang pria maksudmu! Aku sudah tahu dari awal, karena ia langsung yang mengatakannya padaku. Maaf aku tidak mengatakan hal ini karena tidak ingin kau kecewa. Aku tahu ini adalah pertama kalinya kau terlihat suka dengan wanita setelah sekian lama. Aku hanya tidak ingin menghancurkan hatimu saja."
__ADS_1
"Tapi aku sudah terlanjur kecewa Tuan. Kenapa aku selalu tidak beruntung saat jatuh cinta. Baik dulu maupun sekarang selalu berakhir gagal. Mungkin aku memang ditakdirkan jomblo seumur hidup Tuan" terlihat kekecewaan Dimata Roy. Michael menatap iba padanya.
TBC