UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Identitas Tedi.


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan padanya" ujar seorang pria yang sebelumnya di intai Dimas.


Ya, pria yang memukul Dimas adalah dua orang pria yang menaiki sepeda montor. Mereka curiga saat menghentikan sepeda motornya sesaat, karena ingin memperbaiki barang bawaannya yang hampir terjatuh. Tiba-tiba mereka mendengar suara laju sepeda motor samar-samar.


Akhirnya mereka memutuskan menyembunyikan sepeda motor di semak belukar dan menjebak Dimas.


"Kita bawa saja ke markas. Kita laporkan pada bos besar. Biar bos besar menentukan hukuman yang pantas untuknya."


Dimas saat ini berada diruang tahanan bawah tanah, sebuah ruangan yang disiapkan untuk musuh-musuh mereka.


Asisten Tedi yang bernama Daniel saat ini berada di ruangan Dimas. Ia adalah pria yang sebelumnya memanjat pohon untuk mengambil buah yang di inginkan Tiara.


"Apa kalian sudah berhasil mencari tahu identitasnya."


"Sudah Tuan , ini silahkan" Anak buah itu memberikan beberapa lembar berkas pada Daniel.


"Hemm, seorang pengusaha yang cukup berpengaruh rupanya." Ia kemudian membalik lagi lembaran itu dan melihat foto pernikahan Dimas dan Tiara.


"Ternyata suami wanita hamil itu, pantas saja ia bisa nyasar sampai kemari. Hebat juga dia, berani memasuki hutan sendiri demi istrinya."


"Kalau dia bangun segera hubungi saya. Jangan ada yang berani menyiksanya. Kalau tidak, aku akan buat perhitungan dengan kalian jika berani menyentuhnya."


Daniel memperingatkan anak buahnya, ia paling tahu sifat anak buahnya walaupun mereka tidak pernah membunuh tahanan tanpa sebuah perintah tapi mereka hobi sekali menyiksa tahanan yang mereka pikir akan mengancam kemanan mereka


Daniel pergi dari situ untuk menemui Tedi di ruang kerjanya. Ia akan melaporkan semua yang terjadi, termasuk kedatangan Dimas di markas mereka.


"Bagaimana, apa anak buah kita menemukan sesuatu di perusahaan itu."


"Ya Tuan, anak buah kita yang berhasil menyusup bekerja di bagian accounting menemukan Ada beberapa aliran dana yang mencurigakan. Mereka mendapatkan suntikan dana besar dari salah satu investor di Jepang. Dan setelah kami selidiki investor ini juga terlibat dalam dunia mafia di Jepang."


"Orang itu yang mengirim senjata kenegara ini secara ilegal dan menyembunyikannya di gudang pabrik perusahaan. Keuntungan dari menjual senjata ilegal 100 persen di berikan kepada orang itu. Dan setelah kami selidiki ternyata dana hasil keuntungan di gunakan untuk membiayai Mafia."


"Cukup sulit bagi kita untuk menyentuh mereka Tuan, karena ada orang besar di belakang mereka. Tapi jika kita menyerah maka kita tidak bisa membuktikan anda tidak bersalah. Dan itu artinya anda harus terus bersembunyi disini dan tidak bisa kembali ke negara anda." jelas Daniel.

__ADS_1


"Tidak, walau bagaimanapun aku harus kembali. Aku cemas dengan kondisi raja."


"Ada apa? Ada yang ingin kau sampaikan? Kenapa kau terlihat gelisah sekali" tanya Tedi.


"Begini Tuan, Setelah saya selidiki ternyata apa yang terjadi dengan kita selama ini, semua adalah ulah Kakak tiri anda" ucap Daniel ragu.


"Saya sudah tahu sejak lama. Aku saja yang terlalu polos dan percaya padanya. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagiku. Aku yakin kalau ia bekerjasama dengan pemilik pabrik dan juga orang Jepang itu" ujar Tedi.


"Maaf Tuan karena tidak bisa melindungi anda, seandainya saya lebih teliti dalam memilih pengawal anda ke negara ini. ini semua pasti tidak akan terjadi. Saya tidak pernah menyangka pengawal yang kita bawa dari negara kita ternyata mereka semua adalah orang suruhan kakak anda. Bahkan saya merindukan memanggil anda Putra Mahkota."


"Jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan itu. Aku tidak pantas menyandang gelar itu saat ini. Lihatlah bagaimana kondisiku saat ini!! Sudahlah jangan bahas status itu lagi, yang terpenting pikirkan cara keluar dari negara ini dan kembali ke negara kita. Kita sudah setahun berada di kota ini, entah bagaimana kondisi kerajaan saat ini. Empat bulan lagi pergantian penerus tahta, Raja pasti menungguku."


"Aku tidak ingin saudara tiriku berhasil menghasut para menteri sehingga Raja terpaksa menyerahkan kedudukannya pada orang itu. Ia sama sekali tidak pantas menduduki posisi itu. Dengan ambisinya yang begitu besar ia hanya akan menghancurkan dinasti kerajaan kita" ucap Tedi, ia menatap Daniel yang terlihat ragu dan ingin mengatakan sesuatu.


Ya Tedi sebenarnya adalah seorang Putra Mahkota dari sebuah negara tetangga. Kedatangannya ke negara ini sebenarnya adalah untuk menjalin sebuah kerjasama di bidang ekonomi dan pertahanan. Tapi sebelum ia sampai menuju kota pusat pemerintahan, tiba-tiba ia diculik oleh orang suruhan kakak tirinya.


Ia di buang di kota kecil tempat ia berada saat ini, identitas yang ia miliki sebagai Putra Mahkota juga dirampas. Ia di fitnah sebagai pembunuh, beberapa pekerja pabrik juga akibat ulah Kakak tirinya.


Untungnya Tedi masih memiliki Daniel. Keahlian Daniel di bidang beladiri memudahkan pria itu mengumpulkan pemuda yang mau bekerja dengannya. Ia melatih pemuda-pemuda itu untuk dijadikan anak buahnya. Termasuk pemuda-pemuda yang tersesat ke dalam hutan. Ia merekrut mereka dan melatih mereka, menjadikan tubuh mereka sekuat baja.


Sedangkan para pembelot yang tidak bisa diatur ia tidak segan membunuhnya dan membuang mayatnya di pinggiran hutan. Mayat-mayatnya inilah yang sering di temukan penduk desa.


Sayang kekuasaan mereka di Kota kecil ini tidak sebesar di negaranya. Hingga mereka sering kesulitan untuk menjatuhkan musuh-musuh mereka. Entah sudah beberapa kali Tedi mengubah wajahnya dengan bantuan makeup dan perlengkapan khusus agar tak dikenali.


Tapi tetap saja ia kesulitan untuk keluar dari kota kecil ini. Sebab ia tidak bisa menyembunyikan sidik jarinya dan juga aroma tubuhnya yang sudah di ketahui oleh anjing pelacak kepolisian. Hingga berbagi cara ia lakukan agar anjing pelacak tak mengetahui keberadaannya.


Tok tok tok....


Terdengar ketukan pintu di ruang kerja Tedi. Tedi dan Daniel menoleh kearah pintu bersamaan.


"Masuk!" perintah Tedi.


"Maaf Tuan Daniel, orang itu sudah sadar dan ia berteriak-teriak ingin bertemu dengan pimpinan disini."

__ADS_1


"Siapa Niel."


"Seekor tikus yang berusaha memasuki wilayah kita Tuan. Anda tidak perlu khawatir biar saya yang mengurusnya. Siapa tau tikus kali ini ternyata adalah seekor singa yang akan membantu kita."


"Apa maksudmu? ingat jangan menambah masalah!" Tedi mengingatkannya.


"Jangan Khawatir Tuan, aku pasti bisa menanganinya. Dan membawa kabar baik untuk anda."


Daniel meninggalkan ruangan itu bersama anak buahnya yang tadi melapor padanya. Ia menuju sel bawah tanah tempat ia mengurung Dimas."


Daniel bisa mendengar teriakan Dimas, meminta dirinya di bebaskan. Ia juga ingin bertemu dengan Pemimpin tempat ia di tahan.


"Siapa kalian? Kenapa mengurungku disini?" tanya Dimas begitu melihat kedatangan Daniel.


"Seharusnya saya yang bertanya pada anda. Apa tujuan anda memasuki hutan kawasan kami. Atau haruskah saya memanggil anda Tuan Dimas" ujar Daniel.


"Rupanya kau sudah menyelidiki siapa diriku. Cepat juga pergerakan anda" puji Dimas.


"Ya tidak hanya itu, saya juga mengetahui tujuan anda kemari. Saya bisa membantu anda asal anda mau kerjasama dengan kami."


"Kau pikir penjahat seperti kalian pantas bekerjasama denganku" ujar Dimas kesal.


"Don't judge a book by it's cover. Anda bahkan tidak mengetahui siapa kami dan apa yang kami hadapi. Anda tidak pantas berkata seperti itu Tuan. Lebih baik anda menurut pada kami, maka kami juga akan membantu Anda."


"Katakan satu alasan kenapa aku harus menuruti permintaan kalian?" tantang Dimas.


"Bawa laptop itu kemari" perintah Daniel pada anak buahnya.


"Lihatlah ini!! tidakkah ini menjadi alasan yang kuat, Kenapa kau harus menurut pada semua perintah kami" Daniel memperlihatkan video rekaman pada Dimas.


"Kau!! Beraninya kalian..."


TBC.

__ADS_1


__ADS_2