UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Penjelasan Daniel.


__ADS_3

"Mau kemana kau" tanya Tedi saat berpapasan dengan Daniel di lorong.


"Menemui tawanan anda bos, ia sudah mulai tidak patuh sekarang" ujar Daniel.


"Biarkan saja dia, ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu. Ikut aku ke ruang kerjaku!"


Tedi dan Daniel jalan berbarengan menuju ke ruang kerja. Sampai diruang kerja mereka duduk berhadapan.


"Siapa sebenarnya pria yang kau tangkap itu? Mengapa ia ada di ruangan Tiara?"


"Bagaimana anda tahu bos?"


"Aku tadi ingin ke ruangan Tiara, tapi penjaga pintu mengatakan Tiara sedang bersama seorang pria. Dan pria itu masuk ke sana atas ijinmu."


"Dia suami Tiara Bos. Aku sudah menyelidiki latar belakangnya. Dan ia yang akan membantu kita menyelesaikan masalah kita."


"Apa kamu yakin dia tidak akan berkhianat pada kita."


"Yakin Bos, ia sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan kita. Jika ia sampai mengkhianati kita ia juga akan ikut terseret ke penjara bersama kita. Jadi Bos jangan khawatir.


"Baiklah, kau atur saja. Dan terus awasi dia jangan sampai ia melakukan hal yang merugikan kita. Dan untuk Tiara jangan terlalu ketat dengannya, ia sedang mengandung. Aku tidak ingin disalahkan jika terjadi sesuatu dengan kandungannya karena ia stress berada di bawah tekanan kita. Berikan saja apa yang ia inginkan selama ia tidak meninggalkan tempat ini."


"Baik Bos."


Sementara itu Dimas yang berada di ruangan Tiara tengah tidur sembari memeluk Tiara. Sesekali ia mengusap perut Tiara.

__ADS_1


"Mas, bagaimana keadaan Kak Farih dan Kak Lia sekarang ya?" tanya Tiara.


"Mereka sangat mengkhawatirkanmu. Aku nanti akan coba meminta pada pimpinan mereka agar bisa menghubungi Farih. Kasihan dia sampai kurang tidur karena terus mengkhawatirkanmu."


"Lalu bagaimana dengan Mama dan Papa?" tanya Tiara khawatir.


"Kami merahasiakan kondisimu dari mereka. Kami hanya tidak ingin menambah kepanikan mereka, terutama ibumu" ucap Dimas.


"Iya kasihan Mama jika sampai tahu Tiara hilang ia pasti akan tertekan dan kembali merasa bersalah."


"Untuk itulah kau harus baik-baik jaga dirimu dan juga bayi kita. Karena banyak orang yang menyayangimu yang khawatir dengan kondisimu, termasuk suamimu ini. Tapi benarkan mereka tidak menyakitimu!"


"Beneran Mas, mereka nggak nyakitin aku kok. Cuma aku bosan dikurung di kamar ini terus. Bilangin mereka dong Mas, Tiara boleh jalan-jalan disekitaran sini. Tiara bosan Mas."


"Iya nanti Mas, bilang sama mereka. Tapi sebenarnya Mas lebih suka kamu berada di kamar aja, karena akan lebih aman bagimu. Disini semua pegawai dan pekerjaannya seorang Pria. Mas khawatir kalau kamu keliaran di rumah ini" ujar Dimas.


"Iya, nanti Mas coba bicara. Permintaanmu banyak juga ya ternyata, mudah-mudahan mereka kabulkan."


Tak terasa hari menjelang pagi. Dimas keluar dari kamar Tiara dan ingin menemui Daniel. Banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan Daniel terutama perihal kerjasamanya. Dimas tidak ingin membuang waktu. Ia ingin menyelesaikan bagiannya dan membawa Tiara kembali kerumah.


"Tuan Daniel" sapa Dimas ketika melihat pria itu sedang menikmati secangkir kopi di ruang tengah.


"Duduklah!" perintah Daniel.


"Mengenai kerjasama kita, bisakah kita percepat. Dan tolong jelaskan apa peran saya. Saya tidak ingin terlalu lama berada disini, karena istriku juga membutuhkan lingkungan yang normal untuk tumbuh kembang calon bayi kami."

__ADS_1


"Ini adalah target kita." menyodorkan dua foto pada Dimas. Yang satu adalah foto pria tua dengan tampilan glamor dan berkelas. Yang satu lagi foto seorang pria usia 30 tahunan dengan penampilan maskulin dan berwibawa. Terlihat mereka berdua bukanlah orang dari golongan orang biasa.


"Tapi aku ingin kau menyelidiki pria tua ini. Ia adalah pebisnis sukses di Jepang. Ia memiliki berbagai perusahaan termasuk perusahaan senjata. Aku ingin kau selidiki pria ini dan juga pabrik senjata miliknya. Kumpulkan bukti kegiatan ilegal mereka karena kita akan menyeret mereka ke penjara. Lebih bagus lagi jika kau bisa masuk ke lingkaran usaha mereka" jelas Daniel.


"Pria tua ini! apa kau punya dendam dengan mereka? Dia bukanlah pria yang mudah untuk diselidiki, apalagi di dekati. Ia merupakan salah satu pengusaha terkaya di Jepang. Penampilannya yang eksentrik dan selalu di kelilingi wanita cantik. Ia sulit diajak kerjasama jika tidak pihak mereka duluan yang menghubungi kita. Dan satu hal lagi, ia merupakan salah satu sumber dana Mafia terbesar di negaranya."


"Aku tahu ini akan sulit. Jadi tolong Pikirkan cara untuk bisa masuk ke lingkungan mereka. Dan aku ingin kau selidiki perusahaan senjatanya, apa ada pengiriman senjata menuju kota ini? Dan kapan mereka biasa melakukan pengiriman dan melalui jalur apa? tolong selidiki dengan jelas. Aku tau kau banyak memiliki koneksi di Jepang dan juga memiliki banyak usaha disana, jadi kau tidak akan kesulitan untuk bergabung masuk dalam ruang lingkup sosial mereka. Aku akan siapkan berkas-berkas yang perlu kau bawa ke negara itu segera."


"Maksudmu, apa aku harus pergi ke Jepang untuk menyelidiki orang ini?" tanya Dimas.


"Ya, karena saya maupun bos saya tidak bisa meninggalkan tempat ini karena kami masuk DPO kepolisian."


"Tolong jelaskan secara rinci, siapa sebenarnya kalian. agar saya tidak merasa menyesal bekerja dengan kalian. Dan kenapa kalian menginginkan saya menjatuhkan pria tua asal Jepang ini?" tanya Dimas lagi.


"Kau lihat foto pria muda ini. Ia adalah biang dari segala masalah dan pria tua ini adalah sumber dananya. Entah hal apa yang dijanjikan pria muda ini pada investor Jepang itu hingga pria tua ini mau mendanai perusahaannya dan juga membantu kejahatannya." Daniel menjelaskan sembari menunjuk dua foto di depan mereka.


"Bos saya merupakan Putra Mahkota negara kami. Sewaktu perjalanan menuju ke pusat kota negara ini, saya dan bos saya diculik. Mereka membuang kami ke kota kecil ini, memutuskan akses komunikasi kami dengan dunia luar, memfitnah, dan mengambil identitas putra mahkota. Kami berhasil lepas dari jeratan mereka tapi mereka memfitnah bosku yang merupakan putra mahkota sebagai pembunuh dan penyelundup senjata. Kami bertahan selama ini untuk mengumpulkan bukti kebusukan pria ini agar kami bisa terbebas dari jeratan hukum."


"Apa yang kau katakan ini apakah bisa dipertanggungjawabkan. Kau tidak sedang berkhayal atau mengarang ceritakan?" tanya Dimas.


"Setelah kau berhasil menyelidiki pria tua Jepang ini. Aku akan membuktikan semua kebenaran ucapanku ini."


"Tidak perlu, aku akan coba untuk percaya kalian. Tapi sebelum keberangkatanku ke Jepang. Aku ingin kalian mengabulkan permintaan istriku, kalau tidak ia pasti akan banyak membuat drama dan masalah yang akan menyusahkan kalian. Apalagi jika ia tahu kalian mengirim suaminya ke negara lain."


"Asal tidak keluar dari tempat ini, saya bisa pertimbangkan. Dan nanti sore aku akan pertemukan kau dengan bosku."

__ADS_1


TBC.


__ADS_2