UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Rencana Alex


__ADS_3

David terlihat ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan padanya. Ia tidak ingin bosnya menambah daftar musuh karena masalah Tiara.


"Jangan khawatir, aku sama sekali tidak berniat memiliki Tiara. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk mengembalikan Tiara. Kekuasaanku sebagai calon penerus akan terganggu jika orang-orang mengetahui kebenarannya saat ini. Terutama saudara tiriku itu pasti akan menjadikan ini untuk memaksa Ayahanda mencopot statusku sebagai putra mahkota. Percepat pengumpulan bukti untuk menjerat Kakak tiriku itu, setelah itu aku akan dengan senang hati mengembalikan Tiara" ujar Alex, ia menyenderkan kepalanya pada senderan kursi kerjanya.


"Pergilah, terus awasi saudara tiriku dan perintahkan orang kita untuk menjaga setiap jalur masuk ke wilayah kita. Aku tidak ingin Dimas tiba-tiba datang dan menghancurkan rencanaku. Sebarkan Foto Dimas agar orang-orang kita bisa mencegahnya memasuki negara kita" perintah Alex lagi ia berdiri dari duduknya dan menutup berkas yang berada di hadapannya.


"Baik pangeran."


"Kita harus bergerak cepat, aku tidak ingin Dimas menjadikanku musuh karena kita terlalu lama menahan istrinya."


"Kenapa anda tidak mengatakan kebenarannya saja pangeran, siapa tahu Tuan Dimas juga akan membantu anda menyingkirkan Pangeran Osvaldo, saudara tiri anda itu begitu kesit dan licik. Selama bertahun-tahun kita selalu gagal menjatuhkannya dan selalu berakhir dengan jatuhnya nyawa saksi kejahatan dan dokumen kejahatannya yang menghilang begitu saja."


"Apa kau pikir Dimas akan membantuku begitu ia tahu status istrinya disini sebagai Permaisuriku. Yang ada ia akan membunuhku."


"Tapi Pangeran anda melakukan semua itu untuk melindungi Tiara, aku yakin Tuan Dimas dapat memakluminya."


"Pikiran orang yang dilanda cemburu tidak akan bisa kita kendalikan, aku tidak ingin Dimas menghancurkan rencanaku. Sebaiknya pergilah sekarang jangan menunda waktu lagi. Cepat atau lambat Dimas pasti akan mengetahui kalau kita menghalanginya untuk bertemu dengan istrinya.


Tanpa membuang-buang waktu David segera meluncur, menemui semua anak buahnya untuk membagi tugas. Mulai dari menjaga perbatasan, mengawasi Osvaldo saudara tiri Alex dan juga orang-orang kepercayaannya.


Alex adalah satu-satunya anak yang dilahirkan oleh Permaisuri. Raja memiliki 3 istri termasuk Permaisurinya. Dari istri-istrinya itu ia memiliki 5 orang putra dan 2 orang putri. Tapi sayang dua putranya meninggal dunia karena kecelakaan dan satunya lagi meninggal dunia karena sakit, itu adalah kenyataan yang diketahui untuk saat ini. Raja akhirnya hanya memiliki dua pangeran saja sebagai penerus saat ini.


Andai saja mereka tahu Kenyataan yang sebenarnya meninggalnya putra Raja di sebabkan oleh kejahatan dan kelicikan Osvaldo. Ia adalah dalang di balik kecelakaan dan sakitnya saudaranya. Ia tega menghabisi saudara-saudaranya karena ambisinya akan kekuasaan. Ia begitu haus kekuasaan hingga tega menghabisi saudaranya satu persatu yang dianggap akan menghalanginya menuju Kekuasaan tunggal yaitu menjadi Maharaja.


Osvaldo selama ini juga selalu berusaha mencelakai Alex, tapi Alex selalu lolos dari serangannya. Menjatuhkan Alex tak semudah menjatuhkan saudara-saudara lainnya. Alex yang berstatus sebagai putra mahkota memiliki banyak pendukung dan pelindung di belakangnya.


Kekacauan terjadi di kediaman Osvaldo. Kabar kematian Katsuro dan juga beberapa perusahaan Katsuro telah diambil alih pemerintah membuat terjadinya gonjang-ganjing besar. Selama ini tak ada yang mengabarinya telah terjadi sesuatu dengan Katsuro.

__ADS_1


Meninggalnya Katsuro berarti menghilangnya penyokong dana terbesar dan juga dukungan asupan suplai senjata. Padahal Osvaldo butuh dana besar dan juga asupan senjata untuk menjaga wilayah kekuasaannya. Mengingat saat ini ia lagi gencar-gencarnya membangun perusahaannya. Ia memiliki setidaknya 3 proyek besar yang saat ini butuh suntikan dana dari Katsuro, jika proyek ini terhenti, ia akan mengalami kerugian besar. Dan dapat di pastikan para investor akan menarik sahamnya jika terjadi wanprestasi.


(Wanprestasi\= Tidak dipenuhinya kewajiban dalam suatu perikatan atau istilah kerennya pelanggaran kontrak.)


"Apa yang harus kita lakukan sekarang pangeran?" Pillip orang kepercayaan Osvaldo terlihat panik. Kematian Katsuro adalah jalan buntu baginya.


"Kenapa bertanya padaku? cepat pikirkan solusinya. Saya sudah mengeluarkan semua uangku untuk proyek-proyek ini. Proyek ini tidak boleh berhenti begitu saja" Osvaldo terlihat Marah, ia bahkan tak segan melemparkan Berkas file biru yang sangat tebal ke arah orang kepercayaannya.


Brakk!!!!


Berkas itu mengenai dada bidang orang kepercayaannya. Pillip sama sekali tidak berusaha untuk menghindar, ia tahu betul karakter pimpinannya. Ia akan mendapatkan hukuman yang lebih lagi jika ia berusaha menghindar.


"Sial, apa yang harus kita lakukan sekarang. Dimana kita bisa mencari dana segitu besarnya dalam waktu singkat" keluh Osvaldo.


"Jalan satu-satunya adalah dengan menjual 20% saham pangeran. Dengan menjual saham pangeran bisa menyelesaikan satu proyek dan keuntungan proyek bisa untuk menyelesaikan proyek yang satunya lagi' Pillip menawarkan solusi.


Ya, Osvaldo selama ini memiliki kira-kira 55% saham. Awalnya saham yang ia miliki hanya kisaran 15% saja. Ia berhasil memiliki saham hingga 55% karena ia mengambil saham milik saudaranya yang meninggal dunia. sementara Alex memiliki saham sekitar 25% dan 20% lagi saham dimiliki oleh beberapa orang di luar istana.


"Setidaknya jumlah saham anda masih tersisa 35% pangeran. Dan jumlah itu sudah lebih besar daripada milik Pangeran Alex."


"Sepertinya aku memang tidak memiliki pilihan lain selain menjual sahamku. Tapi Pastikan pembelinya adalah orang yang berada di pihak kita. Aku tidak ingin langkah kita menjual saham akan menjadi bumerang buat kita."


"Baik pangeran.


********************


Sementara itu dirumah sakit Mike masih menjalani perawatan. Saat ini ia sedang diperiksa oleh Dokter. Sedangkan Dimas tak berada diruangan itu, ia menemui anak buah Tedi yang baru saja menghubunginya, untuk mendapatkan informasi mengenai Tiara.

__ADS_1


"Kapan gadis itu bangun?" Mike bertanya pada dokter karena sudah 3 hari Nara tidak juga terbangun. Dokter terpaksa memberikan asupan gizi melalui selang infus.


"Secara fisik tidak ada masalah padanya, ia saat ini sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Ia yang tidak bisa menerima kenyataan sedang membangun benteng pertahanan dirinya. Ia memilih tertidur daripada menghadapi kenyataan."


"Sampai kapan ia akan tertidur seperti itu?" Mike menatap Nara dan terlihat khawatir.


"Saya juga tidak bisa memprediksinya Tuan. Tapi saya harap keluarganya yang menjenguknya untuk sering-sering berbicara dengannya dan terus mencurahkan kasih sayang dalam bentuk sentuhan maupun komunikasi. Pasien biasanya bisa merasakan itu, dan mudah-mudahan pasien mau meresponnya dan cepat bangun dari tidurnya."


"Tapi dia saat ini sebatang kara Dokter" ucap Mike terlihat bingung.


"Ya saya turut prihatin padanya, tuan Dimas juga sudah mengatakan pada saya jika gadis ini baru saja kehilangan Ayahnya yang merupakan keluarga satu-satunya. Mungkin anda sebagai orang terdekat bisa membantunya Tuan. Saya bisa melihat Tuan begitu perduli padanya" ujar Dokter itu yang terus memperhatikan Mike yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari Nara sekalipun sedang berbicara dengan Dokter.


"Bisa anda membantuku untuk mendekatkan tempat tidur kami" pinta Mike pada Dokter dan perawat yang ada disana. Dokter tersenyum dengan permintaan Mike.


"Jangan salah paham, aku hanya ingin mengajaknya ngobrol saja sesuai perkataan anda Dokter. Dan aku tidak mungkin bisa jalan kesana karena kondisiku saat ini" Mike memperhatikan kedua kakinya yang terbalut perban.


Setelah Mendekatkan ranjang pasien hingga menyatu, dokter dan perawat pamit keluar dari ruangan itu. Mike menggeser tubuhnya pelan dengan susah payah. Ia meraih tangan Nara kedalam genggamannya.


"Bangunlah Nara aku memaafkanmu" ujar Mike sembari menyatukan jari tangannya dengan Nara.


"Aku akan menepati janjiku untuk menjagamu asal kau bangun dari tidurmu. Nara....." Mike terdiam sesaat memperhatikan nafas Nara yang bergerak beraturan, gadis itu benar-benar terlihat seperti orang yang tertidur. Mike terus menatap wajah putih pucat yang ada di sampingnya. Ada keinginan yang menggelitik di hatinya, memperhatikan bibir mungil yang ikut terlihat pucat dan kering itu.


Mike mendakatkan kepalanya, melihat intens bibir kering Nara yang biasanya merah dan basah.Terus menatap bibir itu ada keinginan menggelitik yang membuatnya ingin membasahi bibir gadis kecil itu dengan ciumannya. Hanya tinggal beberapa inci lagi bibir itu bersentuhan tapi Tiba-tiba Mike tersadar.


""Apa yang kulakukan, dasar bodoh" Mike memukul keningnya perlahan menyadarkan dirinya yang ingin bertindak di luar kesadarannya. Ia melepaskan genggaman tangannya, dan menjauhkan tubuhnya.


"Apa orang koma memiliki kandungan listrik ditubuhnya, Kenapa tubuhku menghangat dan jantungku..." Mike memegangi dada sebelah kirinya yang berdetak semakin kencang dari biasanya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2