
Menatap Dewi yang masih saja terdiam, membuat Anton tak kehilangan rasa percaya dirinya. Ia berdiri dari posisi duduknya mengambil cincin yang ada di dalam kotak perhiasan itu.
"Menikahlah denganku, aku janji tidak akan menuntut hakku sampai kau benar-benar siap. Beri aku kesempatan untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku janji akan mencintaimu sepenuh hati dan tidak akan mengecewakanmu" Anton meraih tangan Dewi dan ingin memasukkan cincin itu ke jari Dewi.
"Tunggu dulu Kak, Aku..., aku tidak tau seperti apa perasaanku saat ini sama Kak Anton. Yang jelas Aku tidak membenci Kak Anton, tapi bagaimana bisa Kakak menikah denganku, jika aku sendiri belum tau seperti apa perasaanku. Aku takut jika pernikahan ini akan berakhir tidak bahagia, karena aku tidak bisa memberikan cinta dan kasih sayang seorang istri seperti yang kakak harapkan" ucap Dewi terlihat ragu.
"Jangan takut, semua akan baik-baik saja karena aku mencintaimu. Terimalah pernikahan ini dan belajarlah mencintaiku mulai sekarang. jangan kau tutup hatimu untukku. Aku akan menerima seperti apapun kondisimu. Karena aku tahu kau adalah wanita yang terbaik untukku dan Angga. Kau maukan menikah denganku?" Tanya Anton sekali lagi. Dewi akhirnya mengangguk dan Anton dengan segera memasukkan cincin itu ke jari tangan Dewi sebelum Dewi berubah pikiran. Anton meluapkan perasaan bahagianya dengan memeluk Dewi.
"Baiklah karena kalian sudah setuju untuk menikah, Hari ini akan Kakek urus persyaratan nikah kalian. Besok acara pernikahan kalian."
"Besok! Tapi Kek aku ingin memberikan pernikahan yang megah buat Dewi. Baju, katering, lokasi, undangan itu semua memerlukan waktu Kek. Paling tidak beri aku waktu sebulan saja, aku akan menyiapkan semua" pinta Anton pada Kakek.
"Baiklah selama menunggu proses pernikahan kalian. Biarkan Dewi tinggal bersamaku" ucap Kakek lagi.
"Tidak bisa, Dewi harus tetap tinggal disini" protes Anton lagi.
"Kalau begitu kalian menikah besok, untuk acara resepsi bisa kau lakukan sebulan lagi. Aku tidak akan membiarkan Dewi tinggal lebih lama disini tanpa status apapun" ucap Kakek terdengar dingin.
Anton menoleh pada Dewi, ia melihat ekspresi wajah Dewi yang terlihat bingung.
"Baiklah, kami akan menikah besok" ucap Anton akhirnya.
"Acara pernikahan kalian besok diadakan di rumah Kakek. Undangan hanya untuk orang terdekat dan keluarga saja. Untuk masalah baju pengantin, Kakek sudah minta tolong Mike semalam. Sebagai pemilik perusahaan yang bergerak di bidang fashion ia memiliki banyak rekomendasi busana pengantin jadi untuk kalian coba. Sore nanti asistennya akan mendatangkan busana untuk acara akad nikah kalian langsung kerumah Kakek. Jadi sore nanti kalian bisa pilih baju pengantin yang akan kalian kenakan besok pada saat akad" ucap Kakek tak bisa di bantah lagi. Ternyata ia sudah mempersiapkan semua.
__ADS_1
Sesuai permintaan Kakek, karena pernikahan mereka akan diadakan di rumah Kakek, maka Kakek meminta Dewi untuk segera berkemas. Akibat pernikahan dadakan ini otomatis mereka sekeluarga akhirnya di sibukkan dengan semua persiapan pernikahan. Bahkan Nara juga cukup terkejut dengan pernikahan dadakan ini. Ia mengetahui semua dari Mike. Mike yang ingin protes tidak bisa berkutik karena pernikahan ini merupakan keputusan final Kakek. Jadilah seharian ini wajah Mike terlihat kecut. Sebenarnya ia lebih ingin Dewi menikah dengan Pria bujangan yang mapan bukannya duda beranak yang sudah pernah menikah.
"Sudahlah Kak, doakan Dewi bahagia dengan pernikahannya. Nara yakin, Kak Anton adalah pria yang baik, karena Kakek tidak akan mungkin menjodohkan Dewi dengan pria sembarangan" ucap Nara meyakinkan Mike. Semenjak semalam setelah menerima telpon dari Kakek, Mike menjadi uring-uringan. Ia tidak menyangka kalau Dewi akan mendahuluinya untuk menikah. Tadinya ia berpikir dengan bantuan Nara, ingin mengenalkan Dewi dengan kolega bisnisnya. Ternyata langkah Mike kurang gesit, ia di dahului oleh Kakek.
"Iya, ini juga udah lagi usaha buat ikhlas. Nggak nyangka aja secepat ini, apalagi kesannya buru-buru banget. Kakak hanya khawatir orang akan berpikiran yang bukan-bukan" ucap Anton mencari alasan.
"Ngapain mikirin omongan orang, selama Dewi bahagia dan nggak menyalahi aturan menurut aku sih oke-oke saja" ucap Nara meyakinkan Mike.
"Dewi masih terlalu muda, Kakak berharap ia bisa menyandang gelar sarjana sebelum menikah" ucap Mike lirih.
"Kakak bisa minta suami Dewi tetap membiarkan Dewi kuliah walaupun sudah menyandang status istri. Nara rasa Kak Anton nggak akan keberatan." Mike mengangguk mendengarkan ucapan Nara.
"Oh Ya Kak, Pagi besok Nara keluar rumah sakit ya, biar besok sore bisa menghadiri akad nikahnya Dewi" ucap Nara sembari memohon.
Setelah melihat Nara tertidur karena pengaruh obat yang baru saja diminumnya. Akhirnya Mike memutuskan untuk keluar rumah sakit sebentar. Ia menitipkan Nara pada suster jaga, ia ingin menemui Anton untuk melihat seberapa seriusnya pria itu dengan Dewi.
Mike menelpon Anton, mereka janjian di sebuah restoran yang tak jauh dari rumah sakit. Kebetulan juga sudah waktunya jam makan siang.
Mike datang lebih dahulu di bandingkan dengan Anton. Kurang lebih lima menit kemudian Anton mendatangi Mike. Mereka mengobrol sembari menunggu menu pesanan mereka.
"Aku hanya ingin tahu, apa kau serius mencintai Dewi sebagi seorang pria dewasa. Atau kau hanya menyukainya karena ia bisa kau andalkan untuk mengurus putramu saja" tanya Mike dengan dingin. Entahlah hatinya belum bisa berdamai untuk masalah pernikahan Dewi, karena Dewi masih terlalu muda dan ia masih ingin melihat Dewi menggapai pendidikan hingga jenjang yang tertinggi.
"Aku mencintainya sebagai seorang pria dan aku semakin mencintainya karena ia memperlakukan putraku dengan baik melebihi Ibu kandungnya sendiri, aku tidak akan memungkiri itu. Tapi Kau tidak perlu khawatir, aku akan mencintainya dan memperlakukannya dengan baik" ucap Anton mencoba meyakinkan Mike.
__ADS_1
"Kalau kau sampai menyakiti Dewi, maka aku sendiri yang akan membawanya jauh darimu. Satu lagi, aku ingin Dewi tetap melanjutkan pendidikannya hingga jenjang sarjana sekalipun ia sudah berstatus istrimu" pinta Mike pada Anton.
"Aku tidak akan menghalangi untuk masalah pendidikannya selama ia mampu membagi perannya sebagai istri sekaligus ibu anakku. Aku akan mendukung apapun keinginannya selama itu positif dan bermanfaat untuknya" ucap Anton mencoba meyakinkan Mike.
Setelah berbicara dengan Anton, Mike menjadi sedikit lega. Pada saat keluar dari restoran tanpa sengaja Mike bertabrakan dengan seorang wanita yang berjalan sembari menelpon.
"Maaf Nona" ucap Mike sembari membantu wanita yang jatuh terduduk itu untuk bangun.
"Manda" ucap Anton terkejut, ternyata wanita yang ditabrak Mike adalah mantan istrinya.
"Kamu mengenalnya?" tanya Mike sembari melihat ekspresi wajah Anton.
"Dia mantan istriku" ucap Anton lirih.
"Mas Anton, apa kabar?" tanya Manda dengan sedikit genit. Ia memperhatikan penampilan Mike yang dari ujung kaki sampai kepala merupakan barang branded. Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang fashion Mike memang selalu memperhatikan penampilannya. Berbeda dengan Anton yang suka berpenampilan sederhana, karena ia lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan dengan sebuah merek terkenal.
"Baik" ucap Anton sedikit cuek.
"Perkenalkan saya Manda" Manda menyodorkan tangannya pada Mike, ia bahkan membusungkan dadanya hingga menampilkan belahan dadanya yang menonjol. Ya Manda saat ini mengenakan pakaian yang lumayan seksi.
"Michael" ucap Mike menyambut uluran tangan Manda. Mike cepat-cepat melepaskan uluran tangannya karena merasa risih dengan Manda yang terus mendekatkan tubuhnya padanya, Mike mundur satu langkah untuk menjauh.
TBC
__ADS_1