UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kontraksi


__ADS_3

Kandungan Tiara terus membesar, hanya tinggal menghitung hari waktu Untuk Tiara melahirkan. Tiara memilih melahirkan normal di bandingkan operasi sesar.


Dokter terus memantau kesehatan Tiara, Untungnya kondisi kesehatan Tiara selalu baik. Farih di datangkan oleh Dimas mengingat Tiara yang memiliki golongan darah langka. Semua persiapan untuk persalinan, termasuk dokter yang akan membantu persalinan Tiara nanti sudah di atur oleh Dimas.


Kakek masih belum mengijinkan Tiara dan Dimas untuk pindah ke rumahnya. Bahkan Kakek sudah menyiapkan ruangan bayi di sebelah kamar Tiara dan Dimas. Kamar itu dibuatkan pintu penghubung untuk memudahkan mereka memantau bayinya nanti.


Sedangkan untuk kondisi Mike, ia sudah bisa berjalan normal. Ia juga masih tinggal di rumah Kakek bersama Nara. Dengan di bantu Kakek dan Dimas ia mendirikan perusahaan baru. Sebuah perusahaan bergerak di bidang fashion sepatu, tas kulit, dan aneka aksesoris. Perusahaan Mike terus berkembang dan mampu bersaing di pasaran sekalipun baru seumur jagung.


Nara juga serius dalam Home schooling. Ia tidak lagi bermain-main, atau kabur di waktu belajar seperti di Jepang dulu. Nilai Nara juga selalu memuaskan, dan membuat Mike bangga. Ia tidak ingin mengecewakan Mike yang sudah membiayainya. Dimas juga turut mengirimkan guru bahasa asing untuk Nara.


Awalnya Nara hanya menguasai 3 bahasa yaitu Jepang, Inggris dan Indonesia. Tapi semenjak Dimas mendatangkan guru bahasa asing kini Kosa kata bahasa Nara bertambah lagi yaitu bahasa Jerman, Mandarin dan Prancis walaupun untuk ketiga bahasa ini Nara belum fasih benar tapi sudah banyak kosa kata yang ia hapalkan.


Dimas berharap dengan kemampuan bahasa Nara, ia akan mampu mendukung bisnis Mike kedepannya. Apalagi Mike berencana ingin mendirikan sebuah hotel, ia berencana ingin merambah ke dunia bisnis pariwisata.


Mike bahkan sudah berhasil membeli lahan luas yang letaknya cukup strategis, untuk pembangunan hotel Mike berencana mencari investor kedepannya. Ia kini masih dalam tahap persiapan gambar, ia berencana membangun hotel itu kira-kira 2 tahun ke depan.


Untuk sementara Mike memilih fokus pada perusahaan fashion miliknya sembari mengumpulkan uang untuk melaksanakan keinginannya memiliki sebuah hotel.


Nara dan Tiara saat ini sedang berada di halaman samping rumah. Mereka menemani Kakek yang hobi berkebun anggrek. Bahkan Kakek memiliki bangunan khusus untuk tanaman anggreknya.


"Akhirnya selesai juga" ucap Kakek setelah menyirami semua tanaman anggreknya, ia dibantu oleh Nara dan juga Tiara.


Tanaman anggrek Kakek di tanam di atas lahan seluas 2 are atau 200 m² di dalam sebuah bangunan kaca.


"Sejak kapan Kakek hobi mengoleksi tanaman anggrek?" tanya Nara penasaran. Ia melihat koleksi tanaman anggrek Kakek sangat banyak ragam dan jenisnya.


"Tanaman anggrek ini awalnya milik istri Kakek, dia hobi menanam dan mengumpulkan anggrek dari harga termurah sampai anggrek termahal yang cukup langka. Kakek hanya akan menengok kebun anggrek ini jika Kakek merasa bosan. Selebihnya untuk perawatan dan lain-lain Kakek serahkan pada tukang kebun" jelas Kakek.


"Sebaiknya kalian berdua pergi mandi sana, sebentar lagi Dimas dan Mike pasti pulang. Kakek sudah minta pelayan untuk masak buat makan malam nanti, jadi kalian tidak perlu lagi pergi ke dapur" ucap Kakek.

__ADS_1


"Baik, Kek" Tiara dan Nara segera bergegas menuju ke kamar masing-masing. Jika Nara memilih naik tangga, maka Tiara memilih naik lift mengingat kamar Tiara yang berada di lantai tiga.


Tak lama terdengar mobil Dimas tiba dan sepuluh menit kemudian disusul oleh mobil Mike.


Tiara menyambut Dimas di lantai satu, ia ikut mengantarkan Dimas masuk ke kamar. Tiara menyiapkan air hangat buat mandi Tiara.


"Anak Daddy kapan lahir" Dimas membelai dan mengecup perut Tiara.


"Menurut perkiraan dokter 3 hari lagi Daddy " jawab Tiara dengan suara khas anak kecil.


"Anak cantik, anak sehat, nggak boleh nakal ya. Nanti kalau sudah lahir Daddy belikan boneka yang banyak" ucap Dimas terlihat senang.


"Daddy mandi dulu deh, Daddy bau asem soalnya" ucap Tiara menutup hidungnya.


"Daddy wangilah Mi, masa ganteng gini di bilang bau asem" Dimas dan Tiara seminggu ini membiasakan diri dengan panggilan Daddy dan Mommy. Mereka hanya mulai membiasakan diri dari sekarang, agar nanti pada saat mereka memiliki anak jadi sudah terbiasa dengan panggilan masing-masing.


"Iya-iya Daddy wangi, tapi nanti kalau sudah mandi. Ayo cepetan Daddy mandi sekarang" suruh Tiara sembari mendorong tubuh suaminya menuju depan kamar mandi.


"Mandi dulu, kalau sudah selesai mandi nanti Mommy kasih hadiah spesial buat Daddy" ucap Tiara membujuk Dimas untuk segera mandi.


"Jangan bohong ya Mommy, kalau nggak nanti Daddy hukum" ucap Dimas mengedipkan sebelah matanya genit.


Tiara mengurut dadanya, hukuman yang dimaksud suaminya itu sudah pasti berhubungan dengan kegiatan ranjang. Memang apalagi yang ada di otak suami mesumnya itu jika sudah dekat dengan istrinya.


Dimas selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan tubuh berbalut handuk di bagian bawahnya saja. Tubuh Dimas yang menggoda berbodi atletis membuat Tiara menelan salivanya.


"Mana hadiahku" Dimas mendekat pada Tiara. Sangking dekatnya bahkan Tiara dapat menikmati dengan jelas aroma jeruk campur mint yang menguar dari aroma tubuh Dimas.


"Tu-tunggu dulu" Tiara mendorong tubuh Dimas menjauh agar tak menempel padanya.

__ADS_1


Cup, Tiara tiba-tiba mencium pipi Dimas.


"Sudah" ucap Tiara memberitahu jika ia sudah memberikan hadiah kecupannya pada suaminya.


"Tidak, kecupan seperti ini tak terhitung sebagai hadiah. Hadiah itu seharusnya seperti ini" Dimas kembali mendekat dan meraih pinggang Tiara. Ia mendekap Tiara dan mencium bibir Tiara lembut. Tidak sampai disitu saja, ciuman berpindah dari leher Tiara hingga ke bagian Dada.


Dimas membuka selerekan belakang baju Tiara dan berhasil menurunkan daster pendek Tiara. hingga saat ini Tiara hanya mengenakan pakaian dalam saja.


Aroma tubuh Tiara, begitu menggoda saat ini, seolah memberikan sensasi berbeda setiap kali kulit mereka bersentuhan.


Dimas membawa Tiara ke atas tempat tidur, ia melepaskan kain tersisa yang menempel pada tubuh istrinya. Dimas juga melepas handuk satu-satunya yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Kini mereka sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.


Baru saja Dimas memposisikan dirinya agar bisa segera memasuki tubuh Tiara, Tiba-tiba Tiara merintih kesakitan karena kontraksi yang terjadi pada perutnya.


"Aduh-duh Mas sakiiitttt!!!!!" teriak Tiara tiba-tiba memegangi perutnya.


"Ada apa Yang?" Dimas yang tadinya bersiap berada di atas tubuh Tiara langsung turun ke samping Tiara.


"Sakiiitttt Masss!!!!" keluh Tiara masih memegangi tubuh bagian bawahnya, ia bahkan melingkarkan tubuhnya kesamping.


"Apa kamu mau melahirkan sayang, tunggu sebentar" Dimas memungut baju dan pakaian dalam Tiara yang tadi ia buang sembarangan. Ia memakaikannya pada Tiara.


"Saaakkiiiiitttt Maaas!!!" Tiara kembali merintih.


"Tunggu sebentar sayang" Dimas meraih handuknya dan berlari keluar kamar. Dari lantai atas ia meneriaki pelayan untuk menyiapkan mobil.


"Pakkk Totookkk tolong siapkan mobiiiillll, nyonya mau melahirkan!!!" teriak Dimas, pelayan memandang Dimas yang hanya berbalut handuk heran. Hingga akhirnya mereka disadarkan dengan teriakan Dimas yang mengatakan Tiara akan melahirkan.


Seketika rumah yang tadinya tenang, terjadi kehebohan pada seluruh penghuninya.

__ADS_1


Dimas mengambil asal sebuah kaos santai dan celana panjang jeans. Ia bahkan sampai tak menyadari jika kaos yang ia pakai terbalik.


TBC.


__ADS_2