
Jam makan siang pun tiba, Mona menghampiri Tiara untuk makan siang bersama.
"Kita mau makan di kantin bawah atau ke tempat lain?" tanya Mona
"Menurutmu?"
"Di sisi kanan tidak jauh dari gedung ini ada sebuah cafe, apa kau mau kesana?"
"Boleh, ayo."
Tiara dan Mona berjalan menuju lift, di dalam lift sudah terdapat Dimas. Sesaat pandangan mereka bertatapan, lalu Tiara mengalihkan pandangannya. Sekalipun mereka berada satu lift tapi tak ada percakapan berarti di antara mereka. Hanya ada keheningan dan perasaan canggung. Mona dapat merasakan hubungan Tiara yang tidak baik-baik saja dengan suaminya.
"Ayo Tiara" Mona segera menarik tangan Tiara keluar begitu mereka sampai di lantai yang mereka tuju. Dimas diam-diam mengikuti Tiara dan Mona.
Suasana cafe terlihat ramai karena jam makan siang. Mona dan Tiara mengedarkan pandangannya mencari tempat yang nyaman menurut mereka. Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya.
"Mona, Tiara!!" panggil Andre.
"Kalian berdua disini, wah kelihatannya kalian sudah mulai akrab" ucap Mona melihat Andre bersama Erick. Mona pun duduk di sebelah Erick sementara Tiara di sebelah Andre.
"Sesama penghuni lantai 9 tentu saja kita harus hidup rukun" ujar Erick
Sementara itu tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.
Ke empat orang itu sedang asik bercanda di sela-sela makannya. Dimas terus memperhatikan Tiara yang tersenyum dan sesekali tertawa. Walaupun ia kesal karena Tiara dekat dengan pria lain, tapi melihat senyum dan tawa Tiara tanpa sadar Dimas ikut tersenyum.
"Aku merindukan senyumanmu, sangat." ucap Dimas lirih, lalu segera pergi dari situ sebelum keberadaannya di ketahui oleh ke empat orang itu.
Jam pulang kantor tiba Andre yang tak sengaja bertemu Tiara pun menghampiri Tiara.
"Aku akan mengantarmu, bukankah kau tidak membawa mobil" Andre mengingat Tiara yang tadi pagi berangkat bersamanya.
"Terimakasih kak" ucap Tiara, tadinya ia ingin menelpon taksi online tapi tawaran Andre menghentikan jarinya yang ingin memencet aplikasi itu.
__ADS_1
"Mona mana?" tanya Andre.
"Dia sudah duluan Kak, katanya dia sedang terburu-buru ada janji dengan seseorang."
"oh, Baiklah kau tunggu saja di depan. Aku akan ke parkiran untuk mengambil mobil."
"Oke."
Mobil Andre menghampiri Tiara yang berdiri di depan gedung. Ia keluar menghampiri Tiara.
"Ayo" ucap Andre.
Tiba-tiba ada tangan kekar yang memegang pergelangan tangan Tiara, dan menariknya.
"Pulang denganku" Dimas menuntun Tiara masuk kedalam mobilnya. Tiara hanya melongo menatap suaminya itu. Pergerakan Dimas yang tiba-tiba membuat Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiinn, Dimas memencet bel mobilnya, karena mobil Andre yang berada di depannya belum juga jalan, sehingga menghalangi mobilnya.
"Apa menyenangkan bagimu, dekat dengan pria lain."
Pembicaraan terus terjadi di antara mereka, saling meluapkan kekesalan masing-masing. Tidak ada lagi panggilan sayang di antara keduanya.
"Aku pikir kau melupakan statusmu yang sudah menjadi seorang istri."
"Aku tidak pernah melupakan statusku tapi Suamiku sendiri yang terus menjauhiku" Tiara memalingkan wajahnya ke arah jendela. Menyembunyikan butiran air mata yang tertahan dan ingin mengalir di pipinya. Keheningan pun kembali menyelimuti mereka.
"Kemana ini Mas?" tanya Tiara menyadari arah mobilnya yang tak menuju ke jalan pulang ke rumah kakek. Dimas tak menjawab pertanyaan Tiara ia terus melajukan mobilnya, hingga mobil itu berhenti di depan gedung hotel mewah berlogo Adi Nugraha company.
"Ayo" Dimas membuka pintu mobil untuk Tiara mengajaknya masuk ke dalam. Tapi sebelum itu Dimas menyerahkan kunci mobilnya pada salah satu satpam disana.
Dimas langsung menuju lantai paling atas gedung itu. Mengajak Tiara ke sebuah ruangan mewah dengan pemandangan yang menakjubkan terlihat dari dinding kaca ruangan itu.
"Kenapa kita kemari?" tanya Tiara tanpa melihat ke arah Dimas. Ia sibuk melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya.
__ADS_1
"Aku merindukanmu" Tiba-tiba Dimas memeluk Tiara dari belakang, mencium ceruk leher Tiara. Air mata Tiara lolos begitu saja, ia juga sangat merindukan pelukan suaminya.
"Kenapa? bukannya kau tak peduli denganku" ujar Tiara kesal di sela-sela tangisannya.
"Maaf" Dimas membalikkan tubuh istrinya, menghapus air mata Tiara lalu memeluknya.
"Ini baru istri Mas, manja dan cengeng" ucap Dimas yang menyadari Tiara kembali menangis di pelukannya."
"Mas jahat, jangan perlakukan aku seperti itu lagi" ucap Tiara sambil memukul-mukul dada bidang suaminya. Dimas diam tak menjawab permintaan Tiara.
Maaf, aku mungkin tak bisa menjanjikan itu semua, batin Dimas.
"Ughh sakit sayang" Tiara terus memukuli dada Dimas melampiaskan kekesalannya
Tiba-tiba Dimas menggendong Tiara, ia melingkarkan kedua kaki Tiara di pinggangnya dan tangan Tiara melingkar di lehernya. Ia berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kita mandi bareng ya sayang" tanpa menunggu jawaban Tiara, Dimas sudah membawanya ke kamar mandi. Tak ada penolakan dari Tiara, karena ia juga merindukan sentuhan suaminya.
Kegiatan mandi, yang bukan sekedar mandi biasa pun terjadi. Suara ******* saling bersautan terus terdengar. Kegiatan itu pun berlanjut di tempat tidur. Dimas melakukannya berkali-kali, seolah-olah tak pernah puas dengan apa yang ia lakukan. Tubuh istrinya, sudah menjadi candu untuknya. Kegiatan panas itu ia akhiri ketika menatap wajah lemas istrinya. Dimas ******* bibir mungil istrinya dan menjatuhkan tubuhnya di sebelah istrinya.
"Terimakasih sayang" Dimas kembali mencium lembut kening istrinya. Membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"Tiara, bangun sayang, kita belum makan malam." Dimas membangunkan Tiara setelah hampir dua jam mereka tertidur. Melihat Tiara yang tak juga bangun Dimas menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Mau bangun makan malam, atau kau yang akan Mas makan" ancam Dimas ketika melihat tubuh istrinya tak bergeming sedikitpun.
Mendengar, ancaman Dimas seketika Tiara bangun dalam posisi duduk.
"Ayo, kita mandi dulu" ajak Dimas.
"Nggak Mas, Tiara mandi sendiri aja" Tiara ngacir ke kamar mandi begitu saja tak menyadari tubuhnya dalam keadaan polos. Dimas terkekeh geli melihat tingkah istrinya.
TBC.
__ADS_1
Kelanjutan Novel Aryo (Key) sudah saya tulis ya. Jangan lupa mampir, mohon maaf buat yang sudah menunggu lama. Terimakasih dukungannya 🙏😘