UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Sampai di Jepang.


__ADS_3

Dimas dan Tedi saat ini berada di ruang kerja lantai dua milik Tedi.


"Saya ingin kau besok berangkat ke Jepang, untuk menyelidiki orang tua itu. Kau akan berangkat di temani dua orang pengawal. Saya harap kau mengikuti kesepakatan kita, karena keselamatan istrimu ada di tanganku. Ini handphone, bisa kau gunakan untuk komunikasi setelah kau sampai di Jepang. Dan ini dompet dan barang-barang milikmu aku kembalikan. Dan ini data-data mengenai orang dan perusahaan yang harus kau selidiki."


"Mana handphone Milikku" ucap Dimas ketika memeriksa barangnya tapi tak menemukan handphone miliknya."


"Aku akan memberikan handphone milikmu setelah tugasmu selesai." ujar Tedi.


"Baiklah, aku akan menuruti permintaan kalian. Dan ingat jangan pernah sekalipun menyentuh atau menyakiti istriku!"


"Tenang saja, istrimu aman disini."


"Oh ya, tolong kau pindahkan kamar istriku ke lantai bawah. Tidak aman bagi wanita hamil sepertinya jika harus naik turun ke lantai atas. Dan tolong pekerjakan satu pelayan wanita agar bisa menemaninya."


"Baiklah akan aku kabulkan permintaanmu, apa ada yang kau inginkan lagi?"


"Tidak, cukup itu saja."


"Oh ya aku lupa mengatakan satu hal padamu, selama kau menjalankan tugasmu. Maka kau tidak bisa melakukan komunikasi dengan Tiara. Karena kami tidak ingin keberadaan kami terlacak. Cukup lakukan saja tugasmu dengan baik, jika kau ada kesulitan pengawalku akan membantumu. Lagipula aku rasa tugas ini juga tidak akan sulit untukmu. Mengingat kau dan Kakekmu mengenal orang-orang yang cukup berpengaruh di negara itu, bukankah begitu?"


"Baguslah kalau kau tahu latar belakangku. Jadi aku harap kau tidak melakukan hal yang membuatku marah nantinya. Aku bisa saja menghancurkan kalian kalau aku mau. Tapi mengingat kalian memperlakukan istriku dengan baik, maka aku akan menuruti kalian kali ini." Dimas dan Tedi saling memandang dengan dingin, walaupun mereka berdua bekerja sama, tapi sepertinya hubungan kedua orang ini terlihat kaku.


"Baiklah kau boleh kembali, dan nikmati hari terakhirmu dengan istrimu karena besok kau harus berangkat ke Jepang" ucap Tedi. Dimas akhirnya meninggalkan tempat itu untuk menemui Tiara. Ia keluar dari situ Sambil menenteng tas ransel miliknya dan beberapa berkas yang ia perlukan selama ia berada di Jepang besok.


Dimas masuk kedalam kamar Tiara, ia melihat Ibu Hamil itu duduk diatas ranjang sembari menonton drama Korea kesukaannya.


Tiara tidak menghiraukan keberadaan Dimas, ia sibuk dengan dunianya sendiri. Kadang ia tertawa melihat tingkah kocak pemain kesukaannya. Dan sesekali ia juga memuji ketampanan pemain Korea itu.


"Apa mereka terlihat lebih tampan dariku, hingga kau mengabaikan keberadaanku" Dimas menggeser tubuhnya mendekat dan memeluk istrinya dari belakang.


"Benar, mereka benar-benar tampan" ucap Tiara fokus pada televisi yang sedang menampilkan wajah tampan sang tokoh utama.


"Aaawww...., sakit Mas!!" teriak Tiara ketika Dimas menggigit telinganya.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan tadi! Siapa yang paling tampan?" tanya Dimas lagi. Tiara memperhatikan Dimas dan tokoh idolanya yang ada di televisi.


"Memang dia yang lebih tampan, lihatlah" Tiara menunjuk sang tokoh idola yang ada di televisi dan memintanya membandingkan dengan wajah Dimas.


"Cih, plastik. Wajah palsu! Apa yang kau banggakan dari itu" kesal Dimas.


"Setidaknya, ia tidak menyebalkan seperti Masku ini. Minggir jangan ganggu" Tiara menyikut lengan Dimas yang tak mau melepaskan pelukannya.


"Aaawww sakit sayang, tega bener sih" keluh Dimas dengan wajah terlihat kesakitan.


"Beneran sakit ya Mas, maaf Tiara nggak sengaja. Kayaknya Tiara nggak keras deh nyikutnya" Tiara membela diri.


"Apa kamu lupa kalau ada bekas cakaran binatang buas di lenganku ini. Aduh sakit banget ini sayang, gimana dong. Kelihatannya lukanya berdarah lagi deh sayang" ujar Dimas menampilkan wajah kesakitannya.


"Maaf-maaf sayang, aku beneran nggak sengaja. Perbannya di buka aja ya Mas, biar aku obati lagi." Tiara membuka baju Dimas, ia mencoba untuk membuka perban itu. Tapi Dimas menghalangi dengan memegang tangan Tiara.


"Bukan itu yang luka sayang, tapi ini" Dimas mengarahkan tangan Tiara ke dada Dimas yang sama sekali tidak ada luka disana.


"Mas, bohongin Tiara ya!" kesal Tiara.


"Lebay!!" ucap Tiara. Tak lama terdengar suara tawa dari mereka berdua.


************


Hari ini adalah hari keberangkatan Dimas ke Jepang, ia ditemani dua orang pengawal pilihan Tedi. Panggil saja mereka Hari dan Bobi pemuda yang kurang lebih berumur 25 tahunan yang merupakan warga desa yang tersesat di hutan lalu di latih oleh Daniel.


Walaupun berat bagi Tiara untuk melepaskan suaminya yang baru dua hari bersamanya, tapi ia tidak memiliki pilihan. Ini merupakan jalan satu-satunya agar Tedi dan Daniel mau melepaskan mereka.


"Jaga dirimu dan kandunganmu baik-baik, maaf Mas mungkin nggak akan bisa menghubungimu selama Mas ada di luar. Tapi ingat baik-baik ini, Mas selalu sayang sama kamu dan juga anak kita. Mas akan usahakan cepat kembali. Jangan stress atau terbebani dengan masalah yang kita hadapi saat ini. Tetaplah bahagia dan Mas akan segera kembali."


Tiara menganggukkan kepalanya, Dimas mengecup sayang Istrinya di mulai dari kening hingga ke seluruh wajahnya.


Setelah berpamitan Dimas berangkat menggunakan sepeda motor, lalu di lanjutkan menggunakan mobil melalui jalan rahasia. Dimas cukup kagum dengan trik ini. Pantas saja dirinya tidak pernah menemukan jalur rahasia yang dilewati mobil karena mereka menutupinya dengan membuat tebing buatan yang tertutup dengan semak belukar.

__ADS_1


Setelah beberapa jam perjalanan darat dan di tambah lagi tiga jam perjalanan menggunakan pesawat komersil akhirnya mereka sampai di negara Jepang. Setelah sampai di negara itu Dimas segera menelpon Farih. Memberi kabar bahwa ia dan Tiara baik-baik saja.


Dimas tidak mau menceritakan secara rinci karena ia tahu handphone yang ia gunakan saat ini di sadap oleh Daniel. Ia hanya ingin Farih tahu bahwa ia dan Tiara baik-baik saja. Agar Farih bisa kembali ke kotanya dan menjalani kehidupannya seperti sebelumnya.


Dimas memilih beristirahat di hotel milik keluarganya. Dua orang pengawalnya di sewakan kamar yang tepat berada di sebelahnya.


Dimas segera mengirim data Pria tua yang bernama Katsuro Dasuki, pada anak buahnya yang merupakan pengawal setia keluarganya. Katsuro Dasuki di duga merupakan sumber keuangan Saudara tiri Tedi dan juga tokoh di balik penyelundupan senjata.


Setelah semua data di dapatkan dengan segera, orang suruhan Dimas menemui Dimas di hotel tempat ia menginap.


Saat ini di kamar hotel itu tidak hanya ada Dimas dan orang kepercayaan, tapi juga ada Hari dan Bobi yang merupakan anak buah Tedi.


"Orang yang bernama Katsuro Dasuki merupakan salah satu ketua klan dari anggota Yakuza yang terkenal di wilayah ini Tuan. Mereka cukup di segani oleh pemerintah Jepang. Bahkan pemerintah Jepang yang ingin menekan perkembangan Yakuza ini pun gagal."


"Kelompok yakuza ini mengatur 50 persen dari yakuza yang ada di Jepang dengan lebih dari 55.000 anggota yang terdiri dari 850 klan, yang tersebar hingga keluar Jepang. Meski pihak berwajib sudah berusaha menekan pertumbuhan kelompok ini selama lebih dari satu dekade, tapi mereka terus berkembang pesat."


"Jika anda ingin menjatuhkan Katsuro Dasuki, maka anda harus memisahkannya dari kelompoknya. Memastikan jika kelompoknya, tidak akan perduli atau ikut campur dalam urusannya. Karena jika tidak itu akan mustahil untuk dilakukan. Mengingat betapa dahsyatnya kekuatan kelompok Yakuza ini" jelas anak buah Dimas.


"Apa kamu tahu kegiatan apa saja yang dilakukan oleh kelompok gangster ini?" tanya Dimas.


"kelompok gangster ini merupakan kelompok gangster terkaya di dunia. Setiap tahunnya, kelompok ini berhasil menghasilkan milyaran dolar dari pemerasan, perjudian, industri ****, penjualan senjata dan obat-obatan terlarang, serta skema penipuan real estate dan konstruksi. Kelompok ini juga terlibat dalam manipulasi pasar saham dan internet pornografi. Posisi Katsuro Dasuki di kelompok ini dipercaya untuk memegang gudang senjata."


"Tapi kelompok ini juga terlibat dalam hal kemanusiaan. Setiap terjadi bencana besar di negara ini, entah itu gempa bumi, banjir, ataupun bencana yang lainnya. Mereka tidak segan-segan mengucurkan dana untuk memberikan bantuan dari mulai makanan, pakaian dan berbagai macam suplai kebutuhan sehari-hari. Jadi Kelompok ini selain di takuti mereka juga cukup disegani." jelas anak buah Dimas lagi.


"Kita tidak perlu berurusan dengan kelompok ini mengingat besarnya kekuatan mereka. Tapi aku ingin menghancurkan kepercayaan anggota kelompok mereka terhadap Katsuro Dasuki. Agar kita mudah menyingkirkan pria tua ini, tanpa hambatan. Bantu aku untuk bisa masuk ke dunia mereka agar aku bisa menyingkirkan pria tua ini. Dan juga cari cara agar mereka berdua bisa bekerja di gudang senjata itu" Dimas menunjuk kearah Hari dan juga Bobi.


"Aku mungkin bisa mencari cara untuk memasukkan mereka berdua. Tapi jika harus mendekatkan Bos dengan Katsuro Dasuki sepertinya akan sangat sulit" ucap anak buah Dimas terlihat ragu.


"Kenapa begitu?" tanya Dimas penasaran.


"Karena Katsuro Dasuki merupakan suami dari Nona Aiko. Dan atas bantuan dari suaminya inilah mereka berhasil menghancurkan rumah sakit milik kita. Katsuro berhasil memasukkan anak buahnya ke rumah sakit kita dan mengganti suplai obat-obatan yang asli dengan yang palsu. Sehingga menyebabkan beberapa pasien meninggal dunia. Dan saya yakin nona Aiko pasti sudah menceritakan tentang anda pada suaminya. Mengingat keluarga anda cukup terkenal di negara ini, jadi Katsuro Dasuki pasti sudah mengenal wajah anda."


"Kamu tidak perlu memikirkan apa ia mengenalku atau tidak. Pikirkan saja caraku agar bisa masuk ke dunia mereka. Mengenai wajahku, aku bisa menyamar. Seseorang telah mengajariku tehnik menyamar, bahkan Tiara pun tak bisa mengenaliku" Dimas tersenyum smirk memikirkan rencananya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2