UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Bangun dari tidurnya Tiara menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi. Ia memandangi wajah tampan suaminya yang masih tidur lelap.


Mengecup kening Dimas lalu turun dari tempat tidur. Setelah itu Tiara mencuci muka dan bergegas keluar menuju dapur. Di dapur Tiara bertemu dengan Nara yang sedang membuat Air hangat di campur madu, ia merasakan tidak nyaman pada tenggorokannya.


"Kak Tiara mau" Nara menawarkan minuman yang belum sempat ia minum pada Tiara.


"Nggak, Kak Tiara pingin masak yang spesial buat kita semua" ucap Tiara semangat.


"Butuh bantuan?" Nara menawarkan diri.


"Tentu" ujar Tiara.


Tiara yang hanya ingin memasak berdua Nara saja akhirnya meminta pelayan yang ada di dapur untuk pergi mengerjakan tugas yang lain.


"Biar Nara sama Kak Tiara yang masak hari ini. Bibik-bibik cantik silahkan kerjakan yang lain ya" ucap Nara pada pelayan yang ada di dapur. Ternyata semangat Tiara menulari keceriaan Nara.


Akhirnya, kegiatan pagi hari ini di isi dengan kehebohan Nara dan Tiara di dapur. Nara mbantu Tiara memasang apron begitu pula sebaliknya.


Nara mengupas bumbu sesuai arahan Tiara, sementara Tiara membersihkan ikan yang akan di goreng nanti.


"Bisakah kau bantu aku menggoreng ikan ini, Aku ingin mengantarkan kopi buat Mas Dimas" ucap Tiara, kegiatannya di dapur melupakan kebiasaan suaminya untuk minum kopi setelah bangun tidur. Dimas tidak akan bangun dari tidurnya jika tidak mencium aroma kopi buatan Tiara.


"I-iya Kak" jawab Nara ragu, ia malu jika harus mengatakan ia belum pernah sama sekali menggoreng ikan. Terakhir kali ia memasak ia telah berhasil memporak-porandakan dapur Mike di Jepang.


"Aduh bagaimana ini" Nara terlihat bingung ingin membalik ikan sementara minyak masih terus meletup-letup. Ia menyesal telah mengusir para pelayan sebelumnya dan menyuruh mereka untuk mengerjakan tugas yang lain.


"Sepertinya aku membutuhkan pelindung" Nara menatap sebuah payung yang teronggok disudut pintu dapur


"Aah sepertinya aku memiliki ide" Sebuah ide brilian melintas di otaknya.


Tiara kembali menuju dapur, ia kaget mendengar suara samar-samar Nara yang berteriak.


"Astaga" Tiara melihat Nara berusaha membalik ikan sambil berlindung pada sebuah payung. Teriakan-teriakan terdengar dari bibirnya saat minyak kembali meletup. Dengan segera ia menghampiri Nara.

__ADS_1


"Sini biar aku saja" Tiara mengambil alih sutil penggorengan dari Nara dan segera membalik ikannya yang hampir gosong.


"Wah, Kak Tiara hebat" Nara memberi jempol pada Tiara karena dapat melakukannya dengan mudah. Sementara ia yang berusaha mencoba dari tadi selalu gagal karena takut akan cipratan minyak panas.


"Kau tidak pernah memasak ya" tanya Tiara hati-hati.


"Maaf, ucap Nara." ia takut Tiara kecewa dengan ketidak mampuannya.


"Kalau kau mau kau bisa belajar, karena akan selalu ada yang pertama untuk memulai sesuatu" ucap Tiara memberi semangat.


"Kak Tiara mau mengajariku memasak" tanya Nara semangat.


"Tentu saja, selama aku disini aku akan mengajarimu memasak. Dan jika aku sudah kbali ke apartemen aku akan meminta pelayan untuk mengajarimu"


"Terimakasih" jawab Nara.


Mereka kembali ke rutinitas memasaknya, Tiara mengajarkan Nara cara memasak sayur lodeh dan sambal terasi sesuai menu mereka hari ini.


"Hatsyiiinn..., ha-haaatsyiiiiiin..." terdengar suara Nara bersin saat menggoreng sambal terasi.


"Kalau begitu kau siapkan saja peralatan makan di meja makan, sebentar lagi semua selesai" Titah Tiara yang langsung di laksanakan Nara.


Akhirnya menu makanan siap di sajikan di meja makan, Nara dan Tiara memanggil turun semua penghuni rumah. Mereka menikmati makannya dengan tenang. Tiara dan Nara mendapatkan pujian karena kelezatan menu masakan mereka hari ini.


***********


Tak terasa sudah tiba waktunya pernikahan Reno dan Mona. Tiara menemani Mona yang sedang di rias, akad nikah dilaksanakan di pagi hari di kediaman Mona dan di lanjutkan resepsi di malam hari di gedung milik Reno sendiri.


Mona keluar di dampingi oleh Tiara dan juga Ibunya, orang tua Mona baru tiba dari luar negeri seminggu yang lalu.


Tatapan tamu undangan terpaku pada tiga sosok beda usia yang terlihat sangat cantik. Setelan kebaya tradisional dengan sentuhan modern menjadi tema akad nikah kali ini. Tiara yang dalam kondisi hamil pun terlihat makin seksi karena pertumbuhan di bagian tubuh tertentu.


Reno tersenyum menatap Pengantinnya, begitupula Dimas yang tak melepaskan pandangannya pada sang istri yang terlihat makin seksi menurutnya.

__ADS_1


Suara Reno melantunkan ijab kabul terdengar lancar dan tegas. Suara sah sebagai jawaban terdengar nyaring dari dalam ruangan itu.


Semua tamu undangan memberi selamat pada calon pengantin, terdapat senyum kebahagian dari kedua wajah pengantin. Kebahagiaan yang juga ikut menular pada tamu yang hadir.


Setelah istirahat sejenak acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan yang dilaksanakan di hotel.


Mona dan Reno sudah duduk di kursi kebesarannya. Sementara Rendra lebih memilih untuk mengikuti Tiara di bandingkan harus menemani Ayahnya menjadi pajangan di atas panggung. Tema resepsi pernikahan mereka kali ini adalah Internasional wedding.


Tamu undangan datang satu persatu mengisi meja dan kursi. Tiara, Dimas dan Rendra memilih untuk duduk di kursi paling belakang mengamati satu persatu tamu undangan yang hadir hingga manik mata Tiara terpaku pada sosok cantik dengan gaun panjang seksi karena terdapat belahan sampai ke paha di samping gaun itu.


Ternyata wanita itu datang dengan pasangannya. Pria dewasa matang yang usianya sama dengan Ayah Tiara. Mereka masuk dengan sang wanita mengaitkan tangannya pada lengan sang Pria.


"Mas-mas coba lihat deh di sebelah selatan, wanita yang Makai gaun biru Navi" Tiara memberi petunjuk pada Dimas. Dengan segera Dimas mengikuti arah tatapan Tiara.


Manda! batin Dimas. Ternyata pasangan Manda juga merupakan mitra kerja Reno.


"Yang mana?" Dimas pura-pura tidak tahu, malas membahas mantan cinta pertamanya itu.


"Nggak usah pura-pura nggak lihat deh, tadi aja Tiara bisa lihat tatapan mata Mas yang mengarah padanya" Tiara terlihat kesal.


"Cantik ya Mas sekalipun baru habis melahirkan, bodi nya juga nggak melar seperti Tiara" Tiara mulai membandingkan tubuhnya dengan Manda.


"Secantik apapun dan selangsing apapun dia, mas lebih suka istri Mas. Biar gendut tapi limited edition" ucap Dimas bercanda


"Oh jadi Mas ngakuin dia cantik, langsing gitu sedangkan Tiara gendut!!" Tiara manyunkan bibirnya terlihat makin kesal.


"Hayo! om Dimas tanggung jawab, sudah buat Kak Tiara marah" ucap Rendra melihat kemarahan Tiara.


"Nanti malam Mas tidur sendiri aja, Tiara mau tidur sama Rendra. Ayo Ren, kita ke jalan-jalan ke taman" Tiara menghampiri Rendra dan mengajaknya keluar ruangan itu.


"Kok marah sih sayang, maksud aku, kamu tuh wanita tercantik seperti apapun kondisi badanmu."


Tiara makin kesal dan mengabaikan Dimas. Itu berarti Dimas mengakui jika Tiara gendut dengan penampilan hamilnya. Sementara Manda yang tak sengaja melihat Tiara yang keluar dari ruangan itu tersenyum misterius.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2