UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Pesta


__ADS_3

"Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu, apa kau mengenalnya?"


"Ti-tidak Tuan" ucap Tiara gugup.


Tiara cukup terkejut dengan penjelasan Reno. Bahkan wajah Tiara pun menjadi pucat seketika.


**********


Saat ini Tiara berada di dalam mobil bersama Reno. Semenjak pembicaraannya tentang Dimas tadi tiba-tiba Tiara menjadi Pendiam, ia bahkan terlihat banyak melamun.


Reno yang mengajak Tiara berbicara dari tadi sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari Tiara. Saat ini pikiran Tiara melayang tertuju pada Dimas.


Reno meminggirkan mobilnya di pinggir jalan, ia memberhentikan mobilnya di bawah pohon rindang yang terdapat di sepanjang jalan yang ia lalui.


"Tiara-Tiara..., Panggil Reno berkali-kali.


"Ya Pak, Tiara tersentak kaget karena panggilan Reno.


"Apa kau sedang ada masalah, kuperhatikan kau melamun sejak tadi."


"Ti-tidak Pak" jawab Tiara gugup.


"Kau ini, bisakah memanggilku dengan namaku saja. Waktu awal kita bertemu kau memanggilku Tuan. Ketika aku memintamu merubah panggilan malah kau ganti Pak. Tidak bisakah kau memanggil namaku saja"


"Maaf Pak, Saya tidak berani. Umur bapak lebih tua dariku bagaimana mungkin saya memanggil Anda hanya nama saja."


"Aku merasa seperti Ayahmu saja kalau kau memanggilku Pak" Reno memasang wajah cemberut menatap Tiara.


"Maaf, saya bingung harus memanggil Anda apa?"


"Apa biasa sebutan orang yang lebih tua darimu sepertiku jika di kampung halamanmu?"


"Mas"


"Baiklah sudah aku putuskan kau harus memanggilku Mas."


"Ta-tapi Pak"


"Tiara...."


"Baiklah Mas"


"Nah gitu kan enak, aku jadi berasa muda lagi. Sekarang bisa kau katakan ada apa denganmu? kenapa semenjak pembicaraan kita tadi tentang Dimas kau jadi diam dan banyak melamun. Apa kau kenal dengannya, apa ia pernah menyakitimu."


"Ti-tidak Pak eh Mas, aku sama sekali tidak mengenalnya" ucap Tiara berbohong.


"Baiklah, kalau kau tidak mengenalnya lalu ada apa denganmu?"


"Sebenarnya Mas, boleh nggak Tiara minta gaji Tiara per satu Minggu. Soalnya Tiara butuh banget." Tiara berbohong pada Reno, karena sejak tadi sebenarnya ia memikirkan Dimas. Tapi Tiara juga menginginkan gajinya di bayar mingguan agar ia bisa tau berapa total yang ia dapatkan dalam satu bulan.


"Ya ampun Tiara, masalah gitu aja kamu sampai ngelamun gitu. Ini kamu ambil kartu ini, kamu boleh pergunakan sesukamu" Reno mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya dan memberikannya pada Tiara.


"Ti-tidak Pak eh Mas, Tiara nggak menginginkan kartu ini. Tapi Tiara menginginkan uang gaji Tiara, hasil keringat Tiara sendiri" Tolak Tiara menyodorkan kembali kartu itu kepada Roni.


"Reno mengeluarkan semua uang kas yang ada di dompetnya, ia memberikannya kepada Tiara.


"Ini ada 3 juta, apa ini cukup?"

__ADS_1


"Cukup Mas, ini malah banyak banget. Terimakasih Ya Mas.


"Dan kartu ini, kamu bawa saja. Kamu bisa pergunakan untuk keperluan Rendra, dan juga uang jajanmu dan Rendra. Jika kalian ingin beli sesuatu pergunakan kartu ini" Reno kembali menyodorkan kartunya kepada Tiara. Melihat reaksi Tiara yang berusaha menolaknya, membuat Reno meraih tangan Tiara. Lalu ia menaruhnya pada genggaman Tiara.


"Jangan menolaknya lagi, atau aku akan memecatmu. Kau membutuhkan pekerjaan ini bukan"


Tiara menganggukkan kepalanya, dengan sedikit terpaksa.


"Satu lagi, aku membutuhkan bantuanmu. Maukah kau membantuku?"


Tiara menganggukkan kepalanya, tanpa mengetahui apa sebenarnya permintaan Reno.


"Baiklah, kau sudah setuju ya, jadi kau tidak boleh menarik lagi keputusanmu."


"Tapi tunggu dulu Mas, memangnya bantuan apa yang mas maksud."


"Jam 7.30 malam aku ada undangan ulang tahun perusahaan sahabatku. Aku ingin kau menghadirinya bersamaku."


"Ta-tapi Mas, Saya tidak bisa kalau acaranya malam" protes Tiara.


"Tidak kau sudah menyetujuinya, jadi kau tidak boleh menolaknya."


"Tapi, saya tidak memiliki gaun tuan"


"Tenanglah semua akan disiapkan sekretaris saya. Kau hanya perlu menyiapkan mentalmu saja. Dan tidak perlu khawatir kita tidak akan lama disana, paling hanya satu jam saja. Setelah itu aku janji akan langsung mengantarmu pulang."


"Baiklah" Tiara menyetujui dengan perasaan yang berat. Entahlah ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Anak manis" Reno mengusap Rambut Tiara


"Ih Mas...," protes Tiara.


Sesampainya di sekolah Rendra terlihat Rendra duduk di ruang tunggu depan sekolah bersama seorang satpam.


"Rendra..." Panggil Tiara menghampiri bocah itu.


"Kakak cantik" Rendra berlari ke arah Tiara lalu menghambur memeluk Tiara.


"Lama banget sih Kak, Temen Rendra aja udah pada di jemput semua."


"Maaf ya sayang, tadi macet."


"Kakak datang bersama Daddy" tanya Rendra antusias melihat mobil papanya yang parkir di depan gerbang sekolahnya.


Tiara menganggukkan kepalanya, menatap ke arah Rendra. Ia lalu menggandeng tangan Rendra menuju ke dalam mobil.


********


Tak terasa waktu menunjukkan pukul Setengah tujuh malam. Doni mengirimkan seorang penata rias dan juga gaun untuk Tiara kenakan.


Penata rias itu dengan segera mendadani Tiara, menjadikannya Wanita yang terlihat Dewasa dan anggun. Tiara menggunakan gaun panjang bewarna hitam dengan belahan samping mencapai ke atas lutut, penata rias itu juga memberi make up tipis pada wajah Tiara dan tak lupa menyanggul modern rambut Tiara. Tiara terlihat elegan sekaligus seksi mengenakan gaun itu. Gaun itu benar-benar menampakkan lekukan body mungil Tiara yang aduhai.


Setelah penata rias itu selesai dengan Tiara, ia mengajak Tiara ke ruang tamu untuk menemui Reno yang telah menunggu disana. Tiara menuruni anak tangga dengan hati-hati di bantu oleh penata riasnya.


Reno menatap takjub ke arah Tiara, tanpa sadar kakinya melangkah ke arah Tiara. Ia mengambil alih tangan Tiara yang tadinya berada dalam genggaman penata rias. Tiara tersenyum malu-malu menatap Reno.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, apa penampilanku buruk"

__ADS_1


"Tidak kau cantik, bahkan sangat cantik hingga membuatku ingin melamarmu saat ini juga."


Tiara terkejut dengan ucapan Reno.


"Aku hanya bercanda" Ucap Reno menyadari perubahan pada wajah Tiara.


*********************


Tiara dan Reno memasuki ruang pesta dengan Tiara yang mengaitkan tangannya pada lengan Reno. Sudah terlihat banyak tamu yang datang pada acara pesta kali ini. Ruangan yang tadinya ramai mendadak hening menatap kagum sekaligus terkejut akan kedatangan Reno dan Tiara.


Pasalnya ini adalah pertama kalinya Reno menggandeng tangan seorang wanita ke pesta setelah perceraiannya. Reno memperkenalkan Tiara kepada kolega bisnisnya.


"Hai Ren, Tiara. Perkenalkan ini Sasa pasangan ku hari ini" sapa Doni sekretaris sekaligus sahabat Reno. Jika dikantor Doni memanggil Reno dengan sebutan Pak, tapi jika di luar kantor panggilan itu tidak berlaku lagi.


"Tiara" sambut Tiara menyalami tangan Sasa.


"Baiklah Sasa kau temani Tiara dulu ya, Aku sama Reno ingin menyapa kolega bisnis yang lain" ujar Doni.


"Kau bisa mendatangiku jika kau sudah bosan dengan pestanya" ucap Reno lembut melepaskan tautan tangannya pada Tiara.


Reno dan Doni mendatangi koleganya satu persatu dan banyak juga dari mereka yang menghampirinya.


Sementara Tiara saat ini sedang bercengkrama dengan Sasa di temani dengan camilan manis di depan mereka. Tiara terlihat nyaman berbicara dengan Sasa. Tak lama terdengar suara panggilan telepon dari handphone Sasa.


"Sebentar ya Tiara, aku angkat telepon dulu."


Sasa mengangkat telpon di hadapan Tiara.


"Maaf ya Tiara, aku harus pulang sekarang. Adikku sedang sakit, tolong kau katakan pada Doni, Kalau aku pulang duluan. Dan sebaiknya kamu samperin Pak Reno, tidak baik untukmu duduk disini sendirian.


"Ya kau tak perlu menghawatirkanku. Aku akan menyampaikan pesanmu, sekarang pergilah" ucap Tiara lembut.


Tiara mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Reno. Tak lama penglihatannya menemukan sosok Reno yang jaraknya cukup jauh darinya. Sedang berbicara dengan seorang Pria yang membelakanginya.


"Aku dengar kau sudah bisa move on dari istrimu itu"


"Dari dulu aku juga sudah melupakannya, tak seperti dirimu yang masih terikat dengan masa lalu" ejek Reno terhadap lawan bicaranya.


"Cih, sudah melupakan tapi tak juga mendapatkan gandengan."


"Siapa bilang aku tak punya gandengan, aku bahkan datang kemari dengan pasanganku yang tercantik malam ini" ucap Reno berbangga diri.


"Aku juga mendengarnya tadi, para kolega sedang membicarakan pasanganmu yang cantik itu. Dimana dia sekarang, apa kau tak ingin memperkenalkannya padaku"


"Mas..." sapa Tiara dari arah belakang.


"Perkenalkan Dim, ini pasanganku malam ini"


Pria itu menolehkan kepalanya menghadap Tiara, Pria itu sempat takjub dengan penampilan Tiara. Tapi rasa takjub itu hanya sesaat dan kini telah di gantikan oleh amarah yang membuncah yang sedang ia coba tahan.


Sementara Tiara menatap pias ke arah Pria itu, wajahnya benar-benar pucat sekarang. Seolah aliran darah berhenti mengalir dalam tubuhnya.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😘


Untuk 3 episode hari ini saya mengerjakannya di malam hari dalam kondisi mengantuk. Jadi mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan.

__ADS_1


Terimakasih banyak atas vote, like dan komentarnya. 🤗😘


__ADS_2