UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Misi Menaklukkan Dimas.


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kamu sudah memikirkan cara agar bisa kembali padanya Manda."


"Mama tenang saja Manda sudah punya rencana sendiri."


"Dan kali ini tolong Mama jaga tingkah Mama. Kendalikan diri Mama jangan terlibat perjudian lagi"


"Apa kau coba menggurui Mama Manda"


"Bukan seperti itu Ma, Aku tidak ingin kehilangan Dimas lagi. Dan terpaksa menggadaikan cintaku dengan sejumlah uang. Walau bagaimanapun aku mencintainya Ma."


"Omong kosong dengan cinta dan perasaanmu itu. Yang terpenting itu adalah uang, dengan uang kau bisa membeli cinta atau apapun yang kau mau."


"Ma, kumohon..."


"Hentikan Manda kalau kau benar-benar ingin mendapatkan Dimas. Ikuti rencana Mama. Panggil sahabatmu kemari. Ia akan jadi bagian penting dari rencana kita"


"Baiklah aku setuju dengan rencana Mama tapi dengan syarat. Rencana Mama tidak akan membuat orang lain celaka terutama Dimas. Walau bagaimanapun aku masih sangat mencintainya Ma."


"Anak bodoh sudah Mama bilang jangan pernah mencintai seseorang, karena itu hanya akan membuatmu terluka. Buat pria itu tergila-gila padamu, maka ia akan bertekuk lutut di hadapanmu. Kalau sudah begitu jangankan cinta apapun akan diberikan untukmu, Kau mengerti"


"Aku akan menuruti Mama asal aku bisa mendapatkannya kembali."


*************


Dimas dan Tiara sudah kembali dari puncak. Hari ini adalah persiapan Dimas untuk rapat tahunan pemegang saham.


"Kau tidak ikut ke kantor sayang."


"Tidak Mas Tiara dirumah saja. Apalagi hari ini Mas ada rapat tahunan, pasti akan sangat lama. Tiara bisa mati bosan disana."


"Kamu ini kalau bisa cara jangan suka sembarangan" Dimas mencubit gemas Pipi Tiara.


"Aww..., sakit Mas."


"Siapa suruh bicara sembarangan dan ekspresi wajahmu ini selalu membuatku gemas. Tapi kelihatannya Pipimu bertambah cabi Tiara."


"Benarkah? Apa aku terlihat gendut dan jelek sekarang" Tiara memanyunkan bibirnya.


"Siapa bilang gendut itu jelek. Kau terlihat makin sexy, Aku menyukainya semakin enak disentuh" ucap Dimas.


"Dasar ya Masku ini pikirannya, Mesum" kesal Tiara.


"Tapi kamu suka kan."


"Udah deh Mas jangan bercanda lagi. Cepat berangkat, nanti Mas telat lagi." Tiara menarik suaminya untuk segera berangkat.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Dimas langsung meminta Mia untuk menyiapkan berkas untuk rapat.


"Maaf Tuan ada yang ingin bertemu Anda katanya penting."


"Dari perusahaan mana?" tanya Dimas.


"Bukan dari perusahaan manapun Tuan. Dia berkata adalah sahabat lama anda dan ada hal penting yang ingin ia sampaikan."


"Siapa namanya?"


"Bela, Tuan."


"Biarkan dia masuk."


"Angin apa yang membawamu kemari, bukannya kau selalu menghindariku."


Bela merupakan sahabat Manda kekasih masa lalu Dimas. Sebelumnya Dimas selalu mencari Bela untuk mengetahui keberadaan Manda tapi Bela selalu berhasil menghindarinya.


"Maaf untuk yang sebelumnya, Aku melakukan hal itu juga bukan tanpa alasan. Manda yang memintaku untuk merahasiakan keberadaannya."


"Lalu untuk apa kau datang kemari sekarang. Lagipula aku sudah tidak perduli lagi dengannya. Aku sudah memiliki istri saat ini. Jadi apapun yang berhubungan dengannya sudah bukan urusanku lagi."


"Dim, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ia terpaksa saat itu pergi darimu. Karena dia sakit Dim, Apalagi saat itu Kakekmu mengancamnya. Dalam kondisi sakit dan terus menerus menerima teror dari Kakekmu apa kau pikir itu tidak berat untuknya. Kau tidak tau bagaimana ia melalui semua kesulitannya. Mentalnya saat itu benar-benar down dan akhirnya ia menyerah dan menerima uang dari Kakekmu."


"Kalau dia memang mencintaiku dia akan mengatakan semua padaku. Bukan menerima uang Kakekku dan menghilang begitu saja." Dimas mulai mengeraskan suaranya.


"Kau benar Kakekku saat itu menyita handphoneku dan mengurungku selama dua Minggu di mansion. Setelah kejadian itu Manda tiba-tiba menghilang. Ternyata orang tua itu memikirkan rencananya dengan matang."


"Lalu apa tujuanmu kemari? Aku sudah berkeluarga. Aku tidak ingin tau lagi tentangnya."


"Kau begitu kejam Dim apakah tidak ada rasa sedikitpun yang tersisa untuknya."


"Meninggalkanku adalah pilihannya. Apapun alasannya aku tidak perduli lagi."


"Apa kau juga tidak perduli jika hari ini ia akan mati."


"Apa maksudmu?"


"Selama lima tahun ini ia berjuang dari sakitnya. Berharap suatu saat ia akan sembuh dan bisa kembali padamu. Hari ini adalah hari yang penting untuknya. Ini adalah operasi yang kesekian kalinya, jika operasi ini berhasil maka akan ada kemungkinan untuk sembuh. Tapi jika gagal kemungkinan ia akan mati di meja operasi. Ia sangat berharap bisa bertemu denganmu sekarang sebelum semuanya terlambat."


"Dimana dia sekarang" Dimas cukup syok mendengar kondisi Manda. Walau bagaimanapun Ia pernah berhubungan dengan Manda. Dan selama ini wanita itu yang selalu ada di sisinya disaat kondisi terburuknya dan menyemangati dirinya disaat ia terpuruk.


"Dirumah sakit Java Husada. 40 menit perjalanan dari kantormu."


"Kita kesana sekarang."

__ADS_1


Dimas dan Manda keluar dari ruang kerja Dimas.


"Tolong kau suruh Erick untuk mewakili ku rapat tahunan pemegang saham."


"Maaf Tuan tapi rapat kali ini tidak bisa diwakilkan. Ini akan sangat beresiko Tuan, takutnya akan ada orang yang memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan Anda."


"Kau ikuti saja perintahku. Aku memperkerjakanmu untuk menuruti perintahku. Bukan untuk menyela ucapanku."


"Maaf Tuan, perintah anda segera saya laksanakan."


Mia segera menghubungi Erick diruangannya. Erick yang terkejut menanyakan dimana keberadaan Dimas. Lalu dengan segera ia berlari mengejar Dimas.


"Pak, apa kau melihat Tuan Dimas lewat sini" Erick bertanya pada satpam kantor.


"Bos Dimas baru saja keparkiran Tuan dengan seorang wanita."


"Baiklah, terimakasih" Erick berlari menuju parkiran. Ia melihat mobil Dimas yang keluar dari parkiran dengan segera ia menghadang laju kendaraan Dimas dengan menumbalkan dirinya.


Chiiit, terdengar suara mobil Dimas yang mengerem mendadak.


"Apa kau gila!!! teriak Dimas dari jendela mobilnya.


"Maaf Tuan saya terpaksa ini sangat penting."


"Telat sedikit saja aku mengerem maka tamatlah riwayatmu. Ada apa katakan?"


"Tuan rapat kali ini sangat penting. Jika anda tidak menghadirinya takutnya mereka akan menganggap anda tidak menghargai para investor. Orang itu pasti akan memanfaatkan ketidakpuasan investor untuk menjatuhkan Anda. Kumohon Tuan tunda dulu keperluan Anda. Anda bisa keluar setelah menghadiri rapat."


Dimas menoleh ke arah Bela untuk meminta pendapat.


"Dia tidak memiliki waktu banyak Dimas. Semua terserah padamu. Rapat ini yang penting atau Nyawanya."


"Kau gantikan saja aku menghadiri rapat. Pikirkan alasan yang masuk akal yang membuatku terpaksa tidak bisa menghadirinya."


"Tuan apa anda akan mempertaruhkan perjuangan anda selama bertahun-tahun untuk wanita itu tuan, apakah pantas?" Erick mengetahui jika Bela adalah sahabat Manda. Dan kepergian Dimas pasti berkaitan dengan wanita itu pikir Erick.


"Ini berkaitan dengan nyawanya Erick. Jadi semua pantas untuk dipertaruhkan. Minggir kau menghalangi jalanku!!!"


Melihat reaksi Dimas Bela tersenyum puas. Ia lalu mengetikkan sesuatu di handphone miliknya.


Rencana berhasil, Aku dan Dimas sedang menuju kesana. Bersiaplah, jangan sampai usaha kita sia-sia.


TBC.


Pengumuman Penting.

__ADS_1


Buat mengusir kebosanan saya juga menulis novel baru judulnya My Daddy Arogan jangan lupa mampir ya. Terimakasih banyak dukungannya. 🙏🙏



__ADS_2