UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Tiba Di Apartemen


__ADS_3

Helikopter yang membawa Dimas dan Tiara mendarat di negara terdekat. Dengan hati-hati ia menuntun istrinya keluar dari helikopter.


Turun dari helikopter, Dimas dan Tiara menuju ke pesawat jet pribadi untuk melanjutkan perjalanan. Tadinya Dimas ingin menginap dulu di kota itu tapi Tiara menolaknya. Ia ingin segera pulang ke rumah, ia merindukan rumahnya saat ini.


Setelah menempuh perjanan dua jam dengan menggunakan pesawat jet, akhirnya Tiara dan Dimas sampai juga di negaranya.


"Mas, ini kan bukan jalan menuju ke rumah kita" protes Tiara ketika menyadari mobil yang membawanya melewati jalan yang bukan menuju ke rumahnya.


"Kita tinggal di apartemen dulu selama beberapa hari, aku merindukanmu sayang dan aku tak ingin ada yang mengganggu kita selama beberapa hari ini" ucap Dimas mendekat, ia meraih dan mencium ujung rambut istrinya.


Tiara sedikit bergidik melihat kelakuan suaminya yang sudah mulai kumat manjanya.


"Mas jangan gini, malu" ucap Tiara ketika suaminya masih saja lanjut mencium ceruk lehernya.


"Dia tidak melihatnya, Kau tak melihat apa yang aku lakukan kan Erick" ucap Dimas pada sang asisten, sembari menatapnya tajam dari kaca spion.


"Tidak Tuan" jawab Erick merasa serba salah.


Astaga Tuan, hentikan kemesumanmu itu kau bisa melakukan sepuasnya jika sampai di apartemen nanti, batin Erick, jiwa jomblo Erick menjerit dan meronta-ronta melihat kelakuan mesum bosnya yang tidak pada tempatnya.


"Tuh kan sayang dia bilang nggak lihat" ucap Dimas melanjutkan aksinya.


"Kenapa aroma tubuhmu semakin menggoda saja" Dimas kembali menempelkan hidungnya di ceruk leher istrinya dan menghirupnya dalam-dalam.


"Mas jangan gini, Tiara malu mas" Tiara menghalangi tangan Dimas yang mencoba menelusup masuk ke dalam bajunya.


"Dia nggak lihat sayang" masih dengan jawaban yang sama Dimas melanjutkan kembali aksinya.


"Kalau mas nggak mau berhenti Tiara mau turun sini aja" ancam Tiara membuat Dimas mematung sejenak.


"Iya-iya sayang" akhirnya Dimas mengalah dan sedikit bergeser dari Tiara untuk membuat jarak. Ia tak kuasa menahan nafsunya jika mencium aroma tubuh Tiara.


"Cepet Rick, bawa mobilnya lelet banget sih. Kamu ini supir apa siput!!" Dimas memarahi Erick karena mobil yang ia tumpangi belum juga sampai ke apartemennya. Padahal Erick mengendarai dengan ukuran kecepatan normal.

__ADS_1


"Ini sudah ngebut Tuan, jarak bandara ke apartemen kan memang jauh Tuan. Paling tidak 40 menit lagi kita baru sampai" ucap Erick membela diri.


"Berhenti di penginapan depan saja Rick" pinta Dimas ketika melihat sebuah hotel tak jauh darinya.


"Lanjutkan saja perjalanannya Rick, jangan berhenti kalau belum sampai tujuan" ucap Tiara, ia tahu isi pikiran suaminya. Lagi-lagi Dimas mengalah, ia diam saja sambil memanyunkan bibirnya.


kurang dari 40 menit akhirnya mereka sampai. Lalu lintas yang tak begitu padat membuat mobil meluncur dengan cepat.


"Ah, akhirnya sampai juga" ucap Dimas merentangkan tangannya memasuki apartemennya.


"Mas Tiara capek banget, biarin Tiara tidur sebentar dulu ya" ucap Tiara sembari menuju kamar tidurnya. Untung saja apartemen Dimas selalu terpelihara kebersihannya. Walaupun tak pernah ditempati tapi akan ada orang yang membersihkan.


"Apa kau tak ingin mandi sebentar sayang?" tanya Dimas. Tiara menggelengkan kepalanya.


"Baiklah sayang tidurlah" ucap Dimas terlihat kecewa. Awalnya ia ingin mengajak istrinya mandi bareng. Perjalanan yang ia tempuh lumayan membuat tubuhnya berkeringat.


Dimas memilih untuk menuju Kamar mandi membersihkan diri. Selesai dengan mandinya, ia yang masih berbalut handuk di bagian bawahnya, membawa sebaskom air hangat dan juga handuk kecil.


Ia mulai membersihkan wajah istrinya dengan handuk yang ia celupkan kedalam air hangat.


Dengan hati-hati dan telaten Dimas melakukan semua. Sesekali Tiara bergerak dan mengeluarkan suara protes karena Dimas mengganggu tidurnya.


"Mas!" protes Tiara masih dengan mata tertutup.


"Tidurlah sayang, aku hanya membersihkan badanmu saja" ucap Dimas sembari melepaskan baju Tiara hati-hati. Tiara akhirnya pasrah membiarkan suaminya melakukan apapun padanya. Ia memejamkan matanya yang terasa berat karena ngantuk yang luar biasa.


Dimas menelan salivanya menatap dua bukit kembar yang menyembul pada kain penutupnya.


"Sepertinya, ini semakin besar, Kenapa aku jadi haus tiba-tiba?" Dimas masih belum bisa mengalihkan pandangannya dari dua bukit kembar itu.


"Aku akan menikmatimu nanti" ucap Dimas berbisik menatap dua bukit kembar itu.


Dengan hati-hati Dimas melanjutkan membersihkan bagian tubuh istrinya, walupun ia berkali-kali harus menelan salivanya. Istrinya saat ini hanya berbalut kain berbentuk kacamata dan segitiga bermuda, karena Dimas sudah melepaskan semua baju bagian luar yang dikenakan istrinya.

__ADS_1


Dimas membersihkan perut buncit istrinya hati-hati sembari sesekali mengajak bicara calon buah hatinya. Bagian bawah tubuh Dimas semakin menegang menatap tubuh mulus istrinya.


"Kenapa kau jadi makin seksi dengan perut buncit ini?" ucap Dimas mencium perut istrinya.


"Hallo anakku, apa kabarmu disana. Apa kau tak kangen Daddy mu, Jika aku menengok mu saat ini apa kau keberatan? tanya Dimas sembari mendekatkan wajahnya pada perut buncit istrinya.


"Apa kau bilang? kau tak keberatan dan merindukan Daddy mu ini" ucap Dimas girang. Ia melempar handuk yang ia gunakan untuk membersihkan badan Tiara. Ia juga melepaskan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya dan melemparkannya begitu saja. Lalu ia dengan hati-hati ia berbaring di samping tubuh istrinya.


Dimas ******* lembut Bibir Tiara, satu tangannya mengeluarkan salah satu bukit kembar dari penutupnya. ia menghiraukan Tiara yang memukul-mukul dada bidangnya.


"Mas!!" protes Tiara begitu Dimas melepaskan ciumannya.


"Apa yang kau lakukan, aku mengantuk" ucap Tiara kesal.


"Aku hanya ingin menengok anakku, dan anakku tidak keberatan, bahkan ia merindukanku" ucap Dimas asal. Ia berpindah mencium ceruk leher Tiara.


"Dasar mesum, mana mungkin bayi dalam kandungan bisa bicara denganmu" Kesal Tiara, akhirnya membiarkan suaminya menjelajahi tubuhnya.


Gigitan kecil pada benda kenyal yang dilakukan Dimas membuat Tiara tak bisa menahan d*sahannya.


"Ah, Mas" protes Tiara lagi.


"Diamlah sayang, biarkan suamimu ini menyelesaikan tugasnya" Dimas menangkap satu tangan Tiara yang mencoba memukulnya.


Berbulan-bulan jauh dari istrinya membuat Dimas tak bisa menikmati tubuh istrinya.


"Aku akan memuaskan mu hari ini" ucap Dimas sembari menciumi setiap jengkal tubuh istrinya.


Suara lembut d*sahan Tiara semakin memacu gair*h Dimas, Dengan lembut ia memasukkan tongk*tnya ke dalam sarangnya. Memompa lembut sembari satu tangannya meremas benda kesukaannya sementara itu, tangan satunya menahan berat badan tubuhnya.


Suara des*han saling bersautan menikmati indahnya surga dunia suami istri. Dimas melakukan dengan berbagai gaya yang ia anggap aman untuk ibu hamil.


TBC

__ADS_1


__ADS_2