UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Balas Dendam.


__ADS_3

Episode kali ini terdapat adegan kekerasan. Bagi yang tidak menyukai adegan kekerasan sebaiknya di lewati saja. Terimakasih 🙏


Sementara itu di ruangan Rendra, Mona dan Reno mengepaki barang bawaan mereka. Hari ini Rendra sudah diijinkan untuk pulang ke rumah.


"Daddy bisakah aku menemui Kaka Tiara sebelum pulang. Aku sangat merindukannya."


"Dengar Son, bukannya Daddy tidak mengijinkanmu ke sana. Tapi ruangan Kak Tiara saat ini memang tidak boleh di masuki anak kecil. Nanti kalau kak Tiara sudah keluar dari rumah sakit kita bisa mengunjungi kak Tiara di rumahnya, oke," ucap Reno sambil membuat tanda oke dengan jarinya.👌


"Janji ya Daddy," Rendra Menyodorkan jari kelingkingnya lalu di sambut Reno dengan jari yang sama.


"Janji."


"Kak Mona di ajak ya Daddy, kita ramai-ramai kesana biar Kak Tiara nggak kesepian."


"Iya kita kesana bareng" Reno tersenyum menatap anaknya ia mengacak rambut anaknya gemas.


Sementara Mona yang sibuk menata barang yang harus di bawa pulang, sekali-kali mencuri pandang melihat interaksi ayah dan anak yang sangat harmonis menurutnya. Entah wanita seperti apa yang tega meninggalkan suami dan anak yang begitu sempurna menurut Mona.


"Mon, apakah semua sudah selesai kau bereskan."


"Sudah, Tuan."


"Baiklah kita pulang sekarang."


Reno mengeluarkan kursi roda yang ia lipat dan letakkan di pojok ruangan. Ia buka lipatan kursi roda itu, kemudian mendorongnya di dekat tempat tidur Rendra. Dengan hati-hati ia pindahkan Rendra ke kursi roda itu.


"Ayo kita pamit sama suster, jangan lupa Rendra ucapin terimakasih ya sama suster. Karena udah ngerawat Rendra dengan baik, oke."


"Oke Daddy."👌


Reno pun keluar dari ruangan rumah sakit dengan membawa beberapa barang di tangannya. Sedangkan Mona mendorong kursi roda Rendra.


****************


Sementara itu di jalan tampak dua mobil yang menyusuri jalan, berisi beberapa orang dengan tubuh besar. Mereka berpencar mencari penabrak Tiara. Berdasarkan hasil rekaman CCTV mereka melihat dua orang tersangka. Mereka adalah seorang supir Taksi dan seorang wanita cantik.


Berdasarkan info yang mereka dapat, supir taksi ini sudah lama memata-matai Tiara. Sebenarnya ia bukanlah seorang supir taksi. Pekerjaan supir taksi hanyalah sebuah kedok. Pekerjaan sesungguhnya ia adalah seorang mata-mata sekaligus pembunuh bayaran.


Flashback on


Semenjak Kakek Dimas selalu menceritakan tentang cucunya kepada Aiko, muncul rasa penasaran di hati Aiko.


Secara Diam-diam Aiko menyuruh anak buahnya untuk mencari seorang Mata-mata untuk memata-matai Dimas.


Dari hasil penyelidikan orang suruhannya ia mengetahui Dimas tinggal seatap dengan seorang wanita bernama Tiara. Awalnya ia tak terlalu ambil pusing, toh ia belum mengenal Dimas. Sampai disitu penyelidikan ia hentikan.


Sampai akhirnya Aiko dikenalkan secara langsung oleh Kakek Dimas, disitu mulai timbul rasa ingin memiliki Dimas. Hingga akhirnya ia menyewa mata-mata kembali. Memberikan hasil jepretan orang suruhan kepada kakek Dimas, meminta waktu untuk bisa dekat dengan Dimas. Bahkan menyita handphone Dimas dan Erick juga merupakan ide licik dari Aiko. Ia berharap dengan begitu bisa menimbulkan keretakan antara Tiara dan Dimas.


Tapi harapan tinggal harapan, Aiko di buat kesal oleh Dimas yang membelikan perhiasan untuk Tiara. Bahkan Dimas juga mengabaikannya dan ingin kembali segera ke negaranya. Aiko benar-benar kehabisan akal sekarang. hingga akhirnya Aiko berbuat nekad dengan mencampurkan minuman dengan bubuk perangsang. Ia benar-benar menjatuhkan harga dirinya. Rencana yang seharusnya bisa mengikat Dimas disisinya pun gagal karena pertahanan Dimas dan juga ulah Erick.

__ADS_1


Semua rencana Aiko yang selalu gagal membuat ia melewati batas kesabarannya. Ia berhasil kabur dari dua orang bodyguard yang menahannya. Aiko menghubungi mata-mata yang ia suruh untuk mengintai Tiara.


Berkat info dari orang suruhannya ia mengetahui dimana Dimas dan Tiara tinggal.


Kegagalan membuat ia tak sabar untuk membunuh Tiara. Ia yang awalnya hanya ingin mengetahui dimana Dimas dan Tiara tinggal jadi merubah rencananya begitu melihat Tiara yang berdiri di pinggir jalan.


Aiko meminta supir itu mencari jalan pintas, agar bisa kembali lewat di depan Tiara. Supir taksi yang awalnya menolak membunuh sembarangan tanpa perencanaan menolak.


Tapi berkat jumlah tawaran uang yang berkali lipat membuatnya melupakan prinsip membunuhnya.


Ia awalnya berpura-pura seolah-olah Taksinya ingin berhenti di hadapan Tiara. Tapi tiba-tiba ia menancapkan gas mobilnya menambah kecepatan dan brukkk...., ia sukses menabrak Tiara. Tapi ia melupakan satu hal, CCTV yang berada di seputaran jalan itu merekam aksinya.


Flashback off


Salah satu mobil itu menuju sebuah apartemen yang terletak di gang sempit. Ada sekitar lima orang pria berbadan besar mendatangi sebuah ruangan. Mereka mendobrak ruangan itu.


Brukkk...


Pintu ruangan itu hancur seketika hanya dengan satu tendangan saja. Mereka segera masuk mencari supir yang menabrak Tiara. Mereka menemukan pria itu sembunyi di bawah meja.


Salah satu dari mereka menyeretnya keluar dengan menarik rambutnya. Pria itu meronta meminta di lepaskan. Kesal dengan pemberontakan yang dilakukan oleh supir itu akhirnya ia menendang bagian perut pria itu hingga tubuhnya terhempas ke tembok.


"Ini akibatnya kalau kamu berani memprovokasi Mr. Key."


Belum merasa puas dengan siksaan yang dilakukan dia menghajar wajah pria itu hingga babak belur.


"Mr. Key memperbolehkan kita menyiksanya sampai cacat, tapi ingat jangan membunuhnya."


Masih belum puas dengan penyiksaan yang mereka lakukan, salah satu dari mereka meremukkan jari tangan supir itu. Ia menginjak jari tangan itu tanpa ampun berkali-kali, hingga terdengar pekikan orang kesakitan dari ruangan itu.


Bahkan semua penghuni apartemen yang terlihat kumuh itu menutup rapat semua pintu. Tidak ada satupun dari mereka yang berani keluar. Mereka selalu menahan miris setiap kali terdengar jeritan orang kesakitan.


Jangankan untuk keluar menolong pria itu, sekedar untuk menghubungi polisi saja mereka tak berani. Mereka tidak ingin berurusan dengan orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.


Setelah melihat tersangka tak berdaya mereka memapah pria itu ke dalam mobil. Mereka akan segera meluncur ke markas sekarang.


Sementara itu satu mobil lagi meluncur ke tempat Aiko. Ya Wanita cantik yang ingin mencelakai Tiara adalah Aiko. Mereka menemukan Aiko di salah satu club.


Sepertinya wanita satu itu tidak bisa melewatkan waktunya untuk bersenang-senang. Mereka menemukan Aiko dalam keadaan mabuk bersama dua orang pria.


Sebelum menyeret gadis itu dan membawanya ke markas. Mereka terlebih dahulu menghajar pria yang bersama Aiko hingga babak belur.


**************


Supir taksi yang menabrak Tiara di ikat di sebuah Tiang dalam kondisi yang sudah babak belur. Sementara Aiko mulutnya di lakban, tubuhnya di ikat dan di gantung secara terbalik sementara di bawa terdapat kolam yang berisi seekor buaya yang kelaparan.


"Patahkan kedua tangan dan kaki pria itu, yang ia gunakan untuk mencelakai Tiara" Perintah Mr. Key.


Salah seorang bodyguard dengan tubuh tegak, berkulit hitam dengan luka goresan di wajahnya mendekati pria itu. Ia mematahkan kaki dan tangan penjahat itu seperti mematahkan paha ayam saja.

__ADS_1


Bahkan pria yang kaki dan tangannya di patahkan itu tidak bisa menjerit ketakutan karena mulutnya yang di lakban. Ia hanya bisa memohon ampun lewat tatapan penyesalan dan air matanya sebelum akhirnya pria itu benar-benar pingsan tak berdaya.


"Sekarang giliranmu manis. Buka lakban di mulutnya, aku ingin mendengarkan lagu penyesalannya."


Tali pengikat itu ditarik ke atas. Anak buah Mr. Key yang berada di atas melepas lakban yang menempel di bibir Aiko.


"Dasar kalian pria brengsek, beraninya sama perempuan. Lihat saja pembalasanku nanti. Sialan..., cepat lepaskan aku." Aiko terus memaki-maki tak karuan.


"Oh..., saya pikir anda akan memohon ampun tak disangka anda masih angkuh dalam kondisi begini. Saatnya pertunjukan di mulai. anak-anak." perintah Mr. Key."


Mengikuti perintah Mr. Key mereka mengulurkan talinya ke bawah. Mereka menaik turunkan talinya mempermainkan Aiko.


Sedangkan buaya yang berada di dalam kolam itu sudah melompat-lompat kegirangan menyambut tubuh Aiko. bahkan beberapa helai rambutnya ada yang sempat tertarik gigitan buaya. Membuat Aiko berteriak histeris tak karuan.


"Aaaaaaa....., ampunTuan. Ampun......, Tolooooonnnggggg......Aaaaaaaa......,"


Setelah puas mendengar jeritan Aiko. Mr. Key menaikkan tangannya pertanda ia meminta anak buahnya untuk berhenti menyiksa. Memberi jeda Aiko untuk mengumpulkan tenaganya lagi agar bisa berteriak lebih keras lagi.


"Tolong saya Tuan, ampuni saya, lepaskan saya. Berapapun uang yang anda inginkan akan saya berikan. Ampun.....," Aiko menangis sambil terus memohon.


"Lanjutkan...,"


"Hentikan..." Tiba-tiba Kakek Dimas masuk ke ruangan itu dengan beberapa bodyguard. Jumlah bodyguard yang mereka miliki sebanding.


"Cepat lepaskan Aiko" perintah Kakeknya Dimas.


"Jangan ada yang bergerak, jika tidak peluru di pistol ini akan meledakkan isi kepalanya."


"Hentikan kegilaanmu Aryo?"


"Aryo? Untuk apa Kakek mencari pria lemah itu. Bahkan puluhan tahun kita hidup bersama. Tapi tetap saja Kakek tidak bisa membedakan kami berdua."


"Dimas, dimana Dimas? Dimana anak kurang ajar itu?"


"Sudahlah Kek, hentikan teriakanmu itu. merusak gelendang telingaku saja. Dan perhatikan baik-baik Kek, Aku Key, Mr. Key bukan Aryo. Kalau Aryo yang berada disini pasti Dimas akan ada disini karena anak bodoh itu selalu menuruti perintah Dimas. Tapi aku Key Kek bukan Aryo. Kakek mengerti sekarang."


"Kau sudah lama menghilang untuk apa kau kembali."


"Tentu saja untuk melindungi wanita yang disukai Aryo, Kakek tentu tau bukan siapapun wanita yang disukai Aryo. Aku akan menyukainya melebihi Aryo. Dan karena wanita ini berani menyakitinya maka dengan senang hati aku akan menyiksanya."


"Key, Kakek mohon lepaskan dia. Kakek berjanji akan memberikan apa yang kau inginkan. Tapi Kakek mohon key, lepaskan dia."


"Baiklah, kali ini aku kabulkan keinginan Kakek. Aku akan melepaskannya. Kakek jangan menyesal."


Dorrr...


"Key!!!"


TBC.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan membaca.Jangan lupa like, vote dan komentarnya terimakasih. 🙏


Satu kata yang tepat buat Mr. Key "psychopath"


__ADS_2