UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Ngidam.


__ADS_3

"Aku dan Tiara memiliki 3 permintaan."


"Katakan!"


"Pertama, Bisakah kau jangan mengunci Tiara dalam kamar, biarkan ia sesekali berjalan mengelilingi rumah. Lagipula ia juga tidak mungkin lari karena ini kan hutan! Kedua sebelum melaksanakan tugasku aku ingin memeriksakan kandungan istriku. Ketiga aku ingin memberitahu Kakak iparku bahwa kami baik-baik saja."


"Untuk yang pertama aku bisa kabulkan, untuk kedua tidak, tapi kami memiliki dokter umum di sini jadi saya hanya bisa mengirimnya untuk memeriksa Tiara. Karena membawa Tiara keluar dari sini sama dengan membongkar keberadaan kami. Untuk yang ketiga setelah kau keluar dari sini untuk melaksanakan tugasmu baru kau bisa menghubungi mereka. Aku tidak ingin mereka melacak keberadaan kita melalui sinyal telpon yang kau gunakan nanti, jadi bersabarlah."


"Baiklah, tapi aku ingin kalian berjanji tidak menyakiti istriku dan menjaganya dengan baik selama aku melaksanakan perintah kalian."


"Selama kau menuruti kami dan tidak bertindak macam-macam maka istrimu aman bersama kami."


****************


Sementara itu Farih saat ini berada di penginapan bersama Lia. Saat ini ia tidak hanya khawatir akan keadaan Tiara saja tapi juga khawatir dengan nasib Dimas. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak, karena Dimas membuatnya berjanji untuk tidak menyusulnya ke dalam hutan. Dimas hanya berpesan pada Farih untuk fokus mencari tahu keberadaan Tiara.


"Apa sebaiknya kita beritahu Ayah saja Mas tentang apa yang terjadi dengan Tiara."


"Entahlah sayang, kepala Mas rasanya mau pecah memikirkan ini semua. Sudah hampir satu Minggu dari hilangnya Tiara, tapi masih belum ada petunjuk apapun. Seolah-olah dia hilang ditelan Bumi. Ditambah lagi kabar Dimas, yang entah bagaimana saat ini."


"Sabar Ya Mas, aku yakin pasti kita akan berhasil menemukan Tiara. Aku khawatir dengan kandungannya Tiara, Mas! Mas istirahat aja dulu, pencariannya di lanjutin besok lagi. Lia nggak mau kalau Mas sampai mengabaikan kesehatan Mas."


"Iya sayang, kamu benar. Kamu juga ikut istirahat ya, tidurmu juga akhir-akhir ini pasti tidak nyenyak karena permasalahan keluargaku. Terimakasih karena selalu mendukungku selama ini" Farih mengecup pucuk kepala istrinya.


"Mas, sebenarnya tadi Mama telpon aku, Mama menanyakan kabar Tiara karena Mama tidak bisa menghubungi Tiara maupun Dimas. Mama kelihatan khawatir Mas" ucap Lia hati-hati, ia sebenarnya tidak ingin menambah beban pikiran suaminya. Tapi apalah daya karena Mama mertuanya juga terus mendesaknya menanyakan Tiara dan suaminya.


"Kamu nggak ngasih tahu Mama kan Yang, Kalau Tiara menghilang?"


"Nggak lah Mas, mana berani aku. Aku juga ngak ingin sesuatu menimpa Mama jika ia sampai tahu keadaan Tiara yang sebenarnya. Aku cuma bilang sama Mama, kalau Tiara ama Dimas lagi liburan. Dan karena tidak ingin di ganggu jadi mereka non aktif kan handphone mereka. Konyol nggak sih jawabanku, Mas" Lia menatap ragu pada suaminya.

__ADS_1


"Nggak, jawabanmu cukup.masuk akal kok. syukurlah kau tidak mengatakan kebenarannya kalau tidak mama bisa kembali drop kondisinya jika mengetahui anak kesayangannya menghilang. Nanti biar Mas telpon balik, Mama pasti belum tenang jika Mas belum bicara sama Mama" ucap Farih.


"Lia pijat ya Mas, ucap Lia sembari mendekat kearah kaki suaminya. Ia memijat betis suaminya menggunakan minyak aromaterapi yang ia miliki."


*******************


Saat ini Tiara dan suaminya Dimas sedang berada di dapur. Daniel mengijinkan Tiara untuk keluar dari kamarnya. Tapi Tiara dilarang keluar halaman. Ia hanya berkeliling seputaran rumah saja.


Dimas meminta ijin pada Daniel untuk bisa menggunakan dapur mereka dan juga bahan-bahan yang ada disana karena saat ini istrinya sedang ngidam masakan buatannya.


"Kamu yakin mau nasi goreng buatanku?" tanya Dimas dan diangguki oleh Tiara.


"Aku nggak bisa masak lho sayang, pasti nanti rasanya nggak enak" Dimas mencoba meyakinkan Tiara.


"Tapi anak kamu pingin dimasakin Daddy nya." ucap Tiara dengan Manja sembari mengelus perutnya.


"Ya sudah, kasih tahu bumbunya apa? biar mas masakan spesial buat kesayanganku."


Setelah berkutat selama setengah jam di dapur akhirnya mereka selesai dengan masakannya. Nasi goreng yang di buat Dimas setidaknya bisa dimakan untuk empat orang.


"Kamu tunggu di meja makan aja sayang, biar Mas siapkan" perintah Dimas pada Tiara. Tanpa banyak bicara Tiara menuruti perintah suaminya. Perutnya sudah meronta minta diisi karena mencium aroma nasi goreng spesial ala Dimas.


"Apa enak Yang?" tanya Dimas melihat Tiara lahap sekali menikmati Nasi gorengnya.


"Enak Mas, enak banget malah. Mas ngapain kok lihatin Tiara aja. Ayo cobain masakan Mas, tapi jangan dihabiskan Ya! Tiara masih mau nambah soalnya, he he he..." Tiara terkekeh melihat suaminya melongo menatapnya.


Dimas sedikit heran dengan nafsu makan Tiara saat ini, ia terlihat lahap sekali. Padahal baru satu jam yang lalu ibu hamil tu menghabiskan satu gelas susu, roti dan juga buah yang disiapkan Dimas untuknya.


Dimas mengambil piring yang tak jauh dari tempatnya, mengisi dengan secentong nasi goreng spesial buatannya. Baru saja ia memasukan sesuap nasi ke mulutnya tapi tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah.

__ADS_1


Dimas meraih selembar tisu diatas meja, dan menaruh pada mulutnya. Ia mengeluarkan nasi goreng yang tidak sanggup ia telan karena terasa asin dilidahnya.


"Bleeee, asin. Jangan dimakan sayang, nanti kita minta tukang masak aja yang bikinin, pasti akan lebih enak" Dimas mengambil piring Tiara dan ingin membuangnya ke tempat sampah.


"Pantang mau mas lakukan, kemarikan piring Tiara!!! teriak wanita itu terlihat marah karena makannya terganggu akibat ulah Dimas yang mengambil alih piringnya.


"Ini asin banget Yang, nanti perut kamu sakit."


"Balikin sekarang!! atau Tiara nggak mau lagi bicara sama mas!!!" Tiara mengeraskan volume suaranya, dengan mata memerah ia meminta Dimas segera mengembalikan piringnya.


Dimas yang terkejut karena nada bicara Tiara yang terdengar keras, terpaksa mengembalikan piring Tiara ke posisi semula.


"Ini sayang. Makannya pelan-pelan aja ya" ucapnya melembut ketika melihat mata istrinya yang memerah menahan tangis.


Tedi memperhatikan interaksi Tiara dan Dimas dari anak tangga. Ia tidak sengaja mendengar suara Tiara yang sedang marah saat ingin menuju ke lantai satu.


Tedi mendekat mendatangi pasangan sejoli itu. Yang satu terlihat makan dengan lahap, tidak memperdulikan sekitarnya. Yang satunya lagi terlihat bengong dan pasrah.


"Tuan Dimas, bisa bicara sebentar" sapa Tedi saat sudah berada di depan meja makan.


"Siapa anda dan ada perlu apa?" tanya Dimas terlihat enggan menjawab. Ia sedang mengamati istri mungilnya yang tak berhenti menyuapi bibirnya.


"Saya pemilik tempat ini. Dan saya ingin membicarakan hal yang penting dengan anda."


"Baiklah" ucap Dimas lalu mendekat pada istrinya.


"Makan pelan-pelan saja tidak ada yang akan mengambil makananmu. Dan setelah makan ingat, langsung kembali ke kamar." ujar Dimas lalu mengecup kening Tiara.


Wanita hamil itu tidak memperdulikan Dimas dan juga Tedi. saat ini nasi goreng di depannya terlihat lebih menarik daripada kehadiran mereka berdua.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2