UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Keputusan Raja


__ADS_3

Raja keluar dari gedung dengan wajah marah, ia meminta asistennya untuk mengumpulkan kedua putranya.


"Telpon kedua putraku untuk datang ke ruang kerjaku sekarang juga. Aku ingin mereka sampai di sana sebelum aku tiba" ucap Raja.


Raja memasuki mobilnya dan melaju kekediaman. Ia tidak habis pikir mengapa kedua putranya tidak ada satupun yang bisa ia banggakan. Ia akan memberi pelajaran berharga pada kedua anaknya itu.


"Anda harus menenangkan diri anda yang mulia. Tidak baik mengambil keputusan dalam keadaan marah" ucap orang kepercayaan raja.


"Kau tahu, betapa aku kecewanya pada putra-putraku. Yang satu serakah dan yang satu lagi bertindak bodoh. Bagaimana bisa ia menyulut kemarahan orang yang memiliki kekuatan dan pendukung yang lebih besar darinya. Seharusnya ia menjadikan orang itu temannya bukannya musuhnya" ujar Raja terlihat kecewa.


"Apa kau sudah menyelidiki latar belakang orang itu" tanya Raja.


"Sudah yang mulia, silahkan" Asisten Raja memberikan dokumen yang baru saja ia dapatkan.


"Ternyata dia Cucu dari Adi Nugraha pemilik sekaligus pendiri Adi Nugraha Grup. Kakeknya masuk kedalam 10 besar orang terkaya di wilayah Asia tenggara. Pantas saja perusahaan mereka terus berkembang pesat ternyata ia memilik cucu yang luar biasa" Raja membaca dengan teliti dokumen yang ada di tangannya.


"Lalu apa kau sudah menyelidiki hubungannya dengan Putra Mahkota" tanya Raja lagi.


"Ya yang mulia, sebenarnya ini berawal saat Putra Mahkota menghilang. Putra mahkota difitnah dalam tindak kejahatan yang menyebabkan beliau menjadi buronan. Secara tak sengaja Putra mahkota menyandera Tuan Dimas, dan untuk membebaskan istrinya Putra Mahkota meminta Tuan Dimas menyingkirkan musuh terbesarnya yang merupakan penyokong dana terbesar serta pengasup senjata untuk pangeran Osvaldo."


"Apa ia berhasil" tanya Raja penasaran.


"Berhasil Yang Mulia, bahkan ia menyelesaikannya dalam waktu kurang dari sebulan. Ia menghancurkan bisnis orang itu, dan orang itu juga meninggal pada saat pertempuran senjata."


"Ternyata seperti itu, dan putra bodohku itu bukannya mengembalikan istrinya tapi membawanya kemari bersamanya. Itu pasti karena ia ingin menghindari perjodohan dariku."


"Benar Yang Mulia."


"Anak bodoh itu bukannya mencari pendukung dengan berteman dengan orang yang kuat dan berkuasa tapi ia malah memprovokasinya. Entah dimana pikirannya, bagaimana bisa aku memiliki anak-anak yang tak berguna seperti mereka" Raja memijat keningnya yang terasa pening.


****************

__ADS_1


Sementara itu Dimas saat ini sedang menerima telpon dari Reno, Reno menanyakan keberadaan Tiara.


"Dimana Tiara? aku ingin bicara dengannya. Kenapa handphone miliknya tidak bisa di hubungi sama sekali" keluh Reno pada Dimas.


"Kenapa kau selalu mengganggu istriku, cari istri sana. Jangan terus mengharapkan istriku" ucap Dimas dengan nada kesal.


"Jangan khawatir, aku tidak tertarik dengan istrimu lagi. Aku menganggapnya sebagai adikku sendiri. Aku menghubungi Tiara kali ini karena ada kaitannya dengan calon istriku" jelas Reno.


"Istriku tidak bisa menerima telpon, ia harus banyak istirahat. Hamil besar membuatnya gampang lelah dan juga lemas. Jadi ia terpaksa harus bedrest." ucap Dimas beralasan.


"Sebaiknya kau bawa istrimu ke dokter terbaik agar segera sembuh. Dan tolonglah bawa segera istrimu itu pulang, Mona tidak mau menikahiku jika Tiara tidak datang ke acara pernikahan kami" jelas Reno.


"Wah akhirnya Duda kesepian sepertimu laku juga. Kau apakan Mona sampai mau menikah dengan duda sepertimu?" ucap Dimas setengah mengejek.


"Aku tampan dan kaya, apalagi yang membuatnya tertarik padaku" ucap Reno dengan pedenya.


"Cih, sifat narsismu ternyata tidak berubah juga. Kau jangan khawatir aku akan kembali sebentar lagi jika kondisi Tiara membaik" ucap Dimas. Ia sendiri sebenarnya juga sudah sangat merindukan istrinya dan ingin kembali ke negaranya segera.


*******


Raja sudah sampai di tujuan. Penjaga depan ruang kerjanya mengabarkan jika kedua pangeran sedang berada di dalam ruang kerjanya.


Raja duduk di sofa panjang, sementara itu ia meminta kedua anaknya untuk berdiri saja tidak jauh darinya.


"Kalian tahu kenapa saya menyuruh kalian kemari?" tanya Raja.


"Mohon maaf Ayahanda, kami belum mengetahui maksud Ayahanda menyuruh kami kemari" ucap Alex dan Osvaldo bersamaan.


"Aku sudah menyelidiki semua yang telah kalian lakukan 2 tahun belakangan ini, Termasuk kesalahan-kesalahan yang kalian lakukan. Jangan berpikir diamku karena aku tidak mengerti apa-apa. Aku hanya berharap anakku semakin dewasa akan semakin bijak. Tapi harapanku sepertinya hanyalah harapan, kalian benar-benar mengecewakanku."


"Osvaldo, katakan kesalahan apa yang kau lakukan selama ini?" tanya Raja.

__ADS_1


"Mohon maaf Ayahanda, saya memanglah orang yang penuh dengan dosa, tapi hamba selalu berusaha melakukan yang terbaik, termasuk mengembangakan Perusahaan. Ekonomi Perusahaan kini sudah cukup kuat dan stabil berkat kerja keras saya" ucap Osvaldo dengan bangganya.


"Tadinya Aku berpikir kau adalah orang yang pintar karena mampu memanajemen perusahaan dengan baik. Ternyata tebakanku salah besar. Kau menstabilkan perusahaan dengan mengimingi pemberi modal terbebas dari hukum-hukum negara. Aku bahkan tidak bisa berbuat apapun padanya. Kau tahu ia mengancamku ingin menghancurkan ekonomi negara jika aku tidak mengabulkan keinginannya" ucap Raja kesal.


"Maaf yang mulia, saya rasa ia belum cukup mampu untuk menghancurkan ekonomi negara kita. Ia hanya ..."


"Itulah bodohnya kamu, ia berhasil memperdayai mu, ia diam-diam telah mengakuisisi semua saham minoritas. Di tambah dengan saham yang ia dapatkan darimu, ia saat ini memiliki 51% saham. bukan hanya itu saja, ia juga menyebar kawan-kawannya untuk membeli saham milik negara maupun swasta. Kalau aku tidak menurutinya ia benar-benar akan membuat perekonomian kita kocar-kacir" ucap raja makin kesal.


"Dasar wanita licik" ucap Osvaldo.


"Kau bahkan masih mengira dia seorang wanita. Dia bukanlah wanita, tapi seorang pria" jelas Raja membuat Osvaldo terkejut


"Hah" ini benar-benar hal yang mengejutkan untuk Osvaldo, ia yang selama ini selalu berhati-hati berhasil di tipu akibat keserakahannya.


"Kau mau tahu siapa namanya? Dia adalah Dimas Adi Nugraha, cucu konglomerat yang masuk jajaran orang terkaya se-Asia tenggara.


Kau mengerti kesalahanmu sekarang Alex" Raja beralih ke Alex, dan itu membuatnya terkejut.


"Kembalikan apa yang menjadi miliknya, jangan lagi memprovokasinya" ucap Raja.


"Baik Ayahanda" ucap Osvaldo, ia bersyukur Ayahnya tidak membongkar aibnya di depan Osvaldo. Kalau tidak bisa di pastikan pangeran satu itu akan mempersulitnya.


"Aku akan memberi hukuman pada kalian berdua. Osvaldo aku akan mengirimmu ke daerah penghasil karet, dan Hutan penghasil kayu dan triplek terbesar. Dan kau Alex aku akan mengirimmu ke perkebunan sawit dan batubara."


"Kalian akan aku kirim sebagai karyawan biasa. Bagi siapa saja yang bisa mengembangkan komoditi disana dan juga memakmurkan warga masyarakatnya maka aku akan memilihnya sebagai penerusku. Tapi jika kalian sampai ketahuan berbuat curang atau menjatuhkan satu sama lain maka aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian dari daftar ahli waris" jelas Raja.


"Satu lagi kalian kesana tanpa uang sepeserpun, kalian akan tinggal di asrama berbaur dengan pekerja kasar lainnya. Dan rahasiakan identitas kalian, jika kalian membongkar identitas kalian maka kalian kalah" ucap raja lagi.


Osvaldo maupun Alex tak bisa berbicara apa-apa lagi, jika sang raja sudah memutuskan mengeluarkan perintahnya maka tidak ada satupun yang bisa mencegahnya.


"Pergilah persiapkan diri kalian, dan kau Alex panggil Tiara kemari. Hari ini adalah hari terakhir ia ada di kerajaan. Aku akan mengirimkan ia ketempat yang seharusnya malam ini' jelas Raja.

__ADS_1


TBC


__ADS_2