
"Sebaiknya kau camkan baik-baik perkataanku ini. Aku bisa membuatmu berada disisi Dimas tapi aku juga bisa menghancurkanmu. Jadi pikiran baik-baik" Anton pergi meninggalkan Manda dengan kesal. Ia sepertinya harus memikirkan cara agar bisa menduduki posisi incarannya.
Setelah cukup lama berdiam di dalam mobil untuk memikirkan langkah selanjutnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi Kakeknya yang juga merupakan Kakek dari Dimas.
"Tuan besar, ada Den Anton yang menunggu Anda di ruang tamu."
"Kakek, apa kabar?" peluk Anton menghampiri Kakeknya.
"Baik, tumben kau kemari. Ada apa?"
"Aku juga cucumu kan Kek. Sekalipun aku bukan cucu kandungmu tapi darah Keluarga kita juga mengalir ditubuhku."
Ayah dari Anton merupakan Anak dari adik Kakek Dimas. Tapi karena orangtuanya yang meninggal kecelakaan maka sedari kecil Kakek merawatnya seperti anaknya sendiri. Tapi kasih sayang Kakek yang sering disalah gunakan membuat Kakek kehilangan kepercayaan pada Ayah Anton.
"Dimas sudah menjabat sebagai CEO selama 8 tahun. Tidak bisakah kali ini Kakek mendukungku dan memberi kesempatan padaku untuk menduduki jabatan itu."
"Perusahaan yang dipegang oleh Dimas adalah perusahaan yang seharusnya menjadi hak dari Papanya. Karena sebelumnya perusahaan ini telah rugi besar di bawah kepemimpinan Ayahmu. Kau tau sebelumnya perusahaan ini hanya keluarga kita yang memiliki sahamnya. Tapi karena kebodohan ayahmu ia malah menjual beberapa % saham yang aku berikan kepada pihak luar. Kita bahkan sampai harus kehilangan beberapa anak perusahaan. Jadi aku tidak ingin perusahaan ini sampai jatuh ke pihak luar. Dan kau juga tau sendiri bukan bagaimana Dimas dan Aku kembali membangkitkan dan membesarkan perusahaan ini selama 8 tahun setelah Ayahmu membuat kekacauan.
"Aku tidak akan seperti Ayahku itu Kek. Aku berjanji akan membesarkan perusahaan keluarga kita."
"Hal itu juga yang dulu dikatakan oleh Ayahmu, tapi kenyataannya perusahaan hancur ditangannya."
"Kalau kau memang menganggap dirimu pantas maka sebaiknya kau buktikan. Berkompetisilah secara adil dengan sepupumu itu" saran Kakek
"Baik, saya akan berkompetisi dengannya secara adil. Tapi Kakek harus berjanji tidak boleh membantunya sedikitpun."
"Kau tenang saja aku tidak akan membantunya, lagipula aku juga ingin melihat sebesar apa keseriusan kalian semua terhadap perusahaan ini."
"Baiklah Kek, aku pamit dulu. Masih ada hal yang harus aku selesaikan."
__ADS_1
Setelah Anton pergi dari situ, orang kepercayaan Kakek mendekatinya.
"Apa anda yakin Tuan rencana anda akan berhasil. Tidakkah ini nantinya akan membahayakan perusahaan anda."
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu. Aku sudah memikirkan semua secara matang. Sisanya kita serahkan pada bocah kecil itu. Aku harap bocah itu bisa meyakinkannya."
"Kenapa anda memilihnya Tuan?"
"Karena aku percaya dia tidak mungkin mengkhianati keluargaku ataupun menghancurkan perusahaan. Dan satu lagi, ini adalah cara untuk menyingkirkan wanita murahan itu. Aku juga sudah memilih seorang guru pendamping untuknya, ini akan menjadi ujian kesabaran buat Dimas. Dan ini akan terlihat semakin menarik, kau tidak perlu khawatir. Jadilah penonton yang baik untuk masalah ini."
**********
Sementara itu saat ini Tiara dan Rendra menikmati waktu jalan-jalannya. Mereka berkeliling ke tempat-tempat hiburan yang terkenal di negara itu.
Tidak ada wajah lelah yang terlihat, hanya senyum kebahagiaan. Hingga Tiara tiba-tiba teringat akan hilangnya Mona hingga membuat senyumnya menghilang.
"Bagaimana kabarnya Mona sekarang ya" gumam Tiara tapi terdengar oleh Rendra.
"Benarkah? Tapi darimana kau mengetahuinya?"
"Kakak akan tahu nanti. Akan banyak kejutan yang menghampiri Kakak. Terutama pada saat pemilihan pemimpin di perusahaan suami Kakak nanti. Ini juga akan jadi kejutan untuk Daddy dan semua orang yang hadir di rapat itu. Aku akan mengirim Daddy untuk mewakili rapat nanti. Tapi ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Kakak. Aku harap Kakak mau bekerja sama dengan kami."
"Kami? Berarti ada orang lain selain kamu. Dan kerjasama apa yang kamu maksud."
Rendra pun menceritakan semua rencana yang telah ia susun bersama Kakek Adi. Tiara cukup terkejut mendengar rencana itu. Dan ia juga merasa Rendra menjadi sosok yang begitu berbeda seolah-olah bocah kecil itu menjelma menjadi sosok orang Dewasa yang bijaksana.
"Tidak aku tidak bisa melakukan itu" tolak Tiara.
"Ini adalah satu-satunya cara yang telah Aku dan Kakek Adi pikirkan. Tolong jangan kecewakan kami Kak, kami melakukan ini semua juga karena kami memikirkan kebahagiaan dan keamananmu."
__ADS_1
"Tapi, bagaimana jika Dimas marah dan menganggapku mengkhianatinya."
"Maka dia tidak cukup pantas untukmu. Kalau dia benar-benar mencintaimu maka ia akan mendukungmu. Jangan khawatir apapun yang terjadi aku dan Kakek akan melindungi dan mendukungmu. Kakak cukup persiapkan diri Kakak karena banyak hal yang harus Kakak pelajari nanti."
"Tapi..."
"Tidak ada tapi Kak yang ada hanya bersedia atau tidak. Tapi Aku dan Kakek sangat berharap Kakak bersedia. Ini adalah Medan perang yang Kakek persiapkan untuk kebahagiaanmu dan juga Suamimu Kak. Ini tidak hanya tentang sebuah jabatan tapi juga posisimu sebagai istri. Kakak ingin berdiam dirumah dan membiarkan wanita itu semakin dekat dengan suami Kakak atau Kakak berjuang bersamanya."
"Apa yang berbicara dengan kakak ini benar-benar Rendra. Berapa usiamu sebenarnya? Apakah kau seorang petua yang bijaksana yang bersembunyi pada jiwa bocah kecil" canda Tiara. Baru kali ini ia merasa Rendra menjadi begitu Dewasa dan bijaksana. Dan rasanya ia sulit percaya bocah kecil sepertinya yang begitu berpikiran dewasa."
"Ini bukan waktunya bercanda Kak, ini adalah waktunya bagimu menentukan masa depanmu" ucap Rendra dingin.
"Kenapa Udaranya jadi semakin dingin, kakak sampai merinding begini."
"Kak..."
"Iya-iya Kakak bersedia, Kakak akan berjuang bersama kalian. Mohon bantuannya guru" Tiara membungkukkan badannya pada Rendra lalu mereka tertawa bersama."
"Ayo aku akan mengajak Kakak menemui seseorang. Uncle Steve pastikan tidak ada orang suruhan Daddy yang mengikuti kita kali ini. Kita akan pergi ketempat yang istimewa."
"Baik Tuan Muda."
Rendra dan Tiara kembali melakukan perjalanan, dengan Steve sebagai supir mereka. Tiara menatap kagum keluar jendela melihat deretan rumah mewah yang mereka lewati. Bahkan akses menuju ke tempat itu dijaga ketat. Rendra dan Tiara melewati beberapa pos penjagaan yang memeriksa identitas mereka. Sepertinya kompleks perumahan yang mereka lewati ini adalah tempat tinggal orang penting. Melihat banyaknya lapisan penjagaan untuk bisa menembus masuk ke kawasan tersebut.
"Kita sebenarnya mau kemana Rendra."
"Menemui seseorang yang pastinya juga sangat ingin Kakak temui."
"Siapa? tapi hanya Mona yang saat ini ingin kakak temui. Tapi Mona kan tidak mungkin tinggal dikawasan mewah seperti ini. Apa mungkin Mona bekerja disalah satu pemilik kawasan rumah mewah ini" tebak Tiara.
__ADS_1
"Kakak akan mengetahuinya nanti. Simpan dulu rasa penasaran Kakak sebentar lagi Kakak akan mendapatkan jawaban."
TBC.