
"Kenapa reaksi paman seperti itu! Apa Paman tidak percaya padaku?"
"Entahlah!" Ucap Dimas cuek meninggalkan tempat itu.
"Tunggu Paman" anak itu menghentikan langkah kaki Dimas.
"Apa lagi?" tanya Dimas.
"Bisakah kau meminjamkanku uang" ucap anak itu ragu.
"Katanya anak orang kaya, kok pinjam uang?"
"Dompetku tertinggal di mobil tadi, bahkan handphone milikku juga."
"Aku tidak membawa dompet sama sekali. Jadi aku tidak bisa meminjamkanmu uang."
"Kenapa bisa begitu! memang Paman keluar tidak membawa uang sama sekali."
"Aku tadi keluar terburu-buru jadi aku meninggalkan dompetku."
"Lalu bagaimana nasibku!" keluh gadis kecil itu.
"Ya tunggu saja disini, siapa tau orang-orang yang mencarimu itu akan kembali ke sini nanti."
"Tidak, aku tidak ingin pulang. Paman apakah rumahmu jauh dari sini? Bolehkah aku ikut denganmu paman, agar aku bisa meminjam uangmu?"
"Terserah!" ucap Dimas menuju ke sepeda gayung miliknya. Dengan cepat gadis itu mengikuti Dimas dan duduk di bagian belakang sepeda. sepeda itu menuju ke kontrakan baru yang terlihat sederhana.
"Wah ternyata naik sepeda asyik ya Paman."
Mengikuti di belakang Dimas menuju ke ruangannya.
"Kontrakan Paman walaupun sederhana tapi terlihat bersih, Saya suka tempatnya." sedari tadi gadis itu terus berbicara tapi tak sekalipun Dimas menjawabnya.
"Ini uang untukmu, jangan lupa untuk mengembalikannya. Aku tidak sekaya keluargamu itu, jadi uang ini berarti bagiku. Sekarang pergilah!" usir Dimas. Dimas masih ingin mempertimbangkan memanfaatkan anak itu atau tidak. Jadi ia minta gadis itu untuk mengembalikan uangnya.
__ADS_1
"Paman, kalau ada tamu itu ditawari minum kek, atau di tawari makan, aku juga nggak bakalan nolak."
"Kamu lapar?" tanya Dimas diangguki oleh gadis itu.
"Saya kelaparan.Paman karena sedari tadi harus lari dari kejaran mereka."
"Ini makanlah. Setelah itu pergilah dari sini karena aku harus berangkat kerja" Dimas memberikan gadis itu roti yang ia beli sebelumnya untuk sarapan.
"Terimakasih Paman aku akan segera mengembalikan uangmu" pergi dengan membawa roti yang disuguhkan Dimas.
Dimas bersiap menuju ke club malam tempat ia bekerja. Ia datang lebih awal untuk mencaritahu siapa yang diajak oleh Bos Katsuro Dasuki untuk berinvestasi pada perusahaannya. Ia juga ingin tahu mereka ada di ruang mana?.
Dengan menggunakan pakaian wanita biasa Dimas menuju ke meja Bartender.
"Kau bukannya temannya Willy?" tanya salah satu pelayan bar tender. Willy adalah anak buah Dimas yang membantu Dimas bekerja ditempatnya sekarang ini.
"Benar, Perkenalkan saya Gina" Dimas memperkenalkan diri dengan nama samaran.
"Akito" menjabat tangan Dimas.
apa willy sudah datang?" tanya Dimas basa-basi.
"Tidak aku hanya bosan saja dirumah. Lagipula aku juga memerlukan tambahan uang, jadi aku kemari. Oh ya aku dengar hari ini ada tamu penting yang akan datang kemari. Apa aku bisa ikut melayani mereka, aku butuh uang. Pasti tips yang di dapatkan besar kalau bisa melayani tamu VVIP itu.
"Tidak sembarang pelayan bisa melayani tamu VVIP, mereka adalah pelayan-pelayan terpilih. Kau lihat gadis itu" menunjuk seorang gadis berpakaian seksi menuju ke sebuah lift.
"Namanya adalah Mayumi, dia Kepala pelayan untuk ruang VVIP. Dia yang memilih siapa saja yang berhak melayani orang penting yang datang kemari. Jika kamu ingin menjadi salah satu dari mereka, maka kamu harus mendekati wanita itu."
"Terimakasih" ujar Dimas langsung berlari mengikuti wanita itu yang sudah terlanjur masuk kedalam lift.
Dimas memperhatikan ke lantai berapa lift itu. Ia langsung menuju ke lift sebelahnya begitu mengetahui lantai yang dituju lift.
Begitu lift terbuka Dimas melihat gadis itu menuju kesebuah lorong sempit. Lantai yang dituju wanita ini merupakan lantai kelas 1.
Dimas mengikuti gadis itu dari belakang. terlihat gadis itu mengetuk sebuah ruangan dan berteriak dengan suara keras.
__ADS_1
"Buka pintunya" tok tok tok...., menggedor-gedor dengan keras bahkan menendang pintu itu berkali-kali. Tak lama seorang pria bertubuh tinggi besar keluar dari ruangan itu dengan hanya berbebet handuk di bagian bawahnya.
Dimas mengenal pria itu, ia adalah teman dari pria yang meminta ia layani semalam. Segerombolan pria yang bersenang-senang dengan banyak wanita.
Terlihat gadis itu mendorong pria itu, ia lalu masuk kedalam dan menyeret seorang wanita keluar dalam keadaan bugil. Ia menarik rambut wanita itu keras, hingga terdengar teriakan minta tolong sembari menutupi tubuhnya yang terekspos.
"Lepaskan dia!!" teriak pria itu berusaha melepaskan rambut wanitanya dari cengkeraman Mayumi. Tapi wanita itu malah semakin menyeret paksa rambut wanita itu.
"Tidak!! Beraninya kau selingkuh dengannya, lihat apa yang akan aku lakukan pada wanita ini. Dan kau, aku juga akan memberi pelajaran padamu nanti" berteriak dengan marah. Sementara itu orang yang lalu lalang di lorong itu terlihat tak perduli, sepertinya hal seperti ini biasa terjadi.
Laki-laki itu terus berusaha agar Mayumi mau melepaskan wanita bugil itu. Karena Mayumi menolak, jadi pria itu menampar Mayumi keras hingga ia terhuyung ke belakang. Dimas yang tak jauh dari situ segera mendekat dan menangkap tubuh wanita itu hingga tak jadi terhempas ke lantai.
Wanita Bugil itu segera kembali masuk kedalam kamar dengan menutupi tubuhnya menggunakan kedua tangannya.
"Pria brengsek" gadis itu kembali menyerang, kali ini bukan wanita bugil itu sasarannya melainkan pria yang telah menamparnya.
Wanita itu mencakar dan menarik rambut pria itu. Pria itu sudah habis kesabarannya. Ia memegangi kedua tangan Mayumi dan ingin menamparnya tapi Dimas berhasil menangkap tangan pria itu, dan menarik Mayumi ke belakang tubuhnya. Hingga terjadilah perkelahian antara Dimas dan pria itu.
Sekalipun pria itu merupakan anggota mafia tapi kekuatan Dimas lebih besar, hingga mudah bagi dia melumpuhkan pria itu. Berhasil melumpuhkan lawannya Dimas menarik Mayumi karena terlihat wanita itu belum puas ingin menyiksa wanita yang sudah berani tidur dengan kekasihnya.
Dimas menarik wanita itu menjauh, sangking eratnya pegangan Dimas bahkan gadis itupun kesulitan untuk melepaskan diri dari gandengan tangan Dimas.
Dimas menaiki sebuah lift dan membawa gadis itu ke tempat istirahat karyawan.
"Kanada kau menghalangiku menghajar wanita tidak tahu diri itu? protesnya setelah Dimas melepaskan pegangan tangannya.
"Duduklah, dan minum ini" Dimas mengambilkan sebotol air mineral yang ada di sana dan menyodorkan pada wanita itu yang terlihat sedang mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat ulah Dimas."
"Kenapa kau menghalangiku memberi pelajaran pada wanita brengsek itu?" kesal Mayumi.
"Kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri jika kau melakukan hal tersebut. Lagipula buat apa kau berkelahi hanya untuk merebutkan pria yang bahkan tidak menghargaimu lagi."
"Kau jangan sembarangan bicara. Pacarku itu pasti sudah di goda olehnya!"
"Jangan menilai sesuatu hanya dengan sebelah mata saja. Jika priamu itu benar-benar setia, sekeras apapun wanita itu menggodanya ia tidak akan melayaninya. Lagipula kau tau kan ini adalah tempat hiburan malam, dimana tempat berkumpulnya Pria brengsek dan wanita penggoda. Jangan pernah menuntut priamu setia kalau lingkunganmu sendiri tidak seperti itu."
__ADS_1
"Kau ini bicara dari tadi tidak ada satupun kata-katamu yang menghiburku. Sekalipun apa yang kau ucapkan benar tapi setidaknya kau harus mendukungku. Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Mayumi percaya diri.
TBC.