UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Titik Terang.


__ADS_3

"Mas ada apa sebenarnya ini, kenapa kau berkata begitu. Aku tidak pernah berpikir ataupun berharap mendapatkan harta darimu. Dan mengapa kau berkata begitu, ada apa sebenarnya ini. Apa kau tidak mencintaiku lagi? Dan apakah kau tidak ingin menikah denganku?" Tiara bertanya dengan suara bergetar, bahkan matanya ikut memerah. Ia memegang wajah Dimas, menghapus air mata Dimas.


Dimas memejamkan matanya sebentar dan menghela nafasnya kasar.


"Maaf sayang, aku tadi di kantor ketiduran dan bermimpi buruk. Aku bermimpi ada seseorang yang memaksa kita untuk berpisah. Dan dia berhasil, itu membuatku takut sayang" Dimas kembali memeluk Tiara. Rasanya ia tak sanggup untuk mengatakan kebenarannya pada Tiara. Tiara membalas pelukan Dimas, ia mengelus punggung Dimas pelan.


"Cuma mimpi Mas, jadi apa yang harus Masku takutkan?" tanya Tiara.


"Bagaimana jika itu jadi kenyataan?"


"Aku tinggal cari lagi pria yang lebih tampan dari Mas, lebih kaya dari Mas, lebih..."


"Tiara..." Dimas memanggil nama Tiara dengan keras. Ia menatap Tiara kesal.


"Becanda Mas, gitu aja ngambek"


"Kamu ini ya di ajak ngobrol serius, malah becanda."


"Selama Mas menginginkan Tiara, Tiara janji akan ada di samping Mas. Jadi jangan khawatir Tiara nggak akan mungkin ninggalin Mas begitu aja. Tapi jika Mas tidak menginginkan Tiara, tolong bicara baik-baik sama Tiara. Jangan selingkuh di belakang Tiara. Tiara akan menjauh dari Mas kalau memang itu keinginan Mas."


"Jangan pernah menjauh dari Mas tanpa seijin Mas, apapun yang terjadi. Janji."


"Iya Tiara Janji" ucap Tiara mengacungkan dua jari tengahnya."✌️


"Aku ngantuk sayang" ucap Dimas manja, Ia mengecup bibir Tiara sekilas. Lalu tidur di pangkuan Tiara, ia menaruh salah satu tangan Tiara di rambutnya. Dan tangan satunya lagi di genggam oleh Dimas.


"Usap-usap seperti ini, sampai aku tertidur ya" ucap Dimas lagi. Sambil menggerakkan tangan Tiara.


Tiara menuruti perkataan Dimas. Ia mengusap rambut pria itu.

__ADS_1


"Dia terlihat tampan jika tidur tenang seperti ini" Gumam Tiara lirih. Ia memperhatikan Dimas yang sepertinya sudah tertidur. Ia mengecup kening pria itu. Ini adalah pertama kalinya Tiara memberanikan diri mencium Dimas. Ada gemuruh di dadanya dan perasaan bahagia ketika melakukannya. Bahkan wajahnya merona merah, untungnya Dimas sudah tertidur saat ini jika tidak mau ditaruh mana wajahnya saat ini.


Setelah puas mengamati wajah pria yang tertidur di pangkuannya. Ia menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Tangan Tiara masih berada di atas kepala Dimas. Sedangkan tangannya yang satunya lagi berada di genggaman Dimas. Ia memejamkan matanya dan tak lama ia pun ikut tertidur pulas.


************


Dengan langkah gontai Farih memasuki apartemennya. Terlihat Anita yang berada di depan televisi sedang menonton Drakor favoritnya.


Mendengar ada langkah kaki memasuki ruangan, ia menoleh ke asal suara. Ia segera bangun dan berlari menghampiri Farih, ketika melihat pria itu.


"Bagaimana Kak, apakah Kakak sudah bicara padanya" Anita bergelayut manja pada Farih. Ia mengikuti Farih hingga memasuki kamar Farih.


Farih tak menjawab pertanyaan Anita, ia melemparkan tas kerjanya begitu saja. Ia mendudukkan tubuhnya di sofa kamarnya. Ia memejamkan matanya, menghela nafasnya kasar. Ia bahkan memijat keningnya. Ia benar-benar pusing saat ini. ia terus berfikir apakah langkah yang ia ambil kali ini benar.


Anita mengikuti Farih, ia duduk di sebelah Farih. Ia masih bergelayut manja dengan salah satu lengan Farih. Sesekali ia menyenderkan tubuhnya pada Farih.


"Kakak, ayo jawab. Jangan buat Anita penasaran. Kakak tau bukan Anita sudah berkelakuan baik akhir-akhir ini. Anita tidak lagi keluar malam, berfoya-foya, bahkan Anita sudah tidak pernah menginjakkan kaki di night club. Nita juga selalu menuruti apa kata kakak."


"Ia setuju menikah denganmu."


"Benarkah Kak, yeeey..." Anita berteriak senang. Ia bahkan tanpa sadar melompat-lompat kegirangan.


"Sekarang keluarlah, Aku ingin mandi dan istirahat. Dan untuk makan malam pesan untukmu saja tidak usah memasak. Kakak ingin sendiri, tolong jangan menggangguku."


"Oke Kakak, terimakasih karena sudah menuruti Anita" Ia lalu memeluk Dimas dan meninggalkan ruangan itu, tak lupa ia juga menutup rapat pintu kamar Dimas.


Anita kembali ke ruang TV dengan bersenandung riang, Farih tersenyum miris mendengarkan senandung Anita.


Aku benar-benar Kakak yang tak berguna. Bahkan untuk menyenangkan adikku, aku sampai merendahkan martabatku. Maafkan aku Dimas, maafkan aku Tiara.

__ADS_1


Farih menutup kedua wajahnya ia terlihat frustasi saat ini. Ia tau apa yang ia lakukan salah, tapi di lubuk hatinya yang terdalam ia juga berharap adiknya dan Dimas nantinya akan bahagia. Walaupun hubungan ini berawal dari paksaan. Apalagi Anita benar-benar berubah sifatnya, semenjak Farih berjanji membantunya agar bisa bersanding dengan Dimas.


***************


Sementara Dado sahabatnya Aryo sudah mendapatkan identitas penculik pria yang kecelakaan. Ciri-ciri fisik pria bertompel itu memudahkannya mendapatkan data diantara banyaknya kasus kecelakaan tabrak lari. Tapi ia tidak mendapatkan data kasus penculikan dari keluarga Wijaya ataupun Atwijaya seperti dugaan mereka.


"Ini adalah data kasus kecelakaan itu dan ada gambar wajahnya juga. Walaupun wajahnya terluka tapi kalau berdasarkan ciri-ciri fisik, tempat kejadian dan juga waktu kecelakaan. Kasus ini benar-benar mirip, jadi aku yakin kemungkinan pria ini penculiknya" ucap Dado menjelaskan hasil penyelidikannya.


"Dan kau lihat data ini, pria ini sebelumnya pernah bekerja di bawah naungan Atwijaya Company. Ia merupakan kepala bagian logistik. Tapi ia dipecat 3 bulan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya. Bahkan istrinya pergi meninggalkannya seminggu setelah ia di PHK, membawa serta anaknya karena malu suaminya ketahuan korupsi dan juga terlilit hutang. Bagaimana menurut pendapatmu?" Dado kembali mengungkapkan fakta dan bertanya pendapat Aryo.


"Kasus ini terlalu banyak kebetulan yang melibatkan keluarga Atwijaya, jika itu benar-benar penculik yang dimaksud oleh Bapak Tiara. Anggap saja motif penculikan ini balas dendam dan uang. Berarti ada kemungkinan Tiara itu anak dari keluarga Atwijaya" Aryo menduga-duga setelah menggabungkan fakta yang ada.


"Tapi semua itu hanya dugaan kita saja. Kebenarannya masih harus kita selidiki lebih lanjut. Karena ada yang aneh dari kasus ini seandainya Tiara benar-benar keluarga Atwijaya."


"Maksudmu?" tanya Aryo penasaran.


"Tidak ada satupun laporan kehilangan anak atau kasus penculikan atas nama keluarga Atwijaya. Bahkan saya sudah mengecek ke hampir semua kantor kepolisian di negara ini. Jika Tiara benar-benar anak dari keluarga itu kenapa mereka harus merahasiakan penculikan itu. Ada misteri apa sebenarnya di balik kasus ini."


"Ya, Ini benar-benar aneh. Bahkan aku juga belum berhasil mendapatkan DNA Farih ataupun keluarganya. Contoh darah Farih di Laboratorium tempat Tiara dirawat, juga sudah tidak ada lagi. Saya akan mencoba jalan lain." ujar Aryo.


"Jika kita tidak mendapatkan data kasus ini di kepolisian, kenapa kau tidak mencari tau di situs dunia gelap. Siapa tau kasus ini muncul disana, bukankah kau ahlinya."


Aryo mengambil laptop yang ada di dalam tasnya. Ia berselancar ke berbagai situs dunia gelap yang ia ketahui. Begitupula dengan Dado, ia juga membantu Aryo untuk mencari info itu menggunakan laptop miliknya.


"Aku menemukannya" ucap Aryo masih memandangi laptop miliknya.


Setelah sekitar 3 jam mereka berselancar di dunia maya. Akhirnya Aryo menemukan titik terang. Ia melihat petunjuk berupa kalung Tiara yang ada digambar itu. Ia mencocokkan dengan gambar kalung Tiara yang ia ambil sebelumnya.


Dan juga terdapat penjelasan ciri-ciri fisik serta usia anak yang hilang, sama dengan penjelasan yang tertera di surat Ayah Tiara. Hanya saja di situs itu mereka tidak mencantumkan gambar wajah maupun nama anak yang hilang. Ataupun nama keluarga dari korban. Dan jumlah nilai nominal untuk menemukan anak itu beserta kalungnya sangat fantastis. Dari sini Aryo bisa menyimpulkan bahwa mereka bukanlah dari keluarga yang biasa saja.

__ADS_1


"Aku akan coba menghubungi nomor yang tertera disini" ucap Aryo.


TBC


__ADS_2