Essence Of The Darkness

Essence Of The Darkness
EOTL eps 87 : Manis ( Bonus Selingan )


__ADS_3

EOTL ( Essence Of The Light ) - EOTD Season 2 - Kisah Xavier dan Sera


 


****


****


****


 


 


“Apa yang kau pikirkan?” Sebuah tangan kuat memeluk pinggang Sera dan menarik perempuan itu mundur.


Sera menolehkan kepala terkejut, memandang Xavier yang membuka mata jernihnya menatapnya.


“Bukan apa-apa.”


Tentu saja Sera tak akan berucap jujur bahwa dia baru saja menatap obat milik Xavier dan bersedih memikirkan lelaki itu, bukan? Satu hal yang dia tahu mengenai Xavier adalah bahwa lelaki itu sangat tidak suka dikasihani karena penyakitnya. Karena itulah Sera memutuskan untuk membuat alasan.


“Aku hanya ingin bangun dan segera mandi, lalu memulai membuka bungkusan barang-barang yang kau beli dari butik bayi itu. Kurasa dalam waktu seharian penuh, kita tak akan bisa membuka seluruhnya. Mungkin perlu beberapa hari… ah!” Sera memekik ketika Xavier menariknya berbaring lagi.


Lelaki itu memiringkan tubuh Sera dan memeluknya rapat dengan sementara kepalanya menunduk, menatap Sera dengan senyum manisnya yang melelehkan hati.


“Kau benar, memang memerlukan waktu beberapa hari bahkan jika kita melakukannya dari pagi sampai malam. Tetapi, kita punya banyak waktu.” Tanpa meminta izin Xavier menggerakkan tangannya untuk mengusap perut Sera yang terasa sedikit membuncit dan keras. “Masih ada waktu beberapa bulan sebelum anak kita lahir, jadi kita bisa melakukannya pelan-pelan dan menikmati ketika kita membuka satu persatu bungkusan barang itu, benar kan?” Xavier mengecup ujung hidung Sera lembut ketika berucap.


Sera menipiskan bibirnya. “Memang masih banyak waktu. Tetapi selama waktu itu, ruang tamumu akan tampak penuh seperti gudang. Memangnya kau tidak apa-apa?” tanyanya sambil mengerutkan kening. Sera tahu bahwa Xavier adalah orang yang sangat rapi dan pembersih. Para pelayan bilang bahwa tuannya itu selalu menuntut semua barang selalu berada pada tempatnya tanpa bergeser sedikit pun dan memerintahkan agar semua benda tertata rapi tanpa berubah.


Xavier mengangkat bahunya. “Bukan masalah untukku. Lagipula, akan ada banyak kesibukan dan kekacauan di rumah ini karena aku berencana untuk merenovasi rumah dengan menambahkan satu kamar tambahan yang tersambung dengan kamar ini yang akan digunakan sebagai kamar bayi anak-anak kita.”


“Kau akan menambahkan kamar bayi secara khusus di rumah ini?” Mata Sera melebar seolah tak percaya.


Xavier tersenyum penuh ironi. “Kenapa kau begitu terkejut mendengarnya?” Lelaki itu malahan balik bertanya kepada Sera.


Sera menelan ludah, bingung mengutarakan apa yang ada di dalam benaknya. Selama ini dia selalu berpikir bahwa pernikahan mereka akan berakhir begitu dirinya melahirkan anak yang diinginkan oleh Xavier. Kesepakatan mereka bahkan dengan jelas menyatakan bahwa Xavier akan membebaskan Sera setelah Sera memenuhi tugasnya untuk melahirkan anak-anak Xavier dengan selamat.


Jika Xavier menambahkan kamar bayi secara permanen di dalam rumahnya ini, itu berarti Xavier berniat membuat anak-anaknya tinggal di rumah ini, bukan? Lalu bagaimana dengan nasibnya? Bagaimana dengan dirinya? Apakah dia akan menjadi seorang ibu yang dipisahkan dari anak-anaknya?


Selama ini Sera selalu berpikir bahwa Xavier akan menyerahkan perawatan anak mereka kepada dirinya sebagai seorang ibu. Apakah… Sera salah?


“Kenapa kau mengerutkan keningmu seperti itu? Apa yang mengganggu pikiranmu?” Xavier mengusapkan ibu jarinya untuk menghilangkan kerutan di antara kedua alis Sera. Lelaki itu lalu mendongakkan kepala dan membuat Sera menghadap ke arahnya. “Apakah kau tidak suka aku membuat kamar untuk anak-anak kita? Di dalam keluargaku, semua anak ditempatkan di kamar bayi yang terpisah dari orang tuanya. Tetapi, Akram dan Elana berbeda, mereka menempatkan boks bayi di dalam kamar mereka dan berencana baru membuat kamar khusus jika anak mereka sudah berusia dua tahun. Apakah kau mungkin lebih senang boks bayinya ditempatkan di sini, di dalam kamar kita?”


“B-bukan begitu….” Sera kesulitan untuk mengungkapkan pikirannya. Suasana hati Xavier tampaknya sedang baik, lelaki itu memasang senyum cerah di wajahnya dan terlihat ceria. Itu berarti bahwa kondisi kesehatan Xavier benar-benar sudah membaik, bukan? Keadaan Xavier itu membuat Sera tahu bahwa dirinya harus menahan diri untuk mengangkat pembicaraan mengenai perpisahan atau penyelesaian klausul kesepakatan mereka di masa depan nanti. Dia sungguh tak ingin merusak suasana ceria di antara mereka dan membuat Xavier jadi terganggu. “K-kurasa asalkan boks bayi anak-anak kita bisa dijangkau dengan cepat, dimanapun boleh,” jawabnya kemudian sambil berusaha menenggelamkan pikirannya tentang masa depan yang mengganggu.


Xavier terkekeh, lelaki itu mengecup ujung hidung Sera lagi.


“Entah kenapa kau begitu penurut hari ini. Apakah itu karena aku berhasil menyenangkanmu semalam?” Suara lelaki itu berubah serak menggoda, sarat akan makna.Pipi Sera langsung memerah seketika. “T-tidak ada hubungannya dengan semalam!” jawabnya cepat, berusaha menahan malu yang menyeruak di dada.


“Aku akan menurut jika memang apa yang kau katakan sesuai dengan pemikiranku dan aku akan membantah jika ada yang menurutku tak sesuai,” sambungnya lagi, menjelaskan dengan terbata.


Xavier terkekeh. “Benarkah? Tadinya aku berpikir, karena aku telah berhasil menyenangkanmu di atas ranjang, kau jadi menyerah kepadaku dalam segala hal. Tidak ingatkah kau ketika kau melingkarkan tanganmu dan mencengkeram punggungku, lalu meneriakkan namaku berkali-kali?” Xavier memiringkan kepalanya sehingga bibirnya tepat berada di samping bibir Sera, lalu dengan sengaja mengembuskan napas panasnya di sana dan berbisik parau. “Kurasa, aku jadi ketagihan ingin mendengar suaramu ketika sedang diliputi kenikmatan seperti semalam.”


“Xavier!” Sera menghardik dengan rona merah menyaluti keseluruhan permukaan kulitnya. “Hentikan… aku… aku tidak begitu….”


“Ah, kau bisa memeriksa punggungku nanti, ada bekas cakaranmu di sana yang bisa menjadi bukti.” Tidak mempedulikan sikap menolak Sera, Xavier bergerak naik, kembali menempatkan dirinya di atas tubuh Sera dan mendesak perempuan itu supaya Sera bisa merasakan bukti hasratnya. “Atau… kita bisa memeriksanya kembali bersama-sama. Kali ini aku akan membuktikan bahwa kau benar-benar meneriakkan namaku berkali-kali.” Xavier mendekatkan bibirnya ke bibir Sera sebelum kemudian mengecup bibir itu dengan penuh hasrat, tidak diberinya kesempatan perempuan itu untuk bisa menolaknya.

__ADS_1


Dan seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, Xavier berhasil menenggelamkan Sera ke dalam kenikmatan bercinta bersamanya, memeluk perempuan itu, memesrainya, bercinta dengannya sepenuh hasrat tanpa Sera bisa melepaskan diri.


***


 


Xavier mengusap handuk ke rambutnya yang basah dan mengenakan *t-shirt-*nya. Di sela-sela kegiatannya\, lelaki itu sedang bercakap-cakap dengan Akram melalui telepon\, membicarakan perkembangan terbaru situasi yang mereka hadapi sekarang.


“Jadi, Aaron masih tak bisa ditemukan di manapun?” Mata Xavier menajam ketika menyebut nama lelaki itu. “Tak kusangka, dia sangat pandai bersembunyi.”


“Dia rupanya sudah tahu akan dikejar, jadi dia mempersiapkan diri dengan baik jauh-jauh hari. Aku tak ingin mengakuinya, tetapi kali ini Aaron sepertinya sudah beberapa langkah di depan kita, bahkan Dimitri yang memiliki koneksi kuat di dunia bawah tanah tak bisa menemukannya.” Akram menyahuti tenang dari seberang sana. “Meskipun begitu kita punya Sabina sebagai umpan. Kita sudah memasang Sabina sebagai umpan di Rusia. Perempuan itu sudah memunculkan dirinya secara terang-terangan. Aaron pasti tahu bahwa Sabina ada di dekatnya. Kita hanya tinggal menunggu dia muncul ke permukaan dan memakan umpannya.”


“Tidak kusangka kita membutuhkan usaha yang sangat besar hanya untuk memancing ikan kualitas rendah itu supaya muncul ke permukaan.” Xavier tampak tidak suka. “Aaron ternyata lebih licin dari yang kita duga. Bahkan sampai sekarang, aku masih tak menyangka akan keberaniannya membuat sayembara konyol itu. Apakah Dimitri benar-benar telah mengkonfirmasi dugaannya sebelumnya?”


“Sebelum sayembara itu, Aaron menunjukkan sikap penyesalan. Dia ingin Sera kembali ke sisinya tanpa anakmu dalam kandungannya. Itu sudah pasti. Karena itulah sayembara itu dibuat.” Akram menjawab dengan tegas.


“Sera kembali ke sisinya? Setelah segala yang dia lakukan?” Suara Xavier menajam seketika. “Ketika Sera ada bersamanya dan memujanya, dia membuangnya dan membuat Sera hanya sebagai alat untuk memuaskan hasrat membalas dendamnya. Sekarang setelah Sera menghilang dari sisinya, Aaron merasa kehilangan dan penyesalan? Lelaki itu seperti kanak-kanak yang baru menghargai mainannya setelah mainannya itu direbut dari tangannya. Kurasa, untuk makhluk rendahan seperti itu, semakin cepat dihabisi, semakin baik.” Tiba-tiba saja nada suara Xavier berubah gelap dan kejam. “Namun, aku ingin menghabisi Aaron dengan tanganku sendiri. Sabina harus berhasil membawanya pulang hidup-hidup.”


“Kalau kau melakukan itu, bagaimana dengan Serafina Moon? Apakah kau sudah memikirkan konekuensinya?” Akram tiba-tiba berucap dengan nada hati-hati. “Perempuan itu masih menganggap Aaron sebagai malaikat penyelamatnya, kenapa kau tidak membuka saja motif Aaron di masa lalu dan membuka mata Sera bahwa Aaron bukanlah penyelamat, tetapi manusia jahat yang berusaha memanipulasinya? Kenapa kau masih menahan informasi itu, Xavier?”


Ada kecemasan yang tercermin dalam nada suara Akram. Ya, sebagai seorang lelaki yang berhasil menjalani hubungan percintaan indah dan pernikahan yang bahagia, Akram tahu bahwa komunikasi adalah kunci utama akan suksesnya sebuah hubungan. Informasi yang ditahan atau yang tidak diungkapkan, hanya akan membawa kedua pasangan pada kesalahpahaman yang tak ada ujungnya, sementara itu keterbukaan akan menyelesaikan permasalahan dengan cepat sekaligus membangun kepercayaan antara kedua pasangan.


Xavier tertegun sejenak. “Untuk saat ini, aku akan membuat Sera benar-benar sibuk hingga dia tak punya kesempatan untuk memikirkan Aaron sama sekali." Xavier menghela napas panjang. "Kurasa, aku menahan diri karena Aaron adalah satu-satunya hal baik yang ada dalam kenangan masa lalu Sera. Aku tak ingin menghancurkan keindahan yang tergenggam dalam kenangan Sera itu dengan kenyataan menyakitkan,” sahutnya kemudian.


Kali ini, berganti Akramlah yang menghela napas panjang sebelum berucap, seolah-olah lelaki itu sudah lelah dengan segala kekeraskepalaan Xavier.


“Menyimpan informasi tidak akan menyelesaikan masalah malah akan memperumit semuanya, percayalah kepadaku. Lebih baik kau hancurkan mimpi itu sekarang sehingga Sera masih bisa bangkit di atas puing-puing kehancuran masa lalunya dengan bantuanmu, daripada kau terlambat mengungkapkannya sehingga situasi ini akan membuat Sera membencimu dan tak memberi kesempatan kepadamu untuk menjelaskan apapun meski kau telah mencoba. Pertimbangkan nasehatku ini baik-baik, Xavier.”


 


***


Matanya menatap ke arah tumpukan kotak-kotak berbagai ukuran dengan bungkus warna cokelat lembut yang seragam. Dirinya saat ini sedang mengira-ngira, akan mulai dari mana untuk mengerjakan begitu banyak tugas yang harus diselesaikannya menyangkut membuka kotak-kotak itu satu persatu, lalu masih memikirkan bagaimana cara menatanya, pula.


“Kalau kau tak bisa menyelesaikannya, kita bisa meminta bantuan para pelayan.”


Sebuah suara yang terdengar di belakangnya membuat Sera berjingkat terkejut dan terloncat dari posisinya berdiri. Dia menolehkan kepala dan menatap penuh peringatan ke arah Xavier yang berdiri di belakangnya sambil menyeringai tanpa rasa bersalah.


“Tahukah kau bahwa mengejutkan ibu hamil itu sangat berbahaya?” Sera bersungut-sungut, menatap penuh tuduhan ke arah Xavier. Entah kenapa Xavier memiliki keahlian untuk berjalan tanpa suara seperti hantu dan mengejutkannya setengah mati.


Sikap galak Sera tersebut tak mengganggu Xavier. Lelaki itu merapat, lalu melingkarkan lengannya ke pinggang Sera dan memeluknya rapat. Kepala Xavier menunduk dan tanpa izin lelaki itu menghadiahkan kecupan di lekukan antara leher dan bahu Sera.


“Apakah kau akan mulai bekerja membuka kotak-kotak itu? Kau benar-benar tak ingin bantuan pelayan?” bisik Xavier lembut sambil menyusurkan bibirnya ke lekukan kulit Sera yang sensitif.


Sera menggigit bibirnya ketika merasakan bibir panas Xavier mengirimkan senyar ke sekujur tubuhnya, dia berusaha melepaskan diri, tetapi pegangan Xavier terasa kuat di pinggangnya.


“Aku bisa mengerjakannya sendiri pelan-pelan, nanti kalau aku merasa butuh bantuan, baru aku meminta bantuan pelayan. Akan tetapi, kalau kau memelukku terus, kapan aku bisa mulai?” tanya Sera dengan nada bersungut-sungut.


Xavier terkekeh, tetapi tak membantah. Lelaki itu kemudian melepaskan pegangannya dari pinggang Sera dan melangkah maju, berdiri di samping Sera.


“Jadi, kita akan mulai dari mana?” tanyanya kemudian.


Sera menolehkan kepala.


“Kita? Kau juga akan membantu? Bukankah kau juga banyak pekerjaan?” Sera tak pernah berpikir bahwa Xavier akan membantunya membongkar segala perlengkapan bayi ini. Bagaimanapun, Sera tahu bahwa Xavier mengendalikan berbagai perusahaan multinasional dengan nilai jutaan dolar yang tersebar di seluruh negeri, orang seperti itu tidak seharusnya membuang-buang waktu dengan duduk dan membongkar barang-barang bayi seharian, bukan?”


“Aku memang punya banyak pekerjaan tetapi aku sedang bosan dan ingin melakukan sesuatu yang berbeda, kurasa aku bisa membantumu membuka kotak-kotak ini dan mengerjakan pekerjaanku sambil jalan.” Xavier menunjuk dahinya sendiri dengan sikap menggoda. “Kau tahu, kan? Aku bekerja menggunakan kepalaku, bukan menggunakan tubuhku, jadi aku bisa melakukan dua-duanya sekaligus tanpa masalah,” ujarnya dengan rasa percaya diri yang angkuh, membuat Sera hanya bisa menipiskan bibir tanpa mampu menimpali.

__ADS_1


***


“Jadi, kau mau menyimpan yang warna biru bergambar burung ini, atau yang warna kuning bergambar singa?”


Mereka sudah membuka sebagian kotak-kotak yang berada di dekat jendela besar ruang tamu. Kebetulan, kotak-kotak yang ada di area ini sebagian besar berisi pakaian-pakaian bayi dengan berbagai corak dan warna. Sudah ada tumpukan pakaian yang terlipat rapi di dekat dinding, sementara Xavier sendiri tampak begitu bersemangat membuka kotak demi kotak tanpa mengenal lelah.


Sera hampir tak bisa menahan tawa ketika melihat ekspresi Xavier yang berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan mainan barunya. Tadinya lelaki itu hanya diam dan mengamati ketika Sera mulai membuka kotak demi kotak, tetapi kemudian lelaki itu mulai tertarik membuka kotak-kotak itu dan setelahnya menjadi terlalu bersemangat sehingga tak mau berhenti.


Suara Xavier terdengar ceria hari ini. Lelaki itu terlihat sangat santai seolah tanpa beban, dengan rambutnya yang masih agak basah dan acak-acakan, ditambah t-shirt warna hitam yang berpadu dengan celana abu-abu yang tampak sangat cocok dikenakannya. Lelaki itu tak mengenakan alas kaki, duduk bersila di atas karpet ruang tamu dengan kotak-kotak barang dari butik perlengkapan bayi yang berserakan di sekelilingnya.


Bukannya menjawab pertanyaan Xavier, Sera malahan tertegun, matanya melahap sosok Xavier yang bermandikan kilau cahaya matahari pagi yang menyinari lelaki itu, masih ditambah dengan senyum lebarnya ketika membentangkan pakaian bayi berukuran mungil di tangannya sambil meminta pendapat Sera.


Xavier tampak seperti malaikat yang memberikan berkatnya kepada bayi-bayi tak berdosa di pagi hari dan pesonanya begitu memikat hingga membuat jantung Sera berdesir dan pipinya merona merah.


Astaga. Bagaimana bisa dia memiliki suami setampan ini?


 


***


***


***


***


Hello.


Author mengucapkan terima kasih atas like tiap part, komentar, favorit, rate bintang lima dan juga VOTE RANKING yang diberikan oleh pembaca sehingga Novel author selalu masuk ke ranking.


Ebook Essence Of The Darkness/ EOTD SUDAH tersedia dan bisa dibeli di G00gle play book.


EOTD / Essence of The Darkness ---> Kisah Akram dan ELana


EOTL / Essence of The Light ---> Kisah Xavier dan Sera ( Ebook BELUM tersedia)


Kata kunci di g00gle book :


Masuk ke playstore ---> pilih BOOK ---> masukkan kata kunci: Anonymous Yoghurt


JIKA ANDA MENDAPATKAN EBOOK INI BUKAN DARI GOOGLE PLAYBOOK, BERARTI ANDA TELAH MELAKUKAN TINDAKAN KRIMINAL PENCURIAN DAN BERKONTRIBUSI DALAM PEMBUNUHAN KREATIVITAS PENULIS.


DUKUNG PENULIS KESAYANGANMU SUPAYA BISA TERUS BERKARYA DENGAN TIDAK MENGAKSES DAN MENYEBARKAN BUKU BAJAKAN.


 


Yours Sincerely


AY


 


***


***


***

__ADS_1


Mohon maaf atas keterlambatan posting selama seminggu lebih ini dikarenakan ada gangguan sedikit yang menghalangi author untuk bisa menulis. Part ini adalah PART BONUS SELINGAN, tanda author akan mulai up rutin lagi. Semoga diterima dengan senang hati. Thank You.


__ADS_2