Essence Of The Darkness

Essence Of The Darkness
EOTL Eps 113 : Rencana Terselubung


__ADS_3

EOTL ( Essence Of The Light ) - EOTD Season 2 - Kisah Xavier dan Sera


 


****


****


****


 


Derek adalah bodyguard yang cerdas, meskipun Xavier tidak berucap secara gamblang kepadanya, tetapi dia tahu bahwa lelaki yang ada di ruang meeting bersama Xavier ini, bukanlah teman untuk tuannya.


Ada aura permusuhan menegangkan yang mengental di udara dan tak bisa diabaikan, bahkan oleh orang yang baru memasuki ruangan seperti dirinya.


Dengan bijaksana, Derek mendekatkan bibirnya ke telinga Xavier, berbisik perlahan supaya dokter Oberon yang sedang duduk dan memperhatian mereka dengan penuh rasa ingin tahu, tak bisa mendengar jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh Xavier kepadanya.


Mendengar perkataan Derek, wajah Xavier memucat. Namun, dia jelas mengerti maksud Derek yang memilih berbisik di telinganya untuk menjelaskan dan bukannya berucap dengan nada biasa. Karena itulah, Xavier menghela napas panjang dan berusaha menguasai dirinya. Senyuman palsu menghiasi wajahnya ketika lelaki itu berucap kemudian, menghapuskan jejak kepanikan yang berpendar di matanya.


“Saya rasa, istri saya membutuhkan saya. Anda tahu, wanita hamil biasanya sangat manja.” Dengan sengaja Xavier mengucapkan kata-kata penuh profokasi dan menikmati kilatan cahaya kecemburuan yang muncul di mata dokter Oberon. “Jadi, saya minta maaf, saya tidak bisa mengikuti meeting bulanan ini sesuai rencana. Mungkin jika saya ada waktu, saya akan mengikuti meeting bulan depan dan kita bisa bertemu lagi… kalau Anda masih ada di sini.” Xavier menyeringai ketika mengucapkan kalimat tersiratnya, matanya menampakkan ancaman mengerikan yang tidak disembunyikan. “Pegawai saya akan menemui Anda segera untuk mengambil darah Anda.”


Setelah mengucapkan kalimat ultimatumnya dengan nada tegas tak terbantahkan, Xavier tak mau lagi repot-repot melihat wajah dokter Oberon. Lelaki itu membalikkan tubuh dan meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh para bodyguard-nya.


***


Menatap ke arah pintu yang tertutup itu, jantung Aaron berdebar tak terkendali. Dia masih merasakan ketakutan dan tekanan di dadanya meskipun Xavier sudah menghilang jauh dari hadapannya.


Xavier memang masih bersikap abu-abu, tetapi entah kenapa firasat buruk menghantam jiwanya dan membuatnya merasakan sesak seperti dicekik.


Pemeriksaan darah itu… dia tidak boleh sampai diambil darahnya!


Dirinya sudah berhasil mengulur waktu dan menipu Xavier dengan mayat dokter Oberon yang dibuat menyaru seperti dirinya. Mayat dokter Oberon memang telah dia rusak dengan zat perusak DNA yang sangat mahal yang didapatkannya di penjualan bawah tanah dengan bantuan dokter Rasputin.  Karena itulah, sudah pasti Xavier kesulitan melacak tentang mayat dokter Oberon karena semua susunan genetik DNAnya sudah diacak tanpa bisa dipetakan. Tujuan utama Aaron adalah membuat Xavier mengira bahwa mayat dokter Oberon adalah mayat Aaron. Terlebih lagi, dokter Rasputin telah melakukan operasi tingkat tinggi untuk memasang wajah Aaron tanpa cela di wajah dokter Oberon.


Sayangnya, lelaki seperti Xavier benar-benar tidak mudah dibohongi meskipun segala bukti buatan yang sempurna sudah terpampang di depan matanya.


Aaron tak bisa menahan diri untuk kembali mengutuki dirinya karena sikap impulsifnya yang mendekati Sera dan mebuat perhatian Xavier terarah kepadanya. Seandainya saja dia tak mendekati Sera saat itu, dirinya pasti lebih punya banyak waktu hingga rencananya dilakukan tanpa memancing rasa curiga Xavier kepadanya.


Aaron mengerutkan keningnya dalam. Rasa tidak enak membuat tenggorokannya terasa tersekat, seolah-olah ada bongkahan yang mengganjal di sana, dia ingin memuntahkannya, tapi bongkahan itu tak mau keluar, dia ingin menelannya, tapi bongkahan itu tak bisa masuk ke dalam. Rasanya tercekik, tersiksa dan sesak di dada, dipengaruhi oleh benaknya yang terus menerus berputar dipenuhi ketakutan.


Hal menyangkut Sera tadi…


Mata dokter Oberon melebar ketika dia menyadari sesuatu. Bodyguard Xavier itu jelas-jelas panik ketika memasuki ruangan, dan Xavier langsung menghubungkannya dengan Sera, lelaki itu bahkan menyebut nama Sera ketika bertanya pada bodyguarnya. Namun, setelah bodyguard itu berbisik di telinga Xavier, ekspresi Xavier tiba-tiba berubah menjadi tenang dan penuh senyum, lelaki itu bahkan berpamitan dengan elegan seolah-olah tidak ada masalah yang terjadi.


Apakah kepanikan yang muncul di awal tadi hanyalah bayangan Aaron saja? Ataukah Xavier sengaja menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan Sera, karena dia sudah mencurigai dirinya?


Aaron menipiskan bibir dan matanya langsung bersinar dengan penuh tekad. Dia harus melakukan dua hal yang penting saat ini demi menyelamatkan dirinya. Yang pertama, dia harus menghindari darahnya diambil, dan yang kedua dia harus mencari tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi dengan Serafina Moon.


***


 


“Jelaskan kepadaku kembali.”


Setelah berada cukup jauh dengan ruangan meeting tempat Aaron masih tertahan di sana, Xavier berucap kembali, memberi instruksi kepada Derek yang berjalan di sampingnya.


Mereka berdua melangkahkan kaki dengan tergesa dan sangat cepat, sementara para bodyguard mengikuti di belakang dengan tenang dan tanpa suara.


Ketenangan palsu yang tadinya melingkupi wajah Xavier runtuhlah sudah, berganti dengan wajah pucat pasi dan mata yang dipenuhi binar panik tak tertahankan.


Jika saja bisa, Xavier ingin berlari secepat dia mampu, namun saat ini dia melalui lorong di area karyawan yang dipenuhi oleh para karyawan yang bertugas. Jika dia menarik perhatian dengan berlari-lari di sepanjang koridor, itu pastilah bukan keputusan bijak.


Area lift untuk menuju lantai atas entah kenapa saat ini terasa begitu jauh. Ketika Xavier melihat lift itu, dia mendorong langkahnya lebih cepat dan masuk ke dalam lift itu diikuti oleh Derek yang sedikit terengah karena berusaha menyamakan ritme langkahnya dengan langkah Xavier yang sangat cepat. Para bodyguard yang lain tidak mengikuti masuk ke lift dan menunggu giliran berikutnya, meninggalkan Derek hanya bersama Xavier di dalam kotak sempit yang mulai bergerak naik itu.


Derek melirik ke arah Xavier dan kekaguman terbersit di hatinya ketika melihat tuannya itu sama sekali tak terengah napasnya. Xavier mungkin tampak ramping dan penampilannya dengan wajah sempurna yang luar biasa tampan mugkin menyamarkan betapa berbahayanya dirinya. Namun, Dereklah yang tahu bahwa Xavier menguasai ilmu bela diri kelas tinggi yang membuatnya bisa membunuh musuh-musuhnya dalam pertarungan satu lawan satu, dengan tangan kosong tanpa menggunakan senjata.


“Nyonya Sera sedang menengok Nyonya Elana ketika air ketubannya pecah. Saat ini, beliau sedang berada di ruang persiapan untuk operasi. Tim dokter juga sedang melakukan persiapan operasi caesar.”


Derek mengulang kembali penjelasan yang tadi dibisikkan ke telinga  Xavier, kali ini sedikit lebih terperinci daripada sebelumnya.

__ADS_1


“Apakah Sera mengalami pendarahan?” Kening Xavier berkerut dalam ketika jantungnya berdetak dengan cepat.


Usia bayi mereka baru tujuh bulan lebih, hampir mendekati usia delapan bulan. Kenapa Sera mengalami pecah ketuban di masa sekarang? Bukankah bayinya seharusnya lahir di usia kandungan sembilan bulan sepuluh hari?


Derek menggelengkan kepala, ada rasa syukur yang terpatri jelas di matanya.


“Dokter Nathan bilang, tak ada pendarahan hebat yang terjadi. Pendarahan minor hanyalah pendarahan yang menyertai air ketubannya yang pecah.” Jawabnya tenang.


Xavir menghela napas panjang, dia merasa seperti dicekik dan tak bisa bernapas. Matanya menatap angka digital yang menyala di bagian atas lift, menunjukkan pergerakan lift ini yang entah kenapa terasa amat sangat lambat pada saat dibutuhkan untuk cepat.


“Apakah Sera baik-baik saja?” Xavier bertanya lagi, dia tak bisa menahan dirinya untuk bertanya meskipun dia tahu bahwa Derek bukankah orang yang tepat untuk diberikan pertanyaan itu. Astaga, Derek hanyalah seorang bodyguard… lelaki itu bukan dokter. Apakah Xavier telah sebegitu paniknya hingga menanyakan pertanyaan itu kepada lelaki itu?


Namun, sekali lagi, Derek adalah bodyguard yang sangat cerdas. Dia bisa membaca situasi dengan cermat dan dia mengerti bahwa tuannya harus ditenangkan supaya bisa berpikir jernih. Derek mungkin tidak tahu bagaimana kondisi Nyonya Sera sesungguhnya, tetapi dia tahu kalimat apa yang harus diucapkannya untuk menenangkan Xavier.


“Dokter Nathan tampak tenang, Tuan Xavier. Sama sekali tidak ada kepanikan atau ketakutan di wajahnya. Anda tentu tahu bahwa saya memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah dengan baik. Jika kondisi Nyonya Sera berada dalam bahaya, saya yakin bahwa wajah dokter Nathan tidak akan setenang itu.”


Jawaban itu seolah mengguyurkan air dingin di kepala Xavier yang mulai terbakar oleh rasa cemas bercampur pikiran negatif. Pada saat yang sama pintu lift itu pun terbuka dengan suara dentingan keras yang menariknya kesadarannya kembali dengan jernih.


Xavier menghela napas dalam, lalu melangkah keluar dari lift sambil menoleh sedikit ke arah Derek yang berada di belakangnya.


“Terima kasih, Derek. Kau berjagalah dengan baik di sini. Atur anak buahmu, pastikan tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke area lantai ini… terutama dokter Oberon yang tadi. Kau mengerti?”


Dengan patuh Derek menganggukkan kepala.


“Saya mengerti, Tuan.”


***


 


Seorang perawat rupanya sudah ditugaskan berdiri di ruang operasi ketika Xavier datang. Dengan sigap, perawat itu mempersilahkan Xavier masuk ke ruang sterilisasi untuk mensterilkan diri dan mengenakan baju hijau-hijau yang telah disiapkan lengkap dengan penutup kepala dan masker untuk menutup wajahnya.


Perawat itu kemudian mengantarkan Xavier ke depan pintu ruang operasi dan mempersilahkan Xavier masuk terlebih dahulu karena semua yang ada di dalam sudah menunggunya. Perawat itu juga menginformasikan bahwa kondisi Sera sudah stabil dan istrinya sudah menerima bius lokal yang disuntikkan di punggungnya dan membuatnya mati rasa hanya dari area bawah dada ke bawah, sementara pikiran sadarnya masih terjaga.


Xavier menghela napas panjang untuk menenangkan diri dan mengumpulkan seluruh kekuatan batinnya guna menopang keberaniannya. Dia adalah sosok yang tak mudah merasa takut. Dia bisa membunuh para penjahat dengan cara  mengerikan tanpa berkedip sedikitpun, kondisi sakitnya juga telah membuatnya menerima keadaan dan tak merasa takut kehilangan apapun. Namun sekarang, ketakutan luar biasa menguasainya.


Xavier adalah seseorang yang ahli mengatur segala sesuatunya dengan pasti. Akan tetapi, saat ini dia dilingkupi ketidakpastian yang mengerikan, dilanda kengerian jika segala sesuatunya berjalan salah di luar perkiraan, hingga dia harus kehilangan Sera… atau kedua anak kembarnya.


***


 


Dokter Nathan tidak ada di ruangannya. Lelaki itu adalah direktur utama rumah sakit ini dan biasanya selalu ada di ruangannya, kecuali jika menyangkut penanganan khusus menyangkut pemiliki rumah sakit ini, dan biasanya itu mengenai Akram Night dan keluargannya.


Tapi dari informasi yang didapatnya selewat dengan pura-pura melakukan pengecekan terhadap penanganan pasien VVIP di rumah sakit ini, tidak ada sesuatupun yang genting yang terjadi pada Elana dan bayinya. Mereka baik-baik saja dan berada pada masa pemulihan setelah melahirkan.


Meskipun masih muda dan terkadang terlihat santai, Aaron tahu bahwa dokter Nathan adalah dokter yang cukup berdedikasi dan disiplin dalam bekerja. Dia tidak akan pernah pergi mendadak dan meninggalkan kantornya tanpa keterangan.


Aron mondar-mandir di dalam ruang kerjanya dengan kening berkerut dalam.


Kecuali… kalau dokter Nathan sedang melakukan tindakan yang harus dirahasialkan.


Dengan cepat Aaron meraih teleponnya, dia sudah tak peduli lagi untuk bersikap hati-hati dan tidak menarik perhatian, dengan sembrono, dia menelepon semua divisi, terutama di departemen tempat dokter-dokter yang memiliki kemampuan untuk melakukan operasi caesar pada ibu melahirkan.


Setelah proses menelepon yang panjang dan melelahkan otaknya, Aaron melihat catatannya dan menyadari bahwa ada beberapa dokter yang juga menghilang sama seperti dokter Nathan.


Tidak ada yang bisa menjelaskan keberadaan mereka yang hilang mendadak dari posnya. Para petugas hanya mengatakan bahwa ada kasus khusus yang memerlukan penanganan dan mereka sedang fokus menanganinya.


Tatapan mata Aaron tampak membara ketika dia meraih kesimpulan yang didapatnya setelah mengumpulkan banyak bukti.


Hanya ada dua kemungkinan, yang pertama, terjadi masalah dengan kehamilan Sera karena jelas-jelas ini belum masanya Sera melahirkan sehingga para dokter itu ditarik untuk menanganinya dan para dokter itu sedang berjuang untuk mengatasi masalah genting menyangkut kehamilan kedua ini.


Kemungkinan kedua… dari permasalahan kehamilan Sera ini, para dokter itu memutuskan untuk melakukan operasi caesar darurat.


Jika memang benar terjadi operasi caesar darurat, maka Aaron harus bertindak cepat. Dia tak boleh sampai gagal melakukan misinya kali ini.


Saat bayi-bayi sialan yang berasal dari benih Xavier itu dikeluarkan dari tubuh Sera, itu adalah saat yang tepat baginya untuk mendapatkan Serafina Moon kembali ke dalam pelukannya.


***

__ADS_1


 


Pencahayaan di ruangan itu tidak terlalu terang, hanya lampu operasi yang mengarah ke perut Sera saja yang tampak benderang dalam lingkaran besar yang tampak menaungi di sana.


Perawat yang mengantarkannya masuk langsung mengarahkannya ke area di sisi dekat kepala Sera, tempat tirai besar dipasang kuat di dada Sera pada area di bawah dagunya untuk menutupi pandangan perempuan itu dari proses operasi yang akan dilakukan di perutnya.


Ketika Xavier tiba, dokter Nathan langsung menghampirinya.


“Bagaimana keadaan Sera?” Xavier bertanya perlahan, melirik ke arah istrinya dengan pandangan cemas. Sera tampaknya masih melamun dengan pandangan kosong, perempuan itu sepertinya belum menyadari kehadiran suaminya di dalam ruangan operasi ini.


Dokter Nathan menganggukkan kepalanya sedikit sebelum menjawab. “Kondisinya stabil. Namun air ketubannya sudah mulai menipis jadi proses operasinya harus berlangsung dengan cepat. Kami akan melakukan proses operasi untuk mengeluarkan bayinya dengan segera.” Dokter Nathan menatap mata Xavier yang dipenuhi kecemasan, lalu lelaki itu menepuk pundaknya untuk menenangkan. “Semua akan baik-baik saja, yang menangani Sera adalah yang terbaik di antara kami. Tugasmu sekarang hanyalah duduk dan menemani Sera.”


Xavier menganggukkan kepala, lelaki itu tak mengatakan apa-apa, tetapi sinar terima kasih yang tulus memancar di matanya.


Setelah dokter Nathan kembali ke tempatnya, Xavier mendekat ke arah Sera dan kali ini kehadirannya berhasil menarik perhatian perempuan itu.


Sera menengadah ketika menyadari kehadiran Xavier, lelaki itu menarik kursi ke samping meja operasi Sera, mengabaikan segalanya dan memfokuskan pandangannya ke arah Sera.


Ekspresi kosong Sera langsung berubah dipenuhi kehangatan ketika matanya bersirobok dengan mata lelaki itu. Senyum lebar langsung terpatri di bibirnya dan semakin lebar ketika lelaki itu meraih tangannya dan menggenggamnya erat sebelum kemudian mengarahkannya ke bibir untuk menghadiahkan ciuman lembut di buku-buku jemarinya.


“Hai,” Sera menyapa serak, tenggorokannya terasa kering tapi dia tetap memaksakan diri bersuara.


“Hai, sayang.” Xavier berucap lembut, bibirnya yang panas masih mengecup jemari Sera dan matanya menemukan secercah ketakutan di mata istrinya meskipun bibir perempuan itu mencoba menutupinya dengan senyuman.


Tentu saja Sera takut. Ini adalah pengalaman pertamanya melahirkan. Bahkan Xavier pun yang saat ini duduk dan berpura-pura memasang ekspresi kuat, juga ketakutan setengah mati.


Digenggamnya tangan Sera dalam jalinan jari jemarinya, berusaha saling menyalurkan kekuatan satu sama lain.


“Kau akan baik-baik saja.” Menyadari bahwa keajaiban yang mereka nanti akan segera hadir di antara mereka, suara Xavier berubah serak dipenuhi keharuan. “Mari kita lahirkan anak-anak kita ke dunia ini,” bisiknya dengan nada penuh cinta, memberi semangat kepada istrinya supaya bertahan sampai akhir.


 


***


***


***


***


Hello.


Author mengucapkan terima kasih atas like tiap part, komentar, favorit, rate bintang lima dan juga VOTE RANKING yang diberikan oleh pembaca sehingga Novel author selalu masuk ke ranking.


Ebook Essence Of The Darkness/ EOTD SUDAH tersedia dan bisa dibeli di G00gle play book


EOTD / Essence of The Darkness ---> Kisah Akram dan ELana


EOTL / Essence of The Light ---> Kisah Xavier dan Sera ( Ebook SEGERA tersedia)


Kata kunci di g00gle book :


Masuk ke playstore ---> pilih BOOK ---> masukkan kata kunci: Anonymous Yoghurt


JIKA ANDA MENDAPATKAN EBOOK INI BUKAN DARI GOOGLE PLAYBOOK, BERARTI ANDA TELAH MELAKUKAN TINDAKAN KRIMINAL PENCURIAN DAN BERKONTRIBUSI DALAM PEMBUNUHAN KREATIVITAS PENULIS.


DUKUNG PENULIS KESAYANGANMU SUPAYA BISA TERUS BERKARYA DENGAN TIDAK MENGAKSES DAN MENYEBARKAN BUKU BAJAKAN.


Follow instagram author jika sempat ya, @anonymousyoghurt


 


Yours Sincerely


AY


 


***

__ADS_1


***


***


__ADS_2