
Syifa memandangi pantulan tubuhnya pada cermin.Tubuh mungilnya terbalut dengan kebaya warna krem. Rambut hitam sebahunya yang biasanya Dia gerai dengan bebas,kini membentuk sanggul modern yang membuat tampilan Syifa semakin cantik.Syifa merasa ini hanya mimpinya,bagaimana bisa orang baru dikenalnya sebulan yang lalu kini telah mempersuntingnya menjadi seorang istri.
****
Setelah Maliq melihat Syifa di rumah Tante Syifa,Maliq bertekad untuk lebih mengenal Syifa lebih dekat lagi.
Maliq langsung menyatakan pada Tante dan Omnya bahwa Dia ingin melamar Syifa.Awalnya Papah dan Mamah Syifa merasa ragu,karena mereka belum mengenal Maliq sebelumnya.Tapi,Tantenya Syifa beserta Suaminya meyakinkan pada Papah dan Mamahnya bahwa Maliq adalah orang baik.
"Jadi bagaimana Kak???,Aku sudah kenal Maliq sejak Aku pertama menikah dengan Omnya Syifa.Waktu itu Dia masih SMP.Dia anak yang baik dan sopan.Dia itu sudah dewasa dan mapan.Dia punya usaha yang bergerak di bidang penyiaran.Dia mempunyai satu orang kakak perempuan sudah menikah,punya dua orang adik,yang perempuan sudah menikah dan adiknya yang laki-laki belum menikah.Papahnya sudah meninggal sejak Maliq masih kuliah.Yang ada tinggal Mamahnya,beliau masih aktif kerja sebagai PNS di lingkungan Pemda di Kabupatennya"Tantenya Syifa mencoba menjelaskan identitas Maliq pada orang tua Syifa.
Papah Syifa menarik nafas dengan berat....
__ADS_1
"Apa Maliq mau menerima keadaan Syifa yang tidak bisa bergaul dengan orang luΓ r??Aku khawatir Dia tidak bisa mengimbangi sifatnya Syifa,atau Syifa yang tidak bakal mampu berbaur dengan orang baru.Ditambah lagi umur Syifa yang masih sangat muda,Syifa baru berumur 18 tahun,dia masih labil.Aku khawatir pernikahan mereka akan kandas di tengah jalan".Keluh Papahnya Syifa dengan nada sendu.
"Insyaa Allah bisa Kak,,bila itu ada ijin dari Allah.Mari kita gantungkan harapan kita pada Allah SWT.Semoga Allah akan merubah sifat Syifa ketika Dia menikah nanti.Selama ini kan kita hanya mengikuti apa yang membuat Syifa nyaman,tanpa mau mencoba memperkenalkannya dengan hal-hal yang baru.Seiring berjalannya umur manusia, berdasarkan pengalaman perjalanan hidupnya, manusia pasti akan berubah.Biarkanlah dulu Dia keluar dari zona nyaman yang Dia ciptakan sendiri,lepaskanlah kungkungan belenggu yang Dia simpul sendiri.Biarkan Dia mencari jati dirinya tanpa tuntunan kita sebagai orang tuanya.Insyaa Allah dengan umur Maliq yang sudah cukup dewasa,Maliq akan bisa membimbing Syifa.Saya yakin Dia akan banyak belajar dari apa yang akan Dia temui nanti,karena Syifa adalah anak yang cerdas.Bujuk Tantenya Syifa panjang lebar.
Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar oleh Syifa yang tidak sengaja melintas ke arah kamar mandi yang terletak di bagian dapur,Dia baru keluar dari kamarnya.Dia berniat akan mandi sore.Syifa berhenti dan mencoba menguping ,setelah mendengar orang yang lagi berbincang di ruang tamu menyebut namanya.
"Degg..."
"Ternyata orang tuaku merasa terbebani dengan sikapku selama ini".Kenapa Aku jadi merasa sangat berdosa,Aku tidak pernah mau mengerti apa yang diinginkan oleh kedua orang tuaku...Aku hanya tenggelam dalam kenyamanan diriku sendiri,tanpa mau tau apa yang membuat orang lain nyaman...Hfff".
Sementara di ruang tamu...
__ADS_1
"Baiklah,Aku akan coba bicara dengan Syifa.Aku akan memberikan Dia pengertian.Kalau Dia merasa terpaksa,Aku tidak memaksanya"Ujar Papahnya Syifa.
"Baiklah Kak,semoga Syifa bisa menerima perjodohan ini".sahut Tantenya Syifa berharap.
π·π·π·π·
Haii...haii..Readersku tersayang
bagi dong jempolnya...πππ
jangan lupa juga bagi vote n komennya,biar author semangat berkaryaβββ.
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya jika karyanya kurang berkenan.
πππBersambungπππ